Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN SMART GREEN HOUSE MELALUI ENERGI TERBARUKAN DAN TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BISNIS BUDIDAYA MERANG DI KALIREJO LAMPUNG TENGAH Utami Putri, Novia; Suaidah, Suaidah; Helina, Selvi; Faqih Ardiantoro, Nur; Rio Adi Pratama, Wayan; Arya Pratama, Tegar; Jelang Pangestu, Selo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.420-427

Abstract

Kelompok tani makmur merupakan masyarakat produktif secara ekonomi yang memiliki usaha budidaya jamur merang. Lokasi usaha mitra yaitu di Desa Sukosari, Kabupaten Lampung Tengah. Mitra dalam usaha budidaya jamur memanfaatkan limbah pertanian seperti janjang sawit atau tandan kosong kelapa sawit, tanaman tersebut digunakan sebagai media tanam jamur merang. Tujuan usaha budidaya merang didirikan oleh para petani yaitu sangat menjanjikan dan untuk harga jual jamur juga relatif tinggi. Permasalahan urgensi pada mitra diantaranya adalah mitra belum memiliki sumber energi listrik secara mandiri untuk penyuplai produksi jamur, mitra mengalami kekurangan di perangkat operasional seperti komponen produksi yang digunakan masih sangat sederhana, belum memiliki alat pengatur suhu untuk mengecek kelembaban kumbung dan suhu yang ada pada media tanam jamur, bahan produksi yang digunakan masih kurang sesuai sehingga bibit jamur kontaminasi virus dan tidak dapat tumbuh secara maksimal, mitra tidak mempunyai daya saing harga jamur hasil produksinya, selama ini harga jual ditentukan oleh pengepul sehingga keuntungan para petani jamur menjadi terbatas, kemasan produk yang ada kurang menarik dan menjual, belum memiliki aplikasi khusus yang dapat mengelola kegiatan manajamen penjualan dan pemasaran produk jamur merang. Target luaran wajib yang akan dicapai adalah meningkatan kualitas produk mitra dan meningkatan pelayanan mitra di bidang manajemen penjualan dan pemasaran. Hasil tertinggi yang di dapat dari pengujuian suhu dan kelembaban selama 1 hari adalah 30ËšC dan 72%, serta hasil pengujian tertinggi untuk pengujian solar panel didapat daya 51,77 Watt dengan kondisi cuaca cerah.
Analisis Sentiment Pengguna X Terhadap Hilirisasi Kemenyan Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Utama, Farrel Rizki; Suaidah, Suaidah
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 7 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v7i3.8639

Abstract

The issue of frankincense downstreaming in Indonesia is a significant concern because it has the potential to increase the economic value of local commodities and the welfare of the community, especially farmers. However, public perception of this downstreaming policy is still diverse and has not been widely analyzed scientifically, especially on social media. Therefore, this study aims to analyze the sentiment of social media users X towards the issue of frankincense downstreaming using the Naïve Bayes algorithm. The research data was obtained through a crawling process using the Twitter API with the keywords "Frankincense Downstreaming" and "Downstreaming", resulting in 1,844 tweets. The data then went through a preprocessing stage including cleaning, case folding, normalization, tokenizing, stopword removal, and stemming, leaving 1,790 tweets ready for analysis. The sentiment labeling process was carried out using a lexicon-based approach with three categories: positive, negative, and neutral. Feature representation was carried out using the TF-IDF method, then the data was classified using the Naïve Bayes algorithm. The test results show that the Naïve Bayes algorithm is able to classify sentiment well, with the highest precision in the negative class at 0.90 and the highest recall in the neutral class at 0.92. The majority of X users showed neutral sentiment towards the issue of frankincense downstreaming at 55.20%, followed by positive at 26.03% and negative at 18.77%.