Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Uji aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun salam (Sygium Polyanthum) pada tikus putih (Rattus Norvegicus) Meivita Alfriani Sahensolar; Edwin De Queljoe; Surya Sumantri Abdullah
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.42183

Abstract

MEIVITA ALFRIANI SAHENSOLAR . Uji aktivitas antihiperusrisemia ekstrak etanol daun salam (Syzgium Polyanthum) pada tikus putih (Rattus Norvegicus)dibawah bimbingan EDWIN DE QUELJOE sebagai ketua dan SURYA SUMANTRI sebagai anggota.Daun salam memiliki kandungan kimia seperti minyak atsiri yang mengandung sitral, eugenol, tannin, dan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antihiperurisemia ekstrak etanol daun salam dengan 3 tingkatan dosis yaitu, 200mg, 400mg, dan 800mg. Perbandingan daun Salam sebanyak 5 kelompok yang terdiri dari 3 ekor tikus disetiap kelompok perlakuan, yaitu CMC 1% (kontrol negatif), Allopurinol 100mg (kontrol positif), ekstrak etanol daun salam dalam dosis 200mg, 400mg, dan 800 mg,yang diinduksi kalium oksonat. Pengamatan dilakukan selama 6 jam. Data diuji dengan menggunakan ANOVA (Analisis Of Variant) ,uji HOMOGENITAS (Test of Homogenity of Variance) dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil uji statistik menunjukan bahwa Dari ketiga dosis, penurunan kadar asam urat terbaik terdapat pada dosis 400 mg. Kata Kunci: Ekstrak Daun Salam (Syzgium Polyanthum) , Antihiperusemia
Identifikasi Medication Discrepancies Pada Proses Rekonsiliasi Obat Di Instalasi Rawat Inap Bedah Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Clarencia Kojongian; Surya Sumantri Abdullah; Weny Indayany Wiyono
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.50017

Abstract

Rekonsiliasi merupakan proses yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengobatan berdasarkan hasil rekonsiliasi obat pada 56 pasien periode penelitian Januari – Maret 2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki yaitu sebanyak 43 pasien (76,79%) dan jumlah pasien terbanyak pada kelompok usia dewasa (18-44) sebanyak 26 pasien (46,43%). Berdasarkan karakteristik jumlah obat pada data BPMH (Best Possible Medication History) menunjukan bahwa mayoritas pasien mengkonsumsi <5 jenis obat sebanyak 55 pasien (98,21%), di IGD sebagian besar mengkonsumsi <5jenis obat yaitu sebanyak 45 pasien (80,36%), pada karakteristik jumlah obat di instalasi mayoritas mengkonsumsi <5 jenis obat (53,57%) dan saat keluar rumah sakit mayoritas pasien diberikan <5 jenis obat yaitu 46 pasien (82,14%). Persentase Medication Discrepancies yaitu Incomplete prescription sebesar (28,57%), Omission medication (14,29%), dan perbedaan yang disengaja (100%). Kata Kunci : Rekonsiliasi obat, medication discrepancies.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan The Celup Herbal di Desa Kema III Kabupaten Minahasa Utara Irma Antasionasti; Surya Sumantri Abdullah; Imam Jayanto; Meilani Jayanti
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/f0ge0z49

Abstract

Desa Kema III terletak di pinggir pantai dengan intensitas cahaya matahari yang sangat kuat sehingga dapat menghasilkan suatu senyawa radikal bebas yang disebut reactive oxygen species (ROS) yang dapat menginisiasi terjadinya penyakit degeneratif. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan teh herbal yang kaya antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Kegiatan dilakukan melalui 4 tahapan yang terdiri dari tahap persiapan, tahap penyuluhan, tahap pelatihan, dan tahap pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan, mitra dapat memahami kandungan senyawa dari tanaman herbal pala, secang, jahe, kayu manis, dan cengkeh sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, mitra juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan tanaman herbal menjadi sediaan teh herbal.
Formulasi Pasta Gigi Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji(Psidium guajava L) dan Daun Mint(Mentha piperita L) Serta Aktivitas Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Fajar Riza Harianto; Surya Sumantri Abdullah; Christel Sambou
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5yw97425

Abstract

Dental caries is one of the most common oral health problems, mainly caused by the bacterium Streptococcus mutans . One of the preventive efforts is the use of toothpaste containing natural antibacterial agents. Guava leaves (Psidium guajava L.) and mint leaves (Mentha piperita L.) are known to possess antibacterial activity against Streptococcus mutans . This study aimed to formulate a combination of extracts from both plants into a toothpaste preparation and to evaluate its antibacterial activity. The extracts were obtained by maceration using 96% ethanol and formulated into three formulas with a total concentration of 10%. The evaluation included organoleptic test, homogeneity, spreadability, adhesion, pH, foaming ability, and antibacterial activity test using the well diffusion method. The results showed that formula F2 (5%:5%) provided the best physical characteristics and the highest antibacterial activity, with an inhibition zone of 11.4 ± 0.9 mm, which was categorized as strong. The combination of these extracts can be formulated as an antibacterial herbal toothpaste.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Cleansing Balm Dengan Minyak Jojoba (Simmondsia Chinensis) Nadiyyah Sumayyah Ammarie; Hosea Jaya Edi; Surya Sumantri Abdullah
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/3jap8z78

Abstract

Cleansing balm merupakan pembersih wajah berbasis minyak yang efektif mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan kosmetik waterproof tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit. Penelitian ini dilakukan dengan memformulasikan cleansing balm menggunakan minyak jojoba (Simmondsia chinensis) pada konsentrasi 35%, 40%, dan 45%, kemudian dilakukan evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya bersih, dan stabilitas menggunakan metode cycling test selama 6 siklus. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memiliki bentuk padat homogen, aroma lemon, dan warna yang dipengaruhi konsentrasi minyak jojoba. Nilai pH seluruh formula berada pada rentang 5,19–6,50 sehingga memenuhi standar SNI pembersih wajah. Uji daya sebar menunjukkan hasil 5–7 cm dan seluruh formula bersifat homogen tanpa pemisahan fase. Formula 3 dan 4 menunjukkan daya bersih terbaik dengan waktu pembersihan masing-masing 18,29 detik dan 16,82 detik. Cleansing balm minyak jojoba dinilai stabil, aman, dan efektif digunakan sebagai pembersih wajah.