Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERTANIAN VERTIKULTUR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MENANAM PADA ANAK SEKOLAH DASAR KHOIRU UMMAH BANDAR LAMPUNG Sapto Kuncoro; Elhamida Rezkia Amien
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i1.260

Abstract

Penurunan minat kaum muda terhadap pertanian merupakan salah satu ancaman bagi perkembangan pertanian. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa solusi akan menyebabkan menurunan pembangunan pertanian. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi tentang pertanian sedini mungkin kepada para siswa Sekolah Dasar yang dikemas semenarik mungkin dengan pertanian vertikultur. Metode yang digunakan untuk mengedukasi para siswa SD adalah dengan pembuatan pertanian vertikultur menggunakan pot-pot yang memanjang ke atas dan dengan menggunakan rak yang disusun bertingkat. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SD Khoiru Ummah Tanjung Seneng Bandar Lampung dengan melibatkan guru-guru sekolah, seluruh siswa sekolah, dan beberapa wali murid. Kegiatan penyuluhan meliputi: penjelasan tentang pertanian vertikultur, bagaimana cara membuat pot dan rak vertikultur, bagaimana cara pencampuran media tanam (tanah, kompos, dan arang sekam) yang sesuai, bagaimana prosedur penanaman mulai dari bibit hingga pemindahan ke media tanam yang benar, prosesur perawatan tanaman sayuran secara vertikultur, pemanenan serta penyimpanan hasil panen yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul pengabdian Pertanian Vertikultur untuk Meningkatkan Minat Menanam pada Anak Sekolah Dasar Khoiru Ummah Bandar Lampung telah dilaksanakan dengan lancar. Pada evaluasi awal diperoleh hasil 100% para siswa tidak memahami praktek pertanian vertikultur dari mulai penyiapan pot hingga ke proses pasca panen dan penanganan hama. Pada evaluasi akhir diperoleh hasil para siswa 77% siswa sangat paham tentang pertanian vertikultur. Dengan demikian proses penyuluhan dan pelatihan pertanian vertikultur berhasil memberikan pemahaman kepada siswa SD Khoiru Ummah terkait konsep atau pengertian serta praktek pertanian vertikultur dengan baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK ROSELLA DI KAMPUNG PADUAN RAJAWALI, TULANG BAWANG Elhamida Rezkia Amien; Muhammad Haviz; Titin Yulianti; Diding Suhandy; mareli Telaumbanua
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i2.257

Abstract

Desa Paduan Rajawali merupakan salah satu sentra penghasil Rosella di Kabupaten Tulang Bawang. Produk yang dihasilkan hanya ditangani dengan cara yang sederhana. Akibatnya produk mengalami kendala untuk dapat dipasarkan secara global. Selain itu, pemasaran produk Desa hanya sebatas pameran produk yang di adakan pada tingkat lokal dan provinsi sehingga kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Kreatif Rosella ini tidak signifikan meningkatkan pendapatan desa. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas produk olahan Rosella melalui penambahan varian produk Rosella dan pengemasan produk. Metode yang digunakan untuk mendukung kegiatan ini ialah dengan memberikan edukasi dan pendampingan tentang pengolahan produk-produk hasil pertanian khususnya Rosella. Materi kegiatan pengabdian sangat sesuai dengan kebutuhan mitra dan pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan yang ditunjukkan dengan 80% peserta memberikan penilaian sangat setuju (SS) dan 60% peserta menyatakan bahwa peralatan yang digunakan sesuai kebutuhan dan mudah untuk digunakan. Mitra juga menyambut dengan baik disain logo yang diberikan, saran pengemasan, tambahan produk, serta pemasaran online yang telah dibuatkan. Mitra sangat antusias terhadap kegiatan ini dan berharap dilakukan pendampingan serupa Kata kunci: diversifikasi, produk Rosella, Rosella
ARTIFICIAL NEURAL NETWORK APPLICATION FOR THE ESTIMATION OF ANNUAL RAINFALL DATA UNRECORDED IN CISADANE WATERSHED Elhamida Rezkia Amien; Roh Santoso Budi Waspodo; Budi Indra Setiawan; Rudi Yanto
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 1: April 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.46 KB) | DOI: 10.29244/jsil.1.1.33-41

Abstract

Naturally in a watershed rainfall distributes spatially. To know rainfall in the watershed needs information from many installed rain gauges. However, rainfall data is found not completely recorded. It is then important to estimate missing or unrecorded  rainfall data. This study aims to estimate annual rainfall data in stations by using ANN (Artificial Neural Network). This study was conducted in Cisadane watershed. This study perfomed using rainfall data for 14  periods, the location of rainfall post (coordinates and elevation), DEM map, and watershed map. Data processing and analyzing performed using Ms. Excel 2010, ArcGIS 10.0, and BackPropogation Neural Network 1.0 program. Data used as input in ANN to estimates unrecorded rainfall data were coordinates (X,Y) and elevation (Z) of each rainfall post. ANN can be used to predict the amount of rainfall in cisadane watershed marked with a value of determination (R2) 0,97. After all data complete, average of rainfall in Cisadane watershed can be calculate using arithmetic, thiessen polygon, and isohyet. The amount of rainfall watershed in Cisadane using the arithmetic mean produce rainfall of 2.609 mm, with Thiessen Polygon of 2.539 mm, and with Isohyets of 2.594 mm. Keywords: ANN, annual rainfall, Cisadane watershed, estimation of rainfall 
TEKNIK PENGENDALIAN SERANGGA HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius) MELALUI PENYEMPROTAN LARUTAN BEUVERIA BASSIANA UNTUK TANAMAN PADI Mareli Telaumbanua; Ristanti Ristanti; Elhamida Rezkia Amien; Agus Haryanto; Winda Rahmawati
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i4.374-382

Abstract

Serangga hama walang sangit merupakan salah satu faktor kegagalan dalam budidaya tanaman padi. Untuk mencegah peningkatan serangan pada tanaman padi, dibutuhkan instektisida alami yang mampu meningkatkan mortalitas walang sangit. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan mortalitas serangga hama walang sangit melalui pemberian agen hayati larutan Beuveria bassiana pada berbagai taraf konsentrasi. Larutan Beuveria bassiana disempotkan pada walang sangit di dalam sungkup jaring pada rumpun tanaman padi. Dosis yang diberikan antara ekstrak beuveria bassiana dengan air menggunakan perbandingan 2 ml/L, 5 ml/L, 8 ml/L, dan 10 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan dosis terbaik untuk pengendalian hama walang sangit pada tanaman  padi adalah 10 ml larutan beuveria bassiana per liter air. Hal ini ditunjukkan dari mortalitas walang sangit tertinggi yaitu 76,92 % selama 12 hari pengamatan. Pada dosis 10ml/L telah menunjukkan perubahan fisik pada serangga hama yang telah mati. Cendawan beuveria bassiana muncul di seluruh jaringan tubuh walang sangit yang telah mati. Pertumbuhan cendawan mulai tampak menyelimuti serangga hama yaitu hari ke 8 menggunakan dosis 8  ml/L air dan 10 ml/L air. Di samping itu, dosis yang menunjukkan mortalitas terendah pada walang sangit adalah 2 ml larutan beuveria bassiana per liter air. Mortalitas walang sangit pada dosis ini adalah 28,57 % selama 12 hari pengamatan. Kata Kunci: agen hayati, larutan beuveria bassiana, pengendalian hama, serangga hama walang sangit, tanaman padi
Studi Analisis Kelayakan Ekonomi Mesin Perajang Batang Singkong (Rabakong) Tipe TEP 2: Economic Feasibility Analysis Study of Cassava Stems Chopper (Rabakong) Type TEP 2 Elhamida Rezkia Amien; Sandi Asmara; Ferdita Kurnia; Siti Suharyatun
Open Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2021): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.vol1no1.2021.12

Abstract

Untuk mempermudah pemanfaatan limbah batang singkong, diperlukan mesin yang dapat merubah ukuran batang singkong menjadi lebih kecil. Perajang Batang Singkong (Rabakong) tipe TEP 2 merupakan mesin yang dapat menghasilkan rajangan batang singkong berbentuk serbuk halus. Tujuan pnelitian ini adalah untuk mendapatkan analisis kelayakan mesin Rabakong tipe TEP 2 yang dapat digunakan sebagai pertimbangan pemanfaatan bagi masyarakat luas. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data mulai dari biaya pembuatan mesin sampai biaya pengujian atau biaya operasi mesin Rabakong tipe TEP 2. Analisis yang dilakukan meliputi analisis biaya mesin, analisis BEP, dan analisis kelayakan. Berdasarkan hasil analisis ekonomi mesin Rabakong tipe TEP 2 menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 26.258.447,45 dengan jumlah jam kerja 8 jam/hari. Sehingga mesin ini layak untuk digunakan dengan tujuan ekonomi tertentu. To facilitate the utilization of cassava stem waste, a machine is needed that can reduce the size of the cassava stems to be smaller. Cassava stem chopper (Rabakong) type TEP 2 is a machine that can produce chopped cassava stems in the form of fine powder. The aim of this research is to obtain a feasibility analysis for the Rabakong type TEP 2 machine which can be used as a consideration for the utilization to the public. This research was conducted by analyzing data ranging from machine manufacturing costs to testing costs or operating costs for the TEP 2 Rabakong machine. The analysis carried out includes machine cost analysis, BEP analysis, and feasibility analysis. Based on the results of the economic analysis of the Rabakong type TEP 2 engine, it generates an income of Rp. 26,258,447.45 with the number of working hours 8 hours/day. So that this machine is suitable for use for certain economic purposes.  
Pemanfaatan Limbah Batang Singkong Menjadi Obat Nyamuk Bakar Dengan Campuran Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.): Utilization Of Cassava Stem Waste Into Mosquito Coils With Citronella (Cymbopogon nardus L.) Elhamida Rezkia Amien; Sandi Asmara; Resa Anggraini; Ridwan
Open Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2021): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.vol1no2.2021.24

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu produsen singkong terbesar di Indonesia. Salah satu limbah melimpah yang perlu diolah adalah batang singkong. Sebagai upaya pemanfaatan limbah batang singkong menjadi produk alternative lain, maka perlu dilakukan kajian tentang pembuatan limbah batang singkong menjadi obat nyamuk bakar melalui pencampuran dengan sereh wangi. Pelaksanaan penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu persiapan alat dan bahan, pengecilan ukuran dan penyaringan, pengeringan bahan, pencampuran bahan dan perekat, pencetakan, pengeringan obat nyamuk, dan analisis data. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis data meliputi Uji kadar air, kerapatan, lama bakar, berat per satuan, dan uji keutuhan obat nyamuk bakar.  Berdasarkan pengujian, dihasilkan obat nyamuk bakar dengan diameter lingkaran 12 cm, lebar 0,7 cm, ketebalan 0,4 mm, panjang  80 cm, dan berwarna kuning kecoklatan. Obat nyamuk yang dihasilkan dari pencampuran limbah batang singkong dan sereh wangi memenuhi 2 kriteria standard SII yaitu keutuhan dan kadar air. 2 kriteria belum memenuhi standard SII yaitu berat per satuan dan lama bakar. Lampung Province is one of the largest cassava producers in Indonesia. One of the abundant wastes that need to be processed is cassava stems. To utilize cassava stem waste into other alternative products, it is necessary to conduct a study on the manufacture of cassava stem waste into mosquito coils through mixing with citronella. The implementation of the research consisted of several stages, namely preparation of tools and materials, size reduction and screening, drying of materials, mixing of materials and adhesive, printing, drying of insect repellent, and data analysis. The results of data analysis were presented in the form of tables and graphs. Data analysis includes testing of moisture content, density, burning time, weight per unit, and wholeness test of mosquito coils. Based on the test, mosquito coils were produced with a circle diameter of 12 cm, a width of 0.7 cm, a thickness of 0.4 mm, a length of 80 cm, and a brownish yellow color. Mosquito repellent produced from mixing cassava stem waste and Citrolella that fulfils two SII standard criteria, namely wholenes test and water content. two criteria does not meet the SII standard, namely weight per unit and burn time.
Evaluating floor types during simple composting of leaf wastes Elhamida Rezkia Amien; Ridwan Baharta; Muhammad Yusfiar Karfiandi; Liska Mutiara Septiana; Mareli Telaumbanua; Agus Haryanto
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.102.4035

Abstract

This study aimed to evaluate the type of floor in the composting process of leaf wastes. The waste consisted of cacao leaves (Theobroma cacao L.), rubberwood leaves (Hevea brasiliensis), teak leaves (Tectona grandis L.f), matoa or Fijian longan leaves (Pometia pinnata), durian leaves (Durio zibethinus), and grass. The research was conducted by composting the leaf mixtures in a composting box sizing 220 cm in length, 180 cm in width, and 100 cm in height. A long box was partitioned by using plastic tarpaulin into four boxes for different floors, namely cement, soil, tarpaulin, and rice husks. A mixture of leaves of 127 kg to 176 kg was introduced in each box and was composted for 145 days. Variables observed were temperature, the height of heap, the mass of material (initial and final), C/N ratio, NPK contents, compost color, odor, pH, and moisture content. The results showed that compost quality fulfilled Indonesian National Standard (SNI 19-7030-2004) regardless of the floor types. However, the type of floors affected the compost process and yield. The composting process with tarpaulin-layered or husk-layered floors produced better compost in terms of N, P, C/N ratio, and color as compared to those resulting from cemented or barely soil floors.
APLIKASI MESIN PEMIPIH PADA USAHA EMPING JAGUNG KWT ENGGAL MAJU DI KECAMATAN ADILUWIH PRINGSEWU Dwi Dian Novita; Siti Suharyatun; Elhamida Rezkia Amien
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.399

Abstract

Jagung merupakan komoditi unggulan di Pekon Enggal Rejo, Kecamatan Adiluwih Pringsewu. Kelompok Wanita Tani (KWT) Enggal Maju menjalankan usaha produksi emping jagung. Permasalahan yang dihadapi KWT adalah proses pemipihan jagung masih dilakukan secara manual. Biji jagung ditumbuk satu persatu menggunakan palu hingga menjadi pipih. Proses ini memerlukan banyak tenaga dan menyita waktu. Kelelahan kerja yang dialami KWT membuat produktivitasnya terbatas. Untuk itu Tim Pengabdian mengusulkan aplikasi mesin pemipih untuk mengatasi permasalahan tersebut agar proses produksi emping jagung menjadi lebih mudah dan cepat. Kegiatan PKMU ini bertujuan untuk (1) membuat mesin pemipih untuk mengatasi kelelahan kerja pada tahap pemipihan jagung, (2) mensosialisasikan mesin pemipih beserta cara pengoperasian dan perawatannya, dan (3) melatih anggota KWT agar dapat menggoperasikan mesin pemipih dengan baik. Kegiatan PKMU ini telah terlaksana dengan baik, (1) Tim Pengabdian telah membuat 1 unit mesin pemipih berkapasitas kerja teoritis 40 kg/jam, (2) mesin pemipih tersebut sudah diserahkan dan diaplikasikan oleh KWT Enggal Maju pada proses produksi emping jagung “Pawon Barokah”, (3) KWT Enggal Maju rata-rata mengolah 10 kg biji jagung setiap kali produksi dengan lama pemipihan sekitar 15 menit menggunakan mesin pemipih, dan (4) anggota KWT sudah terampil mengoperasikan mesin pemipih dengan baik serta memiliki pengetahuan dasar tentang perawatan mesin.
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Debit Pacar Irigasi Tetes Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Sawi Megi Saputra; Ridwan Ridwan; Elhamida Rezkia Amien; Muhammad Amin
Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : abe.fp.unila.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jurnal abe.v1i1.5548

Abstract

To meet the increasing needs of consumers, both in terms of quality and quantity, it is necessary to increase the production of mustard plants through fertilization and irrigation. One of the efforts that can be done to overcome the limited availability of water in the land is to use water-saving irrigation technology. Utilization of sandy land such as coastal areas is one solution to overcome the limitations of agricultural land. However, coastal sandy land cannot be used optimally by the community around the coast for agricultural activities, because so far the beach sand land is considered unfit as a planting medium. That to maximize the use of sand as a vegetable growing medium, additional fertilizer is needed. The method used in this study was a completely randomized design (RAL) with two factors, namely the first factor (M) a combination of planting media with 3 combinations, namely K1, M1, M2 and M3. While the second factor (D) drip irrigation discharge with 3 discharges, namely D1 (100 ml/day), D2 (150 ml/day) and D3 (200 ml/day). Each treatment was repeated 3 times. The combination of planting media affects the growth and production of mustard (Brassica juncea L.) plants with the best combination of planting media, namely M2 (sand above and compost below). Discharge drip irrigation affects the growth and production of mustard (Brassica juncea L.) with the best yield of D1 (100 ml/day). The interaction between the combination of planting media and drip irrigation discharge on the growth and production of the best mustard (Brassica juncea L.) plant is M2D1.
Obat Nyamuk Bakar Berbahan Baku Limbah Batang Singkong Dan Ekstrak Biji Pala (Myritica fragans houtt) Sandi Asmara; Winda Rahmawati; Sapto Kuncoro; Elhamida Elhamida; Muhamad Nurdin Yusuf; Yuyun Ari Trisnawati
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.560

Abstract

In Lampung cassava stem waste is abundant, its existence is very disturbing, it is only thrown away and burned, it has not been utilized. Its use as an insect repellent is one of the value-added treatment efforts. The purpose of this study was to study the effect of tapioca glue adhesive concentration on the characteristics of mosquito coils at several concentrations of cassava stem powder and nutmeg powder. The treatment, the concentrations of cassava stem powder, nutmeg powder, and tapioca glue adhesive were; a) 16.67%, 26.04%, 58.34%, b) 16%, 24%, 60%, c) 15.38%, 23.07%, 61.53%, d) 14.81 %, 22.23%, 62.9%, and e) 14.28%, 22.32%, 64.28%. This research was conducted to study the physical characteristics (moisture content, density, shatter resistance index, combustion rate, smoke distribution, and organoleptic tests). The method used in this study was a completely randomized design measured using the Indonesian Industrial Standard (SII) No. 1113-84. The results showed that the variety of treatments with the addition of tapioca adhesive in the manufacture of mosquito coils had a very significant effect on moisture content, density, shatter resistance index, and burning time.