Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Role of Fintech in Improving Service Accessibility at Indonesian Sharia Banks in Pontianak City Muhammad Faisal; Mansur; Irvan Wobowo W; Febrianawati; Windi Pratiwi
Jurnal Manajemen dan Perbankan (JUMPA) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Perbankan (JUMPA)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I - Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55963/jumpa.v13i1.888

Abstract

This study analyzes the role of fintech in improving the accessibility of financial services at Bank Syariah Indonesia (BSI) in Pontianak City. The background of this study is the gap in access to financial services for small communities that are difficult to reach by conventional banks. This study uses a quantitative approach with a survey method of 150 active BSI customers who use fintech services, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with multiple linear regression using SPSS to test the effect of the variables of availability, ease of use, and security of fintech services on the variable of financial service accessibility, including ease of access, service coverage, and financial literacy. The results are expected to provide empirical evidence of the effectiveness of fintech in expanding financial access at BSI and measure customer satisfaction with fintech. This study contributes to the literature on sharia fintech with a focus on empirical analysis in the context of BSI customers in Pontianak, while also serving as a reference for stakeholders in developing sharia banking digital strategies to improve services and empower small communities economically. Abstrak - Penelitian ini menganalisis peran fintech dalam meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kota Pontianak. Latar belakang penelitian adalah kesenjangan akses layanan keuangan bagi masyarakat kecil yang sulit dijangkau oleh perbankan konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 nasabah aktif BSI yang menggunakan layanan fintech, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS untuk menguji pengaruh variabel ketersediaan, kemudahan penggunaan, dan keamanan layanan fintech terhadap variabel aksesibilitas layanan keuangan, termasuk kemudahan akses, jangkauan layanan, serta literasi keuangan. Hasil diharapkan memberikan bukti empiris efektivitas fintech dalam memperluas akses keuangan di BSI dan mengukur tingkat kepuasan nasabah terhadap fintech. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam literatur fintech syariah dengan fokus pada analisis empiris di konteks nasabah BSI di Pontianak, sekaligus menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan strategi digital perbankan syariah guna meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Pengaruh Sosial terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Pribadi Generasi Z dengan Sikap Keuangan Sebagai Variabel Mediasi Brian Dimas Kara; Cesy Iola Kariza; Windi Pratiwi
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i3.760

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana literasi keuangan dan pengaruh sosial membentuk perilaku pengelolaan keuangan pribadi Generasi Z di Kota Pontianak, baik melalui jalur langsung maupun jalur tidak langsung yang dimediasi oleh sikap keuangan. Dengan desain kuantitatif cross-sectional, data dihimpun melalui kuesioner daring dari 166 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan secara langsung baik terhadap perilaku pengelolaan keuangan maupun sikap keuangan, dan sikap keuangan terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara literasi keuangan dan perilaku pengelolaan keuangan. Sebaliknya, pengaruh sosial tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap perilaku keuangan, dan sikap keuangan juga tidak terbukti memediasi hubungan antara pengaruh sosial dan perilaku pengelolaan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada Generasi Z di Kota Pontianak, faktor kognitif internal berperan lebih dominan dalam membentuk perilaku keuangan dibandingkan tekanan sosial eksternal.
Pelatihan Pemanfaatan Canva AI Sebagai Media Pembelajaran Inovatif Bagi Guru SMAN 11 Pontianak Windi Pratiwi; Aisyah Aisyah; Cesy Iola Kariza
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9265

Abstract

SMAN 11 Pontianak merupakan sekolah menengah atas negeri yang berada di wilayah perkotaan dengan akses infrastruktur teknologi yang relatif memadai, namun pemanfaatan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran masih belum optimal. Sebagian besar guru masih mengandalkan metode konvensional dan media presentasi yang bersifat statis, serta memiliki literasi digital yang terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital guru dan membekali keterampilan praktis pembuatan media pembelajaran inovatif menggunakan Canva AI bagi 25 guru peserta. Metode pelaksanaan disusun dalam lima tahapan yang berkesinambungan, yaitu sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test serta kuesioner evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pemahaman guru dari 94.80 (pre-test) menjadi 98.80 (post-test), dengan 100% peserta mencapai target kelulusan evaluasi. Selain itu, 100% peserta berhasil menyusun produk media pembelajaran berbasis Canva AI yang siap digunakan serta menunjukkan tingkat keyakinan tinggi (rerata 4.80 dari skala 5) untuk menintegrasikan AI secara mandiri. Disimpulkan bahwa pelatihan Canva AI efektif meningkatkan kompetensi digital guru; direkomendasikan pendampingan berkesinambingan dan integrasi hasil ke dalam program pengembangan profesi guru di sekolah.