Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMASARKAN BAHAN OLAH KARET DI DESA PONDOK MEJA KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Urip, Urip; Murdy, Saad; Malik, Adlaida
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.968 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v19i1.4958

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memasarkan bahan olah karet di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Keputusan dalam penelitian ini adalah pilihan yang dijatuhkan oleh petani pada lembaga pemasaran yaitu koperasi/kelompok tani atau pedagang pengumpul desa yang akan digunakannya untuk memasarkan bahan olah karet miliknya. Metode pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang dengan alokasi 32 orang yang memasarkan ke koperasi/kelompok tani dan 28 orang yang memasarkan ke pedagang pengumpul desa. Analisis data menggunakan metode pendekatan analisis regresi binary logistic. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi keputusan memasarkan bahan olah karet dalam penelitian ini antara lain pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan, tabungan dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 faktor yang berpengaruh secara signifikan dalam pengambilan keputusan memasarkan bahan olah karet di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain jumlah tanggungan, tabungan dan produksi . Keputusan petani dalam memilih lembaga pemasaran bahan olah karet di Desa Pondok Meja juga didukung oleh faktor kemudahan dalam proses pemasaran. Hal ini membuktikan bahwa faktor pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh terhadap keputusan petani dalam memasarkan bahan olah karet di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Kata Kunci : Keputusan, Pemasaran, Bahan Olah Karet
PENGARUH BIAYA BAURAN PEMASARAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN DODOL ROSELLA PADA AGROINDUSTRI XYZ Anzelina, Anzelina; Alamsyah, Zulkifli; Malik, Adlaida
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.153 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i2.5059

Abstract

Rosella di Indonesia sudah dikenal sejak tahun 1992 sebagai tanaman hias yang tak dihiraukan, sekarang tanaman ini dikenal dengan banyak khasiat yang bermanfaat bagi manusia. Pengolahan kelopak bunga rosella menjadi dodol merupakan inovasi baru dalam agroindustri di Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bauran pemasaran yang diterapkan oleh agroindustri XYZ dalam penjualan dodol rosella dan untuk mengetahui pengaruh biaya bauran pemasaran terhadap volume penjualan pada produk dodol rosella. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Lingkar Barat II Kelurahan Bagan Pete Kecamatan Kota Baru Jambi pada agroindustri dodol rosella XYZ. Pemilihan dan penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) didasarkan atas pertimbangan bahwa agroindustri tersebut merupakan produsen dodol rosella satu-satunya dan telah memasarkan produknya di sebagian besar supermarket di Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan dari perhitungan statistik dengan menggunakan analisis regresi berganda diketahui biaya bauran pemasaran meliputi produk,harga, promosi dan distribusi terhadap volume penjualan YÌ‚ = - 273,371 + 0,001 X1 - 0,005 X2 + 0,004 X3 memiliki nilai R2 sebesar 0,934. Dengan menggunakan uji F diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 93,859 lebih besar dari F tabel 3,098. Dan didapatkan nilai signifikansi (P value) sebesar 0,000. Karena nilai P value kurang dari 0,05 ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa biaya strategi produk, strategi promosi dan strategi distribusi secara bersama dapat mempengaruhi volume penjualan. Sedangkan pengaruh dominan diberikan oleh biaya strategi produk. Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Volume Penjualan, Dodol Rosella
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME LELANG KARET DI PASAR LELANG KARET DESA PANEROKAN KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI Tarigan, Albina Kalesta; Napitupulu, Dompak; Malik, Adlaida
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.848 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i2.5061

Abstract

Tataniaga karet merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan pendapatan petani, dimana salah satu medianya adalah pasar lelang karet. Pasar lelang karet di Desa Penerokan merupakan salah satu pasar yang memberi kontribusi besar terhadap perdagangan karet di Provinsi Jambi. Permasalahannya adalah volume lelang di pasar ini berfluktuasi setiap periode. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui gambaran pasar lelang karet di desa Penerokan kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari 2)Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume lelang karet di Pasar Lelang Karet Desa Penerokan. Diduga terdapat tiga variabel yang memiliki pengaruh terhadap volume lelang karet. Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni Tahun 2016. Pengaruh faktor dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga rata-rata, jumlah petani peserta dan volume lelang karet periode sebelumnya secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap volume lelang karet di pasar lelang. Secara parsial variabel harga rata-rata dan volume lelang periode sebelumnya tidak signifikan terhadap volume lelang karet. Sementara, variabel jumlah petani peserta lelang berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel volume lelang karet. Kata Kunci : Pasar Lelang Karet, Harga, Petani Peserta.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TERHADAP KENAIKAN HARGA BERAS DI KOTA SUNGAI PENUH Novitasari, Resti; Malik, Adlaida; Nurchaini, Dewi Sri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.736 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5076

Abstract

Beras merupakan makanan pokok masyarakat di Kota Sungai Penuh dimana harga beras selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya dan membuat konsumen harus bersedia membayar terhadap jenis beras yang dikonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji karakteristik konsumen beras di Kota Sungai Penuh, (2) mengetahui jumlah responden yang bersedia membayar terhadap kenaikan harga beras di Kota Sungai Penuh, dan (3) menganalisis hubungan antara karakteristik konsumen beras dengan kesediaan membayar (WTP) di Kota Sungai Penuh. Penelitian ini dimulai pada tanggal 10 Mei sampai 10 Juni 2016 terhadap 71 konsumen. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran karakteristik konsumen beras di Kota Sungai Penuh dan kesediaan membayar (WTP) konsumen terhadap kenaikan harga beras. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik konsumen dengan kesediaan membayar (WTP) konsumen di Kota Sungai Penuh. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa karakteristik konsumen terdiri dari mayoritas responden memiliki tingkat pendapatan keluarga per bulan sebesar Rp. 900.000 - Rp. 3.590.140, tingkat pendidikan SMA, kelompok usia 34 – 41 tahun dan jumlah anggota keluarga 3 – 4 orang. Untuk kesediaan membayar konsumen terhadap kenaikan harga beras yaitu mayoritas responden bersedia membayar sebesar 20% dari harga sebenarnya dan diperoleh bahwa pendapatan, pendidikan, dan usia memiliki hubungan yang kuat terhadap kesediaan membayar dimana hasil dari c2 hit > c2tabel keputusannya tolak H0, sedangkan untuk jumlah anggota keluarga tidak memiliki hubungan terhadap kesediaan membayar karena hasil c2 hit > c2tabel sehingga keputusannya terima H0, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan, pendidikan, dan usia konsumen maka semakin tinggi konsumen bersedia membayar terhadap kenaikan harga beras.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Anjani, Novia; Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.64 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5098

Abstract

Kopi luwak merupakan salah satu produk olahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memanfaatkan kopi kotoran luwak sebagai bahan baku. Nilai tambah yang cukup tinggi dan terjaminnya ketersediaan bahan baku menjadi prospek yang baik dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 November hingga 23 Desember 2015. Data yang diambil dalam penelitian adalah data selama 6 bulan pada periode Juni - November 2015. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) yang terdiri dari pihak internal dan eksternal dengan pertimbangan bahwa responden memiliki kaitan dan memahami perkembangan usaha agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Responden internal yaitu pemilik atau pimpinan agroindustri (3 orang), responden eksternal berasal dari dinas-dinas dan instansi terkait (4 orang). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis data lingkungan agroindustri melalui matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa pada matriks strategis internal, total nilai kekuatan lebih besar dibandingkan dengan total nilai kelemahan. Pada matriks strategis eksternal, total nilai peluang lebih besar dibandingkan dengan total nilai ancaman, sehingga usaha agroindustri kopi luwak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada pada posisi Aggressive Strategy. Berdasarkan analisis melalui matriks SWOT, dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang maka alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh usaha agroindustri kopi luwak yaitu: 1) peningkatan jumlah produksi, 2) diversifikasi dan modifikasi kemasan, 3) perluasan jangkauan pemasaran dan 4) bekerjasama dan menanggapi respon pemerintah. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Kopi Luwak dan Analisis SWOT.
ANALISIS RISIKO USAHA PEMBIBITAN KARET DI DESA PONDOK MEJA KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar; Herdiyansyah, Rikky
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.947 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i2.8610

Abstract

Risk is a variation about the things that might occur naturally or the possibility of the event that might happen unexpectedly which include as the threat of business and finansial profit due to danger occured. This study aims to: 1) to know risk sources that influence rubber breeding business, 2) to know how much risk probability on rubber breeding business and 3) to evaluate the risk include in rubber breeding business at Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. This research conducted on August 27th 2015 to September 27th 2015 toward 20 rubber seed farmer. The method used is descriptive quantitative analysis, by analysing probability and z-score value. Next, do analysis to evaluate business by calculating the expected return, variety, standard deviation, coefficient of variation and lower limit revenue. Descriptive analysis indicates that risk sources in rubber breeding business at research site exsist on production aspect, price or market and human or individual. From probability analysis result obtained the highest probability happened in production aspect caused by mortality (die of seed). Standard deviation values obtained by Rp. 10.163.469,93 which shows that this rubber breeding has a not high risks. On coefficient variation and lower limit revenue value obtained by 0,1857 and Rp. 34.393.911,14/Year. Coefficient variation value is less than 0,5 and lower limit revenue value is higher than 0. Evaluation result indicate that this rubber breeding will not face losses opportunities (no risk) in every breeding period by minimizing the risk chance that will occur.
ANALISIS KOMPARASI DAYA SAING EKSPOR LADA INDONESIA TERHADAP VIETNAM DAN MALAYSIA DI PASAR ASEAN Ariesha, Yurike; Alamsyah, Zulkifli; Malik, adlaida
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.669 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v22i1.8619

Abstract

This research is aimed to: 1) determine the development of pepper export from Indonesia, Vietnam, and Malaysia in ASEAN market from 2000-2015, 2) analyze export competitiveness of pepper from Indonesia, Vietnam, and Malaysia in ASEAN market from 2000-2015, 3) analyze the difference of pepper export competitiveness from Indonesia and Vietnam in ASEAN market from 2000-2015, and 4) analyze the difference of pepper export competitiveness from Indonesia and Malaysia in ASEAN market from 2000-2015. Type of research used is descriptive quantitative. The research data are total export value and pepper export value from world to ASEAN, pepper export and import value of Indonesia, Vietnam and Malaysia, and total export value of Indonesia, Vietnam, and Malaysia in 2000-2015. The data used are obtained from the official website of Food and Agriculture Organization, United Nations Commodity Trade, Central Statistics Agency, and Directorate General of Estate Crops. The results of the comparison competitiveness of Indonesia and Vietnam pepper exports showed that significant result from RCA (0.73), ECI (0.88), CMS (Commodity Composite Effect) (0.62), CMS (Market Distribution Effect) (0.55), and CMS (Competitiveness Effect) (0.59) is greater than the value of α (0.05). Based on these calculations, it can be seen that there is no difference in comparative competitiveness, competitive competitiveness, commodity composition effect, market distribution effect, and competitiveness effect between Indonesia and Vietnam. However, the significant result of ISP (0.02) is smaller than the value of α (0.05) which means that difference in the position of competitiveness from Indonesia greater than Vietnam. The same is true for the comparison competitiveness of Indonesia and Malaysia pepper exports, but the value of significant is different from the comparations of Indonesia and Vietnam.
ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA SIMBUR NAIK KECAMATAN MUARA SABAK TIMUR KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Frendy Sidauruk, Rian; Malik, Adlaida; Fitri, Yanuar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.293 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v22i2.8701

Abstract

Organic rice farming is a farming that cannot be separated in relation with use of factors that affect production. In order achieve high production, then the production factor used must be optimized. This research aimed to know (i) the general overview of organic rice farming in Simbur Naik village, sub-district of Muara Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur Regency. (ii) To determine the effect of productions factors on production on organic rice in Simbur Naik village, sub-district of Muara Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur Regency, (iii) To analyze the economic efficiency of the use of production factors on the production of organic rice farming in Simbur Naik village, sub-district of Muara Sabak Timur, Tanjung Jabung Timur Regency. This reserach was done from Agustus 30th to September 19th 2017. Production function of Cobb Douglas was used to to know the effect of of the use of seed production factor, manure, Petrobios fertilizer, liquid organic fertilizer, urine pesticide, and labor as independent variables. Economic efficiency was used to evaluate the use of production factors. The data were obtained from 48 selected respondents by using census method. This reserach show that (i) in doing farming business, the farmer in Simbur Naik village could only carry out the rice cultivation process once a year and they used organic fertilizer as used in organic farming generally, namely manure or farmers also used petrobios fertilizer and liquid organic pertilizer.
KAJIAN PENDUGAAN FUNGSI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI INDONESIA Nainggolan, Saidin; Murdy, Saad; Malik, Adlaida
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2018): Journal of Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.521 KB) | DOI: 10.22437/jalow.v1i1.5449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pendugaan fungsi produksi usahatani padi sawah di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Pengambilan data menggunakan quisioner terhadap 60 petani yang dipilih secara acak sederhana. Pendugaan fungsi menggunakan Model fungsi produksi Cobb-Douglas, Model fungsi produksi transcendental, dan Model fungsi produksi inversi log-log. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model fungsi terbaik yang mampu menggambarkan keadaan produksi usahatani padi sawah adalah model fungsi produksi Cobb-Douglas dengan nilai adj-R2 = 0,8566 [85,66 persen] untuk lahan lebak dan adj-R2 = 0,8972 [89,72 persen] untuk lahan pasang surut. Model fungsi produksi Cobb-Douglas dipilih sebagai fungsi terbaik karena menunjukkan nilai adj-R2 tinggi dan Uji- t masing-masing variabel penduga signifikan. Pada pendugaan fungsi produksi usahatani pada lahan pasang surut hanya model fungsi produksi Cobb-Douglas yang mampu menjelaskan hubungan teknis yang logis antara input produksi dengan produksi. Peningkatan produksi padi sawah lahan lebak akan meningkat dengan meningkatnya penggunaan luas lahan, benih, pupuk Urea, pupuk KCl dan tenaga kerja dalam keluarga. Pada lahan pasang surut peningkatan produksi jika meningkatnya penggunaan Urea. Penjumlahan semua parameter input produksi usahatani padi sawah pada lahan lebak diperoleh ∑βi = 1.5428> 1. Hal ini berarti usahatani padi sawah lahan lebak berada pada daerah I (Increasing Return to Scale). Pada lahan pasang surut diperoleh ∑βi = 1.7177> 1. Hal ini berarti usahatani padi sawah lahan pasang surut berada pada daerah I (Increasing Return to Scale). Efisiensi teknis kedua tipe lahan tergolong rendah yang berarti masih tersedia peluang besar untuk peningkatan produktivitas
IDENTIFIKASI FAKTOR PENENTU BESARAN INDEKS “K” DAN KEBIJAKAN PENETAPAN HARGA TBS KELAPA SAWIT POLA KEMITRAAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI Rahman, A; Malik, Adlaida; Siata, Ratnawati
JALOW | Journal of Agribusiness and Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2018): Journal of Agribusiness and Local Wisdom
Publisher : Program Studi Agribisnis bekerja sama dengan PERHEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.522 KB) | DOI: 10.22437/jalow.v1i1.5450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu besaran Indeks K dimana nilai Indeks K ini digunakan untuk penetapan harga Tandan Buah Segar kelapa sawit (TBS) yang dipedomi oleh perusahaan pabrik kelapa sawit dan petani. Analisis regresi dilakukan terhadap data historis bulanan dari tahun 2001 sampai 2012 yang bersumber dari data penetapan harga TBS di Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Dengan tingkat kesesuaian model (R2) sebesar 41.9, pengujian hipotesis pengaruh biaya pengolahan TBS menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil), biaya pemasaran, biaya penyusutan dan biaya operasional tidak langsung terhadap besaran indek K menunjukkan bahwa, harga biaya tidak langsung yang berpengaruh nyata terhadap besaran nilai Indeks K, sementara variabel lainnya berpengaruh negatif tetapi tidak nyata dengan tingkat kepercayaan 10 persen. Kebijakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam pembelian TBS menunjukkan bahwa PKS dengan Pola PIR Trans plus KKPA menetapkan harga di bawah harga ketetapan, sementara PKS pada pola PIR menetapkan harga di bawah harga ketetapan. Dari hasil penelitian juga ditemukan bahwa perusahaan yang mengelola kebun dengan pola KKPA menetapkan harga beli sesuai dengan ketetapan Tim Penetapan Harga TBS.