Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektifitas Media Hema-Magz dalam Meningkatkan Pengetahuan PHBS di Lingkungan Kampus Satya, Malinda Capri Nurul; Iwan Abdi Suandana; Yoswenita Susindra; Lisus Setyowati; Dian Kartika Sari
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 No 3 (1): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v6i3.585

Abstract

The implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) is essential for establishing positive habits across a university campus. However, PHBS within the campus environment is often neglected. A significant portion of the academic community has not yet fully adopted these behaviors, as evidenced by practices such as smoking on campus, consuming unhealthy food and beverages, and indiscriminate spitting. This situation is likely due to various factors, including a lack of knowledge about PHBS, insufficient outreach, and inadequate facilities. Poor adherence to PHBS can lead to infectious diseases like eye infections, diarrhea, anemia, and helminthiasis. One effective method to enhance the knowledge and awareness of PHBS among the academic community is through various information media, such as online magazines or e-magazines. Hema-Magz (Healthy Motion Magazine) is an e-magazine development containing information about PHBS on campus. This study aimed to evaluate the effectiveness of the Hema-Magz media on respondents' knowledge before and after the intervention. This research employed a quantitative design with a pretest-posttest approach, involving 15 respondents from the Tefa House of Health Promotion academic community. The research instrument consisted of 10 questions related to PHBS. The collected data were analyzed using a paired sample t-test. The results indicated an increase in the average knowledge score from 76.6% to 88.4%. Furthermore, the paired sample t-test yielded a p-value of 0.024, signifying a statistically significant difference in knowledge before and after using Hema-Magz. This media is effective in improving knowledge by offering engaging and interactive content. Further development into a mobile application is recommended to achieve a broader reach.
Penerapan Health Belief Model Perilaku Merokok pada Mahasiswa : Application of Health Belief Model of Smoking Behavior in College Student Malinda Capri Nurul Satya; Lisus Setyowati; Iwan Abdi Suandana; Dian Kartika Sari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4646

Abstract

Latar belakang: Merokok telah menjadi kebiasaan umum dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi komoditas yang terkait dengan budaya karena mudah ditemukan. Data dari Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi merokok pada usia 20-24 mencapai 27.2% dimana ini merupakan rentang usia mahasiswa. Kandungan bahan kimia dalam rokok memacu kerja susunan syaraf pada tubuh sehingga detak jantung dan tekanan darah bekerja semakin cepat. Selain itu, merokok menyebabkan munculnya penyakit mematikan lainnya. Salah satu teori yang digunakan untuk mengananlisis suatu perilaku adalah Health Belief Model. HBM digunakan untuk memprediksi perilaku kesehatan yang berfokus pada persepsi dan kepercayaan individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi kepada informan mengenai perilaku merokok pada mahasiswa dengan menerapkan teori Health Belief Model yang terdiri dari beberapa konstruk, meliputi persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan persepsi keinginan untuk bertindak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain case study dan teknik snowball sampling. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara mendalam terkait perilaku merokok pada mahasiswa yang dihubungkan dengan teori Health Belief Model. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 mahasiswa dari berbagai Jurusan di Politeknik Negeri Jember sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disesuaikan dengan kebutuhan, menggunakan voice recorder untuk memastikan akurasi dan keutuhan data serta kemudahan dalam transkripsi, alat tulis dan juga buku catatan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan merasa tidak rentan untuk terkena berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh merokok, sebagian besar informan menganggap bahwa rokok memberikan dampak yang serius dan berbahaya bagi kesehatan, seluruh informan menyatakan ketika berhenti merokok akan mendapatkan manfaat, sebagian besar informan menyatakan terdapat beberapa hambatan untuk berhenti merokok, dan sebagian besar informan memiliki keinginan untuk berhenti merokok dengan melakukan beberapa tindakan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa seorang perokok masih kesulitan untuk menghentikan perilaku ini. Kesadaran bahwa efek negatif merokok tidak langsung terasa membuat beberapa informan belum sepenuhnya menyadari resiko kesehatan akibat merokok. Persepsi keseriusan yang rendah, adanya hambatan, dan minimnya keinginan untuk bertindak dapat menjadi penghambat dalam mengambil tindakan preventif dan mengatasi permasalahan kesehatan.
Optimization of Health Workers in The Implementation of Provider Initiated HIV Testing and Counseling (PITC) Hikmah, Faiqatul; Fernandes, Angelina da Costa; Karimah, Rinda Nurul; Suandana, Iwan Abdi; Susindra, Yoswenita
International Journal of Health and Information System Vol. 2 No. 1 (2024): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijhis.v2i1.40

Abstract

Background: Provider Initiated HIV Testing and Counseling (PITC) is a service offering HIV testing by health workers to all patients in health facilities1. The quality of PITC services that do not meet standards is still a problem, thus becoming an obstacle to PITC services. This causes PITC user satisfaction to be low. The aim of this research is to determine efforts to optimize health workers in the implementation of provider-initiated HIV testing and counseling (PITC). This systematic research was conducted using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) method to assess, review and synthesize research. Search through the database by entering the keywords "HIV", "HIV test", "Provider initiated HIV testing and counseling" "PITC", on PubMed, Science Direct, ProQuest. 9 research journals were selected after going through specified stages. Barriers for health workers are high workload, lack of human resources and not all health workers are trained in PITC. Optimizing PITC services in health care settings cannot stand alone, health services that are integrated with other health services require the ability of health workers to be able to offer HIV tests to patients. Optimizing human resources in the health sector can be done by increasing the ability of health workers to carry out PITC through good education and training. The complete implementation of PITC starting from the pretest and posttest will emphasize changes in patient behavior to improve their health status.
Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat untuk Pengelolaan Potensi dan Optimalisasi Bank Sampah di Desa Arjasa Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan: Pengelolaan Bank Sampah Suandana, Iwan Abdi; Karimah, Rinda Nurul; Perwiraningrum, Dhyani Ayu; Aprilya, Nurina; Puspitasari, Nilam
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6753

Abstract

Pengelolaan sampah yang kurang optimal berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, menghadapi tantangan dalam keberlanjutan Bank Sampah karena rendahnya partisipasi warga, keterbatasan sarana, dan lemahnya sistem operasional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Promosi Kesehatan Politeknik Negeri Jember melaksanakan program pelatihan dan pendampingan guna mengoptimalkan kembali fungsi Bank Sampah Arjasa. Metode kegiatan meliputi: (1) sosialisasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui penyuluhan interaktif, (2) praktik pemilahan sampah dan simulasi alur kerja bank sampah, (3) penyediaan sarana timbangan digital untuk mendukung operasional, serta (4) penguatan kelembagaan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, pengurus bank sampah, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam pengelolaan sampah. Bank Sampah Arjasa berkomitmen untuk kembali beroperasi secara transparan dan profesional, sementara pemerintah desa memberikan dukungan positif terhadap keberlanjutan program. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kesimpulannya, pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat komitmen pengurus dan masyarakat dalam mengoperasikan kembali Bank Sampah Arjasa. Disarankan adanya pendampingan berkelanjutan, inovasi pemasaran produk daur ulang, serta pengembangan jejaring kemitraan untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan Bank Sampah.
Analysis of Study-Life Balance Among Vocational Students for the Development of a Mental Health Promotion Platform Perwiraningrum, Dhyani Ayu; Suandana, Iwan Abdi; Dewi, Riskha Dora Candra; Karimah, Rinda Nurul
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 4 No. 1 (2026): July (In Progress)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v4i1.6683

Abstract

Mental health challenges among vocational college students have increased alongside intensive academic workloads and practical training demands. Study–life balance has emerged as a critical concept for understanding these challenges, as it reflects students’ ability to manage academic responsibilities, personal needs, and psychological recovery. However, empirical evidence linking study–life balance with the conceptual development of digital mental health promotion platforms in the vocational education context remains limited. This study employed a quantitative descriptive cross-sectional design to examine study–life balance and mental health support needs among vocational students. Data were collected from 105 students using a questionnaire adapted from the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21), complemented by items assessing digital mental health application use and feature preferences. Stratified random sampling was applied to ensure representation across study programs and academic levels. The findings indicate high levels of academic stress, difficulties in maintaining study–life balance, and insufficient rest time among students, alongside strong interest in digital mental health platforms despite low prior usage. Preferred features included activity management, self-assessment tools, and access to professional support, providing an empirical foundation for future platform development.