Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERIMAAN PETANI TERHADAP TEKNOLOGI P3OPT TERINTEGRASI DISRUPTIVE AGRICULTURE TECHNOLOGY DALAM PROGRAM FORECASTING SMART ECO VILLAGE Nada Fa’izah Amatullah; Suharno Suharno; Siti Nurlaela
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10877

Abstract

The use of technology in plant pest and disease management has become an important strategy to improve crop protection practices at the farmer level. The Forecasting Smart Eco Village (FSEV) program integrates Observation, Forecasting, and Control of Plant Pests and Diseases (P3OPT) with Disruptive Agriculture Technology (DAT) as an innovation in pest management systems. This study explores farmers’ acceptance of the innovation using the Technology Acceptance Model (TAM). A descriptive quantitative method was applied, involving all 40 farmers participating in the FSEV field school program in Sumbersari Village, Moyudan Subdistrict, Sleman Regency. Data were processed using SEM-PLS with SmartPLS 4 software. The findings indicate that all measurement indicators satisfied validity and reliability requirements. Structural testing demonstrates that perceived ease of use significantly influences farmers’ attitudes toward technology utilization, while these attitudes also contribute significantly to behavioral intention to continue using the technology. In contrast, perceived usefulness shows a positive direction but does not significantly affect attitudes or behavioral intention. The model explains 19.2% of variance in attitude toward use, 18.5% in behavioral intention, and 9.5% in perceived usefulness. These results suggest that operational simplicity plays a more decisive role in technology acceptance among farmers than perceived benefits. ABSTRAK Penerapan teknologi dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efektivitas perlindungan tanaman di tingkat petani. Program Forecasting Smart Eco Village (FSEV) mengintegrasikan teknologi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (P3OPT) dengan Disruptive Agriculture Technology (DAT) sebagai inovasi dalam sistem pengendalian OPT. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan petani terhadap inovasi tersebut melalui pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan seluruh populasi sebanyak 40 petani peserta sekolah lapang FSEV di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman sebagai responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan SEM-PLS berbantuan SmartPLS 4. Hasil analisis memperlihatkan seluruh indikator telah memenuhi persyaratan pengujian instrumen, baik validitas maupun reliabilitas. Secara struktural, persepsi kemudahan penggunaan terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap sikap petani dalam menggunakan teknologi, kemudian sikap tersebut juga mendorong munculnya niat untuk terus memanfaatkan teknologi yang diterapkan. Sebaliknya, persepsi manfaat menunjukkan arah hubungan positif, namun belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap maupun niat penggunaan. Model penelitian mampu menjelaskan variasi sikap penggunaan sebesar 19,2%, niat penggunaan 18,5%, dan persepsi manfaat 9,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa aspek kemudahan operasional teknologi lebih menentukan penerimaan petani dibandingkan persepsi manfaatnya.
Become a Successful Agricultural Entrepreneur Through the Support Programs for Youth in Indonesia Siti Nurlaela; Salsadila Panicara; Dicky Mustofa; Hanum Sasilia
Tropical Plantation Journal Vol 5, No 2 (2026): TROPICAL PLANTATION JOURNAL
Publisher : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56125/tpj.v5i2.90

Abstract

Farmer regeneration is a strategic response to the agrarian crisis in Indonesia, where youth participation in agriculture remains limited. To address this challenge, the Ministry of Agriculture introduced the Young Agricultural Entrepreneurial Development Program (PWMP), which provides capital assistance to young farmers. Despite its potential, the program’s sustainability has been questioned, requiring empirical evaluation. This study employed a quantitative approach to analyze business characteristics, challenges, turnover, networking practices, and sustainability prospects of PWMP beneficiaries. Data were collected through questionnaires distributed to 100 participants, with 73 valid responses obtained between November and December 2024 across several provinces. Findings show that most PWMP-supported enterprises are on-farm businesses (53%), with an average duration of 3.7 years, and are concentrated in Central Java. Major constraints include high dropout rates due to alternative employment choices (48%), low turnover with 44% reporting earnings below IDR 2,000,000, and limited collaboration, as 57% lack business partners. Nevertheless, 52% of enterprises demonstrate potential for sustainability. The study concludes that PWMP has engaged youth in agricultural entrepreneurship but faces structural and managerial challenges. Strengthening the program through mentorship by successful agricultural entrepreneurs is recommended to enhance knowledge transfer, resilience, and long-term viability of youth-led agribusinesses. 
STRATEGI KEMITRAAN BERBASIS AGROSOCIOPRENEUR PADA KOPERASI MILENIAL PETANI KREATIF YOGYAKARTA (KOMPAKYO) Maulidya Hilda Prameswari; Siti Nurlaela; Annisa Khoiriyah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5161

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pola kemitraan yang dilakukan oleh Koperasi Milenial Petani Kreatif Yogyakarta (KOMPAKYO) dan alternatif strategi kemitraan berbasis agrosociopreneur pada KOMPAKYO. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 – Maret 2025 di Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Informan yang dilibatkan pada penelitian ini sebanyak 12 informan. Hasil penelitian menunjukk-an pola kemitraan yang terjadi antara KOMPAKYO dengan petani padi organik Kalurahan Sumberharjo yaitu pola kemitraan inti plasma, KOMPAKYO sebagai perusahaan inti dan petani sebagai kelompok plasma. Proses kemitraan yang berjalan terdapat unsur keterlibatan agrosociopreneur, komunikasi dan kepemimpinan memberikan dampak untuk mengendalikan perilaku mitra sesuai dengan yang diinginkan serta mampu memberikan pengaruh yang menguntungkan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa terdapat faktor internal berupa 7 kekuatan dan 5 kelemahan, serta faktor eksternal berupa 5 peluang dan 5 ancaman yang mempengaruhi proses kemitraan berbasis agrosociopreneur. Alternatif strategi yang diperoleh dari hasil analisis SWOT yaitu strategi W-O (Weakness-Opportunity) diperlukan upaya meningkatkan motivasi petani padi organik dalam peningkatan produktivitas padi organik melalui inovasi penyuluh dan perusahaan mitra.