Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA DOSEN TETAP DI STIKES HARAPAN IBU JAMBI TAHUN 2022 Agnes Anggini; Cici Wuni; Subakir Subakir
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 7: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The function of a lecturer is to carry out the tri dharma of higher education, namely education and teaching, research and community service. In addition to carrying out the tri dharma of higher education, lecturers at STIKes Harapan Ibu Jambi do other tasks. The many demands of roles and tasks that must be carried out by a lecturer will have an impact on work stress. The purpose of the study was to find out the factors related to work stress in permanent lecturers at STIKES Harapan Ibu Jambi. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The study population was all permanent lecturers of STIKES Harapan, Mrs. Jambi with a total sample of 36 people. The sampling technique uses purposive sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data collection techniques use questionnaires. The data were analyzed univariately and bivariately using the chi square test. As many as 55.6% of respondents experienced low work stress , 50.0% of respondents had poor interpersonal relationships, 36.1% of respondents had boring work routines, 100% of respondents had an appropriate sks workload, 36.1% of respondents stated that they were unsatisfactory with career development. Bivariate results show that there is an interpersonal relationship (p = 0.020) with work stress in lecturers. There is no relationship between work routines, sks workload and career development with work stress in lecturers (p>0.05). For this reason, it is recommended that the institution adjust the workload received by a lecturer to the abilities or capacities possessed by the lecturer. Lecturers are expected to maintain good communication, a conducive work environment, and a close sense of family.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BEBAN KERJA MENTALPADA GURU SEKOLAH DASARDI KELURAHAN BAJUBANG Atika Atika; Rara Marisdayana; Cici Wuni
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 11: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i11.2563

Abstract

Physiologically, mental activity is seen as a type of light work so that the caloric requirement for mental activity is also lower. Even though morally and responsibly, mental activity is heavier than physical activity because it involves brain work (white-collar) rather than muscle work (blue-collar). This research is a quantitative research with a descriptive research design with a cross-sectional research type. The factors studied were work atmosphere, psychological work environment, and psychological factors. The population in this study was all elementary school teachers in the Bajubang sub-district, totaling 61 people. The research sample was 58 people. Data collection in this study was carried out using a questionnaire. Data were analyzed by means of univariate and bivariate with chi-square. The results showed that there was a significant relationship between the work atmosphere p-value (0.023), the psychological work environment p-value (0.030), the psychological factors p-value (0.027) and the mental workload of elementary school teachers in the Bajubang Village in 2021. There is a significant relationship between work atmosphere, work environment and psychological factors on mental workload for elementary school teachers in the Bajubang Subdistrict in 2021. It is recommended that teachers be more creative in creating a good working atmosphere such as ensuring the lighting of the work space, or decorating the work space so that it looks more colorful, make special events with colleagues and create a lively atmosphere while teaching so it doesn't cause boredom while working.
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Cuci Tangan yang Baik dan Benar di SDN 37/I Kecamatan Bajubang Sugiarto Sugiarto; Novi Berliana; Melda Yenni; Cici Wuni
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.855 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v1i2.266

Abstract

Cuci tangan merupakan proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air. Akibat kurangnya kebiasaan cuci tagan, anak-anak menjadi penderita tertinggi dari penyakit diare dan pernafasan, hingga tidak jarang berujung dengan kematian. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah siswa/i mengetahui tujuh langkah mencuci tangan yang baik dan benar sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dengan memberikan edukasi kepada siswa tentang tujuh langkah mencuci tangan dengan baik dan benar. Edukasi yang dilakukan adalah pemberian informasi dengan penyuluhan mengenai pengertian cuci tangan, tujuan mencuci tangan, waktu mencuci tangan, alat-alat yang digunakan. Selain pemberian penyuluhan juga dilaksanakan demonstrasi cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini adalah siswa/i lebih mengetahui teknik mencuci tangan yang baik dan benar. Setelah pemberian domonstrasi siswa/i mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar. Pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa setelah siswa/i mengetahui dan dapat menerapkan tujuh langkan cuci tangan yang baik dan benar maka dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah menerapkan cuci tangan yang baik dan benar maka dapat memutuskan rantai penularan diare.
Penyuluhan Tentang Pemberantasan Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Rawasari melda yenni; cici wuni
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.027 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v1i1.190

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu faktor penyebab penyakit yang kini telah menyerang manusia. Salah satu faktornya adalah masyarakat kurang menjaga kesehatan lingkungan sehingga menyebabkan nyamuk dapat berkembang dengan pesat pada lingkungan. Untuk itu, agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk misalnya Demam Berdarah dengue (DBD), masyarakat dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dilingkungan masing - masing program Pemberantasan Sarang Jentik Nyamuk (PSJN) salah satunya. Pemberantasan Sarang Jentik Nyamuk (PSJN) dilakukan secara rutin terlebih setiap musim jangkitan DBD, kegiatan lain yang bisa dilakukan yaitu dengan fogging (pengasapan), abatisasi, dan pelaksanaan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) Kelurahn Rawasari salah satu kelurahan yang harus diwaspadai mengenai kebersihan lingkungannya terutama dalam pemberantasan nyamuk demam berdarah yang akhir-akhir ini mulai berjangkit, terdapat 14 kasus DBD di tahun 2018 yang kembali dan meresahkan masyarakat serta memotivas pihak –pihak terkait seperti puskesmas rawasari untuk memberantas jentik nyamuk dan melakukan pola hidup sehat. Maka dari itu perlu diadakannya penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk sebagai pengetahuan tentang upaya Mencegah terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue melalui penyuluhan pentingnya pemberantasan jentik nyamuk dan sarang nyamuk demak berdarah di Puskesmas Rawasari Jambi
SURVEILANS GIZI DI TEMPAT KERJA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT DAN PRODUKTIF Sugiarto Sugiarto; Melda Yenni; Cici Wuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1985-1990

Abstract

Gizi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Jika pekerja memiliki gizi yang berlebih maka akan berisiko untuk mengalami keluhan seperti low back pain, kelelahan kerja, hipertensi dan diabetes mellitus. Maka dari itu sebuah perusahaan harus memenuhi kebutuhan gizi pekerja. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan surveilans gizi pada pekerja sehingga dapat dijadikan bahan pembuatan kebijakan bagi perusahaan dalam pemenuhan gizi bagi pekerja. Metode yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian adalah pengukuran indeks massa tubuh, pengukuran tekanan darah dan konseling tentang gizi pada pekerja. Jumlah peserta sebanyak 22 orang pekerja bagian kantor PT. Sungai Bahar Pasifik Utama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas sebesar 9,1% dan berat badan berlebih sebesar 40,9%. Rata-rata tekanan darah pekerja adalah 132,2 mmHg. Setelah dilakukan konseling kepada pekerja diketahui bahwa pengetahuan pekerja mengalami peningkatan dimana rataa-rataa skor sebelum diberikan konseling sebanyak 12,53 meningkat menjadi 14,26 setelah diberikan konseling tentang gizi. Diharapkan kepada perusahaan untuk memasang poster tentang gizi di tempat kerja sehingga pekerja dapat membaca poster tersebut dan melakukan pengecekan rutin terkait kesehatan pekerja dan yang paling utama adalah menyediakan makanan yang bergizi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Konjungtivitis pada Pekerja Bengkel Las di Kecamatan Kotabaru Jambi Tahun 2021 Putra, Fichry Irsal; Marisdayana, Rara; Wuni, Cici
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9153

Abstract

Pengelasan merupakan suatu cara untuk menyambung benda padat dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Sinar infra merah dipancarkan oleh benda pijar. Radiasi oleh sinar tersebut kepada mata dapat menyebabkan katarak pada lensa mata. Agar tidak terjadi kerusakan pada mata, sangat penting dilakukan upaya preventif seperti misalnya memakai kaca mata kobalt biru bagi mereka yang bekerja menghadapi penyinaran sinar infra merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kongjungtivitis padapekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru Jambi. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh tenaga kerja di bengkel las Kecamatan Kota Baru Jambi yang berjumlah 48 orang. Sampel secara total sampling yaitu seluruh tenaga kerja di bengkel lasKecamatan Kota Baru Jambi yang berjumlah 48 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-17Maret 2021. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian secara univariat menunjukkan sebagian besar (81,3%) responden dengan lama paparan berisiko, (52,1%) responden masa kerja baru, (54,2%) responden menggunakan APD, dan (58,3%) responden ada keluhan kongjungtivitis. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara lama paparan dengan p-value = 0,005, masa kerja dengan p-value = 0,017 dan penggunaan APDdengan p-value = 0,031 terhadap keluhan kongjungtivitis pada pekerja bengkel las. Diharapkan para pekerja bengkel las untuk tidak terlalu lama terpapar oleh cahayadari pengelasan serta selalu patuh dan disiplin dalam menggunakan alat pelindungdiri (APD) yang benar dan tepat serta proses kerja yang benar sesuai SOP seperti penggunaan goggles dan welding helmets pada saat bekerja di bengkel las karena terbukti dapat mengurangi keluhan konjungtifitis pada pekerja.
Faktor yang Berhubungan dengan Unsafe Action pada Pekerja di PT. X Jambi Wuni, Cici
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.9242

Abstract

Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan karena dua golongan, golongan pertama yaitu faktor mekanisme dan lingkungan (unsafe condition) dan golongan kedua adalah faktor manusia (unsafe action). Sebagian besar (80-85%) kecelakaan kerja disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan faktor manusia. Faktor yang mempengaruhi unsafe action antara lain kelelahan, tingkat pendidikan, dan usia pekerja. Tindakan tidak aman adalah kegagalan dalam mengikuti persyaratan dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan semakin besar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Angka kecelakaan kerja yang terjadi di PT. X Jambi dikategorikan nihil. Namun gambaran tindakan pekerja di PT. X masih pada kategori tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan, tingkat pendidikan dan usia dengan tindakan tidak aman (unsafe action) di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 73 orang. Menggunakan total sampling yaitu 73 orang. Pengumpulan data menggunakan kuessioner. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara usia pekerja (p- value = 0,001), tingkat pendidikan (p-value = 0,007), dan kelelahan (p-value = 0,002) dengan tindakan tidak aman (unsafe action) di PT. X Jambi
SOSIALISASI BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN (K3) DI SEKOLAH PADA SISWA SMK KESEHATAN KOTA JAMBI Wuni, Cici; Berliana, Novi; Murfi, Adi Cahya
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.11-15.2024

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah menjadi sangat penting karena sekolah bukan hanya tempat pembelajaran, tetapi juga lingkungan di mana siswa, guru, dan staf bekerja dan berinteraksi setiap hari. Dengan memprioritaskan K3, kita melindungi keselamatan dan kesehatan mereka, mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat menghambat proses pendidikan, menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental, dan mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab serta kesadaran akan keamanan, yang merupakan bekal berharga untuk kehidupan di masa depan. Tujuan dari memberikan sosialisasi budaya K3 adalah dapat meningkatkan kesadaran seluruh anggota sekolah tentang pentingnya K3 dalam lingkungan Pendidikan. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi Budaya K3 dengan siswa SMK Kesehatan Kota Jambi berjumlah 40 orang yang dilakukan di Sekolah. Dari kegiatan ini diketahui bahwa siswa belum memahami manfaat keselamatan dan Kesehatan kerja di lingkungan Sekolah. Kata kunci: Budaya K3, Penerapan K3, K3 di Sekolah, Sosialisasi K3 ABSTRACT The implementation of Occupational Health and Safety (K3) in schools is of utmost importance because schools are not just places of learning, but also environments where students, teachers, and staff work and interact every day. By prioritizing K3, we protect their safety and health, prevent accidents that can disrupt the educational process, create an environment that supports physical and mental well-being, and instill values of responsibility and awareness of safety, which are valuable assets for future life. The goal of providing K3 cultural socialization is to increase the awareness of all school members about the importance of K3 in the educational environment. The method used is to conduct K3 Cultural Socialization with 40 students from Jambi City Health Vocational High School at the school premises. From this activity, it was found that students did not fully comprehend the benefits of workplace safety and health in the school environment. Keywords: K3 Culture, The implementation of Occupational Health and Safety (K3) in Schools
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KELURAHAN PAKUAN BARU Kalalinggi, Yohana; Wuni, Cici; Parman, Parman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1575

Abstract

AbstrakData PIS-PK Puskesmas Pakuan Baru tahun 2020 menunjukkan bahwa Kelurahan Pakuan Baru memiliki jumlah masyarakat yang merokok paling tinggi yaitu sebanyak 826 jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Pakuan Baru. Penelitian menngunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 s/d 19 Juli 2021 di Kelurahan Pakuan Baru. Sampel penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Kelurahan Pakuan Baru wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi sebanyak 87 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalsis menggunakan uji chi square. Sebesar 55,2% responden merokok, 48,3% responden memiliki pengaruh orang tua kurang baik, 42,5% responden memiliki pengaruh teman sebaya kurang baik dan 33,3% responden terpapar iklan rokok > 20 kali. Ada hubungan antara pengaruh orang tua (p-value=0,000), pengaruh teman sebaya (p-value=0,000), paparan iklan (p-value=0,000) dengan perilaku merokok pada remaja di kelurahan Pakuan Baru Kota Jambi Tahun 2021. Sebaiknya remaja memiliki niat dan kemauan diri (komitmen) yang kuat untuk tidak merokok, orang tua untuk memberikan teladan yang baik kepada anak untuk tidak merokok di depan anak. Remaja memiliki keyakinan yang kuat untuk tidak terpengaruh merokok saat berkumpul dengan teman yang merokok. Kata Kunci             :   Perilaku Merokok, Orang Tua, Teman Sebaya, Iklan Rokok
SURVEILANS GIZI DI TEMPAT KERJA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT DAN PRODUKTIF Sugiarto Sugiarto; Melda Yenni; Cici Wuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1985-1990

Abstract

Gizi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Jika pekerja memiliki gizi yang berlebih maka akan berisiko untuk mengalami keluhan seperti low back pain, kelelahan kerja, hipertensi dan diabetes mellitus. Maka dari itu sebuah perusahaan harus memenuhi kebutuhan gizi pekerja. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan surveilans gizi pada pekerja sehingga dapat dijadikan bahan pembuatan kebijakan bagi perusahaan dalam pemenuhan gizi bagi pekerja. Metode yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian adalah pengukuran indeks massa tubuh, pengukuran tekanan darah dan konseling tentang gizi pada pekerja. Jumlah peserta sebanyak 22 orang pekerja bagian kantor PT. Sungai Bahar Pasifik Utama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas sebesar 9,1% dan berat badan berlebih sebesar 40,9%. Rata-rata tekanan darah pekerja adalah 132,2 mmHg. Setelah dilakukan konseling kepada pekerja diketahui bahwa pengetahuan pekerja mengalami peningkatan dimana rataa-rataa skor sebelum diberikan konseling sebanyak 12,53 meningkat menjadi 14,26 setelah diberikan konseling tentang gizi. Diharapkan kepada perusahaan untuk memasang poster tentang gizi di tempat kerja sehingga pekerja dapat membaca poster tersebut dan melakukan pengecekan rutin terkait kesehatan pekerja dan yang paling utama adalah menyediakan makanan yang bergizi.