Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU, PENGETAHUAN, SIKAP DAN POLA ASUH TERHADAP STATUS GIZI ANAK Noval Ichsan Casando; Abul Ainin Hapis; Cici Wuni
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 8: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i8.1122

Abstract

Anak usia 12-59 merupakan masa yang rentan mengalami gangguan salah satunya gizi kurang/buruk. Banyak faktor yang dapat mempengaruhinya salah satunya pengetahuan, sikap, pendidikan dan pola asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak 12-59 bulan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita yang berkunjung di Puskesmas Paal Merah Kota Jambi Tahun 2019 yang berjumlah 875 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 90 orang. Analisa dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat, dengan uji chi-square, instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa terdapat 66 (73,3%) balita memiliki status gizi dalam kategori baik, terdapat 49(54,4%) ibu berpendidikan SMA/sederajat, terdapat 62 (68,9%) ibu berpengetahuan baik, terdapat 58 (64,4%) besar ibu memiliki sikap baik dan terdapat 62 (68,9%) ibu memiliki pola asuh yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan pola asuh terhadap status gizi anak 12-59 bulan dan tidak terdapat hubungan antara pendidikan terhadap status gizi anak 12-59 bulan di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi Tahun 2021. Faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah pengetahuan, sikap dan pola asuh.
Pengaruh Penggunaan Kurtepung (Kursi Terapi Punggung) Dalam Menurunkan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Batik Tulis Cici Wuni; Ratna Sari Dewi; Putri Sahara Harahap
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i2.6195

Abstract

ABSTRAK Nyeri punggung bawah dapat menyerang siapa saja baik anak-anak hingga dewasa. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko untuk terkena LBP adalah pembatik dikarenakan pembatik bekerja dengan posisi duduk dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan secara berulang-ulang setiap hari dengan ketelitian yang tinggi, dengan posisi tersebut tenaga kerja mempunyai resiko terjadinya LBP. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kurtepung terhadap keluahan LBP pada pembatik di Kota Jambi. Metode penelitian menggunakan quyas eksperinment dengan rancangan pretest dan post test. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan melihat karakteristik yang sama. Uji Statistik menggunakan uji beda paired test dengan tingkat kemaknaan (α=0,05). Hasil uji statistik pada kelompok yang menggunakan Kurtepung selama 1 bulan diperoleh p-value = 0,013 (<0,05), pada kelompok yang menggunakan Kurtepung selama 1,5 bulan diperoleh p-value = 0,006 (<0,05), dan pada kelompok yang menggunakan Kurtepung selama 1,5 bulan diperoleh p-value = 0,005 (<0,05). Maka dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan kurtepung terhadap menurunkan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja batik tulis di Kota Jambi. Kata kunci: Low Back Pain, Kurtepung, Pembatik
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI ALTERNATIF CAIRAN PEMBERSIH ALAMI Cici Wuni; Ahmad Husaini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4: September 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i4.253

Abstract

Pengelolaan sampah harus dilkukan secara komprehensif. Penanganan sampah harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, pardigma baru dengn memandang sampai sebai sumber daya yang memilik manfaat. Kegiatan pengabdian msyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan/ mengeduksi masyarakat untuk dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi alternative produk alami untuk cairan pembersih, desinfektan dan pupuk organic dengan teknologi ramah lingkungan. Seperti yang kita ketahui, pada kondisi pandemik saat ini penggunaan cairan pembersih/desinfektan dengan kita sadari selalu digunakan setiap hari. Dengan pembuatan dan pemanfaatan eco-enzyme dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga, selain itu kegiatan ini dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari zat kimia akibat penggunaan cairan pembersih kimia. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan membuat eco-enzyme. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Hasil kegiatan ini masyarakat sasaran mengetahui cara membuat eco-enzyme dari sampah organic rumah tangga serta dapat mempraktekkannya sendiri
FACTORS RELATED TO HEMOGLOBIN LEVELS OF HOLTICULTURAL FARMERS Cici Wuni; Rara Marisdayana; Eti Kurniawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 6: Nopember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.77 KB)

Abstract

Penggunaan bahan-bahan kimia pertanian seperti pestisida tersebut dapat membahayakan kehidupan manusia. Dalam pertanian modern pestisida digunakan sebagai sarana untuk membunuh hama-hama tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi kadar hemoglobin petani holtikultur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Paal Merah 2 Kota Jambi. Sampel penelitian adalah petani sayur yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paal Merah 2 sebanyak 55 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,022) dengan kadar hemoglobin, tidak ada hubungan antara lama penyemprotan (p=0,826), pengetahuan (p=0,701) dan penggunaan APD (p=0,348) dengan kadar hemoglobin.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN PESTISIDA PADA PETANI Melda Yenni; Sugiarto Sugiarto; Cici Wuni; Tika Asna Milenia
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 7: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i7.2218

Abstract

Petani menggunakan pestisida untuk membasmi hama yang menyerang tanaman mereka, sehingga pengunaan pestisida saat ini mengalami peningkatan. Saat ini terdapat 3.207 merek dagang pestisida di Indonesia. Kecamatan Paal Merah merupakan kecamatn di Kota Jambi dengan luas pertanian paling besar jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Luas pertanian yang juas mmenunjukkan jumlah petani yang banyak, untuk meningkatkan jumlah produksi maka petani tersebut mengunakan pestisida. Petani menggunakan pestisda belum sesuai dengan ketntuan yang berlaku sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan pestisida oleh petani. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penlitian adalah petani yang mengunakan pestisida sebanyak 57 orang petani. Dat dikumpulkan dengan cara wawancara kepada subyek penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui 43,9% responden memiliki perilaku kurang baik dalam penggunaan pestisida, 47,4% responden memiliki pengetahuan kurang baik, 47,4% responden memiliki persepsi risiko kurang baik dan 36,8% responden tidak menyediakan APD. Hasil bivariate menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,013), persepsi risiko (p=0,013) dan ketersediaan sarana (p=0,018) dengan penggunaan pestisida pada petani. Diharapkan kepada Dinas Pertanian Kota Jambi melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada petani tentang aturan penggunaan pestisida sehingga dapat meningkatkan pengetahuan petani dalam penggunaan pestisida.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak 12-59 Bulan di Puskesmas Paal Merah Kota Jambi Noval Ichsan Chasando; Abul Ainin Hapis; Cici Wuni
Indonesian Journal of Health Community Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v3i2.1853

Abstract

Children aged 12-59 are a period that is vulnerable to disturbances, one of which is malnutrition. Many factors can influence it, one of which is knowledge, attitude, education and parenting. This study aims to determine the relationship between mother's education level, knowledge, attitude and parenting pattern on the nutritional status of children 12-59 months. This research is a quantitative study with a cross sectional research design. The population in this study were all mothers of children under five who visited the Paal Merah Health Center in Jambi City in 2019 totaling 875 people and sampling using purposive sampling technique as many as 90 people. The analysis in this study was univariate and bivariate, with chi-square test, the research instrument used a questionnaire sheet. The results of the univariate analysis showed that there were 66 (73.3%) under-fives with good nutritional status, there were 49 (54.4%) mothers with high school education/equivalent, there were 62 (68.9%) mothers with good knowledge, there were 58 ( 64.4%) of mothers have good attitudes and there are 62 (68.9%) mothers who have good parenting patterns. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge, attitudes and parenting patterns on the nutritional status of children 12-59 months and there was no relationship between education and the nutritional status of children 12-59 months at Paal Merah II Health Center Jambi City in 2021. Factors related to nutritional status is knowledge, attitudes and parenting
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dehidrasi Pada Pekerja Pabrik Tahu Kota Jambi Tahun 2022 Tri Rahma Lestari; Cici Wuni Wuni; Subakir B R
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.7438

Abstract

Iklim lingkungan kerja yang ekstrim merupakan salah satu faktor fisik. Iklim kerja yang ekstrim dapat menyebabkan peningkatan panas tubuh sehingga pekerja mengalami keringat berlebih tentunya hal ini akan mempengaruhi status hidrasi pekerja. Suhu rata-rata di area produksi Pabrik Tahu di Kota Jambi adalah 29,05ºC, sedangkan NAB iklim kerja ditetapkan tidak lebih dari 28ºC. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dehidrasi pada pekerja pabrik tahu di Kota Jambi. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah pekerja pabrik tahu di Kota Jambi sebanyak 42 pekerja. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 09 s/d 18 April 2022. Instrumen penelitian kuesioner, alat ukur dehidrasi, beban kerja, iklim kerja dan status gizi. Analisis data menggunakan uji Kendall's-Tau. Hasil Univariat Sebanyak 42,8% responden mengalami dehidrasi berat, 66,7% responden berada di lingkungan suhu kerja panas, responden kurang mengkonsumsi air minum 76,2%, 66,7% memiliki beban kerja berat dan 31,0% responden memiliki IMT dalam kategori kurus. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja (p=0,006), konsumsi air minum (p=0,000) dan iklim kerja (p=0,000) dengan dehidrasi. Tidak ada hubungan antara status gizi (p=0,239) dengan dehidrasi pada pekerja pabrik tahu.Kata kunci: dehidrasi, beban kerja, konsumsi air minum, status gizi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KAPASITA PARU PADA PEKERJA BATU BATA DI DESA TALANG BELIDO TAHUN 2022 Nazira Nazira; Cici Wuni; Parman Parman
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i4.4320

Abstract

Brick making is one of the informal home industries that has the potential for exposure to quite a lot of dust. At the time of initial observation of 10 workers, it was found that 70% of workers complained of shortness of breath. 70% of workers do not use masks when working, even though a workplace full of dust has the potential to cause respiratory problems for workers. The purpose of the study was to determine factors related to lung capacity in brick workers in Talang Belido Village. The research design used a cross sectional design. The research sample was 38 brick workers in Talang Belido Village. The sampling technique used was total sampling technique. This research was conducted in June 2022 in Talang Belido Village. The research instrument is a questionnaire. Data collection techniques by means of interviews and observations. Data were analyzed by univariate and bivariate using chi square test. A total of 15.8% of respondents have heavy lung capacity, 55.3% of respondents have moderate lung capacity, 52.6% of respondents work with risky dust levels, 71.1% of respondents have a long working period, 68.4% of respondents have a smoking habit. , 47.4% of respondents do not use masks. Bivariate results showed that there was a relationship between dust levels (p=0.034), smoking habits (p=0.021), use of masks (p=0.001) and lung capacity in brick workers in Talang Belido Village. There is no relationship between length of service (0.692) and lung capacity of brick workers in Talang Belido Village.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pembangunan Gedung di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi Tahun 2022 Putri Wulandari; Cici Wuni; Sugiarto Sugiarto
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i1.1389

Abstract

Construction is an industrial sector with work sites that are mobile, open and influenced by weather, limited implementation time, and very limited worker capabilities. The accident that occurred in the construction of a building in Telanaipura District was scratches caused by work tools or materials, cut off by work tools, and even fell from a height which caused workers to break their legs/hands. The purpose of this study is to determine the factors related to work accidents in building construction project workers in Telanaipura District in 2022. This study used a Cross Sectional design. The sample in this study was 67 people, the instruments in this study used questionnaires, and the analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square test. Based on the results of a study of 67 respondents, as many as 40 people (59.7%) had experienced accidents, as many as 39 people (58.2%) committed unsafe actions, as many as 30 people (44.8%) had less knowledge, and as many as 45 people (67.2%) experienced fatigue. There is a relationship of unsafe action with work accidents with a p-value (0.008). There is no knowledge relationship with the accident with the p-value (0.072). There is a relationship between fatigue and work accidents with a p-value (0.014). It is recommended for workers to cooperate with each other by reminding each other about unsafe actions taken while working, as well as continuing to use personal protective equipment according to the type of danger in the workplace.
FACTORS CAUSING RESPIRATORY TRACT COMPLAINTS IN SALON WORKERS IN JAMBI CITY IN 2022 Devi Octafia; Cici Wuni; Novi Berliana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 9: Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i9.2458

Abstract

Beauty salon workers are one of the professions with high risk, one of the health problems experienced by salon workers is respiratory tract complaints, respiratory tract complaints experienced by salon workers can be caused due to exposure to chemicals used when carrying out treatment to customers. The purpose of this study was to analyze the factors causing respiratory complaints in beauty salon workers in Jambi City. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. This research was conducted in Jambi City. The sample of this study was 41 beauty salon workers in Jambi City. The sample of this study was 41 beauty salon workers in Jambi City. The retrieval technique uses the Total Sampling technique. The instruments used are questionnaire sheets and measurements. Data collection techniques are carried out by interviews. The data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. As many as 29.3% of respondents experienced respiratory complaints. Bivariate results showed no association between PPE use and respiratory tract complaints (P-value = 0,613), no relationship between length of work (P-value = 0,380), there is no relationship between service life (P-value = 0.427), no relationship between air vents (P-value = 0.378) to respiratory tract complaints. In conclusion, there is no relationship of variables of PPE use, length of service, length of service, and air ventilation to respiratory tract complaints in salon workers. It is recommended to beauty salon workers to always use PPE while working because there is exposure to chemicals that can cause respiratory complaints.