Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SOCIETAL

PERAN BURUH TANI PEREMPUAN DALAM MEMENUHI KEHIDUPAN DOMESTIK DAN PUBLIK (Studi di Desa Watumerembe Kecamatan Palangga) Hendriyani, Hendriyani; Moita, Sulsalman; Tanzil, Tanzil
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran perempuan buruh tani dalam  memenuhi kehidupan domestik dan publik  di Desa Watumerembe Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik secara sengaja (purposive sampling), dengan mempertimbangkan yang bersangkutan bersedia dimintai keterangan atau informasi sehubungan penelitian. Adapun jumlah infroman sebanyak 10 orang, terdiri dari 10 orang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh tani perempuan di Desa Watumerembe Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peran Buruh Tani Perempuan dalam kehidupan domestik dan publik di Desa Watumerembe Kecamatan Palangga, selain sebagai istri dan ibu yaitu melaksanakan peran domestik yang telah  menjadi kewajiban dan sudah menjadi kodratnya dalam mengurus rumah tangga dalam hal menangani pekerjaan dapur, membersihkan rumah, mengasuh dan mendidik, serta menyiapkan sarapan bagi suami dan juga anak-anak. 2) Peran Buruh Tani Perempuan dalam melaksanakan peran Publik yaitu dengan meluangkan waktu dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk ikut berpartisipasi sehingga walaupun mereka sibuk, mereka masih bisa melakukan kegiatan di luar pekerjaannya yaitu Mengikuti Arisan, membuat kelompok Ibu-ibu PKK serta Majelis Ta’lim.
MAKNA KAHIYAA (PINGITAN) DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PEREMPUAN (Studi di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah) Alimuddin, Alimuddin; Moita, Sulsalman; Anggraini, Dewi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui prosesi kahiyaa (pingitan) di Desa Lantongau Kecmatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. (2). Untuk mengetahui makna kahiyaa (pingitan) dalam membentuk karakter anak perempuan di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Mawasangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan penelitian sebanyak 16 orang yaitu, toko Adat serta para anggotanya, orang tua anak yang melakukan kahiyaa (pingitan), Anak gadis yang melakukan kahiyaa dan anak yang sudah melakukan kahiyaa. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi kahiyaa (pingitan) terdiri dari beberapa proses. Pertama menunjukan bahwa: 1). Prosesi pelaksanaan kahiyaa (pingitan) pada masyarakat Desa Lantongau terdiri dari tiga tahap yaitu. (a). Tahap persiapan yaitu, Pembuatan ruangan kahiyaa (kafokaumpu), Persiapan gendang (kadano ganda), Mempersiapkan mayang pinang (kalano bansa). (b). Tahap inti yaitu, Proses awal masuknya kaombo (kafofongkoha), Pengukuhan para gadis (kalempagi), Proses merapikan rambut dan alis (kabindu), Pencarian jodoh (mateano manu), Prosesi awal keluarnya kaombo (kafolimba). (c). Tahap  penutup yaitu, membersihkan ruangan kahiyaa (kaohono hewu), tari linda  peresmian anak yang melakukan kahiyaa (pingitan) yang dilakukan dilakapangan. 2). Makna kahiyaa (pingitan)  dalam membentuk karakter anak perempuan terdiri dari tujuh bagian yaitu : (a).  Kerja sama, yang dilakukan anak gadis dengan paganda (pemukul gendang). (b). Menjaga kehormatan). Dimana anak gadis (kabua-bau) akan  menjadi seorang anak dewasa (kalambe). (c). Tenggung jawab, seorang bhisa mengambil peran sebangai orang tua anak gadis dalam kaombo selama berlangsungnya kahiyaa (pingitan). (d). Disiplin, pada prosesi kahiyaa yaitu: pelaksanaan mandi baik pada waktu pembukaan maupun penutupan upacara, pelaksanaan makan dengan ukuran makan yang tertentu. (e). Mandiri yaitu, bimbingan yang dilakukan oleh bhisa kepada gadis yang di suo/kaombo, antara lain. Ketaatan dan kepatuhan kepada orang tua, kesetian terhadap suami. (f). Jujur, Setiap anak yang mengikuti prosesi kahiyaa (pingitan) dipaksa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi sebelum memasuki suo/kaombo. Kesimpulan, memperoleh kepastian tentang pembentukan karakter, khususnya pada anak perempuan dari anak remaja (kabua-bua) menjadi seorang anak dewasa (kalambe) yang dibibimbing agar kelak berumah tangga nanti memperoleh benih-benih keturunan yang berahlak muliah.
STRATEGI IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN KELUARGA (Studi Kasus 7 Ibu Rumah Tangga Yang Ditinggal Suami Merantau di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur) Puspita, Vira Fresha; Moita, Sulsalman; Upe, Ambo
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi strategi ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengguanakan penelitian deskriptif kualitatif, yakni menganalisis realitas sosial secara mendalam. Menggunakan metode penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mempelajari, membuka, dan mengerti apa yang terjadi di dalam setiap fenomena ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau. Informan dalam penelitian ini adalah tujuh ibu rumah tangga yang di tinggal suaminya merantau di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Hasil penelitian bahwa strategi ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur dapat dibedakan menjadi tiga yakni strategi aktif, pasif dan jaringan. Strategi aktif memuat pekerjaan pokok, strategi pasif yakni mendirikan usaha dan strategi jaringan yakni melibatkan anak dalam menambah pendapatan keluarga. Adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi strategi ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan keluarga dibagi menjadi dua yakni faktor ekonomi dan faktor sosial. Faktor ekonomi yakni mencari nafkah dan menambah penghasilan. Sedangkan faktor sosial yakni Aktualisasi diri.