Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Relasi Sosial Pedagang Pasar Tradisional Daerah Amesiu di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe Selnawati, Selnawati; Moita, Sulsalman; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i2.28110

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Relasi Sosial pedagang di Pasar Tradisional Daerah Amesiu Di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Relasi Sosial Pedagang di Pasar Tradisional Daerah Amesiu Di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Relasi Sosial Pedagang Pasar Tradisional Daerah Amesiu Di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe dan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Relasi Sosial Pedagang di Pasar Tradisional Daerah Amesiu Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. Subjek penelitian ini adalah Kepala Pasar, pedagang sebanyak 10 orang dan konsumen sebanyak 5 orang di Pasar Tradisional Daerah Amesiu Di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. Penentuan informan dengan menggunakan Tinjauan Lapangan (Field Research). Adapun metode penelitian ini Yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati secara langsung obyek peneliti dimana penulis terjun langsung ke lokasi penelitian yang telah ditentukan dengan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi di pasar tradisional daerah Amesiu Keluruhan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada bagaimana Relasi Sosial pedagang di Pasar Tradisional Daerah Amesiu Di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Relasi Sosial Pedagang di Pasar Tradisional Daerah Amesiu Di Kelurahan Pondidaha Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe dapat dikatakan kurang baik, dimana hal tersebut dapat disimpulkan berdasarkan hasil wawancara jawaban pertanyaan informan mengenai relasi yang terjadi antara pedagang, distributor dan konsumen serta faktor yang mempengaruhinya yang terjadinya yakni masih kurang baik
Strategi Bertahan Hidup Petani Miskin Dalam Memenuhi Kebutuhan Rumah Tangga” (Studi di Desa Wambona, Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna) Kristina, Nurmaya; Bahtiar, Bahtiar; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i2.45355

Abstract

Strategi bertahan hidup adalah sebagai rangkaian tindakan yang dipilih secara standar oleh individu dan rumah tangga yang miskin secara sosial ekonomi. Tujuan dari penetian ini adalah untuk mengetahui strategi bertahan hidup petani miskin dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga di Desa Wambona Kecamatan Wakorumba Selatan Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif, dan subyek dalam penelitian ini yaitu petani miskin sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi,observasi. Jenis dan sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Strategi bertahan hidup yang digunakan petani miskin adalah dengan melakukan penghematan dalam hal ini mengurangi pengeluaran keluarga dalam tuntutan ekonomi yang semakin tinggi, dalam penghasilan yang minim dan tidak menentu. Kemampuan untuk memanajemen keuangan adalah suatu yang sangat penting yang mesti mereka miliki dalam mengatur pendapatan yang kecil dan tidak menentu. Kedua adalah strategi wirausaha dan jasa dimana para petani miskin melakukan pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Adapun bentuk pekerjaan sampingan yang dilakukan yaitu berbeda-beda tetapi tujuannya sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Ketiga adalah strategi memanfaatkan jaringan sosial dimana para petani miskin pada saat kesusahan dan butuh uang mereka meminjam uang pada teman atau keluarga, bantuan meminjam uang pada tetangga dan keluarga pada saat susah adalah salah satu bentuk dari fungsi jaringan sosial
MOBILITAS SIRKULER NELAYAN TRADISIONAL PADA MUSIM PACEKLIK (Studi di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah) Ayu, Misna; Kasim, Syaifudin S.; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.17346

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apa penyebab terjadinya mobilitas sirkuler nelayan tradisional pada musim paceklik di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah (2) Untuk mengetahui bagaimana jenis-jenis aktivitas masyarakat nelayan Wajogu pada musim paceklik di daerah tujuan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil Penelitian di lapangan menunjukan bahwa penyebab terjadinya mobilitas sirkuler nelayan tradisional pada musim paceklik di Desa Wajogu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah disebabkan beberapa faktor, (1) faktor ekonomi yaitu kurangnnya pemasukan dalam pemenuhan kebutuhan sehingga pada musim paceklik  masyarakat nelayan harus mencari pekerjaan diluar dari wilayah asal hal ini sebagai pendorong untuk melakukan mobilitas, (2) faktor ketersediannya lapangan kerja yaitu kurangnnya lapangan pekerjaan yang didapatkan dari daerah asal sehingga masyarakat yang bekerja sebagai nelayan memilih mencari pekerjaan diwilayah lain sehingga menjadi penarik untuk melakukan mobilitas, (3) faktor trasportasi yaitu merupakan alat pendukung seseorang untuk menjangkau wilayah yang dituju serta memudahkan dalam melakukan suatu mobilitas atau pergerakan hingga menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Sendangkan yang menjadi jenis-jenis aktivitas masyarakat nelayan Wajogu pada saat musim paceklik didaerah tujuan yaitu sebagai (a) buruh bangunan, (b)berdagang, (c)berkebun, dan (d)pengolah jambu mete. Aktivitas yang dilakukan masyarakat nelayan hanya bersifat sementara waktu bukan menjadi pekerjaan paten, dilakukan ketika musim paceklik serta ketika tidak turun melaut.
HUBUNGAN ANTARA MASYARAKAT LOKAL DENGAN MASYARAKAT TRANSMIGRAN DALAM ADAPTASI PERTANIAN (Studi di Ahua Wali Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe) Hermawan, Ujang; Kasim, Syaifudin S.; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 2, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v2i2.15297

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk kehidupan bersama antara etnis lokal dan warga transmigran dengan jumlah total 175 kepala keluarga, etnis Tolaki dengan jumlah 280 kepala keluarga, sedangkan warga transmigrasi berjumlah 133 kepala keluarga, 62 kepala keluarga merupakan campuran dari beberapa etnis yang ada di Desa  Ahua Wali (Data Kantor Desa Ahua Wali, 2019). Kedua suku bangsa tersebut dari hari ke hari telah melahirkan suatu proses kerja sama dalam bidang sosial ekonomi khususnya mata pencaharian sebagai petani ladang dan beberapa tanaman jangka panjang lainnya. Sedangkan rumusan penelitian ini adalah Bagaimanakah bentuk hubungan  antara  masyarakat lokal (etnis Tolaki) dengan warga transmigrasi (etnis Jawa)”.Adapun kajian teori yang digunakan dalam penelitian antara lain Konsep Hubungan Sosial, Setiap individu dalam mengadakan hubungan atau kontak sosial dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung, antara satu pihak yang ada dalam masyarakat. Dalam mengadakan kontak dapat terjadi hubungan sosial yang positif terjadi oleh hubungan antara kedua belah pihak terdapat saling pengertian, di samping menguntungkan masing-masing pihak, sehingga hubungan dapat berlangsung lebih lama, atau mungkin berulang-ulang dan mengarah kepada suatu kerjasama. Kosep Interasi Sosial, Hubungan sosial pada awalnya merupakan proses penyelesaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan. Hasil penelitian Kerjasama antara masyarakat lokal (Etnis Tolaki)  dan masyarakat transmigran (etnis Jawa)  dalam Membuka Lahan Pertanian hal ini diungkapkan salah seorang I nforman yang mengatakan Kerjasama yang terjadi antara kedua suku tersebut didasari atas kebersamaan, olehnya itu meskipun tidak ada ajakan mereka saling membantu termasuk dalam hal pembukaan lahan pertanian.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN LAUT AKIBAT EKSPLOITASI BATU KARANG (Studi di Desa Panambea Barata Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan) Samsidar, Samsidar; Hos, Jamaluddin; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v6i1.45313

Abstract

Penelitian dengan lokasi di Desa Panambea Barata Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Bertujuan untuk: mengetahui peran pemerintah desa dalam mencegah kerusakan laut akibat eksploitasi batu karang di Desa Panambea Barata Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan dan untuk mengetahui foktor-faktor apa saja yang menjadi pendorong dan penghambat peran pemerintah desa dalam mencegah kerusakan Lingkungan laut akibat eksploitasi batu karang di Desa Panambea Barata Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive Sampling (Disengaja). Teknik analisis data yang digunakan yaitu terdapat tiga tahapan yaitu pengumpulan data, pengolahan data dan reduksi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Pemerintah Desa Dalam Mencegah Kerusakan Lingkungan Laut Akibat Esploitasi Batu Karang yaitu dilakukan dengan Mengadakan Sosialisasi tentang Undang-Undang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, melakukan pengawasan, dan melakukanpenindakan terhadap Pelaku Pelanggaran. Sedangkan yang menjadi. Faktor-Faktor Pendorong Dan Penghambat Peran Pemerintah Desa dalam Mencegah Kerusakan Lingkungan Laut Akibat Eksploitasi Batu Karang yaitu faktor pendorong terdiri atas. Adanya dukungan dari masyarakat serta faktor penghambat yakni faktor ekonomi, dan adanya pertumbuhan penduduk.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 (Sudi Desa Latompe Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat) Yama, Wa Ode; Rusli, Muh.; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.20323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi program bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program bantuan langsung tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 di Desa Latompe Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, KASI Pelayanan dan Kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) terbagi menjadi tiga indikator yakni a) Tepat Sasaran, jika dilihat dalam pelaksanaan penyalurannya program Bantuan Langsung Tunai selama masa pandemi Covid-19 di Desa Latompe sudah tepat sasaran. b) Tepat Waktu, dalam proses penyalurannya bantuan langsung tunai Dana Desaselama masa pandemi covid-19 sudah tepat waktu. c) Tepat Jumlah, selama masa pandemi covid-19 Pemerintah Desa telah menyalurkan BLT kepada masyarakat yang bersumber dari anggaran dana desa sebesar Rp 600.000,00 pada triwulan pertama dan Rp 300.000,00 triwulan kedua. Kedua, Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program bantuan langsung tunai (BLT)  dapat dilihat dari 4 indikator yaitu : a) Komunikasi, mengenai informasi Program Bantuan Langsung Tunai di masa Pandemi Covid-19 di Desa Latompe, Pemerintah Desa pernah mengadakan sosialisasi kepada KPM program BLT. b) Sumber Daya, di Desa Latompe Pemerintah Desa telah memahami tentang syarat, prosedur dan ketentuan dalam pengurusan, dan pembagian BLT selama masa pandemi Covid-19. c) Disposisi, Pemerintah Desa mensosialisasikan bahwa dana bantuan yang di berikan harus di gunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatselama masa pandemi Covid-19, d) Struktur birokrasi, mengenai proses distribusi BLT-DD selama masa pandemi Covid-19, birokrasi desa sepenuhnya bertanggung jawab terhadap data siapa saja penduduk desa yang berhak menerima program BLT-DD.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN PADA KELUARGA BURUH SAWIT HARIAN DI DESA WAWORAHA KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN Ikhsan, Muhamad Nur; Peribadi, Peribadi; Tanzil, Tanzil
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/well-being.v4i2.45279

Abstract

This study aims to identify the factors contributing to poverty within the households of daily palm oil laborers in Waworaha village, Palangga subdistrict, South Konawe district. Employing a qualitative descriptive research approach, the focus is on the challenges faced by palm oil workers associated with PT. Merbau Jaya Indah Raya. The research comprises 8 informants, individuals from Waworaha village employed as palm oil workers at PT Merbau Jaya Indah Raya. The findings reveal various factors influencing poverty among the families of palm oil workers in Waworaha Village. Firstly, a significant factor is the low educational attainment, evident in the predominant completion of education up to junior high school in Southeast Sulawesi. This limited educational background poses challenges in securing better employment opportunities. Secondly, the constrained availability of natural resources plays a crucial role in meeting essential human needs when appropriately harnessed. However, the proper utilization of these resources remains a challenge. Thirdly, the restricted employment options further exacerbate the situation. Individuals in Waworaha Village often find themselves limited to working as palm oil laborers at PT Merbau Jaya Indah Raya, with uncertain daily wages. The limited job market, particularly coupled with lower educational qualifications, confines them to this occupation. Lastly, the issue of low wages is significant, particularly for those engaged as daily laborers. In Waworaha Village, some individuals working at PT Merbau Jaya Indah Raya face financial hardships due to meager wages, making it challenging to sustain their daily lives.
Pengungkapan Kejahatan Hacking Mengakses Sistem Elektronik Milik Orang Lain Di Wilayah Hukum Polres Batanghari Muslih, Muhammad; Sahabuddin, Said; Tanzil, Tanzil
Legalitas: Jurnal Hukum Vol 15, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/legalitas.v15i2.513

Abstract

Cybercrime is a whole form of crime directed against computers, computer networks and their users, and conventional forms of crime using or with the help of computer equipment. The purposes of this study are To understand and analyze the disclosure of hacking crimes by accessing other people's electronic systems in the Batanghari Police area. To understand and analyze the obstacles in disclosing the crime of hacking accessing electronic systems belonging to other people in the Batanghari Police Legal area. To understand and analyze efforts to overcome obstacles in disclosing hacking crimes by accessing other people's electronic systems in the Legal area of the Batanghari Police. The specification of this research is descriptive analytical research. In writing this thesis, the writer used a Juridical Empirical research type, while the approach used was Socio-Legal Research. The sampling technique was carried out by purposive sampling. It was revealed that the suspect sent a message to AI to instruct him to send money by transfer and then the AI replied that the money had been transferred. Then it can be concluded that the suspect has been charged with Article 30 paragraph (1) in conjunction with Article 46 paragraph (1) of the Law of the Republic of Indonesia Number 19 of 2016 which carries a maximum prison sentence of 6 years and/or a maximum fine of Rp. 600,000. 000.00.-. The obstacles faced include the case file was returned by the prosecutor, the perpetrator was not cooperative during the examination, expert witnesses were present. Regarding the efforts made to overcome obstacles, including Batanghari Resort Police Criminal Investigators have complied with the Attorney's request by including elements of Article 46 paragraph 1 of the Law of the Republic of Indonesia Number 19 of 2016, Investigators are trying to ensure that if the perpetrator is honest in giving information and willing to cooperate, the perpetrators will get relief in terms of criminal penalties, The Satreskrim of the Batanghari Police have made efforts in the form of providing suggestions in terms of assisting the investigation process, the Batanghari Police have prepared at least 1 person who can be appointed as an expert in 1 district Batanghari. Suggestions put forward that apart from investigators at the Polda level, investigators at the Polres level must also be obliged to take part in training (Dikjur) Criminal Information and Electronic Transactions in order to be able to master, understand and have special expertise or skills in the field of information and electronic transactions, then so that the investigative members no longer need a long time for the investigation process