Khusnul Safrina
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Teori Van Hiele Khusnul Safrina; M. Ikhsan; Anizar Ahmad
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri adalah cabang matematika yang diajarkan dengan tujuan agar siswa dapat memahami sifat-sifat dan hubungan antar unsur geometri serta dapat menjadi pemecah masalah yang baik. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar geometri. Salah satu penyebab sulitnya siswa dalam memahami geometri adalah strategi pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Selain itu, dalam pembelajaran geometri selama ini belum disesuaikan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. Oleh karena itu diperlukan strategi yang tepat yang disusun berdasarkan tingkat perkembangan berpikir siswa dalam geometri. Pembelajaran berbasis teori van Hiele merupakan pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan berpikir siswa, sehingga pembelajaran ini tepat jika diterapkan dalam pembelajaran geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah geometri antara siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif berbasis teori van Hiele dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretes-postes control group design. Instrumen yang digunakan berupa tes pemecahan masalah dan VHGT. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Model Banda Aceh dan sampel yang dipilih adalah kelas VII-11 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-10 sebagai kelas kontrol. Data yang dianalisis yaitu data N-Gain kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan perolehan nilai sig. 0,000 0,05 pada uji-t yang dilakukan. Selanjutnya, dari pengujian x2 diperoleh bahwa terdapat hubungan antara tingkat berpikir dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tingkat keeratan hubungan adalah cukup (0,421). Dengan demikian, dalam pembelajaran geometri disarankan untuk menerapkan pembelajaran berbasis teori van Hiele agar kemampuan pemecahan masalah geometri siswa dapat ditingkatkan.Kata Kunci: Pemecahan Masalah Geometri, Pembelajaran Kooperatif Berbasis van Hiele.
The Development of A Realistic Mathematics Education (RME)-Based E-Module for Teaching Sequences and Series Safrina, Khusnul; Mahmuzah, Rifaatul; Munawarah, Nafis
Al-Khawarizmi Vol 10 No 1 (2026): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/eqdc4v98

Abstract

It is impossible to separate learning using the RME (Realistic Mathematics Education) approach from the use of learning media. However, the availability of RME-based e-modules in the learning process is still very limited, as teachers continue to rely on printed textbooks for instruction. Therefore, there is a need for more creative and innovative learning media. This study aims to develop and produce a valid and practical RME-based e-module for the topic of sequences and series. This type of research is classified as research and development (R&D) using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation). The subjects of this study were Grade X students at MAN 4 Aceh Besar. Data collection instruments included questionnaires, interviews, validation sheets, and teacher and student response questionnaires. The research results describe the process and outcomes of developing the e-module, which include the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation.
ANALISIS PROSES BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA SMP Wiwin Andika; Khusnul Safrina; M. Duskri
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i1.4599

Abstract

Berpikir reflektif merupakan suatu cara berpikir seseorang dalam mengaitkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan pengetahuan yang sedang diperlajari untuk menganalisa masalah dan memberikan peyelesaikan terhadap permasalahan yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir reflektif siswa berdasarkan kemampuan awal matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek peneliti adalah 3 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banda Aceh yang mewakili tingkatan kemampuan awal yaitu kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah yang diperoleh berdasarkan hasil tes kemampuan awal. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sendiri, soal tes kemampuan awal, soal tes berpikir reflektif dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tulis dan wawancara. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu, yaitu pemberian STPBRM 2 dilaksanakan seminggu setelah pemberian STPBRM 1. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Proses berpikir reflektif siswa berkemampuan awal tinggi melalui setiap indikator pada fase reacting, elaborating dan contemplating. (2) Proses berpikir reflektif siswa berkemampuan awal sedang melalui indikator pada fase reacting, elaborating dan contemplating. Namun pada fase contemplating siswa belum cukup teliti saat menyelesaikan masalah sehingga siswa tidak memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. (3) Proses berpikir reflektif siswa dengan kemampuan awal rendah melalui sebagian indikator pada setiap fase berpikir reflektif.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS RME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Farah Fadillah; Khusnul Safrina; M. Duskri
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i1.4601

Abstract

Modul Pembelajaran memiliki peran penting buat menyebarkan teknologi berdasarkan kecakapan abad 21 siswa pada pembelajaran matematika. sesuai pemetaan awal diperoleh gosip bahwa belum tersedia modul yang berbasis Realistic Mathematics Education (RME). sang sebab itu peneliti ingin membuatkan bhan ajar dalam bentuk modul pembelajaran matematika berbasis Realistic Mathematics Education (RME) di peserta didik Sekolah Menengah Pertama/MTsN yang memenuhi kriteria valid serta praktis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti langkah-langkah pengembangan 4D. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini memakai lembar validasi pakar, lembar validasi praktisi serta lembar uji keterbacaan siswa. yang akan terjadi penelitian membagikan modul pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kevaliditasan, hal ini diperoleh dari hasil analisis evaluasi validator yg mencapai rata-rata total sangat valid serta evaluasi modul antar validator termasuk kategori baik. Selain itu kepraktisan modul memenuhi kriteria sangat baik, hal ini diperoleh berasal penilian akibat analisis lembar validasi pengajar membagikan dari segi isi modul diperoleh homogen-homogen 87,68% dengan kriteria sangat baik serta asal segi tampilan modul diperoleh rata-rata 91,65% dengan kriteria sangat baik, selain itu hasil analisis uji keterbacaan peserta didik terhadap modul pembelajaran dengan memperoleh rata-rata total 83,75% dengan kriteria sangat baik. dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan simpel.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR INTUITIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL UN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBASIS METODE DRILL Magfirah, Nurul; Ibrahim, Lukman; Safrina, Khusnul
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i1.4938

Abstract

The achievement of learning objectives through the national exam indicates that mathematics is ranked low, mathematics learning is expected to develop intuitive thinking skills. Intuitive thinking has an important to solve math problems based on knowledge and experience. The purpose of this research was to describe the process of improving students' intuitive thinking skills. This research is a classroom action research with 2 cycles. Each cycle consists of planning, acting, observing and reflecting. The research subjects were 26 students of class IX-1 SMP Negeri 10 Takengon. The results showed that STAD learning model based on the Drill method there was an increase in the ability to think intuitively. It can be seen from the test cycle I and cycle II, this increase is based on three indicators, the catalization indicator increased from 50% to 88.46%, the deduction indicator increased from 69.23% to 84.62% and the generalization indicator increased from 53.85% to 63.39%. The results of the N Gain test on the pre-test and post-test scores showed that students' abilities were in the high category.
PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIS Amsal; Zainal Abidin; Khusnul Safrina
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i1.5437

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk menyelesaikan masalah matematika dengan fleksibilitas, efisiensi, dan akurasi. Meskipun demikian, hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2019 menunjukkan masih rendahnya rata-rata nilai matematika siswa Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya penyelidikan terhadap proses berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini berfokus pada gaya kognitif field-independent seperti yang dikonsep oleh Witkin, menggambarkan individu yang menganalisis objek secara independen dari lingkungannya dan menunjukkan preferensi untuk pemecahan masalah analitis. Penelitian kualitatif ini mengamati bagaimana siswa dengan gaya kognitif field-independent terlibat dalam berpikir kritis saat memecahkan masalah matematika. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap perilaku pemecahan masalah siswa, termasuk analisis kesalahannya dan jenis kesalahannya. Wawasan ini sangat penting untuk merancang intervensi pembelajaran yang selaras dengan proses kognitif siswa. Dengan memahami proses berpikir kritis siswa SMP dengan gaya kognitif field-independent, penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Pada akhirnya, strategi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam matematika, yang berpotensi mengarah pada peningkatan hasil belajar, terutama bagi mereka yang memiliki gaya kognitif field-independent.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT Suarni, Syakila; Khusnul Safrina
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i2.6009

Abstract

Hasil belajar matematika siswa yang masih rendah merupakan salah satu akibat dari kurangnya minat siswa dalam mempelajari matematika. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang efektif. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan hasil belajar siswa yang diterapkan dengan pembelajaran konvensional. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik pengambilan secara acak atau random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bambel. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa VII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 1 Bambel dan hasil belajar matematika siswa yang diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Rizki, Sahrul; Khusnul Safrina
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i2.7784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Learning cycle 7E lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen berupa quasi experimental design dengan desain penelitian Pretest-Posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 16 Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, dengan kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji-t, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Learning cycle 7E lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) UNTUK KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MTS Asma Azizah, Annisa; Safrina, Khusnul
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2025): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i2.8348

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis peserta didik sering kali belum didukung oleh bahan ajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, akibatnya peserta didik kesulitan memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) pada materi bangun ruang sisi datar fase D kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII MTsN 3 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, dan angket kepraktisan guru serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis. Validasi materi memperoleh persentase 83,59%, sedangkan validasi media mendapat persentase 93,01%, keduanya dinyatakan sangat valid. Uji kepraktisan oleh guru memperoleh persentase 92,50%, dan oleh peserta didik memperoleh persentase 88,13%, keduanya dinyatakan sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD berbasis TaRL yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah/madrasah.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TaRL) UNTUK KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MTs Annisa Asma Azizah; Khusnul Safrina
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i1.8349

Abstract

Students' mathematical communication skills are often not supported by teaching materials appropriate to their ability levels, making it difficult for them to understand the material. This study aims to develop a Teaching at the Right Level (TaRL)-based Student Worksheet (LKPD) for the topic of flat-sided geometric shapes in Phase D of Grade VIII. This research is a development study (Research and Development) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects were Grade VIII students at MTsN 3 Banda Aceh. Data collection techniques included expert validation sheets for content and media, as well as practicality questionnaires for teachers and students. The results showed that the developed LKPD met the criteria for validity and practicality. Content validation obtained a percentage of 83.59%, while media validation reached 93.01%, both classified as highly valid. The practicality test by teachers resulted in a percentage of 92.50%, and by students, 88.13%, both categorized as highly practical. Based on these findings, the developed TaRL-based LKPD meets the criteria of being highly valid and highly practical, making it suitable for use in mathematics learning in schools/madrasahs.