Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketimpangan Penguasaan Tanah Di Provinsi Jambi Nopa Linda; Indrawari Indrawari; Syafruddin Karimi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.15

Abstract

Ketimpangan penguasaan tanah merupakan salah satu masalah yang dihadapi sektor pertanian di Provinsi Jambi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kesejateraan petani. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketimpangan penguasaan tanah di tiap kecamatan dalam Provinsi Jambi pada Tahun 2004 dan Tahun 2014. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil survei Pendapatan Petani yang dilakukan BPS dengan jumlah responden sebanyak 8407 rumah tangga pertanian pada 69 kecamatan pada tahun 2004 dan 9968 rumah tangga pertanian pada 127 kecamatan pada tahun 2014. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model regresi tahun 2004 tidak bisa di analisis karena nilai dari uji F model > 0,05. Sementara itu untuk tahun 2014, terdapat tiga variabel bebas yang berpengaruh yaitu ketimpangan pendapatan petani, jumlah yang berusaha di sektor pertanian dan jumlah buruh non pertanian dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 dan nilai koefesien dari masing-masing variabel bebas adalah 0,54, (-0,00082) dan (-0,0032) sedangkan pengaruh serentak dari variabel bebas ini adalah 39, 58 persen
Livelihood Study of the Second-Generation Households of Resettlement in Koto Panjang Hydropower Region, Riau Province Tince Sofyani; Syafruddin Karimi; Melinda Noer; Suardi Tarumun
International Journal of Agricultural Sciences Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.2.2.54-59.2018

Abstract

The construction of dams in many cases has led to forced displacement and resettlement of about 40-80 million people worldwide. Several studies have reported that Development Induced Displacement and Ressettlement (DIDR) cause negative impacts on living standards and livelihood outcomes of the resettled communities. Koto Panjang Dam has been in operation for 20 years. The impact of settlement movement due to the construction of a long Koto Panjang dam is also experienced by second generation resettlers. The objectives of this study were: a) to assess the profile access and control on household farming livelihood of second generation of resettlers, and b) to assess the level of household welfare of the second generation in Koto Panjang hydropower region, Riau Province.  All second-generation households in Koto Mesjid and Pongkai Istiqamah were taken for samples (92 households).  Profile access and control on households farming at the site of this study showed that men still dominated in access and control on farm management such as: land, working, credit, means of production, breeding, pest and disease control, education, training, and agricultural extension. Women were more dominant in processing and selling the yields. The poverty experienced by households in Koto Masjid village was largely due to limited land ownership, while that experienced by households in Pongkai Istiqomah village was due to the dependence of livelihoods on the rubber plantation, in addition to the limited field of other businesses in the village.
Export orientation of Indonesia’s manufacturing industry Ramadhani Fitra Basri; Syafruddin Karimi; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.188 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v8i2.8817

Abstract

The aim of this study is to analyze the export orientation of the manufacturing industry sector in Indonesia. In order to achieve this objective, Cobb-Douglas production function, consisting of foreign direct investment (FDI) and labor, was developed. The data from the Industrial Survey conducted by the Central Bureau of Statistics (Badan Pusat Statistik/BPS) for the period 2005-2015 with 249 manufacturing companies as samples. Based on the Hausman test, the fixed-effect model is more appropriate to be used in this study. The results from the estimation indicate that FDI and labor have a positive and significant impact on the growth of the export manufacturing industry. Labor has a stronger effect on exports than on FDI, where the coefficient of labor is 3.696 and of FDI is 0.302. On the basis of this result, it could be concluded that FDI and labor lead the export orientation to the Indonesian manufacturing industry.
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kopi Gayo Kamaruddin Kamaruddin; Syafruddin Karimi; Endrizal Ridwan
JURNAL STIE SEMARANG Vol 13 No 3 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana dampak pandemic COVID-19 terhadap kesejahteraan rumah tangga petani kopi di saat pandemi COVID-19. Dan bagaimana dampak dari bantuan pemerintah terhadap kesejahteraan petani kopi di tengah pandemi COVID-19. penelitian ini dilakukan di Desa Suri Musara dan Desa Cane Baru Kecamatan Pantan Cuaca. Metodoligi dalam penelitian ini menggunakan mix method yaitu dengan menggunakan analisis kualitatif dengan melakukan wawancara kepada rumah tangga petani kopi berkaitan dengan dampak pandemi COVID-19 terhadap kesejahteraan rumah tangganya. Dan analisis selanjutnya menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis SEM (Persamaan Struktural) dengan menggunakan aplikasi Stata 14.2 yaitu menganalisis bantuan pemerintah terhadap kesejahteraan petani kopi. Dalam penelitian ini peneliti menemukan semua rumah tangga petani kopi mengalami dampak pandemi COVID-19 disebabkan anjloknya harga jual kopi. Dan ditengah pandemi COVID-19 ini bantuan pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani kopi Gayo di Sesa Suri Musara dan Cane Baru Kecamatan Pantan Cuaca.
The Role of Digitalization on Sustainable Development: An Empirical Study of Indonesia Alfiani Farida; Syafruddin Karimi; Febriandi Prima Putra
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku2201

Abstract

This study empirically investigates the impact of digitalization on sustainable development achievement in Indonesia. The investigation draws upon secondary data, covering annual data from 34 provinces of Indonesia spanning from 2013 to 2021. Digitalization is proxied by the subindices of the Information and Communication Technology (ICT) Development Index (IP-TIK) published by the Central Statistic Agency (BPS), while the achievements of sustainable development are measured by a composite index employing 19 indicators covering economic, social, and environmental dimensions. Utilizing the System Generalized Method of Moment (SGMM), the results show that the promotion of access to ICT and gross fixed capital income appears to be a way of enhancing sustainable development achievement in the short and long run. Conversely, the increase in ICT usage and foreign direct investment have proved to significantly dampen the sustainable development achievement of Indonesia in the short and long run. Efforts are required to ensure equal access to ICT and to promote the utilization of ICT for productive purposes. Furthermore, strategies to attract foreign capital inflow should be paired with the reinforcement of sectoral and environmental regulations to address the adverse effects of foreign investment.
Pengaruh Harga Minyak Mentah Dunia Terhadap Makroekonomi Indonesia: Net Eksportir Dan Net Importir Minyak 1991-2015 Syamila, Addiena; Karimi, Syafruddin; Ridwan, Endrizal

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.844 KB) | DOI: 10.31955/mea.v4i1.266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh harga minyak mentah dunia terhadap variabel makroekonomi ketika Indonesia sebagai net eksportir dan net importir minyak. Data dalam penelitian ini berbentuk data sekunder dengan data tahunan berawal dari tahun 1991-2015. Data penelitian bersumber dari BP Statistical Review of World Energy 2016, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Bank for International Settlement (BIS) dan tambahan variabel dummy. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS) dengan hasil bahwa dalam kondisi Indonesia sebagai net eksportir maupun net importir minyak, pergerakan harga minyak mentah dunia tidak berpengaruh terhadap setiap pergerakan inflasi IHK, namun di sisi lain PDB riil tetap bertumbuh dan nilai tukar riil mengalami apresiasi.
Hubungan Kausalitas Konsumsi Energi Hydropower, Emisi Karbon Dioksida dan Pertumbuhan Ekonomi pada Negara-negara G20 Alfisyahri, Nuriah; Karimi, Syafruddin; Ridwan, Endrizal

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.051 KB) | DOI: 10.31955/mea.v4i1.273

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana hubungan kausalitas konsumsi energi hydropower, Produk Domestik Bruto dan emisi karbon dioksida pada negara-negara anggota G20 (Group of Twenty). Data yang digunakan adalah kuantitatif dan time series dari tahun 1989-2016 dengan sampel seluruh anggota G20 kecuali Arab Saudi. Data penelitian ini berasal dari World Development Indicators World Bank 2016 dan BP Statistical Reviews of World Energy 2017. Metode yang digunakan yaitu Granger causality dan panel VECM untuk mendapatkan hasil kausalitas jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil uji kausalitas menunjukkan bahwa ada kausalitas dua arah konsumsi energi hydropower dan Produk Domestik Bruto pada jangka pendek di Indonesia, emisi karbon dioksida dan Produk Domestik Bruto pada jangka panjang di India dan Jepang, serta emisi karbon dioksida dan konsumsi hydropower di Brazil dan India pada jangka pendek, serta Prancis pada jangka panjang. Secara umum Negara-negara G20 memiliki kausalitas satu arah pada setiap variabel kecuali pada Argentina, Australia, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat pada jangka pendek, kemudian China, Indonesia, dan Inggris pada jangka panjang.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA PENUTUPAN TAMBANG BATUBARA PT. BUKIT ASAM UNIT PENAMBANGAN OMBILIN (PT. BA-UPO) DI KOTA SAWAHLUNTO TOTI SRIMULYATI; SYAFRUDDIN KARIMI; MULYADI MULYADI
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi April 2010
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol6.No2.2010.868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari ditutupnya kegiatan pertambangan batubara PT. Bukit Asam Unit Penambangan Ombilin (PT BA-UPO) terhadap kondisi sosial dan perekonomian masyarakat Kota Sawahlunto. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan observasi lapangan. Sampel yang diambil dalam penelitian adalah 450 rumah tangga dan 50 pengusaha yang dipilih secara acak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap data dan fakta yang terjadi pada masyarakat (rumah tangga). Data dan fakta yang diperoleh dilakukan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data sekunder dan primer yang relevan dengan penelitian menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Analisis kualitatif dilakukan terhadap persoalan- persoalan yang melibatkan masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah serta didasarkan pada data kuantitatif yang  diinterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden mempunyai pekerjaan utama sebagai petani (21,78 %), karena sektor ini masih merupakan sektor paling dominan di Kotamadya Sawahlunto. Data Responden dengan pekerjaan utama sebagai penambang rakyat sebanyak 6,67%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih menggantungkan ekonomi rumah tangganya dari sisa tambang yang ada. Pada umumnya para penambang rakyat menggali di tanah sendiri tanpa melalui proses perizinan (PETI). Perbaikan ekonomi masyarakat juga ditandai dengan mulai beralihnya aktivitas ekonomi dari pertanian ke industri, hal ini didukung oleh 55% responden yang menyatakan kegiatan ekonomi tidak lagi bertumpu pada pertanian. Pada kelompok masyarakat yang mengandalkan pertanian sebagai usaha utama, menyatakan pertanian masih sangat mungkin untuk ditingkatkan, karena masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Kesimpulan penelitian ini adalah timbulnya kekhawatiran sebagian masyarakat dengan berakhirnya kegiatan pertambangan PT. BA-UPO akan mengakibatkan Kota Sawahlunto sebagai kota mati, tidak perlu terjadi, karena hanya sebagian kecil masyarakat Kota Sawahlunto yang bekerja sebagai karyawan PT. BA-UPO, artinya pengaruh keberadaan PT. BA-UPO secara langsung terhadap perekonomian masyarakat tidak terlalu besar. Karyawan PT. BA-UPO yang di PHK sebagian besar sudah memiliki usaha sendiri, dengan memanfaatkan dana pesangon dan bimbingan dari pemerintah. Namun pihak pemerintah dan pemuka masyarakat harus dapat menggali sumber pendapatan alternatif yang lebih baik sebagai pengganti pendapatan daerah yang berasal dari PT. BA.
Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Vesikular Arbuskular (CMA) dalam pembibitan tanaman kopi (Coffea robusta L.) pada Ultisol Badal, Bustari; Karimi, Syafruddin; Febriansyah, Rudi; Munzir, Abdullah
Jurnal Embrio Vol 2 No 01 (2009): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Research conducted about exploating of Fungi Mycorrhiza Vesicular Arbuskular(CMA) to growth of Coffee seed (Coffea robusta L) at Ultisol soil. Aim to know some measuring of appropriate CMA in improving growth of seed Cowpea. This research use complete Randomized Design (CRD) with 6 treatmens and 4 replication. Data was analyzed by ANOVA and DNMRT. The treatmens were amount of CMA used in Coffe plant : A0 (0g polybag-1), A1 (20 g polybag-1), A2 (40 g polybag-1), A3 (60 g polybag-1), A4 (80 g polybag-1), A5 (100 g polybag-1). The result showed that increasing of CMA dose will increased growth of Coffee.
Analisis Pengaruh Luas Lahan dan Sumber Penghasilan terhadap Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian N, Zulkifli; Karimi, Syafruddin; Taifur, Werry Darta; Ridwan, Endrizal
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 5, No. 1 (March 2023)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.858 KB) | DOI: 10.37034/infeb.v5i1.245

Abstract

This study examines the effect of land area and income sources of agricultural households on their income in the context of reducing poverty in the agricultural sector. This study uses a quantitative approach and multiple regression methods as an analytical tool with data from the Agricultural Business Household Income Survey which is part of the 2013 Agricultural Census of West Sumatra Province. The data used in this study is cross-sectional data with total agricultural household income as the dependent variable and the amount of land owned by agricultural households, the area of ​​land controlled and cultivated by agricultural households, the percentage of agricultural household income from agricultural sector businesses, the percentage of agricultural household income from non-agricultural businesses, the percentage of other agricultural household income , the percentage of agricultural household income from wages in the agricultural sector, and the percentage of agricultural household income non-agricultural wage income. The results showed that the variable area of ​​land owned and the area of ​​land controlled and cultivated by agricultural households had a positive effect on their total income. Other variables that have a positive effect on total agricultural household income are the percentage of income from non-agricultural businesses and the percentage of non-agricultural wage income. On the other hand, the percentage of agricultural household income from agricultural sector businesses and the percentage of agricultural household income from wages in the agricultural sector have a negative effect on their total income. The results of this study suggest the need for redistribution of land to land-poor agricultural households and encourage them to diversify their business outside the agricultural sector but still based on agricultural products.