Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENYULUHAN PENGGUNAAN BUKU KAS DIGITAL DALAM PROSES ADMINISTRASI UMKM DESA NOGOSARI KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Abdul Wahid; Wisma Soedarmadji; Nuriyanto Nuriyanto; Achmad Misbah; Ayik Pusakaningwati; M. Hermansyah; Subchan Asy’ari; Misbach Munir; Khafizh Rosyidi; Khoirotur Mursyidah; M. Imron Mas’ud
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1560

Abstract

Digitalisasi merupakan suatu proses peralihan media dari segala bentuk tercetak menjadi kedalam bentuk penyajian digital. Penerapan digitalisasi ini digunakan agar penyusunan laporan keuangan UMKM Desa Nogosari dapat berjalan dengan baik. Dengan menggukana metode pelatihan terhadap pelaku UMKM yang mana 90% masih menggunakan pelaporan manual, dengan hasil pelatihan ini ditujukan agar masyarakat Desa Nogosari memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara menjalankan aplikasi buku kas yang notabennya dapat membantu proses masuk dan keluarnya data, informasi, dan juga keuangan yang awalnya dengan cara manual dalam pembukuan. Dengan adanya pembukuan digital ini warga Desa Nogosari dapat membantu proses pembukuan Usaha tersebut menjadi lebih efektif dan efisien dengan mencapai 60%. Dengan adanya penyuluhan serta pelatihan sejenis ini, masyarakat mampu memahami fungsi dan pemanfaatan khusus yang dihasilkan oleh Gadget yang biasa digunakan sehari-hari.
Pendampingan Pengelolaan UKM Sandal Melalui Brand dan Packaging di Desa Nogosari Kabupaten Pasuruan Wahid, Abdul; Nuriyanto; Dayat, M.
JOURNAL OF ECONOMIC AND SOCIAL EMPOWERMENT Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF ECONOMIC AND SOCIAL EMPOWERMENT
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alkopini is a small and medium enterprise engaged in the manufacture of hommade sandals with synthetic leather as the basic material. The purpose of this service is to help expand the market and increase the selling value in the market by introducing the brand more widely to the community in the Pasuruan Regency area. In this service method using SWOT analysis. The results of the service show an increase in the production of the Alkopini praduk from 15 pairs of sandals a day to 20 to 25 pairs of sandals a day. Through this community service, the service team helps expand the Alkopini sandal market by using brands and packaging with the aim of attracting more consumers and using the sandal products produced and increasing the selling value of each product produced.
SISTEM MONITORING PEMILAH PRODUK HOLTIKULTURA (TOMAT) GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI CV. SMART FARM Arif, Ahmad; Wahid, Abdul
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 3 (2023): JATI Vol. 7 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i3.7053

Abstract

Di era digitalisasi sekarang ini hampir semua peralatan memanfaatkan teknologi. Salah satu pemanfaatan dapat diterapkan pada sistem pemilah untuk memonitoring jumlah item dan total produksinya atau sortirnya. Sistem ini dirancang agar dapat memudahkan pelaku usaha dalam menerima informasi sekitar produk yang baik atau tidak, mengatur batas maksimal produksi, serta pemilahan yang diisesuaikan dengan warna dari produknya. Dengan diterapkan sistem ini diharapkan dapat mapu memberikan efek yang baik bagi para pelaku usaha dalam memilah produk yang baik, serta dapat meminimalisir waktu proses pemilahan. Pengujian dan penempatan sistem dilakukan pada suatu unit usaha dimana pada beberapa parameter ukur seperti warna yaitu pemilahan 3 warna antara lain merah, kuning dan hijau serta jumlah masing – masing item dan total produksinya dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, Sensor warna TCS 3200, Sensor Inframerah dan motor servo yang terhubung dengan jaringan internet untuk mengirim informasi hasil pada sebuah smartphone atau android yang sudah dilengkapi dengan aplikasi Blynk. Data ideal yang dibutuhkan pada produk holtikultura(tomat) data level optimal yang dibutuhkan yaitu warna merah, kuning dan hijau. Dengan menggunakan sensor warna dengan type TCS 3200 maka dapat mengetahui nilai kalibrasi dari warna produk tersebut. Sedangkan sensor inframerah berfungsi untuk menghitung item yang masuk pada baki sesuai dengan kriteria warnanya, total produksi dan mengakhiri proses pemilahan jika total produksinya sudah mencapai batas maksimal yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan memberikan informasi seputar produk yang dipilah melalui aplikasi Blynk yang dapat diakses pada smartphone atau android.
PENINGKATAN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA GARMENT PADA NOVI KONVEKSI TERHADAP SUMBER DAYA MANUSIA Abdul Wahid

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.795 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v4i2.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalannya roda perusahaan baik pada lingkungan internalmaupun ekstrernal, dalm hal ini dilakukan analisis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan juganmenggunakan analisis SWOT, dan merumuskan alternatif dan strategi untuk pengembangan usaha khususnyamenitik beratkan pada aspek Sumber Daya Manusia pada perusahaan Novi Konveksi. Penelitian ini menggunakanpenelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian inimenunjukkan pengelolaan perusahaan yang terdiri atas Planning, Organizing, Actuating, Controlling, data yangdi ambil terdiri atas empat aspek, yaitu keuangan, produksi, pemasaran dan SDM yang telah berjalan sesuai darijobdisknya dengan baik. Namun ada sedikit kenda yang terjadi dilapangan yaiyu permasalahan yang terjadi didalam perusahaan mengenai permasalahan SDM yaitu besarnya tingkat turnover karyawan perusahaan.Sementara untuk analisis lingkungan eksternal menggunakan Porter’s Five Forces, menunjukkan tingkatpersaingan yang tinggi, dan kekuatan penawaran pembeli dan pemasok yang cukup tinggi. Oleh karena itu strategiyang digunakan untuk pengembangan usaha adalah strategi diferensiasi.
Pendekatan Ekonomi Sirkular Dalam Industri Tembakau : Mendaur Ulang Limbah WWTP Menjadi Kompos Kaya Nutrisi Melalui Proses Anaerobik Tri Figur Fuad; Abdul Wahid
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of circular economy principles is crucial for industries to achieve sustainability, including the tobacco industry which generates significant organic waste in the form of sludge from its Wastewater Treatment Plant (WWTP). This study demonstrates a circular economy model by upcycling WWTP sludge into nutrient-rich compost using anaerobic digestion (AD) technology. The AD process was conducted on the sludge at a laboratory scale under mesophilic temperature conditions. The quality of the final compost product (digestate) was evaluated based on physicochemical parameters and compared with national compost quality standards. The results showed that the AD process successfully transformed the sludge into a stable and nutrient-rich material. The final product's C/N ratio reached 20:1, which is ideal for soil application. The contents of total N (1.6%), Phosphorus (P₂O₅ 1.1%), and Potassium (K₂O 0.9%) indicate its potential as an effective organic fertilizer. The quality of the compost produced was proven to meet the SNI 19-7030-2004 quality standard. This study confirms that upcycling sludge via AD is a feasible and effective approach to implementing a circular economy in the tobacco industry, turning a waste burden into a valuable product and supporting sustainable agriculture.
Implementasi Metode FMEA untuk Mereduksi Cacat Produk pada Proses Produksi Sandal di Departemen Plong Amiruddin, Mochamad; Abdul Wahid
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Bossbi, as one of the sandal manufacturers, faces challenges related to defective products originating from the initial production process. This study aims to implement the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to identify, analyze, and prioritize corrective actions to reduce product defects in the Plong Department. This study uses a quantitative descriptive approach with data collection for two months (January-February 2025) through observation and interviews. The results of the study identified three dominant types of defects from a total production of 177,990 pairs of sandals, namely asymmetrical patterns (39.95%), uneven edges (31.14%), and inappropriate sizes (28.92%). The FMEA analysis produces a Risk Priority Number (RPN) value for each failure mode, where 'asymmetrical patterns' obtained the highest RPN value of 224, followed by 'inappropriate sizes' (RPN = 189), and 'uneven edges' (RPN = 175). The highest RPN value indicates that 'asymmetrical pattern' is the most critical risk caused by imprecise material placement and rushed operators. Based on these priorities, it is recommended that corrective actions be taken in the form of making jigs (assistive tools), standardizing operational procedures (SOPs), and scheduling regular machine maintenance. The implementation of FMEA has proven effective as a tool for mapping risks and providing a basis for measurable improvement proposals to significantly improve product quality.
Pelatihan Digital Marketing Pada Umkm Dikelurahan Tembokrejo Kota Pasuruan Jawa Timur Faris, Faris; Munir, Misbach; Nuriyanto, Nuriyanto; Wahid, Abdul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5466

Abstract

Maju dan tidaknya UMKM yang terdapat pada suatu desa atau kelurahan merupakan indikator dari tingkat kesejahteraan dari masyarakat tersebut, dengan adanya perkembangan teknologi internet yang berarti dimulainya era revolusi industri 4.0, hal ini menjadi permaslahan tersendiri bagi pelaku UMKM yang berada diperkotaan, terlebih lagi mereka  masih canggung dalam dunia digital.  Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pengembangan pemasaran UMKM batik dan makanan minuman diKelurahan Tembokrejo berbasis Digital Marketing melalui workshop yang diikuti pelaku UMKM serta pembuatan dan pengelolaan website Kelurahan Tembokrejo. Adanya kompetitor yang ketat dalam pemasaran serta tren produk yang begitu kom petitif, beragamnya media digital dalam pemasaran membuat pelaku UMKM diTembokrejo Kota Pasuruan menjadi kesulitan untuk bersaing dalam memperluas pemasaran produk. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini melalui pendekatan Asset Based Communities Development (ABCD), pendekatan ini berbasis aset, kekuatan serta potensi yang ada, dengan melakukan observasi ke beberapa UMKM dimulai dengan wawancara untuk mengidentifikasi informasi yang berkaitan dengan UMKM secara rinci. Hasil yang didapatkan dengan pendekatan ABCD adalah terdapat banyak UMKM yang belum memahami bagaimana caranya memanfaat media-media digital untuk digunakan dalam pemasaran, sepertihalnya  WhatsApp Business,belum memahami teknik- foto profil produk yang menjual. Setelah serangkain pelatihan kami lakukan dapat terlihat pelaku UMKM sudah mulai merubah model pemasarannya melalui media-media digital serta juga uda mulai melakukan integrasi pemasaran yang tidak hanya pada satu  media digital, 3 dari 6 UMKM sudah memanfaatkan  model digital marketing.
Pengembangan Kampung Tempe Parerejo Melalui Pendampingan Sistem Produksi Tempe Berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA) Hermansyah, Muhammad; Mas'ud, M. Imron; Munir, Misbach; Wahid, Abdul; Nuriyanto , Nuriyanto
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i9.8639

Abstract

Kampung Tempe Parerejo merupakan sentra usaha kelompok masyarakat yang terletak di desa Parerejo Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Terdapat beberapa warga masyarakat desa Parerejo yang membuka usaha pembuatan tempe walaupun usaha tersebut masih bersifat usaha kecil (UMKM). Bekerja dalam bidang pengolahan hasil pertanian, termasuk usaha pembuatan tempe dan turunannya yang telah berlangsung cukup lama, sehingga terbentuk beberapa kelompok usaha yang memerlukan perbaikan dalam naungan Kampung Tempe Parerejo. Perbaikan sistem produksi tempe sebagai sentra produksi diperlukan ketersediaan alat produksi dan bahan baku kedelai yang cukup, biasanya sulit didapat pada waktuwaktu tertentu. Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan perbaikan sistem produksi tempe dilakukan secara partisipatif dengan pelibatan seluruh masyarakat usaha melalui perbaikan sistem produksi, termasuk pemasaran dan strategi pengembangannya. Tujuan Penelitian adalah memperbaiki sistem produksi tempe melalui analisis kebutuhan, partisipasi aktif dan pengembangan usaha yang berorientasi produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem produksi tempe yang produktif dapat membantu meningkatkan kinerja UMKM dan pengembangan Kampung Tempe Parerejo
Unlocking circularity: A PESTLE-SWOT analysis for sustainable black soldier fly (BSF) larvae waste valorization in an emerging economy context (Case study: Pasuruan, Indonesia) Wahid, Abdul; Suhartini, Sri; Asmaul Mustaniroh, Siti; Nurika, Irnia
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.03.3

Abstract

Escalating organic waste poses a global challenge, particularly in emerging economies like Indonesia. The Circular Economy (CE) framework, utilizing Black Soldier Fly (BSF) larvae for waste valorization, offers a promising sustainable solution, yet successful implementation requires understanding contextual factors. This study analyzed external (PESTLE) and internal (SWOT) factors influencing CE adoption in BSF-based organic waste management in Pasuruan Regency, Indonesia. A mixed-methods approach with surveys of 30 BSF entrepreneurs and expert consultations was employed. PESTLE analysis identified macro-environmental influences, informing the SWOT analysis. Weighted scores for SWOT factors assessed BSF enterprises' strategic positioning. Key opportunities include rising market demand for BSF products and growing partnerships. Strengths are existing cooperation networks and BSF's waste reduction efficiency. However, significant weaknesses like limited CE understanding, reliance on basic technology, and lack of supportive regulations, coupled with threats like high infrastructure costs and limited advanced processing knowledge, create challenges. Overall Internal Factors Analysis Summary/IFAS (-0.15) and External Factors Analysis Summary/EFAS (-0.53) scores indicate a defensive strategic position. Unlocking circularity for BSF waste valorization in Pasuruan necessitates addressing regulatory gaps, enhancing technical capacity and CE knowledge, and fostering multi-stakeholder collaborations. Strategic interventions in policy, finance, and technology are crucial for transitioning towards a sustainable BSF-CE model.
PEMANFAATAN WASTE PENGOLAHAN AIR SEBAGAI AIR UMPAN BOILER PT. NLP Wahid, Abdul; Hakim, Lukman; Nuriyanto
JMMT Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i1.5025

Abstract

NLP isafurniture manufacturing company that uses three types of wood, namely mahogany, pine, and teak. Handling and processing sawdust waste is a challenge that needs to be overcome effectively so that the waste can become a product that has added value. The value-dded product in question is souvenir craft. The utilization of coarse sawdust can be mixed with epoxy resin to form composite materials, which can be used as the basic material for souvenir crafts. It is known that the strength of composite materials increases with the increasing composition of the resin in composite materials, and the character of composite materials If the composition of sawdust is higher, the resulting composite material will be opaque and lighter. Then the manufacture of composite materials will use a ratio of 1:1. Regional attributes, cultural elements, innovation in form, design, and ease of application are important factors to consider when designing a product for souvenirs. The collected data is needed to be translated into the interpretation of product requirements to be used in making the Objective Tree and Morphological Diagrams. Evaluation of alternative product designs is carried out by considering the minimum risks.