Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Metallographic Analysis Of Coil Springs Against Temperature Variations Using ASTM E-122 and ASTM E-562 Wisma Soedarmadji; Muhammad Ilham Abdillah

Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v8i3.2694

Abstract

All agricultural tools require key components in the manufacturing process, one of which is metal. The metal commonly used in the manufacture of agricultural machinery is a type of steel with a medium carbon content. This type of metal is found in many vehicle parts, so parts with moderate carbon content are spring parts. Therefore, this study was conducted to determine the effect of temperature variations on the manufacture of agricultural equipment products made from coil springs on their mechanical properties. In this study, an analysis of the coil spring steel was carried out. The research methods used included sample pieces, heat treatment with temperature changes of 815 OC, 830 OC and 850 OC, quenching with SAE 20-50 W oil cooling media, hardness test and metallographic test. From the results of the study, the highest percentage of martensite microstructure was at 850 OC temperature specimens with a value of 64% and the lowest percentage was at 830 OC temperature specimens with a value of 42%. The high percentage of bainite microstructure is at 830 OC temperature specimen with a value of 58% and the lowest percentage is at 850 OC temperature specimen with a value of 36%. Meanwhile, the highest percentage of ferrite microstructure is at 815 OC temperature specimens and the lowest percentage is in non heat treated specimens with a value of 40%. By comparison on non-heat treated specimens which have a value of 40% ferrite and 60% pearlite. The microstructure with the largest grain shape is found in the specimen at 850 OC temperature with grain number 4 and the micro structure with the smallest grain shape is found in the specimen at 815 OC having grain number 6 with a comparison of non-heat treated specimens having grain number 7. Obtained an average value – The highest average hardness with oil cooling media on coil spring steel has a hardness value of 76.75 HRC at a temperature of 850°C. While the lowest average hardness value with oil cooling media on coil spring steel has a hardness value of 75.4 HRC, namely at a temperature of 815 °C, with a hardness ratio of 71.3 HRC in the initial conditions without heat treatment.
PENGARUH PENGELASAN SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) PADA MILD STEEL S45C DI DAERAH HAZ DENGAN PENGUJIAN METALOGRAFI Wisma Soedarmadji

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.43 KB)

Abstract

Hasil pengelasan dapat mengalami kerusakan dan menyebabkan kualitas dari pengelasan buruk salah satunya sambungan yang kurang menyatu sehingga dapat mengakibatkan sambungan lepas atau keretakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengelasan di daerah Heat Affected Zone (HAZ) pada baja karbon rendah S45C. Heat Affected Zone (HAZ) adalah logam yang bersentuhan dengan logam lain pada proses pengelasan, dimana pada proses pengelasan akan terjadi siklus termal dan pendinginan cepat pada sambungan las sehingga akan mempengaruhi struktur mikro dan HAZ, di mana logam akan mengalami transformasi fasa selama proses pendinginan. Hasil penelitian diketahui bahwa pengelasan dengan kuat arus 110 Ampere pertumbuhan butir yang terjadi pada spesimen dimana ukuran butir yang terjadi membesar dari ukuran butir logam induk dengan daerah Heat Affected Zone (HAZ) sebesar 3mm, butir yang dihasilkan dari logam las memiliki ukuran relatif kecil, pengelasan dengan kuat arus 120 Ampere pertumbuhan butir yang terjadi pada spesimen dimana ukuran butir yang terjadi hampir sama dari ukuran butir logam induk dengan daerah Heat Affected Zone (HAZ) sebesar 2,6 mm, sedangkan butir yang dihasilkan dari logam las memiliki ukuran relatif kecil dan hasil pengelasan dengan kuat arus 130 Ampere pertumbuhan butir yang terjadi pada spesimen dimana ukuran butir yang terjadi hampir sama dari ukuran butir logam induk dengan daerah Heat Affected Zone (HAZ) sebesar 4 mm.
ANALISA UJI TEKAN, KERAPATAN DENSITAS DAN MIKROSTRUKTUR TERHADAP KOMPOSIT BAHAN BAKU TEAKWOOD SERBUK GERGAJI KAYU Nurkholis Islamuddin; Wisma Soedarmadji

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.987 KB)

Abstract

There are two problems in this research, the quantity of density and microstruckture of the composite raw material of teakwood from sawdust. So this research is for knowing the quantity of density and microstruckture of the composite raw material of teakwood from sawdust. This research is using quantitative method. The result of this research is quantity of density of the composite raw material of teakwood from sawdust is 5 grams of the teakwood sawdust has more density than another dust. For the microstruckture test said that the value of G, the sawdust mean every 5 grams is 60 mm, so more sawdust weight the density more high. The researcher suggest that next research should add another composition so that it can create more high structure and analize the structure Microskopic for knowing the content of the structure more intensive.
PERANCANGAN MESIN OVEN HEAT TREATMENT DENGAN KAPASITAS 1200 WATT SKALA PRAKTIKUM Achmad Soleh; Wisma Soedarmadji; Mohammad Effendy

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v3i2.3364

Abstract

A heat treatment oven is a machine used to heat metal materials, with a predetermined temperature. change the physical properties of the metal by a controlled heating process. Yudharta Pasuruan University itself is constrained by the limitations of the tools that make it difficult for students to apply directly, one of which is the heat treatment practicum. With the existing obstacles, the author made a simple and useful heat treatment oven for practical application at Yudharta University, Pasuruan. To produce the required mechanical properties, it is necessary to apply heat treatment. For this reason, the author made a Redesign of the Heat Treatment Oven Machine with a Capacity of 1200 Watt, which has dimensions of 29 cm Height, 29 cm Width, and 52 cm Length. The advantage of this oven is that it generates heat using an electric coil element. The drawback is that this machine cannot be operated, if the electrical power used is below 1200 watts. This study uses the design method, the results of this study obtained the volume of the combustion chamber with dimensions of height 235 mm x width 235 mm x length 455 mm, total weight 101,834 kg with a maximum temperature of 900℃, the heating wire used is nichrome Ni 80 type wire which has a resistance 81 ohms with a length of 9.5 meters, wire cross-sectional area 11.7 x 10-8.
Pendampingan Pengembangan Wisata Desa Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Wisma Soedarmadji; Abdul Wahid
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v1i2.212

Abstract

Desa Blarang merupakan salah satu desa yang bertempat di wilayah Kecamatan Tutur berada di ujung barat daya Kabupaten Pasuruan, yang memiliki luas wilayah 612 heaktar, dan memiliki 5 Dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Cemoro, Dusun Manggungan, Dusun Banyusari, dan Dusun Pronojiwo. Desa Blarang potensi tempat wisata dengan pemandangan alam yang menarik diantaranya bukit Lawangan, bukit Kukusan, gunung Suwati, dan gunung Tanggung. Desa wisata Blarang belum banyak wisatawan lokal secara kontinu (berkala), hal ini banyak faktor penyebabnya seperti infrastruktur belum siap dan belum adanya sistem manajemen yang baik dalam pengelola desa wisata sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Tujuan p engabdian kepada masyarakat inimelakukan pendampingan dalam pembentukan desa wisata binaan Universitas Yudharta Pasuruan di desa Blarang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan . Metode pengabdian ini dilakukan melalui Observasi dan FGD, survey wawancara, dan dokumentasi , serta memberikan sosialisasi pelatihan. Hasil pengabdian yang didapat dukungan masyarakat akan terciptanya desa wisata karena akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat, terciptanya website desa wisata blarang .
PENGARUH MEDIA PENDINGIN PADA BAJA EKSTRA KNL MELALUI PROSES HARDENING PADA SUHU 1020°C Wisma Soedarmadji; Royyan Fuadi

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v4i2.4422

Abstract

Pada proses produksi khususnya di proses pemesinan untuk membentuk sebuah produk perlu memahami material yang harus dibentuk. Dalam hal ini material yang dipakai yaitu Baja perkakas K110 KNL EXTRA (BOHLER) secara umum merupakan baja perkakas dengan karbon dan chromium tinggi, disertai dengan unsur paduan lain terutama molybdenum dan vanadium. Baja ini membutuhkan daya tahan aus yang tinggi, dengan ketangguhan yang sedang. Permasalahan yang terjadi pada saat proses pembentukan pengerolan dan proses pemesinan material ini akan cepat aus dan cacat, maka perlu dilakukan proses perlakuan Hardening dengan suhu 1020°C dengan media pendinginan udara terhadap peningkatan nilai kekerasan baja KNL EXTRA”. Untuk mengetahui perubahan kekerasan sebelum dan sesudah di lakukan hardening di perlukan sebuah hardness test atau alat ukur kekerasan untuk mengetahui kekerasan yang di miliki oleh suatu bahan. Ada berbagai macam cara mengetahui tingkat kekerasan Salah satunya adalah dengan metode Rockwell. Bahan uji baja KNL EXTRA dengan diameter 230 cm dengan panjang 220 cm dilakukan empat titik yang berbeda sebelum di hardening rata rata HRB 92,4 kemudian di uji dengan perlaku hardening dengan suhu 1020°C dengan pendinginan udara selama 12 jam, 24 jam dan 48 jam hasil kekerasan sama perubahan tidak signifikan yaitu rata-rata HRC 61,4 sesuai dengan rentang skala pada metode pengujian rockwell 20-100 HRB merupakan baja lunak sedangkan 20 -77 HRC baja keras hal ini menandakan bahwa bahan yang lebih keras dari HRB 100. Baja ini juga di uji coba setelah dihardening dengan pendinginan oli nilai kekerasannya meningkat rata-rata HRC 62,4
Pendampingan Desain Mesin Tempa Bagi UKM Pande Besi Desa Suwoyuwo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Wisma Soedarmadji; Abdul Wahid; Misbach Munir
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.784

Abstract

Pande besi merupakan industri informal (home industri), umumnya dikerjakan disekitar rumah dan merupakan industri keluarga. Usaha pande besi biasanya bersifat turun temurun dan hanya berdasarkan pengalaman di lapangan. Industri pande besi merupakan usaha yang dikerjakan secara manual yaitu dengan menggunakan bara api untuk memanggang besi dan produk jadi yang dihasilkan berupa pisau, cangkul, sekop, sabit parang dan lain-lain. Permasalahan yang dihadapi pelaku pande besi ini adalah keterbatasan teknologi yang dikuasai, dikarenakan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Mengingat bahwa dalam proses pengerjaannya pande besi masih banyak menggunakan tenaga tradisional yaitu dengan cara memukul benda kerja secara terus menerus. Hasil pengabdian ini bahwa penggunaan mesin tempa dapat mengurangi tingkat kelelahan, fokus penempaan berkurang, keluarnya keringat yang berlebihan serta dapat meningkatkan proses produksi, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Berdasarkan hasil monitoring menunjukkan bahwa lamanya waktu produksi untuk 1 buah produk 30 menit yang dikerjakan 2 orang, setelah menggunakan Mesin Tempa lama penyelesaian 1 produk hanya 15 menit dan bisa dikerjakan hanya 1 orang.
PENYULUHAN PENGGUNAAN BUKU KAS DIGITAL DALAM PROSES ADMINISTRASI UMKM DESA NOGOSARI KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Abdul Wahid; Wisma Soedarmadji; Nuriyanto Nuriyanto; Achmad Misbah; Ayik Pusakaningwati; M. Hermansyah; Subchan Asy’ari; Misbach Munir; Khafizh Rosyidi; Khoirotur Mursyidah; M. Imron Mas’ud
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1560

Abstract

Digitalisasi merupakan suatu proses peralihan media dari segala bentuk tercetak menjadi kedalam bentuk penyajian digital. Penerapan digitalisasi ini digunakan agar penyusunan laporan keuangan UMKM Desa Nogosari dapat berjalan dengan baik. Dengan menggukana metode pelatihan terhadap pelaku UMKM yang mana 90% masih menggunakan pelaporan manual, dengan hasil pelatihan ini ditujukan agar masyarakat Desa Nogosari memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara menjalankan aplikasi buku kas yang notabennya dapat membantu proses masuk dan keluarnya data, informasi, dan juga keuangan yang awalnya dengan cara manual dalam pembukuan. Dengan adanya pembukuan digital ini warga Desa Nogosari dapat membantu proses pembukuan Usaha tersebut menjadi lebih efektif dan efisien dengan mencapai 60%. Dengan adanya penyuluhan serta pelatihan sejenis ini, masyarakat mampu memahami fungsi dan pemanfaatan khusus yang dihasilkan oleh Gadget yang biasa digunakan sehari-hari.
PENGARUH ARUS PENGELASAN GMAW PADA PLAT BAJA ST 42 TERHADAP UJI KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR Syaifudin, Mohamad; Soedarmadji, Wisma
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v6i2.40071

Abstract

Pengelasan dapat dibagi menjadi tiga kelompok menurut klasifikasi metode kerjanya, yaitu pengelasan cair, pengelasan tekanan dan mematri. Metode pengelasan yang paling banyak digunakan adalah las busur cair (las busur) dan las gas. Ada 4 jenis las busur, yaitu las busur elektroda, las pelindung gas (TIG, MIG, las busur CO2), las tanpa pelindung gas, dan las busur terendam. Salah satu jenis las pelindung gas adalah Gas Metal Arc Welding (GMAW). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kuat arus pengelasan terhadap kekerasan dan struktur mikro plat baja ST.42 ketebalan 5 mm yang dibuat kampuh V dan dilas dengan arus 70A, 75A dan 80A dengan las GMAW. Pada hasil uji arus 70A meiliki nilai kekerasan rata-rata daerah HAZ 75,6 HRa. Pada arus 75A nilai kekerasan rata-rata daerah HAZ 75,3 HRa. Dan pada arus 80A nilai kekerasan rata-rata daerah HAZ 78,2 HRa. Dari hasil analisa yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa besar kuat arus pengelasan GMAW yang lebih baik terhadap sambungan las pada baja ST.42 yaitu pada kuat arus 80Ampere karena memiliki rata-rata tingkat kekerasan dan jumlah butir mikrostruktur yang tinggi. Hal ini diakibatkan karena pengaruh pengelasan terdistribusi sesuai jarak dan titik pusat las.
Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Tawar pada Kelompok Swadaya Masyarakat "Balesemi" di Desa Bakalan Kabupaten Pasuruan Ernawati; Nugroho, Matheus; Hidayati, Novi Itsna; Soedarmadji, Wisma; Akbar, Maulana Jamaludin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2195

Abstract

Desa Bakalan berada di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, mempunyai potensi wilayah yang dilewati aliran sungai yang cukup melimpah airnya, sehingga dimanfaatkan untuk mengairi tanaman dan memelihara ikan antara lain nila, tombro ataupun lele. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah teknologi budidaya perikanan air tawar kurang berkembang, pengetahuan tentang perikanan masih cukup rendah, dan penggunaan alat produksi serta sarana prasaran masih sederhana. Rendahnya pengetahuan mengenai teknologi dalam budidaya menyebabkan kegiatan produksinya tidak berjalan secara kontinyu. Mitra kegiatan adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Balesemi” desa Bakalan. Anggota kelompok berjumlah 20 orang, yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra guna menjaga kontinyuitas produksi dengan penerapan teknologi wadah kolam terpal sebagai media budidaya. Kegiatan dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan sampai dengan pendampingan. Tahap persiapan dengan cara survei dan wawancara, melakukan pendekatan dan identifikasi masalah, diskusi bersama tentang pemecahan masalah. Adapun tahap pelaksanaan Bimtek meliputi: 1) Penyiapan kolam, 2) Pemilihan bibit, 3) Penebaran benih 4) Pemilihan pakan berkualitas; 5) Cara panen dan pasca panen. Solusi selanjutnya adalah pemberian bantuan kolam terpal yang dapat digunakan untuk budidaya ikan yang lebih baik. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui hasil survei dan kuisioner. Hasil survei didapat bahwa peningkatan pemahaman peserta sebelum Bimtek terhadap materi pada kisaran paling rendah 25% dan persentase pemahaman tertinggi 50%. Kemudian setelah dilakukan Bimtek mengalami peningkatan pemahaman tertinggi pada materi persiapan kolam mencapai 100% sedangkan terendah  pada materi mengenai pakan sebesar 80%. Hasil pengabdian ini penting artinya bagi perkembangan budidaya perikanan pada umumnya dan peningkatan pendapatan bagi kelompok mitra. Technical Guidance for Freshwater Fish Cultivation at the "Balesemi" Community Self-Help Group in Bakalan Village, Pasuruan Regency Abstract Bakalan Village is located in Purwosari District, Pasuruan Regency, has the potential of an area crossed by a river with abundant water, so it is used to irrigate plants and raise fish including tilapia, tombro or catfish. One of the problems faced is that freshwater fisheries cultivation technology is underdeveloped, knowledge about fisheries is still quite low, and the use of production tools and infrastructure is still simple. The low knowledge of technology in cultivation causes production activities not to run continuously. The activity partner is the Community Self-Help Group (KSM) "Balesemi" in Bakalan Village. This activity aims to improve the knowledge and skills of partner groups in order to maintain production continuity by implementing tarpaulin pond technology as a cultivation medium. Activities start from the preparation stage, socialization, implementation to mentoring. The preparation stage is by means of surveys and interviews, approaching and identifying problems, and discussing together about solving problems. The implementation stages of the Technical Guidance include: 1) Preparation of ponds, 2) Selection of seeds, 3) Spreading seeds, 4) Selection of quality feed; 5) How to harvest and post-harvest. The next solution is to provide assistance in the form of tarpaulin pools that can be used for better fish farming. Evaluation of success is carried out through survey results and questionnaires. The survey results showed that the increase in participants' understanding before the Technical Guidance on the material was in the range of the lowest 25% and the highest percentage of understanding was 50%. Then after the Technical Guidance was carried out, there was the highest increase in understanding in the material on pond preparation reaching 100% while the lowest was in the material on feed at 80%. The results of this service are important for the development of fisheries cultivation in general and increasing income for partner groups.