Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendidikan Anti Bulyying Pada Anak di Lingkungan Keluarga dan Sekolah Menuju Optimalisasi Kesehatan Jiwa Masyarakat Hikmawati, Isna; Ariawibowo, Ugung; Setiyabudi, Ragil
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.551

Abstract

Latar belakang: Bullying merupakan hal yang berpotensi dialami anak baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Anak tidak hanya berpotensi mengalami bullying, namun juga bisa menjadi pelaku bullying bagi teman sebayanya. Tujuan: Untuk mencegah dampak buruk bullying pada anak baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah. Metode: Melalui kegiatan pendidikan anti bullying pada anak di lingkungan keluarga dan sekolah. Prosedur pelaksanaan melalui penyuluhan dengan pemberian leaflet/materi dan penjelasan dengan powerpoint. Materi yang disampaikan mencakup ciri bullying fisik, kognitif, sosial, dan motorik yang berisiko terjadi di sekolah maupun di rumah, serta dampaknya bagi anak.  Post-test dilakukan untuk melihat pengetahuan terkait bullying setelah mendapatkan materi. Kegiatan dilaksanakan setelah koordinasi dengan Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah dan para Kepala Sekolah TK/BA Aisyiyah se Kecamatan Tambak. Kegiatan diikuti 107 peserta, terdiri dari  guru TK/BA  37 orang, wali siswa TK/BA 20 orang dan pengurus/anggota Aisyiyah sebanyak 50 orang. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan partisipasi aktif peserta terutama pada sesi tanya jawab dengan narasumber.  Bermacam pertanyaan muncul dalam sesi tanya jawab, antara lain bagaimana menyikapi anak yang selalu mendominasi setiap aktivitas dan cenderung sering merendahkan temannya, apakah guru yang memaksakan anak untuk melakukan aktivitas sesuai kemauan guru merupakan bentuk bullying dan berbagai pertanyaan lainnya. Hasil pengukuran pengetahuan tentang bullying menunjukkan pengetahuan yang baik setelah pendidikan. Kesimpulan: Kegiatan pendidikan anti bullying pada anak di lingkungan keluarga dan sekolah dapat memberikan tambahan pengetahuan guru dan orangtua tentang bullying untuk mencegah gangguan kesehatan mental, sehingga diharapkan pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir anak lebih optimal. Kata kunci: bullying, kesehatan jiwa, rumah tangga, sekolah ______________________________________________________________________ Abstract Background: Bullying is something that children have the potential to experience both in school and home environments. Children are not only potentially bullied, but can also become bullies to their peers. Objective: To prevent the negative impacts of bullying on children both in school and home environments. Method: Through anti-bullying education activities for children in the family and school environment. The implementation procedure is through counseling by providing PowerPoint leaflets/materials and explanations. The material presented includes the physical, cognitive, social, and motor bullying characteristics at risk of occurring at school or home, as well as their impacts on children. After receiving the material, a post-test was conducted to see knowledge related to bullying. The activity was carried out after coordination with the Head of the Aisyiyah Branch Leadership and the Principals of Aisyiyah Kindergartens/Ba schools throughout Tambak District. The activity was carried out after coordination with the Head of the Aisyiyah Branch Leadership and the Principals of Aisyiyah Kindergartens/Ba schools throughout Tambak District. The activity was attended by 107 participants, consisting of 37 kindergarten/BA teachers, 20 kindergarten/BA guardians, and 50 Aisyiyah administrators/members. Result: The evaluation results showed active participation of participants, especially in the discussion session with the resource person. Various questions arose in the discussion session, including how to deal with children who always dominate every activity and tend to often belittle their friends, whether teachers who force children to do activities according to the teacher's wishes are a form of bullying, and various other questions. The results of measuring knowledge about bullying showed good knowledge after education. Conclusion: Anti-bullying education activities for children in the family and school environment can provide additional knowledge for teachers and parents about bullying to prevent mental health disorders it is hoped that the development of personal life, social life, learning activities, and career planning and development of children will be more optimal. Keywords: bullying, mental health, household, school
Hubungan Hygeine Sanitasi Lingkungan dan Tempat Penyimpanan Terhadap Kontaminasi Escherichia coli Pada Bakso di Pasar Purwokerto Putri, Ayuni -; Mulyanto, Arif; Mujahid, Ikhsan; Setiyabudi, Ragil
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jomlr.v2i2.692

Abstract

ABSTRAK Bakso merupakan produk makanan berasal dari olahan daging serta bahan tambahan pangan. Bakso di bedakan menjadi dua jenis yaitu bakso siap saji dan bakso kemasan. Dibeberapa pasar, bakso dalam kemasan diperjualbelikan dengan cara disimpan pada tempat penyimpanan seadanya tanpa memperhatikan hygeine tempat penyimpanan serta hygeine sanitasi lingkungan. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas bakso sehingga menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah bakteri E.coli disebabkan oleh tempat penyimpanan yang tidak dibersihkan dengan baik serta sanitasi lingkungan buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hygeine sanitasi lingkungan dan tempat penyimpanan terhadap kontaminasi E.coli pada bakso di Pasar Purwokerto. Jenis penelitian ini yaitu observasional deskriptif dengan rancangan pendekatan Cross Sectional. Sampel berupa bakso dalam kemasan sebanyak 12 sampel yang diambil secara random sampling. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kontaminasi bakteri E.coli pada 4 sampel yaitu A2 sebanyak 120 koloni, B2 sebanyak 110 koloni, sebanyak D1 171 koloni dan F1 sebanyak 137 koloni yang ditandai dengan koloni berwarna hijau metalik pada medium EMBA. Menurut uji kolerasi Spermans Rank tidak ada hubungan hygeine sanitasi lingkungan dan tempat penyimpanan terhadap kontaminasi Escherichia coli pada bakso di Pasar Purwokerto, kontaminasi dapat terjadi pada proses pembuatan bakso yang tidak menerapkan hygeine sanitasi penggolahan dengan baik Kata Kunci : Bakso, Escherichia coli, Hygine sanitasi Lingkungan, Hygeine sanitasi Tempat penyimpanan. THE CORRELATION BETWEEN ENVIRONMENTAL HYGIENE STORAGE CONDITIONS AND THE CONTAMINATION OF Escherichia coli IN MEATBALLS SOLD AT PURWOKERTO MARKET Abstract Meatballs, locally known as "bakso", are products made from processed meat and other foodingredients. They can be categorized into two types: ready-to-eat meatballs and packaged meatballs. In severalmarkets, packaged meatballs are sold and stored in arbitrary storage places without considering the storagearea's hygiene or the surrounding environment's sanitation. This lack of care can affect the quality of themeatballs, leading to health issues. One of the main concerns is Escherichia coli contamination, whichcan be attributed to improperly cleaned storage spaces and poor environmental sanitation. Objective: Thisresearch aims to identify the relationship between environmental sanitation hygiene and storage conditionsconcerning the contamination of Escherichia coli in meatballs sold at the Purwokerto Market. Employing a cross-sectional approach, this descriptive observational research randomlysampled twelve packaged meatball samples. Findings: Out of the research, E. coli contamination was found in 4samples. Specifically, Sample A2 had 120 colonies, B2 had 110 colonies, D1 had 171 colonies, and F1 had 137 colonies. Metallic green colonies on the EMBA medium marked this. According to Spearman's Rankcorrelation test, there was no correlation between environmental sanitation hygiene and storage conditionsregarding Escherichia coli contamination in the meatballs at the Purwokerto Market. Contamination might haveoccurred during the meatball production due to inadequate sanitation and hygiene practices. Keywords: Meatballs, Escherichia coli, Environmental Sanitation Hygiene, Hygeine Storage Conditions
PERUBAHAN HEMODINAMIK OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI Cing, Marta Tania Gabriel Ching; Setiyabudi, Ragil; Hartanti, Dwi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i2.989

Abstract

Latar belakang: Anestesi spinal merupakan salah satu tehnik dari anestesi regional yaitu  dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah vertebra L2 - L3 atau L3 - L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan hemodinamik meliputi tekanan darah sistolik, frekwensi denyut jantung dan tekanan arteri rerata pada pasien pre anestesi spinal dan post anestesi spinal. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan dilakukan secara observasi nilai hemodinamik pasien pada pre dan post anestesi spinal, data diolah dengan pmenggunakan Paired T test dan Wilcoxon test.  Hasil: nilai tekanan darah pada pre dan post anestesi tidak mengalami perubahan signifikan sedangkan frekwensi tekanan nadi mengalami perubahan signifikan dari mean 78 menjadi mean 86 dan untuk tenanan arteri rerata mengalami perubahan signifikan dari mean 69,1 menjadi mean 93,2. Kesimpulan: tekanan darah sistolik tidak berpengaruh terhadap tindakan anestesi spinal namun mempengaruhi tekanan arteri rerata pasien dan frekwensi denyut jantung.
The Influence of Diet on Overweight Status in Adolescent Students of SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto Ferdinan, Adit; Setiyabudi, Ragil
Viva Medika Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i1.1655

Abstract

According to SIRKESNAS 2022, in Indonesia, 13.5% of individuals aged 18 years experience excess weight, with 28.7% being overweight with a BMI of 25 and around 15.4% being overweight with a BMI of 27. Being overweight is a condition where body weight exceeds normal levels and can be caused by excessive eating patterns, such as fast food and junk food. The study aims to determine the effect of eating patterns on adolescents' overweight status. This quantitative study used an analytical observational method with a cross-sectional design. The sample consisted of 225 Vocational High School (SMK) Muhammadiyah 3 Purwokerto students, selected through cluster random sampling. The data used in this study included questionnaires on eating patterns and measurements of weight, height, mid-upper arm circumference, and waist circumference to assess overweight status. The eating pattern questionnaire comprised 20 items, of which 17 were valid. Validity results showed a minimum correlation coefficient (r) of 0.339 and a maximum of 0.550, with a critical value for n = 35 being 0.334. Reliability analysis using Cronbach's alpha yielded a value of 0.534. Data analysis was performed using the chi-square test. In the overweight group, eating patterns were categorized as high risk. In the non-overweight group, eating patterns were categorized as low risk. The chi-square test result showed a p-value of 0.0001 (p 0.05), indicating a significant effect of eating patterns on overweight status. Eating patterns significantly affect overweight status in adolescents at SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto.
Pelatihan Membangun Mental Kewirausahaan bagi Anggota Aisyiyah di Desa Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah Widhiandono, Hengky; Suyoto, Suyoto; Setiyabudi, Ragil; Priyanto, Eko
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.6856

Abstract

 There are still many poor people in Indonesia who need solutions through improving family welfare for reducing the negative impact of conditions from community poverty. Expansion of the role of the women/wife in a family is one of the keys because when the income’s husband is not sufficient, women/wives can help to increase the income’s family. There are many examples of reality from successful women entrepreneurs. One of the women’s organizations is Aisyiyah. The Aisyiyah aims to empower their member without leaving a nature woman's life. Based on a survey, there are many potentials of women for business at home that have not been optimally developed, so they need to get training about mental entrepreneurship so that women entrepreneurs with reliable. The method of training is carried out with an attractive presentation about the real story of a successful entrepreneur and with deep expression in communication techniques and added problem-solving sessions for solutions to the participants' problems of business, especially the mental of entrepreneurship. The training has been carried out for 2 hours and consists of the topic about mentality entrepreneurship and its problem solvings. The materials of training include techniques of self-motivation and other people, the concept of successful business, healthy products, and positive mental thinking. The evaluation of the training results in the post-test showed a score of 7.75 out of 10 on a scale of points. The level of satisfaction from the training process can be seen from the questionnaire responses from participants with the rank of 4th highest frequency from respondents, namely: obtain entrepreneurial knowledge, interesting material, self-motivated business, and get friend to network business. The lacks of training are majority want additional training time.Masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang membutuhkan solusi melalui peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mengurangi dampak negatif kondisi dari kemiskinan masyarakat. Perluasan peran wanita/istri dalam keluarga menjadi salah satu kuncinya karena ketika pendapatan suami tidak mencukupi, wanita/istri dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Ada banyak contoh kenyataan dari pengusaha wanita sukses. Salah satu organisasi perempuan adalah Aisyiyah. Aisyiyah bertujuan untuk memberdayakan anggotanya tanpa meninggalkan kehidupan wanita kodrat. Berdasarkan survei, masih banyak potensi wanita untuk usaha di rumah yang belum dikembangkan secara optimal, sehingga perlu mendapatkan pelatihan tentang mental entrepreneurship agar wanita wirausaha dengan handal. Metode pelatihan dilakukan dengan presentasi yang menarik tentang kisah nyata seorang wirausahawan yang sukses dan dengan ekspresi mendalam dalam teknik komunikasi dan ditambah sesi pemecahan masalah untuk solusi atas masalah bisnis peserta, terutama mental kewirausahaan. Pelatihan telah dilaksanakan selama 2 jam dan terdiri dari topik tentang mentalitas kewirausahaan dan pemecahan masalahnya. Materi pelatihan meliputi teknik motivasi diri dan orang lain, konsep bisnis sukses, produk sehat, dan mental positif. Evaluasi hasil pelatihan pada post-test menunjukkan skor 7,75 dari 10 skala poin. Tingkat kepuasan dari proses pelatihan dapat dilihat dari angket tanggapan dari peserta dengan peringkat ke-4 frekuensi tertinggi dari responden, yaitu: memperoleh pengetahuan kewirausahaan, materi yang menarik, bisnis yang memotivasi diri, dan mendapatkan teman untuk bisnis jaringan. Kekurangan pelatihan adalah mayoritas menginginkan waktu pelatihan tambahan.
Peran penting keluarga dan petugas kesehatan terhadap keteraturan pengobatan tuberkulosis Rustiasari, Dwi Nisa; Hikmawati, Isna; Handayani, Diyah Yulistika; Setiyabudi, Ragil
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.497

Abstract

Background: Tuberculosis cases are still high due to low treatment success rates. Data shows that the treatment success rate in Indonesia in 2022 was 86.5%, not reaching 90% of the national target. Non-compliance with treatment in pulmonary TB patients is influenced by several factors, namely contact with patients, treatment process, health services, and socio-cultural factors. Purpose: To determine the role of family and health workers in the regularity of tuberculosis treatment. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach was conducted on tuberculosis patients in the working area of ​​the Purwokerto Selatan Health Center, Banyumas Regency, Central Java in July-August 2024. The sample in this study was calculated using the population proportion formula and 99 respondents were obtained with inclusion criteria being people who were undergoing tuberculosis treatment, had no history of comorbidities, and did not experience mental disorders. The data analysis used was univariate and bivariate Spearman Rank analysis. Results: Based on the age of respondents, they are dominated by adults (19-59) with regularity in taking medication as many as 56 respondents (76.7%). The majority are male with regularity in taking medication as many as 40 respondents (54.8%), knowledge of respondents in the good category 65 (89.1%) regularly take medication, but there are still 17 respondents (65.4%) with good knowledge but do not regularly take medication. Motivation is dominant in the good category with a total of 40 respondents (54%), good family support as many as 55 respondents (75.3%) have regularity in taking medication, and support from health workers in the good category as many as 67 respondents 91.7% regularly take medication. The p-value for the variables of knowledge, family support, and health worker support <α 0.05, while the variables of age, gender, and motivation obtained p-values> 0.05. Conclusion: The variables of knowledge, family support, and health workers show a significant relationship with regularity in taking medication (p-value <0.05). Meanwhile, the variables of age, gender, and motivation did not show a significant relationship with the regularity of tuberculosis patient treatment (>0.05).   Keywords: Family Role; Health Workers; Regularity of Treatment; Tuberculosis.   Pendahuluan: Kasus tuberkulosis masih tinggi karena tingkat keberhasilan pengobatan yang rendah. Data menunjukkan bahwa angka keberhasilan pengobatan di Indonesia pada tahun 2022 adalah 86.5%, belum mencapai 90% dari target nasional. Ketidakpatuhan berobat pada penderita TB paru dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kontak dengan pasien, proses pengobatan, pelayanan kesehatan, dan faktor sosio-budaya. Tujuan: Untuk mengetahui peran keluarga dan petugas kesehatan terhadap keteraturan pengobatan tuberkulosis. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan kepada pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada bulan Juli-Agustus 2024. Sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus the population proportion formula dan didapatkan sebanyak 99 responden dengan kriteria inklusi adalah orang yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis, tidak ada riwayat penyakit penyerta, dan tidak mengalami gangguan jiwa. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat Spearman Rank. Hasil: Berdasarkan usia responden didominasi oleh usia dewasa (19-59) dengan keteraturan minum obat sebanyak 56 responden (76.7%). Mayoritas adalah laki-laki dengan keteraturan minum obat sebanyak 40 responden (54.8%), pengetahuan responden dalam kategori baik 65 (89.1%) teratur minum obat, namun masih terdapat 17 responden (65.4%) dengan pengetahuan baik tidak teratur minum obat. Motivasi dominan pada kategori baik dengan jumlah 40 responden (54%), dukungan keluarga baik sebanyak 55 responden (75.3%) memiliki keteraturan dalam minum obat, dan dukungan petugas kesehatan berada pada kategori baik sebanyak 67 responden 91.7% teratur dalam minum obat. Nilai p pada variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan < α 0.05, sedangkan variabel umur, jenis kelamin, dan motivasi diperoleh nilai p >0.05. Simpulan: Variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan petugas kesehatan menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keteraturan berobat (p-value <0.05). Sementara itu, usia, jenis kelamin, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keteraturan berobat pasien tuberkulosis (>0.05).   Kata Kunci: Keteraturan Pengobatan; Peran Keluarga; Petugas Kesehatan; Tuberkulosis.
Inovasi Filter Air (INFIAR) Terhadap Nilai pH, Bakteri, Besi dan Kekeruhan Aryudi, Mohamad; Ramdani, Meida Laely; Setiyabudi, Ragil; Suparti, Sri
Buletin Keslingmas Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i2.13022

Abstract

Air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk menunjang kesehatan. Di Desa Cibangkong, air sumur masih mengandung zat besi, berbau, berwarna, keruh, dan mengandung partikel pasir, sementara akses air bersih dari PAM belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi filtrasi air (INFIAR) dalam meningkatkan kualitas air sumur berdasarkan parameter pH, bakteri Coliform, kadar besi (Fe), dan kekeruhan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan teknik consecutive sampling. Sampel diambil dari satu sumur yang memiliki kualitas air terburuk. Air diuji sebelum dan sesudah difiltrasi menggunakan media zeolit, karbon aktif, pasir malang, dan pasir silika. Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan jumlah bakteri Coliform dari 108 CFU/100 ml menjadi 0 CFU/100 ml. Nilai pH air stabil dari 7,35 menjadi 7,32. Kadar besi menurun dari 1,17 mg/L menjadi 0,44 mg/L, dan kekeruhan berkurang dari 13,20 NTU menjadi 4,55 NTU. INFIAR efektif dalam menurunkan kadar bakteri Coliform dan menjaga stabilitas pH air. Namun, kadar besi dan kekeruhan masih belum memenuhi standar baku air bersih. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas INFIAR dalam meningkatkan kualitas air secara menyeluruh.
Gambaran Kesehatan, Paparan Pestisida dan Lingkungan pada Ibu Balita Stunting yang diberi Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Afiqqoh, Sabila Nur; Setiyabudi, Ragil
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas edukasi berbasis workshop terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting dan pentingnya pemberian nutrisi yang seimbang. Melalui intervensi edukatif yang mencakup penyuluhan dan pelatihan pembuatan kudapan berbahan lokal seperti pudding daun kelor, penelitian ini menemukan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu mengenai gizi yang tepat untuk mencegah stunting. Daun kelor yang kaya akan vitamin A, C, dan protein terbukti menjadi alternatif yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan balita. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan penyimpanan bahan pertanian yang aman, seperti penggunaan pestisida yang tidak mencemari makanan, untuk mengurangi risiko stunting. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis komunitas, yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan prevalensi stunting tinggi. Penelitian ini menyarankan agar upaya pencegahan stunting dapat lebih terintegrasi dengan kebijakan kesehatan masyarakat dan pemberdayaan komunitas.
Pengaruh Program TUMA PERDI (Tutorial Menekan Angka Pernikahan Dini) Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Pernikahan Dini di Desa Kotayasa Imanisa, Aresta Ifti; Susilo, Rakhmat; Handayani, Diyah Yulistika; Setiyabudi, Ragil
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1022

Abstract

Pernikahan dini terjadi diberbagai wilayah terlebih di Jawa Tengah. Hal ini dapat memicu kemiskinan di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh program TUMA PERDI (tutorial menekan angka pernikahan dini) terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pernikahan dini di desa kotayasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre eksperiment. Dimana sebelum memberikan program TUMA PERDI remaja akan melakukan pretest dan post test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden adalah 17-18 tahun. Sikap remaja terhadap pernikahan dini sebelum diberikan program “TUMA PERDI” memiliki rata-rata sebesar 37,47 dan rata-rata setelah diberikan program “TUMA PERDI” 64,91 yang artinya mengalami kenaikan sebanyak 27,44.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BURNOUT AND NURSES’ PERFORMANCE IN THE EMERGENCY DEPARTMENT OF PROF. DR. MARGONO SOEKARJO HOSPITAL Pratami, Leny Desti; Fitriana, Nurul Fatwati; Endiyono, Endiyono; Setiyabudi, Ragil
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i2.6866

Abstract

Burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion caused by excessive work demands. Emergency Department (ED) nurses are at high risk of burnout due to heavy workloads and intense emotional pressure, which may affect their performance. This study aimed to determine the relationship between burnout and nurses’ performance in the Emergency Department of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. This research used a quantitative approach with a descriptive analytic design and a cross-sectional method. The sample consisted of 45 ED nurses selected using a total sampling technique. The instruments used were the Malach Burnout Syndrome (MBS) questionnaire for burnout and a performance assessment questionnaire for nurses’ performance. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. The findings showed that most respondents experienced mild burnout (88.9%) and had high performance (88.9%). The Chi-Square test indicated a significant relationship between burnout and nurses’ performance (p = 0.01). Conclusion: Lower levels of burnout are associated with higher performance. These results emphasize the importance of preventing burnout to maintain the quality of nursing care in the Emergency Department. Keywords: burnout, nurses’ performance, emergency department, work fatigue