Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SIKLUS GONOTROPIK SEROTIPE DENV-3 TRANSMISI TRANSOVARIAL MELALUI MEMBRANE FEEDING PADA NYAMUK AEDES AEGYPTI ikmawati, Isna H; Setiyabudi, Ragil; Yuliarti, Yuliarti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran penting Aedes aegypti dalam transmisi transovarial sebagai host intermediet merupakan salah satu faktor virus dengue dapat bertahan di alam pada saat interepidemik. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan siklus gonotropik serotipe DENV-3 transmisi transovarial pada nyamuk Aedes aegypti. Metode Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk intervensi menginfeksikan virus secara membran feeding. Populasi dalam penelitian ini adalah nyamuk Aedes aegypti hasil koloni laboratorium, deteksi transovarial menggunakan metode IHC. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata telur yang dihasilkan oleh nyamuk Aedes aegypti antara siklus gonotropik 1 dan siklus gonotropik 2 (p<0,0001). Pada Aedes aegypti siklus gonotropik 1 lebih cepat (5-7 hari) dibanding siklus gonotropik 2 (6-8 hari) dan Infection rate nyamuk Aedes aegypty melalui transmisi transovarial sebesar 35%. Pengendalian vektor melalui pemberantasan tempat perindukan nyamuk harus terus ditingkatkan mengingat nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor dengue memiliki beberapa siklus gonotropik.
Inovasi Filter Air (INFIAR) Terhadap Nilai pH, Bakteri, Besi dan Kekeruhan Aryudi, Mohamad; Ramdani, Meida Laely; Setiyabudi, Ragil; Suparti, Sri
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i2.13022

Abstract

Air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk menunjang kesehatan. Di Desa Cibangkong, air sumur masih mengandung zat besi, berbau, berwarna, keruh, dan mengandung partikel pasir, sementara akses air bersih dari PAM belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi filtrasi air (INFIAR) dalam meningkatkan kualitas air sumur berdasarkan parameter pH, bakteri Coliform, kadar besi (Fe), dan kekeruhan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan teknik consecutive sampling. Sampel diambil dari satu sumur yang memiliki kualitas air terburuk. Air diuji sebelum dan sesudah difiltrasi menggunakan media zeolit, karbon aktif, pasir malang, dan pasir silika. Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan jumlah bakteri Coliform dari 108 CFU/100 ml menjadi 0 CFU/100 ml. Nilai pH air stabil dari 7,35 menjadi 7,32. Kadar besi menurun dari 1,17 mg/L menjadi 0,44 mg/L, dan kekeruhan berkurang dari 13,20 NTU menjadi 4,55 NTU. INFIAR efektif dalam menurunkan kadar bakteri Coliform dan menjaga stabilitas pH air. Namun, kadar besi dan kekeruhan masih belum memenuhi standar baku air bersih. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas INFIAR dalam meningkatkan kualitas air secara menyeluruh.
Pelatihan Pemanfaatan Parental Control Penggunaan Gadget Pada Anak Bagi Wali Siswa Sekolah Dasar Hikmawati, Isna; Adi Purwanto, Lahan; Setiyabudi, Ragil; Susilo, Rakhmat
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.128

Abstract

Latar belakang: Indonesia menjadi negara dengan penggunaan smartphone terbesar keempat yang aktif di dunia setelah China, India, dan Amerika. Berbagai fenomena peningkatan penggunaan gadget di Indonesia, perlu peran orangtua dalam ikut serta mendampingi anak, agar bijak dalam penggunaan gadget. Saat ini sebagian besar anak sudah mempunyai gadget pribadi karena adanya pembelajaran daring pada tahun sebelumnya akibat wabah Covid-19. Tujuan: Mencegah dampak buruk penggunaan gadget pada anak melalui penggunaan aplikasi parental control. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Sekolah DasarĀ  Negeri 01 Bobosan, Purwokerto, Banyumas dengan metode pelatihan digital parenting dan praktik penggunaan aplikasi parental control dalam google family link. Materi disampaikan melalui pembagian leaflet dan paparan menggunakan Powerpoint. Pengukuran pengetahuan peserta dilakukan sebelum pelatihan dan sepekan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil: Pelatihan diikuti 30 peserta wali siswa kelas 4 dan 5. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum da setelah dilangsungkan kegiatan pelatihan, namun capaian penggunaan aplikasi oleh peserta masih relatif rendah (40%). Kesimpulan: Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan wali siswa tentang parental control bagi anak. Perlu kerjasama yang baik antara sekolah dan orangtua siswa dalam pengelolaan penggunaan gadget pada anak. Kata kunci: digital parenting, gadget, parental control, pelatihan ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Indonesia is the fourth largest number of active smartphone users after China, India, and America. Various phenomena of increasing use of gadgets in Indonesia require the parents to accompany children so that they are wise in using devices. Currently, most children already have personal gadgets due to online learning the previous year due to the Covid-19 outbreak. Objective: It is preventing the effects of using gadgets on children through parental control applications. Method: The activities were carried out at Bobosan 01 Public Elementary School, Purwokerto, Banyumas. Digital parenting training was a method chosen. A practice of parental control applications was using the Google Family Link. The knowledge is substantial through the distribution of leaflets and sharing using Powerpoint. Measurement of participant knowledge was taken before the training and a week after the training. Result: The training was attended by 30 guardians of students in grades 4 and 5. The results showed increased knowledge before and after the training activities, but the achievement of using the application by the participants was still relatively low (40%). Conclusion: Training can increase parents' knowledge about parental control for children. There needs to be good cooperation between schools and parents of students in managing the use of gadgets in children. Keywords: digital parenting, gadgets, parental control, training