Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Model pals dalam pembelajaran kolaboratif pendidikan ekonomi: a systematic literature review tentang kompetensi interkultural Novia Sri Dwijayanti; Nurmala Sari; Iwan Putra; Arpizal; Hidayati
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1189000

Abstract

Kompetensi interkultural menjadi kompetensi kunci yang harus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Ekonomi untuk menjawab tantangan globalisasi dan keberagaman sosial-budaya. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah Peer Assisted Learning Strategies (PALS) sebagai model pembelajaran kolaboratif yang menekankan interaksi sebaya dan konstruksi pengetahuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola implementasi PALS dalam pembelajaran Pendidikan Ekonomi, menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi interkultural mahasiswa, serta mengkaji tantangan penelitian terkait implementasi PALS berbasis kompetensi interkultural. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, meliputi relevansi topik, konteks pendidikan ekonomi, dan rentang publikasi sepuluh tahun terakhir. Artikel terpilih kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik, yang bertujuan mengidentifikasi pola tema utama terkait desain pembelajaran kolaboratif, dimensi kompetensi interkultural, pendekatan metodologis, serta dampaknya terhadap capaian pembelajaran ekonomi. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2014–2024. Dari 326 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 32 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PALS umumnya diimplementasikan melalui strategi tutor sebaya, diskusi berpasangan, dan kerja kelompok terstruktur, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi interkultural mahasiswa, khususnya pada dimensi kesadaran budaya, komunikasi lintas budaya, empati, keterbukaan terhadap perbedaan, dan kemampuan kolaborasi. Namun, kajian yang secara spesifik mengintegrasikan PALS dan kompetensi interkultural dalam konteks Pendidikan Ekonomi masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kontekstual dan longitudinal.
Potensi Pendidikan Keluarga dan Kearifan Lokal dalam Mendukung Promosi Literasi Keuangan Hijau Romi Kurniadi; Nurmala Sari; Novia Sri Dwijayanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1269-1279

Abstract

Meskipun dampak industri terhadap lingkungan lebih besar dibandingkan aktivitas rumah tangga, peran keluarga tetap penting dalam mendorong literasi keuangan hijau. Keuangan hijau berkembang sebagai instrumen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui investasi yang ramah lingkungan. Penelitian ini menelaah potensi pendidikan keluarga dan kearifan lokal dalam promosi literasi keuangan hijau dengan pendekatan systematic literature review (SLR). SLR dipilih karena kemampuannya menyaring dan menyintesis literatur relevan secara sistematis, sehingga menghadirkan gambaran komprehensif sekaligus mengidentifikasi kesenjangan penelitian. Proses SLR meliputi perumusan pertanyaan penelitian, penelusuran literatur akademik dengan kata kunci “kearifan lokal”, “pendidikan keluarga”, dan “keuangan hijau”, serta pengumpulan data menggunakan aplikasi Publish or Perish. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik kearifan lokal dan nilai keluarga dapat dimobilisasi sebagai media efektif meningkatkan literasi keuangan hijau. Integrasi kearifan lokal dengan pendidikan keluarga berpotensi memperkuat pemahaman keuangan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Rekomendasi penelitian lebih lanjut menekankan pentingnya studi empiris yang menilai dampak konkret praktik kearifan lokal dalam konteks keluarga terhadap literasi keuangan hijau di berbagai komunitas. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan metode yang menggabungkan pengelolaan sumber daya tradisional dan strategi keuangan modern, sehingga tercipta model literasi keuangan hijau yang berkelanjutan dan inklusif.
PELATIHAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GEN-AI) UNTUK MENINGKATKAN INOVASI PEMBELAJARAN Rosmiati Rosmiati; Iwan Putra; Novia Sri Dwijayanti; Nurmala Sari; Romi Kurniadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5789

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of digital technology requires teachers to adapt to innovations in artificial intelligence (AI)-based learning. However, many madrasah teachers still lack the literacy and skills to utilize Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) as a learning tool. This problem was the basis for conducting Gen-AI training at MTsN 2 Tanjungjabung Barat. This study aims to improve teachers' competence in integrating Gen-AI technology into creative, interactive, and efficient learning processes. The method used is a descriptive approach with a participatory training model, involving 25 subject teachers as participants. The activity was carried out in three stages, namely socialization and introduction to the concept of Gen-AI, practical training in the use of Gen-AI applications (such as ChatGPT, Canva AI, and Gemini), and evaluation of teachers' abilities in applying the training results. The results of the study showed a significant increase in teachers' knowledge, skills, and attitudes towards the use of AI technology in learning, with an average increase in competency scores of 35%. Participants also showed high enthusiasm and began to implement the training results in the creation of teaching tools and digital learning media. The conclusion of this study shows that Gen-AI training is effective in improving digital literacy and encouraging learning innovation in madrasahs.Keywords: Generative Artificial Intelligence, teacher training, digital learning, technological literacy, educational innovation.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut guru untuk beradaptasi dengan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Namun, masih banyak guru madrasah yang belum memiliki literasi dan keterampilan dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) sebagai alat bantu pembelajaran. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pelatihan Gen-AI di MTsN 2 Tanjungjabung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Gen-AI ke dalam proses pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan efisien. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan model participatory training, melibatkan 25 guru mata pelajaran sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi dan pengenalan konsep Gen-AI, pelatihan praktik penggunaan aplikasi Gen-AI (seperti ChatGPT, Canva AI, dan Gemini), serta evaluasi kemampuan guru dalam penerapan hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran, dengan rata-rata peningkatan skor kompetensi sebesar 35%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mulai mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pembuatan perangkat ajar dan media pembelajaran digital. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Gen-AI efektif dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah.Kata Kunci: Generative Artificial Intelligence, pelatihan guru, pembelajaran digital, literasi teknologi, inovasi pendidikan.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMKN 6 MUARO JAMBI Nurmala Sari; Iwan Putra; Sudawan Supriadi; Sri Wahyuni; Dwi Rayana Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5484

Abstract

ABSTRACTIn the era of digital transformation, technological literacy, including the utilization of Artificial Intelligence (AI), has become an essential competency for teachers to enhance the quality of learning. AI-based technology not only strengthens learning effectiveness but also improves teachers’ work efficiency in various aspects. This training program at SMKN 6 Muaro Jambi aimed to enhance teachers’ pedagogical competence in designing lesson plans and learning evaluations based on the deep learning approach aligned with the principles of the Kurikulum Merdeka. The community service activity was conducted through participatory stages, including planning, problem identification, implementation with mentoring, and evaluation with reflection. The results revealed significant improvement in three key aspects: conceptual understanding of deep learning increased from 70.33 to 88.67 (a 24.17% rise), teachers’ ability to design lesson plans and reflective assessments based on deep learning improved from 70.53 to 86.77 (a 23.02% rise), and the ability to utilize AI tools increased from 72.89 to 91.26 (a 25.20% rise). These findings indicate that teachers are not merely users of AI technology but have evolved into designers and innovators of adaptive, creative, and contextually relevant learning experiences.Keywords: Deep Learning, Planning, Evaluation, Artificial Intelligence ABSTRAKDi era transformasi digital, literasi teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi berbasis AI tidak hanya memperkuat efektivitas proses belajar, tetapi juga meningkatkan efisiensi kerja guru dalam berbagai aspek. Kegiatan pelatihan di SMKN 6 Muaro Jambi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang perencanaan dan evaluasi pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan partisipatif, meliputi perencanaan, identifikasi masalah, pelaksanaan dan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: pemahaman konseptual tentang deep learning meningkat dari skor 70,33 menjadi 88,67 (naik 24,17%), kemampuan merancang perencanaan dan asesmen reflektif berbasis deep learning meningkat dari 70,53 menjadi 86,77 (naik 23,02%), dan kemampuan memanfaatkan AI tools meningkat dari 72,89 menjadi 91,26 (naik 25,20%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga berperan sebagai perancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Kata Kunci: Deep Learning, Perencanaan, Evaluasi, Artificial Intelligence
PELATIHAN TECHNOPRENEURSHIP PEMBUATAN MEDIA EDUKATIF RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS GREEN ECONOMY PADA SISWA SMP 2 KERINCI Sahara Sahara; Iwan Putra; Nurmala Sari; Novia Sri Dwijayanti; Dwi Rayana Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5413

Abstract

ABSTRACTThe training and technical assistance activities on technopreneurship for the creation of eco-friendly educational media based on the green economy were carried out with students of SMP Negeri 2 Kerinci as an effort to foster creativity, innovation, and entrepreneurial spirit from an early age. This program was designed to integrate the concept of environmental sustainability with the development of entrepreneurial skills (edupreneurship), enabling students not only to produce educational media that are useful for the learning process but also to have economic value. The methods applied included the dissemination of green economy concepts, practical training in creating educational media from recycled materials, and technical assistance throughout the production process to simple marketing. The results of the activities indicated an increase in students’ understanding of the importance of environmental friendliness in entrepreneurship, improvement of skills in creating creative products, and the growth of motivation to develop business ideas based on education and the environment. Therefore, this program is expected to serve as an initial step in building a culture of edupreneurship among students, in line with the principles of sustainable development.Keywords: Technopreneurship, green economy, educational media, edupreneurship, students ABSTRAKKegiatan pelatihan dan pendampingan teknis technopreneurship pembuatan media edukatif ramah lingkungan berbasis green economy dilaksanakan pada siswa SMP Negeri 2 Kerinci sebagai upaya menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, dan berwirausaha sejak dini. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan konsep keberlanjutan lingkungan dengan pengembangan keterampilan kewirausahaan (edupreneurship), sehingga siswa tidak hanya mampu menghasilkan produk media edukatif yang bermanfaat dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi konsep green economy, pelatihan keterampilan praktis pembuatan media edukatif dari bahan daur ulang, serta pendampingan teknis dalam proses produksi hingga pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya ramah lingkungan dalam wirausaha, keterampilan dalam menciptakan produk kreatif, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan ide-ide usaha berbasis pendidikan dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya edupreneurship di kalangan pelajar, yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci: technopreneurship, green economy, media edukatif, edupreneurship, siswa
Pengaruh Literasi Keuangan Dan Kemudahan Terhadap Keputusan Penggunaan Keuangan Digital Di SMA Negeri 8 KOTA Jambi annisa aprilia; Arpizal Arpizal; Nurmala Sari
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.342

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi keuangan digital yang semakin pesat di kalangan siswa sekolah menengah atas. Tingginya penggunaan layanan keuangan digital tidak selalu diiringi dengan penggunaan layanan keuangan digital yang baik. Selain itu kemudahan penggunaan juga diduga mempengaruhi keputusan penggunaan layanan keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan kemudahan terhadap keputusan penggunaan keuangan digital pada siswa SMA Negeri 8 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 127 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan keuangan digital dengan nilai hitung sebesar 5,722 dan signifikansi0,00. Kemudahan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan keuangan digitaldengan nilai thitung sebesar 9,332 dan signifkansi 0,00. Secara simultan, literasi keuangan dan kemudahan berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan keuangan digital dengan nilai Fhitung sebesar 46,557 dan koefisien determinasi sebesar 0,429. Dengan demikian, semakin tinggi literasi keuangan dan semakin mudah layanan keuangan digital digunakan, maka semakin tinggi pula keputusan siswa dalam menggunakan layanan keuangan digital.