Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Sebaran Sumberdaya Endapan Nikel Laterit Berbasis Citra Satelit pada PT. Dotata Utama Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Reza, Muhamad; Arif, Arif; Syahrul, Syahrul
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 2 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i2.611

Abstract

Berdasarkan letak geologisnya Morowali merupakan daerah yang kaya akan sumberdaya alam, terutama bahan tambang yang merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Beberapa di daerah morowali yang belum teridentifikasi sumberdaya nikel lateritnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumberdaya endapan nikel laterit pada IUP PT. Dotata Utama Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali dan mengetahui sebaran endapan nikel laterit sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan tentang studi sumberdaya potensi dan sebaran di daerah penenlitian tentang endapan nikel laterit, sebagai kajian untuk studi selanjutnya dan dapat mempertimbangkan pengambilan keputusan dalam aktifitas pertambangan. Citra Radar DEM digunakan untuk menginterpretasi pola kelurusan. Peta Geologi Regional, peta kontur, peta topografi serta data pengamatan lapangan dari laporan eksplorasi terdahulu sebagai validasi data. Hasil dari data tersebut digunakan sebagai acuan untuk menentukan daerah yang prospek untuk endapan nikel. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode interpretasi citra satelit dan survei lapangan secara langsung dan peralatan utama yang sangat penting digunakan adalah alat survei navigasi satelit yaitu GPS (Global Positioning System) kamera Smartphone dan alat tulis lapangan lainnya. Dari hasil dan kesimpulan penelitian ini dapat diperkirakan bahwa arah sebaran yang berpotensi terdapatnya endapan nikel laterit yakni berada pada blok C arah utara ± 6 hektar dari luas lah dan 520 hektar. Dari hasil penginderaan jauh berbasis citra satelit dan survey lapanagn secara langsung, potensi sumber daya endapan nikel laterit sangat kecil dikarenakan tingkat kelerengan curam sampai dengan 80%.
Analisis Kualitas Air Minum Pada Sumur Bor di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Nurfasiha, Nurfasiha; Hasriyanti, Hasriyanti; Arif, Arif; Syahrul, Syahrul; Salu, Sahrul Poalahi; Rembah, Rina; Kumalasari, Rizki; Dzakir, Laode; S, Suwarto; Yatjong, Isramyano; Masgode , Muhammad Buttomi; Puspaningtyas, Retno; Rustan, Fathur Rahman; Hidayat, Arman; Dirgantara, Arya; Prasetyo, Bagus Eko; Ola, Mursalim Ninoy La; Ode, Al Tafakur La; Purnama, Haerul; Mansyur, Mansyur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.308

Abstract

Air minum merupakan air yang melalui pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Berdasarkan data hasil pengujian yang telah dilaksanakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tahun 2023 diperoleh nilai pH air dari sumur bor yang sering digunakan atau dikonsumsi langsung (diminum) oleh masyarakat sekitar Anaiwoi tidak memenuhi standar baku mutu. Untuk menindaklanjuti hal tersebut dilakukanlah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lanjutan yang bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum yang ada di Kelurahan Anaiwoi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Parameter yang dianalis untuk kebutuhan air minum terdiri dari sifat fisik (Jumlah zat terlarut, kekeruhan, bau, rasa, suhu), kimia (Besi, Klorida, Nitrit, pH, Mangan, Amonia, Tembaga, Fluorida, Sulfat, Seng, Aluminium) dan Mikrobiologi (Coliform dan E-Coli). Pengujian dilakukan menggunakan dua sampel yaitu: sampel air minum sebelum pengolahan dan sampel air minum setelah pengolahan (dimasak). Berdasarkan hasil pengujian pada kedua sampel tersebut diperoleh bahwa parameter fisik dan mikrobiologi telah memenuhi syarat, sedangkan untuk parameter kimia dalam hal ini adalah kandungan nilai pH air belum memenuhi syarat. Nilai pH sebelum pengolahan yaitu 5 dan nilai pH setelah pengolahan (dimasak) yaitu 5,8 sedangkan standar baku mutu pH air yaitu 6,5 - 8,5.
Pengaruh Kadar Air dan Ukuran Butir Tanah Terhadap Analisis Kadar Nikel Pada PT. Akar Mas Internasional di Desa Hakatutobu Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Dani, Ulil Amri; Nurfasiha, Nurfasiha; Arif, Arif
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 3 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i3.619

Abstract

Endapan Nikel Laterit merupakan hasil pelapukan dari batuan ultramafik pembawa Ni-Silikat. Penelitian dilakukan di salah satu perusahaan yang menambang endapan bijih Nikel di pulau Sulawesi yaitu PT. Akar mas internasional terletak di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, dengan metode open cut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan sistem penambangan tambang terbuka antara sampel basah dan sampel kering dan ukuran butir tanah yang diayak menggunakan ayakan 100 dan 200 mesh serta mengetahui pengaruh kadar air dan ukuran butir tanah terhadap hasil analisa kadar nikel. Metode penelitian yang digunakan untuk pengujian kadar air yaitu water content dan ukuran butir menggunakan ayakan 100 dan 200 mesh, serta analisis kadar menggunakan XL2 XRF NITON ANALYZER untuk mengetahui kadar Ni.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kering sampel dan semakin halus ukuran butir (ayakan 200 mesh) maka kadar nikelnya lebih tinggi jika dibandingkan sampel basah dan sampel yang diayak menggunakan ayakan 100 mesh, adapun kadar rata-rata nikel sampel kering yaitu 1,45%, sampel basah 0,73%, sedangkan kadar rata-rata nikel ayakan 200 mesh 1,56%, dan ayakan 100 mesh1,47%.
Evaluasi Kemajuan Penambangan Antara Rencana Dan Realisasi Pada Pit 8A Di PT. Riota Jaya Lestari Kabupaten Kolaka Utara Pronvinsi Sulawesi Tenggara Zulfiqri, Zulfiqri; Yatjong, Isramyano; Arif, Arif
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 3 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i3.631

Abstract

Kegiatan pengukuran kemajuan penambangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penambangan, yang bertujuan mengevaluasi kemajuan penambangan. Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah progres luasan areal bukaan serta kedalaman antara rencana dan realisasi kemajuan penambangan. Kemudian jumlah dan selisih tonase antara rencana kemajuan penambangan dengan realisasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi selisih rencana penambangan dan realisasi mingguan pada pit 8A. Data hasil pengukuran lapangan menggunakan total station berupa data koordinat awal situasi pit dengan koordinat progres kemajuan penambangan selama 4 minggu kemudian diolah menggunakan software surpac 6.3 untuk mendapatkan volume dan tonase hasil kemajuan penambangan dengan metode cut and fill dan untuk mendapatkan elevasi kedalaman menggunakan software surpac 6.3 dengan metode cross section. Luasan kemajuan penambangan menggunakan software Arcgis 10.8. Berdasarkan rencana luasan areal penambangan material overburden 7.950 m2 dan realisasi 4.441 m2 dengan progres 56%. Kemudian, rencana luasan areal penambangan material ore 8.701 m2 dan realisasi 5.057 m2 sehingga progres yang dicapai 60%. Progres kedalaman elevasi material overburden 90% dan material ore 91%. Kemudian tonase overburden selama 4 minggu adalah 78.103 MT dengan rencana 106.160 MT selisih 28.057 MT atau progres 74%. Kemudian tonase material ore yang direncanakan 49.575 MT dan realisasi 38.358 MT selisih 11.217 MT dengan progres 77% serta faktor terjadinya selisih antara rencana dan realisasi adalah faktor cuaca, jalan yang buruk, produktivitas alat mekanis dan macth factor.
Karakteristik Zona Laterit Berdasarkan Data Sumur Uji di Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah Arif Arif; Lama Lama; Nurfasiha Nurfasiha
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v3i2.34473

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Pengambilan data penelitian dilakukan pada lubang sumur uji. Jarak antara titik sumur uji yaitu 25 m, dengan 5 titik sumur uji yang memanjang seluas 100 x 25 m. Dinding sumur uji kemudian di deskripsi secara langsung tiap lapisan. Informasi yang diperoleh dari pengamatan dinding sumur uji adalah warna lapisan tanah, jenis mineralisasi, tingkat pelapukan serta ukuran butir. Zona overburden didasarkan pada kenampakan fisik dari dinding sumur uji dilapangan yang umumnya banyak di jumpai bahan organic seperti akar tanaman. Secara umum dijumpai mineral seperti besi oksida, kromit, Goetit. Ketebalan zona overburden berkisar 4 - 11 m. Zona limonit umumnya sangat lunak, tersusun oleh mineral lempung. Mineral yang umum dijumpai yaitu oksida besi, seperti goetit, hematit, limonit, mangan dan talk. Kadar nikel berkisar 0,30% - 1,42% dengan ketebalan berkisar 2 - 3 m. Zona saprolit merupakan zona yang kaya akan unsur Ni dan Mg serta minim akan unsur Fe. Banyak dijumpai proses pengayaan, yang ditandai dengan munculnya mineral serpentin dan garnierit magnesit. Kadar nikel kisaran 1,7% - 3,4%. Ketebalan lapisan antara 3 - 8 m. Zona bedrock memperlihatkan rekahan dengan intensitas yang cukup tinggi dengan tingkat pelapukan dan serpentinisasi rendah, kompak, dan masif. Umumnya rekahan-rekahan yang berbentuk tidak beraturan diisi oleh mineral silika membentuk silica boxwork dan mineral garnierit.
Oneeha coastal mangrove restoration: A climate adaptation strategy Rembah, Rina; Rustan, Fathur Rahman; Salu, Sahrul Poalahi; Suwarto, Suwarto; Arif, Arif; Hasriyanti, Hasriyanti; Nurfasiha, Nurfasiha; Kumalasari, Rizki; Yatjong, Isramyano; Syahrul, Syahrul; Dzakir, La Ode; Murdiansyah, Eko Bambang; Nursyafika, Nursyafika; Renaldi, Ahmad; Zakina, Besse Ririn
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12431

Abstract

The intensification of climate change is having serious impacts on coastal areas. Mangrove restoration at Oneeha Beach is a crucial effort to enhance the resilience of the coastal ecosystem while also empowering the socio-economic well-being of the local community. This program actively involved the community in the planting and maintenance of mangroves, as well as socialization and education activities on the importance of this ecosystem. The results of the activities demonstrated a significant increase in community environmental awareness, understanding of the technical aspects of mangrove planting and conservation, and the successful planting of new mangrove seedlings in degraded coastal areas.