Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Sekolah Terhadap Keterampilan Menulis Narasi Murid Kelas V SDIT Ash-Shaff Kabupaten Takalar Musfirah, Musfirah; Madjid, Syahriah; Rampeng, Rampeng
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6189

Abstract

Keterampilan menulis narasi merupakan salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar yang perlu dikembangkan melalui lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V SDIT Ash-shaff Kabupaten Takalar. Secara spesifik, tujuan penelitian ini meliputi: (1) menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi murid, (2) menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid, dan (3) menganalisis pengaruh gabungan lingkungan keluarga dan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh murid kelas V SDIT Ash-shaff Kabupaten Takalar dan sampel sebanyak 21 orang. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi siswa. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan keterampilan menulis narasi. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga dan sekolah menjadi faktor penting dalam mengembangkan kompetensi menulis siswa secara optimal di tingkat sekolah dasar. Narrative writing is a fundamental skill in elementary-level Indonesian language education that requires support from conducive environments. This study aims to examine the influence of family and school environments on the narrative writing skills of fifth-grade students at SDIT Ash-shaff, Takalar Regency. Specifically, the objectives of this research are: (1) to analyze the influence of the family environment on students' narrative writing skills, (2) to analyze the influence of the school environment on students' narrative writing skills, and (3) to determine the combined influence of family and school environments on students' narrative writing skills. The study employs a quantitative approach, with the population comprising all fifth-grade students of SDIT Ash-shaff, and a sample of 21 students selected for analysis. Data analysis techniques include validity testing, reliability testing, multiple linear regression, t-test, F-test, and classical assumption tests. The results indicate that both family and school environments have a significant influence on students' narrative writing skills. Simultaneously, these two variables contribute positively to improving narrative writing competence. Therefore, support from both the family and the school is essential to optimizing students’ writing skills at the elementary school level.
Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Di UPT SPF SD Inpres Tangkala I Makassar Hanafi, Hajrah; Madjid, Syahriah; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6197

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar merupakan langkah strategis dalam mentransformasi paradigma pendidikan di Indonesia, dengan memberikan keleluasaan kepada guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, capaian hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada jenjang sekolah dasar masih tergolong rendah. Di sisi lain, pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar sebagai dua faktor penting yang berkontribusi terhadap hasil belajar belum banyak dikaji secara simultan dalam konteks pembelajaran tematik IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di UPT SPF SD Inpres Tangkala I Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, dan melibatkan 34 peserta didik sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar mata pelajaran IPAS pada siswa sekolah dasar, dengan nilai signifikansi sebesar p < 0.01. Temuan ini menunjukkan bahwa peran keluarga memegang peranan penting dalam membentuk kesiapan dan keberhasilan belajar anak. Selain itu, motivasi belajar siswa juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar (p < 0.01), menandakan bahwa dorongan internal seperti rasa ingin tahu, minat terhadap materi, serta kepercayaan diri dalam belajar menjadi faktor penentu keberhasilan akademik. Kombinasi antara dukungan eksternal dari lingkungan keluarga dan dorongan internal dari dalam diri siswa menciptakan kondisi belajar yang optimal. Temuan ini menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor instruksional semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika psikososial dan lingkungan domestik siswa. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dan strategi peningkatan motivasi belajar perlu menjadi perhatian utama dalam pengembangan program pembelajaran IPAS yang efektif dan berkelanjutan. The Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy is a strategic initiative aimed at transforming the educational paradigm in Indonesia by granting teachers greater flexibility in selecting and adapting instructional tools to match students' needs and interests. However, student achievement in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary level remains relatively low. Furthermore, the influence of family environment and learning motivation—two critical factors affecting academic performance—has not been widely studied simultaneously within the thematic IPAS learning context. This study aims to analyze the influence of the family environment and learning motivation on IPAS learning outcomes among fourth-grade students at UPT SPF SD Inpres Tangkala I, Makassar. The research employed a quantitative approach with an ex post facto design, involving 34 students as the sample. Data were collected through questionnaires and documentation, and analyzed using descriptive statistics and linear regression. The results of the study indicate that the family environment has a significant impact on students' learning outcomes in the IPAS subject, with a significance value of p < 0.01. This finding highlights the crucial role of family involvement in shaping students' academic readiness and achievement. In addition, learning motivation also shows a significant influence on academic performance (p < 0.01), suggesting that internal factors such as curiosity, interest in the subject matter, and self-confidence are key drivers of success in the learning process. The interplay between external support from the family environment and internal motivational factors creates optimal conditions for effective learning. These results underscore the notion that success in learning IPAS at the elementary level is not solely dependent on instructional strategies but is also deeply influenced by the students' psychosocial dynamics and home environment. Therefore, strengthening family engagement and fostering students’ intrinsic motivation should be considered essential components in the development of effective and sustainable IPAS learning programs.
Pengaruh Pendidikan Karakter Mulia Dan Tanggung Jawab Terhadap Sikap Belajar Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Inpres Maccini Kota Makassar Ahmad S, M.; Madjid, Syahriah; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan karakter mulia dan tanggung jawab terhadap sikap belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengukur hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pendidikan karakter mulia tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap belajar siswa. Sebaliknya, karakter tanggung jawab menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif terhadap sikap belajar. Secara simultan, hanya karakter tanggung jawab yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan sikap belajar yang aktif dan positif. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan karakter yang kontekstual dan relevan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan nilai-nilai yang memiliki keterkaitan langsung terhadap perilaku belajar siswa. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan program pendidikan karakter yang fokus pada nilai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk siswa yang mandiri serta beretika. This study aims to analyze the influence of noble character education and responsibility on the learning attitudes of elementary school students. A quantitative approach with a correlational design was employed to measure the relationships among the research variables. The subjects of the study were fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Maccini, Makassar. Data were collected using a closed-ended questionnaire based on a Likert scale, which had been tested for validity and reliability. The data analysis revealed that noble character education did not significantly influence students’ learning attitudes. In contrast, responsibility character showed a significant and positive relationship with learning attitudes. Simultaneously, only the responsibility character contributed substantially to the formation of active and positive learning behaviors. These findings underscore the importance of contextual and developmentally appropriate approaches in character education. The implications suggest that character education should not be generalized but rather tailored to values that directly affect students' learning behaviors. Hence, there is a need to reinforce character education programs that emphasize responsibility to enhance the quality of learning and foster independent, ethical learners.
Pengaruh Media Game Edukasi Wordwall Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas 4 Di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar Fatimah, Sitti Fatimah; Madjid, Syahriah; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media game edukasi Wordwall terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan belum memanfaatkan teknologi interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design), melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang belajar menggunakan media Wordwall dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 52 siswa kelas IV di UPT SPF SD Inpres Maccini Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan membaca pemahaman yang mencakup aspek pemahaman literal, reorganisasi, inferensial, dan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana siswa yang belajar dengan media Wordwall memperoleh hasil lebih tinggi. Media Wordwall membantu siswa memahami isi bacaan melalui kegiatan bermain interaktif, umpan balik langsung, serta visualisasi teks yang menarik. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan Wordwall juga menumbuhkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa media game edukasi Wordwall dapat menjadi solusi efektif dan inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman sekaligus memperkuat literasi digital di sekolah dasar. This study aims to analyze the effect of using the educational game media Wordwall on elementary school students’ reading comprehension skills. The research was motivated by the low level of students’ ability to understand written texts, which is largely due to the use of conventional teaching methods that are less engaging and have not yet integrated interactive technology. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving two groups: an experimental group taught using the Wordwall media and a control group taught through conventional methods. The participants consisted of 52 fourth-grade students from UPT SPF SD Inpres Maccini, Makassar, selected through purposive sampling. The research instruments included a reading comprehension test covering literal, reorganization, inferential, and evaluative aspects. The findings revealed a significant difference between the experimental and control groups, with students in the experimental group achieving higher reading comprehension scores. The Wordwall media facilitated students’ understanding of the text through interactive game activities, immediate feedback, and visually engaging presentations. Beyond improving academic achievement, the use of Wordwall also enhanced students’ learning motivation and active participation during the lesson. These results indicate that the Wordwall educational game is an effective and innovative tool for improving reading comprehension skills and simultaneously strengthening digital literacy among elementary school students.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournaments (TGT) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I Kota Makassar Asrianti, Asrianti; Asdar, Asdar; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Team Games Tournaments (TGT) terhadap motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan minim interaksi. Model TGT dipilih karena mampu mengintegrasikan unsur kolaborasi, permainan edukatif, dan kompetisi sehat yang dapat menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model TGT dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket motivasi belajar dan tes hasil belajar bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada motivasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model TGT dibandingkan kelompok kontrol. Pembelajaran melalui TGT mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan, sehingga siswa lebih berpartisipasi aktif dan menunjukkan pemahaman bahasa yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa model TGT efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia serta relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. This study aims to analyze the effect of implementing the Team Games Tournaments (TGT) learning model on students’ motivation and achievement in Indonesian language learning at the elementary school level. The research was motivated by the low level of students’ interest and academic performance in Indonesian language subjects due to the use of conventional and less engaging teaching methods. The TGT model was selected because it integrates elements of collaboration, educational games, and healthy competition, which can enhance learning motivation and strengthen students’ conceptual understanding. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using the TGT model and a control group taught using conventional methods. The participants consisted of 60 fifth-grade students from UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I, Makassar, selected through a purposive sampling technique. Research instruments included a learning motivation questionnaire and an Indonesian language achievement test, both of which were validated before use. The results revealed a significant improvement in both motivation and academic achievement among students in the experimental group compared to those in the control group. The TGT model successfully created an interactive, competitive, and enjoyable learning atmosphere that encouraged active participation and improved language comprehension. These findings demonstrate that the TGT learning model is effective in enhancing Indonesian language learning outcomes and aligns with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes collaborative, student-centered learning.
Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Keterampilan Berbicara Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Pongtiku II Hijra, Hijra; Hamsiah, Andi; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6219

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II di UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui tes lisan, observasi, dan dianalisis dengan uji-t berpasangan serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan berbicara sebesar 3,15 poin, meskipun nilai N-Gain rata-rata tergolong rendah yaitu 0,01060. Peningkatan terjadi pada indikator kelancaran, kejelasan pengucapan, penggunaan kosakata, dan keberanian berbicara. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara secara bertahap. Temuan ini memperkuat teori perkembangan kognitif dan sosial yang relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hasil, pendekatan ini dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa sejak dini. Speaking skill is a crucial component of language acquisition that must be developed from the elementary school level. This study aims to examine the effectiveness of the scientific approach in improving the speaking skills of second-grade students at UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. The method employed is an experimental design using a one group pre-test-post-test model. The research subjects consisted of 27 students selected through simple random sampling. Data were collected using oral tests and observation sheets, and analyzed through paired t-tests and N-Gain calculations. The results revealed an increase of 3.15 points in speaking performance, although the average N-Gain score was relatively low at 0.01060. Improvement was noted in fluency, clarity of pronunciation, vocabulary usage, and speaking confidence. The scientific approach enabled students to be actively engaged in observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating, which gradually enhanced their speaking proficiency. These findings support relevant cognitive and social development theories within the context of Indonesian language learning. Despite some limitations in the magnitude of improvement, the scientific approach proves to be an effective alternative instructional strategy for fostering communication skills in early education.