Liza Phonna
Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK PURSED LIP BREATHING PADA PENURUNAN SESAK NAFAS TERHADAP PASIEN ASMA BRONKIAL Suriani; Roslaini; Liza Phonna
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asma ditandai dengan peradangan, peningkatan responsivitas terhadap berbagai rangsangan, dan obstruksi jalan napas yang dapat muncul kembali secara spontan atau memerlukan pengobatan yang tepat. Asma pada Indonesia termasuk dalam daftar penyebab utama kesakitan dan kematian. Tindakan non farmakologis yang diberikan pada pasien dengan asma yaitu menggunakan latihan pernapasan. Salah satu latihan pernapasan yang bisa dilakukan yaitu pursed lip breathing. Pursed lip breathing adalah latihan pernapasan yang berfungsi mengurangi sumbatan pernapasan pada pasien asma. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan  dengan Penerapan teknik Pursed Lip Breathing dalam penurunan Sesak Napas pada pasien Asma Brokial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif, proses pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini terdiri dari 3 pasien dengan riwayat asma bronkial. Pola napas pasien diukur dengan respiratory rate dan saturasi oksigen. Setelah dilakukan teknik pursed lip breathing selama 3 hari, didapatkan hasil respiratory rate dan saturasi oksigen dari ketiga responden membaik dari rata-rata respiratory rate 30x/menit menjadi 20x/menit dan rata-rata saturasi oksigen dari 95% menjadi 98%. Evaluasi terakhir yang dilakukan selama tiga hari yaitu sesak napas berkurang, RR menurun, SpO2 meningkat, dan klien mampu mengatur pola pernapasan
PENGARUH PEMBERIAN MODUL EDUKASI TENTANG PERAWATAN LUKA MODERN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DI AKPER KESDAM ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE Phonna, Liza; Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.173

Abstract

Perawatan luka modern merupakan pendekatan berbasis bukti yang menekankan prinsip moist wound healing untuk mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi risiko infeksi, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Namun, penerapan konsep ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang perawatan luka modern. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Program Diploma III Keperawatan di salah satu institusi pendidikan keperawatan di Lhokseumawe, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang dikembangkan berdasarkan teori Knowledge, Attitude, and Practice (KAP), meliputi 20 item pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (63,3%), sedangkan kategori cukup sebesar 30%, dan kurang sebesar 6,7%. Faktor yang paling memengaruhi tingkat pengetahuan adalah pengalaman praktik klinik dan paparan edukasi tentang perawatan luka modern. Hasil ini mengindikasikan bahwa pembelajaran dan praktik klinik yang berfokus pada evidence-based wound care mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Peneliti merekomendasikan agar materi tentang perawatan luka modern diperkuat dalam kurikulum keperawatan serta disertai pelatihan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern. Dengan demikian, mahasiswa keperawatan diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing dalam memberikan asuhan keperawatan luka yang aman, efektif, dan sesuai standar internasional.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PASIR KINETIK (KINETIC SAND) TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH Roslaini; Suriani, Suriani; Phonna, Liza
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.177

Abstract

Perkembangan motorik halus Adalah bertambahnya kemampuan atas koordinasi yang melibatkan otot-otot kecil yang dipengaruhi oleh kematangan fungsi motorik, fungsi pengliahatan, dan kecerdasan nonverbal. Keterlambatan perkembangan mototrik halus pada anak patut ditrliti karena berdampak negative serta mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain pasir kinetic terhadap perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 3-4 tahun di TK Ar Rahman  dan TK Cut Mutia. Penelitian ini menggunakan desain Pre_Eksperiment two group pretes posstes with control group desain. Tehnik sampling menggunakan Tehnik total sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh populasi anak prasekolahpada TK Ar Rahman usia 3-4 tahun TK Ar-rahman sebanayk 18 anak dan TK Cut Mutia  sebanyak 18 anak. Hasil penelitian pemberian terapi ini dapat diketahui sebelum dilakukan terapi bermain pasir kinetic pada TK Ar Rahman  yaitu 5 anaak normal  pada sedangkan TK Cut Mutia yaitu 10 anak normal. Sesudah diberikan terapi bermain pasir kinetic pada TK Ar Rahman yaitu 16 anak normal sedangkan pada TK Cut Mutia yaitu 17 anak normal. Hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon dengan menunjukkan ada pengaruh terapi bermain pasir kinetic sebelum diberikan terapi dan sesudah diberikan terapi dengan p-value 0,01<0,005 pada TK Ar Rahman dan p-value 0,003 <0,05 pada TK Cut Mutia dengan adanya terapi bermain pasir kinetic yaitu menggenggam, mencetak, menjumput, menekan dan meremas didapatkan pengaruh berupa peningkatan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Maka dari itu, pasir kinetic dapat dijadikan terapi untuk meningkatkan perkembangan mototrik halus anak prasekolah.
TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR DI AKPER KESDAM IM LHOKSEUMAWE Masdiana, Erna; Aprilia, Devi; Phonna, Liza; Gaol, Lasmina Lumban
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.210

Abstract

Penyusunan tugas akhir merupakan salah satu tuntutan akademik yang sering menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa tingkat akhir, khususnya mahasiswa keperawatan yang dituntut untuk mampu menyelesaikan proses akademik secara tepat waktu. Stres akademik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kondisi psikologis, motivasi belajar, konsentrasi, serta kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik pada mahasiswa keperawatan dalam menghadapi penyusunan tugas akhir di Akper Kesdam IM Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 85 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir. Pengumpulan data dilakukan Maret 2026, menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), khususnya sub-skala stres. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 74 orang (87,1%). Berdasarkan tingkat stres, sebagian besar mahasiswa mengalami stres sedang sebanyak 64 responden (75,3%), sedangkan 21 responden (24,7%) mengalami stres ringan. Tidak ditemukan responden dengan kategori stres berat. Hasil ini menunjukkan bahwa penyusunan tugas akhir memberikan tekanan akademik yang cukup nyata bagi mahasiswa, meskipun belum mencapai kategori berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif dan promotif dari institusi pendidikan, seperti bimbingan akademik yang terarah, konseling, edukasi manajemen stres, serta penguatan strategi koping adaptif untuk mencegah peningkatan stres dan risiko burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir.
Penggunaan hidrokolloid untuk melindungi area periwound pada ulkus diabetikum di Klinik Alhuda Wound Care Alhuda Alhuda; Liza Phonna; Erna Masdiana; Suriani Suriani
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v7i2.3222

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a major global health problem. Diabetic ulcers can impair skin and tissue integrity and increase the risk of infection and amputation. Hydrocolloid dressings maintain a moist wound environment and may protect the periwound skin from exudate.Objective: To describe the use of hydrocolloid dressing for periwound protection in two patients with diabetic ulcers.Methods: This descriptive case study involved two purposively selected patients with diabetic ulcers at the Alhuda Wound Care Clinic, Lhokseumawe, from March 17 to 25, 2025. Wounds were assessed using the Winner Scale and hydrocolloid application procedure. The intervention was provided during three sessions over one week as part of the moist wound care.Results: Neither patient developed periwound maceration, and the wound edges improved during the observation period. The Winner Scale scores decreased from 25 to 13 (48%) in patient D and from 26 to 16 (38.5%) in patient A. The manuscript estimated that wound healing would require approximately seven weeks.Conclusion: In these two cases, wound scores decreased, and no periwound maceration was observed during one week of hydrocolloid use. Because this was a descriptive case study with two patients, the findings do not establish effectiveness or causality of the treatment.