Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Status Sosial Dan Jumlah Uang Panai Pada Proses Perkawinan Suku Bugis Di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros Islamiyah, Islamiyah; Asmirah, Asmirah; Bahri, Syamsul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelapisan sosial suku Bugis dan juga untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara status sosial dan jumlah uang panai pada proses perkawinan suku Bugis di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan penentuan jenis penelitian, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data dan keabsahan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan informan dan melakukan dokumentasi. Data yang telah dihimpun dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan sosial suku Bugis di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros terdiri atas tiga lapisan, yaitu puang, daeng dan ata. Dalam penentuan jumlah uang panai tinggi rendahnya tidak terlalu dipengaruhi oleh status sosial seseorang dalam suku Bugis apabila tidak ditunjang dengan faktor pendidikan, ekonomi yang baik dan konisi fisik calon mempelai wanita dan juga menjadi penentu jumlah uang panai adalah pihak keluarga itu sendiri dimana harus berdasarkan hasil kesepakatan bersama. This study aims to find out how the social layering of the Bugis tribe is and also to find out how the relationship between social status and the amount of panai money in the Bugis ethnic marriage process is in the Raya Village, Turikale District, Maros Regency. The research method carried out begins with determining the type of research, research location, data collection techniques, data analysis and data validity. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation, interviews with informants and documentation. The data that has been collected was analyzed using a descriptive method with an inductive mindset. The results of the research show that the social stratification of the Bugis tribe in the Raya Village, Turikale District, Mares Regency consists of three layers, namely puang, daeng and ata. In determining the amount of penai high and low, it is not too influenced by a person's social status in the Bugis tribe if it is not supported by factors of education, a good economy, and the physical condition of the prospective bride and also what determines the amount of panai money is the family itself which must based on mutual agreement.
Potensi Kolam Depresi Kanaan Sebagai Solusi Inovatif Untuk Pengendalian Banjir Di Kota Bontang Asmirah, Asmirah; Surya, Batara; Sariman, Syahrul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i3.5534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pembangunan Kolam Depresi Kanaan di Kota Bontang dalam mengurangi risiko banjir dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui survei pendahuluan, wawancara mendalam, serta analisis peta kadastral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang paling terdampak banjir terletak di hilir sungai, dengan mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat rentan terhadap dampak banjir. Pembangunan Kolam Depresi diharapkan dapat menampung kelebihan air hujan dan mengalihkan aliran air ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pengadaan tanah dan relokasi sangat penting untuk meminimalkan potensi konflik sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa kolam depresi dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, termasuk peningkatan kualitas tanah dan keanekaragaman hayati. Dengan demikian, proyek ini diharapkan tidak hanya berhasil mengatasi masalah banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Bontang secara berkelanjutan. This study aims to analyze the potential of the Kanaan Depression Pond development in Bontang City to reduce flood risk and provide social and economic benefits to the community. The method used is a qualitative approach, with primary and secondary data collection through preliminary surveys, in-depth interviews, and cadastral map analysis. The results of the study indicate that the areas most affected by flooding are located downstream of the river, with the majority of low-income communities who are very vulnerable to the impacts of flooding. The construction of the Depression Pond is expected to accommodate excess rainwater and divert water flow to safer locations. In addition, the analysis shows that community involvement in the land acquisition and relocation process is very important to minimize the potential for social conflict. This study also found that the depression pond can have a positive impact on the environment, including improving soil quality and biodiversity. Thus, this project is expected to not only succeed in overcoming flood problems, but also improve the quality of life of the community in Bontang City in a sustainable manner.
Strategi Bisnis Perempuan Pedagang Asongan di Pelabuhan Nusantara Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan Asmirah, Asmirah; Manda, Darmawati; Anas, Ali
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.7410

Abstract

Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di sektor informal belum dapat memberikan penghasilan yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraannya meski kesempatan kerja sektor informal senantiasa mengalami peningkatan. Fokus analisis terdiri dari 5 (lima) strategi berdagang asongan yaitu strategi bertahan menjalankan usaha, strategi penetapan harga, strategi pemasaran, strategi pengorganisasian diri dalam kelompok, dan strategi berinteraksi di pelabuhan. Jenis penelitian kualitatif menggunakan strategi fenomenologi. Informan penelitian di pilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) menjaga kesehatan, kepemilikan modal, membangun kebersamaan serta tidak melanggar norma masyarakat. 2) mengetahui harga yang ditetapkan oleh pesaing sebelum menentukan harga barang sendiri dan memperhatikan keadaan dan kelangkaan barang, 3) berupaya mendekati pembeli sejak di dermaga pelabuhan sampai di atas kapal, 4) sebagai bagian dari kelopok dan menjadi anggota nyang sahterdaftar dapat membantu mengatasi hambatan yang dihadapi oleh individu, 5) melakukan interaksi di pelabuhan karena alasan ekonomi juga krena alasan sosial. The level of female labor force participation in the informal sector has not yet provided sufficient income to improve their welfare, even though informal sector employment opportunities are consistently increasing. The focus of the analysis consists of five hawking strategies: business survival strategies, pricing strategies, marketing strategies, self-organization strategies within groups, and interaction strategies at the port. This qualitative research used a phenomenological strategy. Research informants were selected using purposive sampling. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that: 1) maintaining health, capital ownership, building togetherness, and not violating community norms; 2) knowing the prices set by competitors before setting their own prices and paying attention to the condition and scarcity of goods; 3) trying to approach buyers from the port dock until boarding the ship; 4) being part of a group and being a legally registered member can help overcome obstacles faced by individuals; 5) interacting at the port for both economic and social reasons.