Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Pembentukan Sludge Granular Dari Lumpur Anaerobik Pengolahan Limbah Di Effluent Treatment Plant PT XYZ Agustin, Dewi; Arida, Vera; Auvaria, Shinfi Wazna; Ratnawati, Rhenny
JURNAL TECHLINK Vol 9 No 2 (2025): Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v9i2.734

Abstract

Wastewater from the palm oil production process contains high levels of organic matter, so the appropriate treatment to remove organic matter is anaerobic processing. At PT XYZ, several types of reactors are used in the anaerobic process, including Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. The bacteria used are generally granular in shape, which settle more quickly, but in field conditions, the bacteria used for UASB are sludge powdering, which tends to wash out. This can reduce the efficiency of wastewater treatment. The purpose of this study is to analyze the formation of granular sludge from sludge powdering in UASB reactors. The method used was experimental using a beaker glass reactor operated for 6 weeks. The principle of coagulation flocculation was used with the addition of 0.3 g/L/hr of urea as nutrients for bacteria and FeCl3 as a binding agent. The stages of this study included sampling, reactor operation, observation & treatment, and data analysis. The results showed that the UASB reactor did not form granular sludge, because the sludge produced was in the form of fine flocs. The addition of FeCl3 and urea caused the pH value of the reactor to fluctuate and tend to be alkaline, resulting in conditions that were not optimal for the activity of granular-forming bacteria. Therefore, granular sludge was not obtained from the experiment using UASB sludge powdering with a glass beaker reactor.
Tata Kelola Relokasi Pascabencana dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Di Kabupaten Garut, Jawa Barat Arida, Vera; Munfarida, Ida
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.152.04

Abstract

Banjir bandang Sungai Cimanuk tahun 2016 di Kabupaten Garut menyebabkan kerusakan permukiman dan mendorong pelaksanaan program relokasi sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, relokasi tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga pada tata kelola yang menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola relokasi pascabencana dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan populasi 426 kepala keluarga di tujuh lokasi relokasi dan sampel 207 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi meningkatkan rasa aman dan kohesi sosial. Namun, masih terdapat tantangan tata kelola, seperti lemahnya pengawasan hunian, keterbatasan akses ekonomi, gangguan keamanan, dan potensi risiko lingkungan. Diperlukan penguatan tata kelola berbasis keberlanjutan untuk mendukung ketahanan permukiman jangka panjang.