Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Evaluasi Geometrik Jalan pada Tikungan (Lengkung Horisontal) Berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan Tahun 2021 : Studi Kasus: Jalan Swaka Alam Lestari Risno Risno; Muh. Nashir T; Kasmaida Kasmaida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7648

Abstract

Jalan Swaka Alam Lestari memiliki perang penting dalam mendukung aksebilitas dan mobilitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi geometrik jalan pada Alinyemen Horizontal, meliputi radius tikungan, kecepatan rencana, superelavasi dan jenis tikungan, berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ) tahun 2021. Dari tujuh tikungan yang dievaluasi, empat bertipe Spiral-Spiral (S-S) dan tiga Spiral-Circle-Spiral (S-C-S). Hasil analisis kecepatan rencana 30-40 km/jam menunjukkan sebagian besar tikungan sesuai standar desain untuk medan datar (<10%). Namun, tikungan PI-3 memiliki radius eksisting 16 meter yang tidak memenuhi standar, sedangkan hasil analisis dibutuhkan radius minimun (Rmin) 28,07 meter, diperlukan perbaikan dengan radius rencana (RC) 40 meter dan tipe tikungan Spiral-Circle-Spiral (S-C-S) dengan kecepatan 30 km/jam. Panjang jalan eksisting 1325 meter juga perlu disesuaikan hasil analisis yaitu 1212 meter. Semua tikungan membutuhkan pelebaran perkerasan minimal 0,5 meter untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pengaruh Penambahan Serat Sabut Kelapa Dan Modacon Aditif Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Zulfikar.Z; Mustakim, Mustakim; Kasmaida, Kasmaida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.7990

Abstract

Sabut kelapa memiliki serat yang sangat baik. Untuk memanfaatkannya dalam dunia konstruksi dapat dimanfaatkan untuk penambahan campuran di dalam pembuatan beton. Beton memiliki kelemahan, seperti berat dan kekuatan tarik yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sabut kelapa 0,5%, 1,5% dan 2,5% dari volume beton serta penambahan modacon aditif beton sebanyak 2% dari berat semen pada umur 28 hari terhadap kuat tekan beton dan mengetahui perbandingan berat beton normal dengan beton yang menguunakan bahan tambah serat sabut kelapa 0,5%, 1,5% dan 2,5% dari volume beton serta penambahan modacon aditif beton sebanyak 2% dari berat semen pada umur 28 hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah laboratory Research (penelitian laboratorium), dimana menggunakan metode kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare menggunakan sampel sebanyak 12 buah silinder dengan kuat tekan rencana yang digunakan adalah 25 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan beton untuk rata rata kuat tekan beton normal pada umur 28 hari adalah 26,04 Mpa. Rata rata kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan penambahan sabut kelapa 0,5% adalah 16,42 Mpa, dengan penambahan sabut kelapa 1,5% adalah 14,74 Mpa dan pada penambahan sabut kelapa 2,5% adalah 11,89 Mpa)
Analisis Kuat Tekan Beton dengan Subtitusi Parsial Semen menggunakan Titanium Dioksida (Tio2) Muhammad Taufiq; Mustakim, Mustakim; Kasmaida, Kasmaida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10815

Abstract

Semen merupakan komponen utama dalam beton, namun proses produksinya menghasilkan emisi CO₂ dalam jumlah besar yang berdampak pada lingkungan. Titanium dioksida (TiO₂) berpotensi menjadi bahan substitusi parsial semen yang lebih ramah lingkungan serta dapat memengaruhi kuat tekan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan kuat tekan antara beton normal dengan beton yang disubstitusi sebagian semennya menggunakan TiO₂. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran beton normal, beton dengan penambahan TiO₂ sebesar 1%, dan 3%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO₂ berpengaruh terhadap kuat tekan beton. Pada campuran 1% TiO₂, kuat tekan mencapai  20,035 MPa sesuai rencana, pada campuran 3% terjadi penurunan menjadi 19,659 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kadar TiO₂ tidak selalu meningkatkan kuat tekan beton. Secara umum, beton dengan substitusi TiO₂ memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan beton normal.
Pengaruh Subtitusi Limbah Marmer Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air pada Beton Porous Nadir, Nadya Adillah; Mustakim, Mustakim; Kasmaida, Kasmaida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11370

Abstract

Marble waste from the stone-cutting industry is often underutilized and has the potential to pollute the environment. One alternative use is as a substitute in porous concrete, which generally has low compressive strength and high water absorption. The addition of marble waste is expected to fill excess voids, thereby increasing compressive strength and reducing water absorption. This study aims to analyze the effect of marble waste substitution on compressive strength and water absorption in porous concrete using an experimental research method conducted in the Structures and Materials Laboratory of Muhammadiyah University of Parepare. The results showed that 5% marble waste substitution in porous concrete increased compressive strength at 14 and 28 days, from 16.085 MPa to 16.743 MPa and from 21.390 MPa to 21.728 MPa, respectively. Water absorption tended to decrease, from 0.835% to 0.437% at 14 days, although it increased slightly at 28 days, from 0.172% to 0.281%. This indicates that marble waste can be used as an environmentally friendly additive without compromising the quality of the concrete.