Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI INCUMBENT DALAM PEMENANGAN PEMILIHAN LEGILSLATIF Nurfadilah Nasiruddin; Dwi Rianisa Mausili; Dewi Nuraliah
Jurnal Arajang Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Arajang Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/arajang.v5i2.2133

Abstract

Tujuan Penelitian ini menganalisis strategi incumbent dalam Pemenangan Pemilihan Legislatif. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dari hasil observasi secara langsung, wawancara secara langsung dan mendalam. Tipe penelitian ini yakni deskriptif analisis. Teknik analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data yaitu pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan pengecekan keabsahan data serta penarikan kesimpulan (data conclusion drawing/verification). Hasil dari penelitian ini yakni komunikasi yang intesn dengan masyarakat, bukan saja pada saat akan pemilihan tetapi jauh sebelum pemilihan akan dimulai, selain komunikasi incumbent juga memiliki pendekatan kekeluargaan yang kesemuanya dapat dibagai dengan tiga pendekatan. Pertama, menggalang loyalitas pemilih sehingga calon legislatif memiliki pemilih yang tetap pada setiap pemilihan. Kedua, menjalin komunikas yang harmonis dengan organisasi masyarakat (kelompok populis tertentu )untuk memberikan dukungan dan bantuan. Ketiga, bagi incumbent yang masih duduk di parlemen, memperkuat kebijakan yang berorientasi pada masyarakat. Penelitian ini, memiliki keterbatasan yakni hanya membatasi strategi yang dilakukan incumbent pada satu partai sehingga kedepannya peneliti menyerankan untuk meneliti berbagai strategi dari partai lain sehingga memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas lagi.
Representation of Social Harmonization in The Film Get Married Mohammad Iqbal Maulana; Rezki Rahmawati; Dewi Nuraliah; Nurfadilah Nasiruddin
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 2 No. 2 (2023): Vol. 2 No. 2 2023
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v2i2.180

Abstract

Indonesia as a plural country, the identity of the people varies from ethnicity to social structure, so social harmonization discourse is a topic of achievement in its society. Film is one of the media in reproducing the representation of a reality. In movies, reality comes through codes, symbols, and symbols.  This study aims to describe the reality of social harmonization present in the film Get Married. This research is qualitatively descriptive and semiotic analysis methods from Roland Bhartes, in semiotics Barthes divides three stages namely denotation, connotation, and myth.  The results of the analysis of social harmonization messages in the film Get Married, denotationally harmonized messages are often represented in the form of respect, happiness, joyful laughter, even the impression of sadness always ends with happiness, social harmonization attitudes are always interpreted with pleasure and happiness. Connotation of social harmony representation is shown how to foster social relations that have a variety of different community backgrounds between upper and lower class groups, it is represented through dimensions such as coding clothes and also gestures between the two different groups, but can foster social harmonization, and myths refer to the culture of hospitality and politeness as capital in establishing social harmony,  Despite the social gap in identity, a culture of hospitality and courtesy has always been key to social harmony.
Public Perception of the Dissemination of Information on Soppeng Regency Regional Regulation Razak, Fitriani Sari Handayani; Amiruddin, Ahmad; Faisal, Andi Fahri; Nuraliah, Dewi; Nasiruddin, Nurfadilah
Journal of Social and Policy Issues Volume 4, No 4 (2024) October - December
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v4i4.388

Abstract

This study aims to analyze public perception of the dissemination of information on Regional Regulations (Perda) passed by the Soppeng Regency DPRD together with the local government. Regional regulations are legal instruments that regulate various aspects of social and economic life in the regions, but their success is highly dependent on community understanding and participation. A quantitative descriptive method was used in this study, involving 100 respondents in Soppeng Regency. Respondents are selected purposively based on the criteria of having knowledge or experience related to the Regional Regulation.  The results of the study show that 97% of the public understands the functions and duties of the DPRD, but only 43% feel that they receive information about the Regional Regulation clearly and comprehensively. Social media is the main source of information, while direct socialization by DPRD members is not optimal. The majority of people (96%) consider that the Regional Regulation is made for the benefit of the people, even though they state the need to increase the intensity of socialization. Community participation in socialization activities is still low, with 46% rarely participating in these activities. This study also found that age, education, and employment factors affect people's perception of the Regional Regulation. Respondents with higher education levels tend to have a better understanding. These findings highlight the need for intensification of socialization by the DPRD through a more inclusive strategy and the use of digital media to increase public understanding and their participation in the implementation of the Regional Regulation. Conclusion This study provides strategic recommendations to increase public involvement in the legislative process and the dissemination of legal information.  Keywords: Community Perception, Information Distribution, Regional Regulation, Soppeng Regency, Community Participation.
Land Acquisition for Public Interest Development: Legal and Regulatory Perspectives in Indonesia Yasim, Sulastri; Pratiwi, Andi Dewi; Nuraliah, Dewi; Mausili, Dwi Rianisa
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No. 1 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i1.711

Abstract

Land acquisition for public interest development in Indonesia is rife with conflicts and challenges, both in legal, social, and economic aspects. This research aims to analyze the implementation of the law in the land acquisition process, focusing on aspects of transparency, justice, and dispute resolution.The research employs a qualitative approach with a normative juridical method.It analyzes land acquisition for public interest development in Indonesia. The results indicate that while the law offers a robust legal foundation to safeguard landowners' rights, its implementation is marred by deficiencies, including insufficient socialization, the presence of land mafia, inconsistencies in land valuation, and protracted dispute resolution processes.This study underscores the imperative for enhanced coordination among government agencies, fortified supervisory mechanisms, and enhanced protection for affected communities to optimize the efficacy and fairness of the land acquisition process. In conclusion, the findings of this study offer a series of recommendations to enhance the efficacy of implementing the Land Acquisition Law, thereby facilitating the realization of equitable development objectives.
Pelatihan Capacity Building Komunikasi dalam Organisasi di SMA Negeri 1 Wonomulyo Dewi Nuraliah; Nurfadilah Nasiruddin; Andi Muhammad Ikbal Salam; Usri Usri; Fitriani Sari Handayani Razak; Budi Prayetno; Danar Hafidz Adi Wardhana; M. Iqbal Maulana
MALAQBIQ Vol. 2 No. 2 (2023): Malaqbiq: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v2i2.675

Abstract

Komunikasi yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan bersosialisasi, berinteraksi baik sesama siswa, dengan guru di kelas dan juga berinteraksi dalam organisasi untuk peningkatkan proses belajar dan hasil belajar siswa. Adapun beberapa tahap yang dilakukan yaitu: 1) Pelaksanaan Capacity Building Komunikasi dalam Organisasi pada tanggal 1 Oktober 2022; 2) Sharing tata bahasa dan kemampuan berbahasapada tanggal 7 November 2022; 3) Praktik teknik berbicara di depan publikpada tanggal 15 Desember 2022. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan metode luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk melakukan Komunikasi dalam Organisasi pada Siswa SMAN 1 Wonomulyo. Hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam bentuk kemampuan berbicara di depan publik, sharing terkait tata bahasa dan kemampuan berbahasa, dan Teknik berbicara di depan publik, kegiatan ini dapat memberikan peningkatan berkomunikasi dalam organisasi untuk meningkatkat proses dan hasil belajar siswa.
Desentralisasi sebagai Instrumen Diplomasi: Peluang dan Tantangan Pemerintah Daerah Sulawesi Barat dalam Kerjasama Internasional di Kawasan Asia Tenggara. Ramadhan Antuli, Rezky; Wardhana, Danar Hafidz Adi; Amin, Asma; Mausili, Dwi Rianisa; Nuraliah, Dewi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i4.808

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang desentralisasi sebagai instrumen strategis dalam diplomasi daerah, dengan fokus pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun kerja sama internasional di kawasan Asia Tenggara. Sulawesi Barat memiliki potensi unggulan di sektor perkebunan, kelautan, dan perikanan yang dapat dikembangkan melalui mekanisme paradiplomasi seperti skema Sister Province atau Sister City. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis dua rumusan masalah utama yaitu peluang yang dimiliki Pemerintah Daerah Sulawesi Barat dalam memanfaatkan desentralisasi untuk menjalin kerja sama internasional, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi peluang kerjasama tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang kerjasama internasional Provinsi Sulawesi Barat di Kawasan Asia Tenggara cukup besar, antara lain dengan negara-negara seperti Filipina, Singapura, dan Thailand, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, dan produk perikanan. Namun demikian, tantangan struktural seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya kelembagaan, infrastruktur penunjang ekspor yang belum optimal, serta minimnya jaringan promosi dan hubungan internasional masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi terintegrasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra internasional untuk meningkatkan daya saing komoditas lokal serta memperkuat posisi Sulawesi Barat dalam diplomasi ekonomi kawasan.