Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Cerita Rakyat Lubuklinggau dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Kelas IV SDN 34 Lubuklinggau Sinta Resti Sukma Nurjanah; Novianti Mandasari; Willy Lontoh
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.605

Abstract

Penelitian dilakukan guna menghasilkan produk buku cerita bergambar berbasis cerita rakyat Lubuklinggau dalam menumbuhkan budaya literasi siswa. Menguji kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan buku cerita bergambar berbasis cerita rakyat Lubuklinggau dalam menumbuhkan budaya literasi pada siswa kelas IV SDN 34 Lubuklinggau. Model pengembangan ADDIE digunakan dalam jenis penelitian Research and Development ini. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas IV SDN 34 Lubuklinggau. Teknik observasi, wawancara, angket, dan tes digunakan dalam pengumpulan data. Teknik analisis data pada analisis kevalidan menggunakan instrumen berupa lembar validasi. Berdasar hasil analisis validitas buku cerita bergambar berbasis cerita rakyat Lubuklinggau menggunakan Aiken’s V menunjukkan hasil penilaian dari validator bahasa sebesar 0,88 validator media sebesar 0,90 dan validator materi 0,88. Analisis penilaian angket kepraktisan siswa dan guru diperoleh skor rata-rata 89,13 dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan memperoleh hasil ketuntasan secara klasikal sebesar 87,5 dengan kategori sangat baik. Dari hasil penelitian tersebut diambil kesimpulan bahwa buku cerita bergambar berbasis cerita rakyat Lubuklinggau dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa kelas IV SDN 34 Lubuklinggau.
Pelatihan Dirigen: Memahami Kegiatan Memimpin Paduan Suara di SDN 25 Tebing Tinggi Willy Lontoh; Sari Pertiwi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3245

Abstract

Artikel ini berisi laporan kegiatan peningkatan keterampilan dirigen di SDN 25 Tebing Tinggi. Kegiatan ini memiliki 2 tujuan jangka panjang yaitu menyamaratakan pemahaman tentang cara memimpin paduan suara bagi para dirigen maupun calon dirigen serta menambah kebaruan informasi pada Ilmu Pengetahuan Seni Indonesia tentang kemampuan dirigen di sekolah-sekolah Indonesia. Kegiatan ini menerapkan metode pelaksanaan yang dimulai dengan analisis masalah pada bidang seni musik. Permasalahan yang diangkat yaitu kesalahan-kesalahan dirigen dalam memimpin kelompok paduan suara. Tahapan selanjutnya yaitu penetapan mitra kegiatan. SDN 25 Tebing Tinggi yang ditetapkan atas pertimbangan bahwa dirigen sekolah ini dapat dikatakan telah memahami cara memimpin paduan suara, akan tetapi belum memahami secara mendalam tentang ketukan sebuah lagu, nilai notasi, serta suasana yang terkandung pada lagu-lagu upacara bendera. Tahap ketiga yaitu analisis permasalahan mitra serta solusi atas permasalahan tersebut. Permasalahan mitra terdiri dari kurangnya pemahaman mitra tentang ketukan sebuah lagu, nilai sebuah notasi, serta suasana yang terkandung pada lagu upacara bendera. Lalu solusi atas permasalahan mitra yaitu pelatihan dirigen dengan materi awal yaitu ketukan sebuah lagu, nilai sebuah notasi, serta suasana yang terkandung pada lagu-lagu upacara bendera. Pelatihan ini dimulai dengan penyampaian materi menggunakan media audio visual yang kemudian disempurnakan dengan praktik secara langsung oleh penulis.
Workhsop Pendampingan Hak Cipta dan Monetisasi Karya Musik di Manajemen Nano And Friends Lubuklinggau Willy Lontoh; Sari Pertiwi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.4123

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan luas bagi para musisi daerah untuk merilis dan memperoleh pemasukan dari karya mereka melalui berbagai platform digital. Meski demikian, peluang ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh komunitas Manajemen Nano and Friends di Lubuklinggau karena masih terbatasnya pengetahuan mengenai hak cipta serta teknik monetisasi digital. Tujuan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas para musisi melalui Workshop Pendampingan Hak Cipta dan Monetisasi Karya Musik. Kegiatan dilaksanakan dengan metode participatory workshop yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, serta bimbingan langsung mengenai proses pendaftaran hak cipta dan pengelolaan karya di platform digital seperti YouTube Music dan Spotify. Hasil pelaksanaan dua karya musik berhasil didaftarkan secara resmi, dan sebagian besar peserta telah memiliki kanal distribusi digital sendiri. Selain itu, dibentuk pula Tim Manajemen Hak Cipta Nano and Friends sebagai luaran sosial guna memastikan keberlanjutan pengelolaan karya musik komunitas. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perlindungan hukum, meningkatkan literasi digital, serta membuka peluang ekonomi baru bagi musisi lokal. Keberhasilan kegiatan ini berpotensi diadaptasi oleh komunitas kreatif lainnya untuk memperkuat ekosistem musik lokal di era digital.
Penguatan Literasi Budaya Melalui Workshop Pembelajaran Lagu Daerah Lubuklinggau Berbasis Paduan Suara Bagi Mahasiswa Universitas PGRI Silampari Willy Lontoh; Sari Pertiwi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4304

Abstract

Rendahnya literasi budaya di kalangan generasi muda menjadi salah satu tantangan dalam pelestarian lagu daerah sebagai warisan budaya takbenda. Kondisi tersebut juga ditemukan pada mahasiswa Universitas PGRI Silampari, yang umumnya lebih mengenal lagu populer dibandingkan lagu daerah Lubuklinggau. Selain itu, pembelajaran lagu daerah melalui kegiatan paduan suara belum dilaksanakan secara terstruktur sehingga diperlukan suatu program yang mampu mengintegrasikan pendidikan seni dengan pelestarian budaya lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya dan kompetensi musikal mahasiswa melalui workshop pembelajaran lagu daerah Lubuklinggau berbasis paduan suara. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi mengenai nilai budaya lagu daerah, pelatihan teknik vokal paduan suara, latihan repertoar lagu daerah Lubuklinggau, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, makna, dan nilai budaya lagu daerah Lubuklinggau, sekaligus meningkatkan keterampilan vokal yang meliputi intonasi, artikulasi, keseimbangan suara, interpretasi musikal, dan kerja sama dalam paduan suara. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional. Dengan demikian, workshop pembelajaran lagu daerah berbasis paduan suara merupakan salah satu strategi yang efektif dalam memperkuat literasi budaya sekaligus mendukung pelestarian lagu daerah Lubuklinggau di lingkungan perguruan tinggi.
KAJIAN MANAJEMEN HAK CIPTA MUSISI JOE ARDA Sari Pertiwi; Willy Lontoh
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.87881

Abstract

Penelitian berjudul Kajian Manajemen Hak Cipta Musisi Joe Arda ini dilandasi oleh keingintahuan peneliti dalam mengungkapkan bentuk manajemen hak cipta musisi di Lubuklinggau yaitu Joe Arda. Melalui keingintahuan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah terkait edukasi kekayaan intelektual pada dunia pendidikan yang saat ini dijalankan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Tujuan tersebut diharapkan dapat tercapai dengan menjadi tambahan referensi bagi guru maupun calon guru terkait pengetahuan tentang kekayaan intelektual hak cipta karya musik. Melalui penelitian ini, diharapkan pengenalan terhadap hak cipta karya musik dapat diterapkan secara mandiri oleh guru maupun calon guru pada masing-masing sekolah. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang dirasa sesuai dengan topik penelitian dengan hasil belum jelas. Metode kualitatif yang diterapkan pada penelitian ini secara garis besar terdiri atas 5 tahap yaitu tahap penetapan lingkup lokasi dan waktu; tahap pengumpulan data primer dan sekunder; tahap analisis data menggunakan teknik transkrip dan reduksi, tahap validasi, serta tahap penyajian data dalam bentuk laporan dan artikel ilmiah. Proses mengkaji pada penelitian ini menerapkan teori manajemen secara umum yang disampaikan oleh Terry & Rue sebagai landasan utamanya. Hasil kaji menunjukkan bahwa manajemen hak cipta musisi Joe Arda dikelola bersama dengan suatu bada pengelola hak cipta di Lubuklinggau yaitu Joe Arda. Pada pengelolaannya, musisi Joe Arda bersama Nano and Friend telah menerapkan tiga fungsi pokok manajemen secara umum. Secara singkat, terdapat tiga strategi perlindungan terhadap hak cipta karya musisi Joe Arda yang berkaitan dengan fungsi perencanaan dan pengorganisasian, satu strategi perlindungan terhadap musisi Joe Arda agar tidak melanggar hak cipta karya musisi lain tanpa disengaja yang berkaitan dengan fungsi perencanaan, serta dua tindakan penyesuaian apabila musisi Joe Arda mengalami kasus hak cipta yang berkaitan dengan fungsi pengawasan
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUE (SSI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR Purwanto, Sigit; Trisnayanti, Yetty; Lontoh, Willy; Miterianifa; Suryani , Novi Ade
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64763

Abstract

Integrated Natural and Social Sciences (IPAS) learning in elementary schools requires media that can contextually combine scientific and social concepts, yet observations at SD Negeri 2 Sidoharjo revealed that fifth-grade students reading interest remained low due to limited engaging materials and the absence of a socio-scientific issue-based medium capable of raising students awareness of environmental problems, particularly in the unit Bumiku Sayang, Bumiku Malang. This study aimed to develop a comic medium based on socio-scientific issues and to examine its validity, practicality, and effectiveness in fifth-grade IPAS learning. The research employed a Research and Development method using the ADDIE model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Try-out subjects comprised three expert validators covering language, media, and content, three students in the one-to-one trial, six students in the small-group trial, and 26 students together with one class teacher in the large-group trial. Data were collected through validation questionnaires, practicality questionnaires, and learning outcome tests, then analyzed using Aiken's V formula for validity, percentage scores for practicality, and classical mastery for effectiveness. Results showed the comic medium was valid, with an average Aiken's V of 0.90 in the high category, comprising 0.96 for language, 0.84 for media, and 0.91 for content validation. The practicality test obtained an average percentage of 89.55 percent, categorized as very practical, while the effectiveness test showed a classical mastery of 89.23 percent, with 24 of 26 students meeting the mastery criteria, categorized as highly effective. Therefore, the comic medium is feasible for use as IPAS learning media to foster reading interest and raise fifth-grade students awareness of environmental issues around them