Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Profesionalitas ASN dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Dengi Lalang, Hendrawana Nur; Wantu, Sastro M; Igirisa, Irawati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4921

Abstract

This research aims to analyze the impact of civil servant (ASN) professionalism on public service quality at the Gorontalo City Land Office. The background is rooted in the strategic role of ASN in ensuring legal certainty of land ownership and efforts to enhance accountable, responsive public services. A quantitative survey method using stratified random sampling was applied to all civil servants, supported by multiple linear regression analysis to examine the contributions of professionalism dimensions—competence, integrity, ethics, innovation, and responsibility—to service quality. The results show ASN professionalism is generally good, with competence and integrity as dominant factors, while innovation remains low. Regression analysis reveals ASN professionalism contributes 48% to the variation in public service quality, with the remaining influenced by additional factors such as regulations, infrastructure, and technology. The practical implication is the necessity to strengthen technical capacity, promote service ethics, and develop digital innovation, ensuring effective bureaucratic reform in the land sector. The study recommends strategies to improve ASN development and process transparency to foster greater community trust and satisfaction. 
Efektifitas Penerapan Asas Kontradiktur Delimitasi pada Layanan Pertanahan di Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Musdram, Maidon C.; Wantu, Sastro M.; Aneta, Yanti
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4923

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the contradictory delimitation principle in enhancing legal certainty and the quality of land administration public services at the Gorontalo City Land Office. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that the implementation of the contradictory delimitation principle is relatively effective in promoting transparency, accountability, and boundary certainty, though its application remains suboptimal. Supporting factors include clear regulations, the commitment of civil servants, and community participation through the PTSL program. In contrast, inhibiting factors involve limited human resources, low public participation, and technical measurement challenges. The principle’s implementation has led to an 18% decrease in land disputes over the past two years and improved public trust in land services. These findings indicate that the contradictory delimitation principle serves not only as an administrative mechanism but also as a participatory and preventive instrument in achieving transparent, equitable, and sustainable land governance.
Penguatan Nilai Kearifan Lokal (Huyula) dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Nurhazrawaty Sabidullah; Rasid Yunus; Sastro M. Wantu
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana penguatan nilai kearifan lokal Huyula dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMP Negeri 4 Satap Dungaliyo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer berasal dari kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan peserta didik, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, serta laporan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai kearifan lokal Huyula dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat mendukung pembentukan karakter siswa. Penguatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Huyula seperti kebersamaan, gotong royong, dan persatuan ke dalam materi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Hal ini memperkuat pemahaman siswa tentang kewarganegaraan serta penerapan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penerapan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis membantu siswa untuk menganalisis masalah sosial dan membuat keputusan moral berdasarkan nilai-nilai Huyula. Faktor-faktor yang mendukung penguatan ini meliputi kompetensi guru, kurikulum yang relevan, kebijakan sekolah, serta partisipasi aktif siswa dan keterlibatan masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar sekolah lebih memperkuat integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap aspek pembelajaran, terutama dalam pendidikan kewarganegaraan, guna membentuk karakter siswa yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan sosial.