Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kinerja Unit Rekam Medis Berdasarkan Standar Kompetensi PMIK di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Selatan Irmawati Irmawati; Zefan Adiputra Golo; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.11312

Abstract

Kompetensi yang dimiliki manajer unit kerja rekam medis berdampak pada pengelolaan unit kerja. Masih terdapat manajer unit kerja rekam medis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis sehingga secara kompetensi tidak memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengelola unit kerja RMIK terhadap kinerja unit rekam medis dan informasi kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 manajer unit rekam medis di rumah sakit wilayah Sulawesi Selatan dan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel kinerja unit rekam medis. Kemudian dari hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pengelola unit kerja terhadap kinerja unit rekam medis di rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit perlu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi manajer unit kerja rekam medis berdasarkan standar nasional akreditasi rumah sakit.
Risk Evaluation of Musculoskeletal Disorders (MSDs) at the Outpatient Registration Centre: A Review of Work Postures with the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) Method Zefan Adiputra Golo; Sri Lestari; Meilinda Asrining Hapsari; Manzilina Hani Baity Jannaty; Defi Dwi Cahya Ningrum
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i2.12297

Abstract

Ergonomic conditions at the Outpatient Registration Centre (TPPRJ) of RSUD dr. Gondo Suwarno are inadequate, which causes officers to experience musculoskeletal complaints due to inappropriate work postures. This study aims to evaluate ergonomic aspects at TPPRJ using the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) method to assess officer work postures. The research was conducted with a qualitative descriptive approach through observation, interviews, and anthropometric measurements. The results showed that work facilities, such as desks, chairs, as well as the position of monitors and other devices, did not match the officer's body dimensions, which resulted in a ROSA score of 9, indicating a high risk of musculoskeletal disorders. These findings highlight the importance of adjusting work facilities according to ergonomic standards and training in correct posture to improve officer comfort and health, thereby supporting improved quality of health services at TPPRJ.
Transformasi Digital dalam Layanan Kesehatan Primer: Evaluasi Kematangan Sistem RME di Puskesmas Irmawati Irmawati; Ghitrif Firdaus Trama; Zefan Adiputra Golo
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i1.12824

Abstract

Puskesmas Pandanaran Kota Semarang telah menerapkan sistem rekam medis elektronik (RME) sejak tahun 2019. Penerapan ini sepenuhnya mengikuti sistem RME yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, sehingga Puskesmas hanya berperan sebagai pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kematangan digital sistem RME di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan wawancara terstruktur terhadap 6 informan, observasi lapangan, focus group discussion (FGD), dan pengolahan data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem RME di Puskesmas Pandanaran telah berfungsi sesuai dengan tugas dan perannya dalam organisasi. Sistem ini efektif mendukung pelayanan kesehatan karena telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). Sistem RME juga mendukung manajemen data pelayanan, meskipun pengukuran kepuasan pasien dilakukan secara terpisah melalui Google Forms. Selain itu, layanan personalisasi pasien dilakukan melalui aplikasi mobile JKN yang juga terpisah dari sistem RME. Sistem RME di Puskesmas Pandanaran menunjukkan tingkat kematangan digital yang cukup baik berdasarkan Digital Maturity Index (DMI) untuk komponen rekam medis elektronik. Namun demikian, pengembangan lebih lanjut terhadap beberapa fitur sistem masih diperlukan untuk meningkatkan fungsionalitas dan layanan yang lebih terintegrasi.
Analisis Kebijakan Tanda Tangan Elektronik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Ibon Fajar Saputra; Belinda Putri Mulyana
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13895

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan akuntabilitas layanan. Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang mulai menerapkan TTE, namun implementasinya masih menghadapi hambatan. Penelitian ini menganalisis kebijakan penerapan TTE menggunakan model George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, yaitu Kepala Bidang Penunjang Medik, Koordinator Teknologi Informasi, dan Petugas Casemix, serta ditunjang observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi telah dilakukan melalui rapat dan sosialisasi, tetapi pemahaman staf belum merata; dukungan sumber daya terbatas pada anggaran, pelatihan, dan perangkat; disposisi pelaksana mendukung kepraktisan TTE, namun masih ragu terkait legalitas terutama untuk klaim BPJS; dan struktur birokrasi telah memiliki SOP, tetapi sosialisasi serta evaluasi belum berjalan optimal. Simpulan penelitian menunjukkan implementasi TTE di RSGM UNIMUS telah mengarah positif, namun keberhasilan kebijakan bergantung pada penguatan keempat aspek tersebut secara simultan. Disarankan rumah sakit meningkatkan kepastian hukum dan dukungan sumber daya agar penerapan TTE lebih optimal.
FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN ANALISIS KUALITATIF REKAM MEDIS: STUDI KASUS BERBASIS PENDEKATAN DONABEDIAN Dava Fill Hayya; Zefan Adiputra Golo
JRMIK Vol 7 No 1 (2026): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v7i1.92

Abstract

RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata sudah menerapkan analisis kualitatif pada tahun sebelumnya, tetapi di tahun 2024 proses analisis kualitatif terhenti. Tujuan dari laporan kasus ini untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi tidak terlaksananya analisis kualitatif rekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Wanwancara dan observasi terhadap 4 narasumber dengan menggunkan pendekatan Doneabedian yang melihat dari 3 faktor yaitu, struktur, proses dan hasil. Hasil menunjukan bahwasanya tidak dilaksanakanya analisis kualitatif dilihat dari faktor struktur terjadi karena perubahan struktur organisasi rumah sakit yang mengakibatkan petugas yang menjalankan analsis kualitatif sebelumnya dialihtugaskan, tidak adanya SOP yang khusus dan terperinci juga menjadi faktor tidak dilaksanakannya analisi kualitatif, penerapan RME yang belum 100% juga ikut menjadi faktor penyebab tidak di laksanakanya analisis kualitatif, dilihat dari faktor proses tidak adaya alur kerja yang rinci dan penggunaan checklist sederhana menjadi penghambat analisis kualitatif, dan dari segi hasil menyebabkan kualitas data yang buruk dan akreditasi yang menurun terutama pada standar MRMIK 8 . Tidak terlaksananya analisis kualitatif disebabkan oleh 3 faktor yang berkaitan diantaranya faktor struktur meliputi SDM, kebijakan dan material, faktor proses yaitu proses dan alur analisis kualitatif, serta faktor hasil yang berdampak pada kualitas data dan akreditasi rumah sakit.
Empowering Posbindu Cadres through Digital Health Training: Optimizing the ASIK Application in Kendal Regency Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Ibon Fajar Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4306

Abstract

Digital transformation in the health sector requires the optimization of health application utilization by community health cadres as the frontline providers of community-based services. However, limited digital literacy and technical skills remain significant barriers to the effective use of the Sehat Indonesiaku Application (ASIK) in Integrated Non-Communicable Disease Posts (Posbindu PTM) in rural areas. This community service activity aimed to optimize the role of Posbindu cadres in utilizing ASIK to support more efficient, accurate, and integrated recording and reporting of non-communicable disease (NCD) data in Sumberejo Village, Kaliwungu District, Kendal Regency. The implementation method consisted of preparation, a knowledge pre-test, socialization of the ASIK application, demonstrations and hands-on practice with intensive mentoring, and evaluation through a post-test and discussion. The activity was conducted on July 23, 2025, involving 20 Posbindu PTM cadres. The results demonstrated a significant improvement in cadres’ knowledge and skills in using ASIK, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test results and the successful installation and operation of basic application features by all participants for NCD data recording. This activity confirms that practice-based socialization and mentoring are effective in strengthening Posbindu cadres’ capacity and supporting the implementation of digital health recording systems in rural areas.
Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Retnowati Retnowati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v6i2.10640

Abstract

Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas IT, petugas pendaftaran rawat jalan dan Dokter. Objek penelitiannya adalah variabel rekam medis elektronik pada instalasi rawat jalan Rumah Sakit X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data penyelenggaraan RME di Rumah Sakit X belum sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan seperti general consent, asesmen awal kemudian pemeriksaan spesialistik. Hal ini dikarenakan selain belum ada acuan pada saat penerapan tahun 2019, kemudian adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga jika terdapat penambahan variabel serta tanda tangan digital yang belum diterapkan. Pihak Rumah Sakit X perlu membentuk tim IT sendiri untuk melakukan pembaharuan dan penyempurnaan dalam variabel dan meta data pada penyelenggaraan RME.