Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor-faktor yang Memengaruhi Angka Kejadian Malaria pada Anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Lahiang, Reinette M.; Rampengan, Novie H.; Tatura, Suryadi N. N.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53687

Abstract

Abstract: Malaria is an infectious disease that contributes to high mortality and morbidity rates. Indonesia is no exception and is still one of the countries with high malaria endemicity. This study aimed to determine factors influencing the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung. This was an analytical and observational study with a retrospective approach and a case-control research design. Data were obtained from medical record data and through interviews by filling out questionnaires, and were analyzed using the chi-square test. The statistical test results of this study showed that the presence of livestock pens around the residence as well as the habit of using mosquito nets and mosquito repellent when sleeping at night were not factors that influenced the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. There was an influence of the presence of mosquito breeding sites around the residence (p-value of <0.001) and the habit of going out at night (p-value of <0.001) with the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. In conclusion, factors that influence the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung, are living close to mosquito breeding areas and the habit of going out at night. Keywords: incidence rate of malaria; children; influencing factors   Abstrak: Malaria merupakan salah satu penyakit menular dengan penyumbang angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Indonesia tak terkecuali masih menjadi salah satu negara dengan endemisitas malaria yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif dan desain penelitian case-control. Data diperoleh melalui data sekunder yaitu data rekam medis dan melalui wawancara dengan mengisi kuisioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keberadaan kandang ternak di sekitar tempat tinggal serta kebiasaan menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk saat tidur di malam dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Terdapat hubungan bermakna antara keberadaan tempat perindukan nyamuk di sekitar tempat tinggal (nilai p<0,001) dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari (nilai p=<0,001) dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Simpulan penelitian ini ialah faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung ialah tempat tinggal dekat dengan tempat perindukan nyamuk dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari. Kata kunci: angka kejadian malaria; anak; faktor yang memengaruhi
Determinants of Compliance Among Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis at RSUD ODSK, North Sulawesi Rondonuwu, Irene R.; Kapantow, Nova H.; Tatura, Suryadi N. N.
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1922

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a major chronic health issue that requires long-term therapy, one of which is hemodialysis. The success of hemodialysis therapy is highly influenced by patient adherence. However, the adherence rate to scheduled hemodialysis at ODSK Provincial General Hospital, North Sulawesi, is only 71.67%, which is still below the National Quality Indicator standard of 100%. This study aimed to analyze the factors influencing adherence among CKD patients undergoing hemodialysis at ODSK Provincial General Hospital in North Sulawesi. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 78 CKD patients who routinely underwent hemodialysis, selected using total sampling. Data were collected through a structured questionnaire. Chi-square tests and logistic regression analyses were conducted to assess the relationships between variables. The results revealed significant associations between adherence and several factors, including education level (p=0.009), duration of hemodialysis (p=0.004), knowledge (p=0.013), nurse support (p=0.006), and family support (p=0.006). The most influential factors were family support and patient knowledge, with family support emerging as the strongest predictor of adherence among CKD patients undergoing hemodialysis. Efforts to improve adherence should focus on patient education, strengthening the role of nurses and hospital services, and actively involving family members in the patient care process.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Soentpiet, Marlina G. O.; Umboh, Jootje M. L.; Tatura, Suryadi N. N.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27295

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah  penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang penyebarannya paling cepat dan insidensinya tinggi. Prevalensi penyakit dan laju penyebarannya terus meningkat, dan menjadikannya masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada anak  di Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 96 sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow. Dalam mengukur hubungan variabel digunakan analis uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin dengan kejadian Demam Dengue pada anak memiliki nilai p = 0,878, pengetahuan dengan kejadian Demam Dengue pada anak = 0,000, sikap dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak p = 0,005, dan  pelaksanaan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak dengan nilai p = 0,025. Hasil analisis multivariat ditemukan semua variabel memiliki nilai p > 0,05. Kesimpulan diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin namun terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan pelaksanaan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak di Kabupaten Minahasa Selatan dan tidak ada faktor yang paling berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak di Kabupaten Minahasa Selatan.
Evaluasi Drug Related Problems (Drp’s) Pada Pasien Anak Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Di Instalasi Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Tipe C Di Provinsi Sulawesi Utara Vastelita Lengkong, Injili Anugerah; Posangi, Jimmy; Regina Masengi, Angelina Stevany; Tatura, Suryadi N.N.; Mambo, Christi Diana; Nangoy, Edward
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i2.3811

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular pada anak. ISPA terutama terjadi di negara-negara dengan pendapatan perkapita rendah dan menengah termasuk Indonesia. Menurut hasil Riskesdas 2013 periode prevalensi ISPA pada kelompok umur 1-4 tahun yaitu sebesar 25,8 % dan kelompok umur 5-14 tahun adalah 15,4 %. Kejadian masalah terkait obat (DRPs) lebih sering terjadi pada anak dibandingkan dengan orang dewasa. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diharapkan dari pengalaman pasien atau diduga akibat terapi obat sehingga potensial mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian dari DRPs yang meliputi ketidaktepatan dosis yaitu dosis kurang dan dosis lebih, indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, potensial interaksi serta ketidaktepatan pemilihan obat pada terapi pengobatan infeksi saluran pernapasan akut pada pasien anak dengan infeksi saluran pernapasan akut di instalasi rawat inap salah satu rumah sakit tipe C di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bersifat restropektif dimana data diperoleh melalui data sekunder berupa rekam medis pasien periode Juli 2023 sampai Juni 2024 dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan data berupa total sampling, didapatkan 78 sampel yang sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian Drug related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 53 %, interaksi obat yaitu sebanyak 47,43 % , dosis tinggi sebanyak 10,25 % , kategori obat tanpa indikasi 1,29 %, serta tidak terdapat DRPs kategori indikasi tanpa obat dan ketidaktepatan pemilihan obat.
Analysis Of Factors Affecting The Incidence Of High-Risk Pregnancies In The Working Area Of The Mubune Health Center, Northern Minahasa District Lengkong, Merke; Wagey, Freddy W.; Tatura, Suryadi N. N.
Best Journal of Administration and Management Vol 2 No 1 (2023): Best Journal of Administration and Management
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/bejam.v2i1.114

Abstract

High-risk pregnancy refers to any condition associated with pregnancy where there is an actual or potential risk to the mother or fetus. Observations in North Minahasa Regency in 2022 showed a total of 1,015 detected cases of high-risk pregnancies in Community Health Centers. Based on data, Mubune Community Health Center has the highest number of high-risk pregnancy cases, totaling 193 cases. Therefore, efforts are needed to reduce these high-risk pregnancies through this research. The research design used in this study is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The study was conducted in the working area of Mubune Community Health Center, North Minahasa, from April to July 2023. The sample in this study consisted of all pregnant women recorded in Mubune Community Health Center, totaling 225 patients, with 82 pregnant women classified as high-risk based on the data. The research variables consist of independent variables (maternal age, maternal knowledge, and maternal attitude) and the dependent variable (occurrence of high-risk pregnancy). Data collection was done through interviews using a questionnaire. The data from this study were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis. The analysis results showed that there is a relationship between maternal age (p = 0.000), maternal knowledge (p = 0.007), and maternal attitude (p = 0.033) with the occurrence of high-risk pregnancy in the working area of Mubune Community Health Center, North Minahasa. The multivariate analysis results showed that the exp β value of maternal age variable in the category of <20 years and >35 years is 21.6 times the occurrence of high-risk pregnancy. Based on the Nagelkerke R-square value of 0.763, it means that maternal age, knowledge, and attitude collectively influence 76% of the occurrence of high-risk pregnancy in pregnant women, while the remaining 23.7% (100-76.3) is influenced by other variables not examined in this study.