Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Yoga Hamil terhadap Penurunan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III: Pregnancy Yoga In Reducing Back Pain In Pregnant Women In The Third Trimester Ni Made Diah Intari; Izzah, Alifia Nurul; Fabumase, Ana; Enumbi, Yomince; Hasnaeni, Hasnaeni
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v3i1.1341

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan fisik yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Nyeri punggung bawah sering dialami oleh ibu hamil akibat beratnya beban janin dan perubahan posisi janin didalam rahim menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan otot dan sendi. Nyeri punggung dapat menurunkan kualitas hidup ibu hamil dan merugikan pertumbuhan janin. Oleh karena itu diperlukan suatu penanggulangan untuk mengatasi keluhan tersebut sehingga ibu dan janin mendapatkan manfaat dan dapat tumbuh kembang dengan baik. Salah satu penanggulangan nyeri punggung yang sering dilakukan adalah kegiatan senam hamil dan yoga hamil. Senam hamil dan yoga hamil merupakan upaya relaksasi otot dan sendi serta memperlancar sirkulasi darah, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban pada otot dan sendi dan mengurangi nyeri punggung. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bukti-bukti dari hasil penelitian sebelumnya mengenai pengaruh senam dan yoga hamil terhadap penurunan keluhan nyeri punggung yang umumnya dialami ibu hamil trisemester III. Dengan menelaah berbagai metode dan hasil dari penelitian terdahulu. Metode yang digunakan pada literature review ini adalah penelusuran jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah "efektivitas senam dan yoga hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trisemester III". Sumber yang digunakan adalah (Google Scholar dan Microsoft edge). Artikel yang ditemukan kemudian dilakukan seleksi berdasarkan tingkat relevansinya dengan topik penelitian. Metode yang dijelaskan pada masing-masing artikel kemudian dirangkum dan dianalisis untuk menjawab masalah penelitian. Hasil review literatur ini akan digunakan sebagai dasar dalam merancang penelitian empiris selanjutnya. Berdasarkan penelusuran literatur, didapatkan 60 artikel yang sesuai dengan kriteria. Ke-60 artikel tersebut melakukan penelitian dengan subjek ibu hamil trimester III dan memberikan intervensi berupa senam atau yoga hamil. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa senam maupun yoga hamil efektif dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Penurunan nyeri punggung tersebut secara statistik signifikan. Dengan demikian, yoga hamil efektif untuk menanggulangi keluhan nyeri punggung umumnya pada ibu hamil trisemester III.
The effectiveness of giving young coconut water in reducing dysmenorrhea symptoms: A case study of midwifery care Dahniar, Dahniar; Fauziah, Putri; Marbun, Uliarta; Hasnaeni, Hasnaeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v13i2.1220

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea is a common condition in women during menstruation, characterized by severe pain that can interfere with daily activities. The administration of medical therapy is often used to treat these symptoms, but natural approaches such as giving young coconut water are also starting to be considered. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of giving young coconut water in reducing pain intensity in dysmenorrhea patients and provide an overview of the application of natural therapy-based obstetric care in patients with menstrual complaints. Methods: This study uses a case study design with a qualitative approach. The subject of the study was an adult woman who experienced primary dysmenorrhea. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and assessment of pain intensity using the VAS (Visual Analog Scale) scale before and after administering young coconut water. Result: The study showed a significant decrease in the intensity of dysmenorrhea pain after administering young coconut water. Before the administration of therapy, patients reported pain intensity at level 8 (scale 0-10), and after three days of administration of young coconut water, pain intensity decreased to level 3. Patients also reported feeling more comfortable and being able to continue their daily activities better. No significant side effects were found related to the consumption of young coconut water. I am injuring kei three mestiuia such does not feel jealous, the nature of the blood of meirah can bioactivity deingan good to know the absence of the current suidah in the absence of good. Conclusion: Giving young coconut water can be effective in reducing the symptoms of dysmenorrhea in patients who experience it. This therapy can be a safe and natural alternative to help relieve menstrual pain. It can be applied in obstetrics as part of a comprehensive approach to reproductive health care. Further research with larger samples is needed to reinforce these findings and explore the mechanism of action of young coconut water in dysmenorrhea
Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Fitokimia Ekstrak Kayu Beta-beta (Lunasia amara Blanco.): Antioxidant Activity and Phytochemical Profile of Beta-beta (Lunasia amara Blanco) Wood Extract Hasnaeni, Hasnaeni; Aminah, Aminah
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 5 No. 1 (2019): (March 2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.43 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2019.v5.i1.12404

Abstract

Beta-beta wood (Lunasia amara Blanco) is one of the Rutaceae plants. It has been used traditionally in Indonesia, both in the form of a single extract or in a mixture of several herbs, for the treatment of swollen feet, skin diseases and inflammation or irritation of the eyes. This study aims to examine the antioxidant activity and the phytochemical profile of beta-beta wood extract. The research methods include plant extraction by maceration, testing of antioxidant activity by 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method and phytochemical profiling with specific chemical reagents. The results showed that beta-beta wood extract (Lunasia amara Blanco) has antioxidant activity with IC50 was 69.46 μg/ml (0.069 mg/ml) and it contained steroid, phenolic, saponin, alkaloid and coumarin compounds.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Kadar Fenolik Ekstrak Tanaman Kayu Beta-Beta (Lunasia amara Blanco): (The Effect of Extraction Method on Yield Value and Phenolic Content of Beta-Beta (Lunasia amara Blanco) Bark Extract Hasnaeni, Hasnaeni; usman, suriati; Wisdawati, Wisdawati
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): (October 2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.094 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2019.v5.i2.13599

Abstract

Lunasia amara Blanco bark belonging to the family Rutaceae. The research aimed to determine the effect of extraction method on yield value and phenolic content of bark extract of Lunasia amara Blanco by UV-Vis spectrophotometry. Sample was extracted by maceration, reflux, and soxhlet using methanol 70%. The extraction by maceration obtained the yield value of methanol extract of 2,352%; the reflux method of 1,611%; and the soxhlet method of 0,960%. Then the chemical content was identified by the addition of FeCl3 reagent and a blackish green color was formed positively indicating phenolic content. Afterward, phenolic identification was conducted by TLC with eluent n-hexane: ethyl acetate (2:8) containing phenolic because the Rf value was the same as the galic acid standard. The results showed that the extraction method producing the highest yield of bark extract of Lunasia amara Blanco was maceration. The phenolic content obtained by maceration was 66,548 mgGAE/g extract with 6.6548% GAE; the reflux was 73.645 mgGAE/g extract with 7.3645% GAE; and the soxhlet was 74.806 mgGAE/g extract with 7.4806% GAE.
OPTIMASI METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION (UAE) RIMPANG KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Tulnisa, Hijeria; Ahmad, Aktsar Roskiana; Hasnaeni, Hasnaeni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44563

Abstract

Rimpang kunyit (Curcuma longa L.) adalah tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di Benua Asia dan sering dimanfaatkan sebagai pewarna, pengharum makanan dan obat tradisional. Bagian yang paling banyak digunakan dari kunyit adalah rimpang. Kandungan rimpang kunyit terdiri senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, kurkumin dan minyak atsiri. Kandungan kunyit digunakan sebagai obat tradisional yang berperan sebagai penambah nafsu makan, obat luka, gatal-gatal, antidiare, antibakteri, bahan kosmetik, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi pada ekstrak rimpang kunyit dengan menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE) terhadap aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen kadar flavonoid ekstrak rimpang kunyit 2,755% dengan metode maserasi dan 2,913% dengan metode UAE. Sedangkan persen kadar fenolik ekstrak rimpang kunyit 3,142% dengan metode maserasi dan 2,854% dengan metode UAE. Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit dengan ekstraksi metode maserasi dan UAE berturut-turut sebesar 14,467 μg/mL dan 19,349 μg/mL tergolong kuat karena nilai IC50 nya berada diantara 10 – 50 μg/mL. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ekstraksi dengan metode maserasi menghasilkan kadar fenolik dan flavonoid total yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode UAE pada rimpang kunyit.
STUDI ETNOFARMASI TUMBUHAN OBAT SEBAGAI ANTIHIPERTENSI DI DESA PATTALLASSANG, KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA Fadhilah, Putri Nur; Malik, Abd.; Hasnaeni, Hasnaeni
Makassar Pharmaceutical Science Journal (MPSJ) Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : PHARMACY UMI JOURNAL SYSTEM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mpsj.v3i1.332

Abstract

Hypertension remains a prevalent global health concern and leading cause of mortality worldwide. In Pattallassang Village, traditional medicine utilizing medicinal plants persists as a common therapeutic approach for hypertension management. This study aimed to systematically identify, document and evaluate the ethnomedicinal knowledge of local communities regarding antihypertensive plants. Employing a descriptive observational design, data were collected through structured interviews and questionnaires administered to 100 respondents. The investigation identified 31 plant species utilized as antihypertensive agents, with the most prevalent being Allium sativum (garlic), Cucumis sativus (cucumber), Annona muricata (soursop leaves), Apium graveolens (celery), and Syzygium polyanthum (bay leaf). The leaves were boiled and the decoction was consumed as herbal infusions. Quantitative analysis using Use Value (UV) indices revealed Allium sativum as the most utilized species (UV=0.41), followed by Cucumis sativus (0.26), Apium graveolens (0.16), and Annona muricata (0.15). These findings demonstrate the preservation of significant ethnobotanical knowledge within the community regarding plant-based hypertension treatment. The study highlights the need for: (1) conservation efforts to protect this traditional knowledge, and (2) further pharmacological research to validate the therapeutic efficacy of these plants. Keywords: Ethnopharmaceutical; medicinal plants; Hypertension; Traditional Medicine; Pattallassang Village
Determination of Routin Compound Content of Moringa Folium (Moringa oleifera) using Several Extraction Methods Hasnaeni, Hasnaeni; Rosandy, Andi Rifki; Apridamayanti, Pratiwi; Permadi, Adi; Rumaisha, Sanda
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 10, No 3 (2023): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA (ENGLISH EDITION)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v10i3.1106

Abstract

Extraction has been carried out from Moringa folium using the Microwave-Assisted Extraction (MAE), Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) and Reflux Extraction (RE) methods. Moringa Folium has many uses, including as a chemopreventive agent. In this research, identification was carried out to determine the compounds in Moringa folium. Extraction uses the MAE, UAE, and Reflux methods. The of chemical compound content was determined using HPLC and standardized of rutin. The identification results showed that the Moringa folium spectra were similar to the routine spectra.
Penguatan Branding Aspek Gizi dan Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Saing UMKM Umar, Fitriani; Sari, Rasidah Wahyuni; Thasim, Sukmawati; Hasnaeni, Hasnaeni; Ananda, Sri Reski
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i1.1020

Abstract

Parepare merupakan kawasan di Sulawesi Selatan yang keadaan geografisnya sebagian besar adalah wilayah pesisir pantai sehingga berdampak pada perekonomian dimana pertumbuhan ekonominya mayoritas didukung dari sektor perdagangan. Mayoritas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) belum memiliki serifikasi halal dan mencantumkan informasi nilai gizi pada label kemasan produk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan daya saing melalui branding aspek gizi dan sertifikasi halal produk. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan UMKM yakni Kelompok Usaha Bersama Melati Lanrisang yang beranggotakan 9 orang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialiasi dan pendampingan pengurusan sertifikasi halal, pencantuman informasi nilai gizi pada label kemasan, serta edukasi penerapan hygiene dan sanitasi pengolahan pangan. Pada kegiatan ini dilakukan analisis kandungan gizi produk yakni abon ikan tuna dan sambusa yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Pendampingan dilakukan diakhir kegiatan untuk pengurusan sertifikasi halal dan desain kembali kemasan produk yang mencantumkan logo sertifikasi halal dan informasi nilai gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya UMKM dan meningkatkan mutu serta daya saing produk yang dihasilkan.
Socialization of the Use of Long-Term Contraceptive Methods (LTCM) in Women of Reproductive Age (WRA) Dahniar, Dahniar; Kadir, Arisna; Hasnaeni, Hasnaeni
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i1.1489

Abstract

Long-term contraceptive methods (LTCM) are methods designed to prevent pregnancy over a long period of time. According to WHO (2019), of the 1.9 billion women of childbearing age (15-49 years) in the world, around 1.1 billion require family planning services. There are 406 million modern contraceptive users, consisting of 159 million IUDs, 23 million implants, 74 million injections, and 150 million pills. This activity aimed to increase Women of Reproductive Age (WRA) knowledge about LTCM through socialization. The activity began with the licensing process, preparation of leaflet media containing LTCM information and scheduling of implementation. The activity was carried out at the integrated health post in the Bara-Barayya Health Center working area on June 28, 2024 assisted by a coordinating midwife and cadres with 23 WRA participants. The socialization carried out included pre-tests and post-tests, delivery of material on the types, benefits, risks, and how to use LTCM, as well as interactive discussions and questions and answers to encourage active participation of participants. Evaluation was carried out to measure the increase in knowledge. Before socialization, 18 (78,3%) had good knowledge, 5 (21,7%) had poor knowledge. After socialization, 21 (91,3%) had good knowledge and only 2 (8,7%) had poor knowledge. In conclusion, there was an increase in knowledge after socialization. Continued support and attention are needed so that the use of LTCM P is effective in regulating pregnancy spacing and preventing unwanted pregnancies. WRA are advised to continue to increase their knowledge of contraceptive methods.
Analisis Kepatuhan Minum Obat Oral pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Berdasarkan Teori Planned Behaviour di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia: Analysis of Oral Medication Adherence in Type 2 Diabetes Mellitus Based on Planned Behaviour Theory in Makassar City, South Sulawesi Province, Indonesia Wahyuni, Andi; Rasyid, Faradiba Abdul; Hasnaeni, Hasnaeni
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2315

Abstract

The number of people with Diabetes Mellitus in Indonesia ranked seventh globally. Non-compliance with taking medication results in therapy failure. This research aims to study theory of planned behavior on compliance intention factors using hypoglycemic drugs in Type 2 Diabetes Mellitus patients. Type of research is analytical observational, with a cross-sectional study design. Instrument used was questionnaire based theory of planned behavior including attitudes, support, and perceived behavioral control regarding treatment compliance Type 2 Diabetes Mellitus patients. 321 respondents Type 2 Diabetes Mellitus sufferers in this study. Independent variables (attitude, support, perceived behavioral control) influence dependent variable (compliance). Variables contributed most compliance were support (172,099), attitude (59,413) and perceived behavioral control (45,000). The results, there is a relationship between attitude, support and perceived behavioral control on oral medication adherence in Type 2 Diabetes Mellitus patients. The support variable has greatest contribution in influencing adherence to medication use. Keywords:          Diabetes mellitus type 2; medication adherence; theory of planned behavior   Abstrak Jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia menduduki peringkat ketujuh secara global. Ketidakpatuhan minum obat berdampak kegagalan terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan penggunaan obat oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 menggunakan theory of planned behavior. Jenis penelitian adalah observasional analitik, dengan desain studi cross-sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berdasarkan theory of planned behavior meliputi sikap, dukungan, dan persepsi komtrol perilaku terhadap kepatuhan berobat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Sebanyak 321 responden penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penelitian ini. Variabel independen (sikap,dukungan, dan persepsi kontrol perilaku) berpengaruh terhadap variabel dependen (kepatuhan). Variabel yang paling berkontribusi terhadap kepatuhan adalah dukungan (172,099), sikap (59,413) dan persepsi kontrol perilaku (45,000). Dari hasil penelitian terdapat hubungan antara sikap, dukungan, dan persepsi kontrol perilaku yang dirasakan terhadap kepatuhan pengobatan oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Variabel dukungan mempunyai kontribusi paling besar dalam mempengaruhi kepatuhan menggunakan obat. Kata Kunci:         Diabetes mellitus tipe 2; kepatuhan minum obat; theory of planned behavior