Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN MASYARAKAT ADAT BADUY Gabriel, Gabriel; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN MASYARAKAT ADAT BADUY: ANALISIS EKSTERNALISASI, OBJEKTIVASI DAN INTERNALISASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial pendidikan dalam masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Banten. Pendidikan formal merupakan suatu proses modal dasar bertahan hidup untuk menghadapi dunia. Pendidikan memberikan seseorang ilmu pengetahuan, kompetensi, metode, dan data. Menempuh pendidikan formal individu dapat mengembangkan wawasan serta potensi yang dimiliki untuk kelanjutan hidup individu tersebut. Berbeda dalam masyarakat Baduy untuk mengenyam pendidikan formal, mereka memiliki pandangan bahwa bila bersekolah formal nanti akan mengancam adat istiadat suku Baduy akibat kebebasan yang terkontrol di dunia luar. Tabu akan pendidikan formal bukan berarti masyarakat Baduy menolak Ilmu pengetahuan, observasi penulis di lapangan ternyata masyarakat Baduy memiliki sistem pendidikan sendiri yang sesuai dengan adat istiadat atau pikukuh karuhun yang disebut dengan ngolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Analisis teori yang digunakan sebagai pisau bedah dalam penelitian ini adalah konsep eksternalisasi, internalisasi, dan objektivasi menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Hasil penelitian ini mengungkapkan pada konstruksi pendidikan adat baduy disebut ngolah yang disesuaikan dengan adat istiadat masyarakat Baduy. Ngolah memprioritaskan tananan hukum adat yang berlaku dan memiliki tujuan untuk mewariskan nilai-nilai kebudayaan leluhur. Ngolah berlangsung secara turun-temurun melalui keluarga dan tokoh adat dengan fokus pembelajaran ialah aspek pertanian, nilai-nilai kebudayaan, aturan tantanan adat istiadat Baduy. Sehingga ngolah dapat mengkuatkan adat istiadat masyarakat Baduy dalam menghadapi pengaruh modernisasi sejak dini. Kata Kunci: Pendidikan, Baduy, Konstruksi Sosial
Habitus Fotografer Wedding dan Prewedding di Kota Denpasar Saputra, Gede Wahyu; Nugroho, Wahyu Budi; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedding and pre-wedding photography fall under the category of documentary photography. In Bali, these photography services are increasingly in demand, especially by the millennial generation in Denpasar City. Along with the increase in demand, the profession of wedding and pre-wedding photography has also increased. This research aims to examine the habitus that drives wedding and pre-wedding documentation photographers in Denpasar City to pursue the sector, and also how the habitus of these photographers later turns out to affect the personal style of the photos produced. This research uses Pierre Bourdieu's habitus concept as the basis for analyzing the problems that occur. The method used in analyzing the phenomenon of habitus of wedding and pre-wedding photographers in Denpasar City is descriptive-explanatory with a qualitative approach. From the research conducted, it was found that: 1) The habitus of wedding and pre-wedding photographers in Denpasar City is composed of the capitals they have and the realm where they practice. Capitals such as symbolic, cultural, economic, or social are found in different forms in each informant, and 2) Photographers' personal style is formed through their mindset, behavior, and preferences that are influenced by their social environment, culture, and past experiences. These habitual dispositions shape the way photographers act or respond in certain situations. Habitus can also influence the photographic techniques used in framing, composition and photo editing. Keywords: Wedding and pre-wedding photography, Photographer, Habitus, personal style.
MOTIF INDIVIDU TERGABUNG DALAM KOMUNITAS MOTOR VESPA DI DENPASAR Putra, Hafizh Naufal; Arjawa, I Gst Putu Bagus Suka; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persoalan yang hendak dikaji dalam penelitian, yaitu bagaimana motif individu berkomunitas. Komunitas dipandang sebagai interaksi dalam struktur sosial yang berdiam pada lokasi berbeda dan mungkin dipersatukan oleh kepentingan atau nilai nilai yang sama, seperti komunitas pecinta otomotif dan sebagainya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana motif dan manfaat individu bergabung ke dalam komunitas vespa di Denpasar dan apa saja faktor pendorong individu tersebut bergabung ke dalam komunitas dan manfaat apa saja yang dirasakan individu. Hasil penelitian menunjukan bahwa para anggota komunitas vespa memiliki motif untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhannya masing-masing di antara mereka, Seperti motif akan pencapaian, motif pengembangan diri, motif akan hubungan atau persahabatan dan motif kekuasaan. Dengan motif yang berbeda dengan tujuan yang sama yaitu memenuhi kebutuhannya masing-masing.
ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBARUAN PROGRAM PEMILAHAN SAMPAH: ANALISIS TEORI JARINGAN AKTOR Savirna, Made Ayu Sheikha; Ranteallo, Ikma Citra; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas proses adaptasi masyarakat Desa Akah dengan program pemilahan sampah yang baru, didalam proses tersebut terdapat interaksi antaraktor yang dianalisis menggunakan teori jaringan aktor. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan proses adaptasi masyarakat Desa Akah dengan program pemilahan sampah yang baru serta memahami dan menganalisis interaksi antaraktor yang terlibat dalam proses adaptasi tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus intrinsik yang menggunakan data kualitatif dan bersumber dari data primer serta data sekunder. Data yang didapat selanjutnya dipilah, dan disederhanakan, kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif, setelahnya akan diambil kesimpulan dari data yang disajikan. Berdasarkan data yang sudah ditampilkan maka kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu proses adaptasi dimulai sejak bulan Agustus, pada awal pelaksanaannya terdapat kendala yang dialami masyarakat, namun seiring berjalannya waktu kendala tersebut mulai menemukan solusi. Proses adaptasi masyarakat ini dibantu juga dengan adanya interaksi antaraktor yang terlibat seperti pemerintah desa dinas dan desa adat yang memfasilitasi masyarakat untuk menampung aspirasi dan memberikan sanksi bagi yang tidak memilah, serta pegawai pengangkut sampah yang memberikan teguran dan pegawai pengolahan sampah yang mengolah sampah dengan baik. Interaksi yang terjadi antaraktor membentuk sebuah jaringan karena dalam prosesnya seluruh aktor dan aktan saling terhubung, dengan sampah dan informasi sebagai penghubung antara aktor dan aktan, yang selanjutnya membentuk pergerakan yang bersirkulasi, dan menghasilkan performativitas dan derajat ketahanan yang menyimpulkan bahwa jaringan akan memiliki ketahanan dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kata kunci: Adaptasi, program pemilahan sampah, teori jaringan aktor.
FENOMENA NGELAGA PADA MASYARAKAT DESA ADAT PESABAN, KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM Juliarsana, I Gede Ari; Kamajaya, Gede; Krisna Aditya, I Gusti Ngurah Agung; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan tradisi yang dimiliki. Salah satu tradisi yang ada di masyarakat Bali yaitu tradisi ngayah. Namun seiring berjalannya waktu tradisi ngayah mulai mengalami pergeseran akibat perubahan mata pencaharian dari sektor agraris ke industri terutama industri pariwisata. Melalui perubahan ini, banyak masyarakat desa di Bali yang merantau ke pusat industri dan pariwisata yakni Denpasar dan Badung yang tentu mengakibatkan mereka terikat dengan jam kerja. Masyarakat yang merantau ini kemudian menghadapi persoalan yaitu membagi waktu antar pekerjaan dengan kewajiban mereka untuk ngayah piodalan di desa. Salah satu desa yang menghadapi persoalan ini yaktu Desa Adat Pesaban yang kemudian menerapakan kebijakan meli ayahan ini yang dikenal dengan istilah ngelaga. Namun pada perjalannya munculnya fenomena ngelaga ini pada akhirnya menilbulkan pro kontra di Tengah krama Desa Adat Pesaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksplanatif. Teori cultural lag William F. Ogburn digunakan sebagai pisau bedah untuk menganlisis terkait adanya pro dan kontra terhadap penerapan ngelaga di Desa Adat Pesaban. Bentuk pro krama yakni taat membayar iuran serta melungkan waktu ngayah fisik di waktu senggang sedangkan bentuk kontranya yaitu adanya pakrimik dan medaya. Munculnya pro kontra ini akibat kesenjangan penerimaan difusi kebudayaan antara generasi muda dan generasi tua. Disimpulkan bahwa ngelaga ini menjadi solusi bagi krama yang merantau yang menghadapi persoalan waktu. Disarankan agar pemerintah untuk mencari formulasi yang tepat untuk menghadapi persoalan ini di masa yang akan datang. Kata Kunci : Ngelaga, Desa Adat Pesaban, Piodalan, Krama, Cultural Lag
EMBEDEDDNESS OF SOCIO-ECONOMIC ACTIONS: SOUVENIR VENDORS AT SUKAWATI ARTS MARKET, INDONESIA Wintensari, Dewa Ayu Made; Ranteallo, Ikma Citra; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada keterlekatan tindakan sosial ekonomi pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati Gianyar. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis keterlekatan yang terjalin diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah Keterlekatan Tindakan Sosial Ekonomi oleh Mark Granovetter. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya hubungan keterlekatan yang terjalin diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati Gianyar. Keterlekatan yang terjadi di pasar ini masuk kedalam dua konsep sesuai dengan pemikiran Mark Granovetter yaitu (undersocialized) dan (oversocialized). Kedua konsep ini terjadi diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati akan tetapi lebih condong dalam konsep oversocialized yang dimana para pedagang masih memegang teguh norma adat istiadat yang berlaku seperti harus saling tolong menolong dengan sesama, adanya rasa toleransi dan empati yang tinggi sehingga keterlekatan yang terjalin diantara pedagang bersifat positif serta menumbuhkan rasa kaharmonisan dalam hubungan yang terjalin diantara mereka. Kata kunci: Granovetter, keterlekatan, tindakan sosial ekonomi, pedagang souvenir
Representasi Anarkisme Dalam Film Serial Money Heist Season 1 & 2 Marbun, Angelina Sellyn Manora; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the representation of anarchism presented in seasons 1 and 2 of the series Money Heist. The primary focus of this series is on acts of robbery with an anarchist twist. The approach used in this analysis refers to the framing analysis developed by Zhongdan Pan and Gerald M. Kosicki. The findings of this analysis indicate that Money Heist portrays various tenets of anarchism, particularly the postmodern perspective. Data extracted from various scenes in the Money Heist series reveal two central concepts in postmodern anarchism: the moral legitimacy challenged by the state and the role of media as a tool of control wielded by the state. From this research, it can be concluded that Money Heist conveys the message that anarchism is not solely about destructive actions but also serves as a form of resistance against injustice and the abuse of power perpetrated by the state and excessive authorities.
Strategi Bertahan Warung Madura di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat Tamim, Imron Hadi; Shansa, Dewi Aprilia; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk memaparkan dan menganalisis keberadaan warung Madura di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat dalam membangun jaringan usahanya dan menciptakan strategi bertahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Penelitian ini dianalisis dengan teori jaringan sosial dari Mark Granovetter. Hasil studi mengungkapkan bahwa warung Madura di Kelurahan Pemecutan Denpasar Barat ada yang dikelola langsung oleh pemiliknya atau karyawan yang dipekerjakan pemiliknya. Meskipun memiliki usaha warung yang sama, sesama pengelola warung Madura tetap saling menghargai usaha yang dimiliki dengan saling membantu, bersaing secara sehat, dan bekerja sama untuk mendukung agar warung Madura bisa sukses serta bertahan dalam jangka panjang. Tantangan yang dihadapi oleh warung Madura dengan semakin maraknya kemunculan toko modern yang mudah untuk ditemukan telah menimbulkan persaingan. Namun para pengelola warung Madura telah memiliki strategi-strategi yang digunakan untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha agar bisa lebih unggul dibandingkan toko modern atau warung lainnya. Selain itu, dalam mendukung keberlanjutan warung Madura, pengelola warung Madura telah menjalin hubungan yang baik dengan jaringan pengelola warung Madura lainnya, supplier, pemilik warung lokal, dan masyarakat setempat sebagai konsumen.
PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL AKTIVITAS NONGKRONG MAHASISWA DI RENON, BALI Amput, Albertus Gianino; Nugroho, Wahyu Budi; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji aktivitas nongkrong mahasiswa di Renon dalam perspektif tindakan sosial berserta implikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksplanatif. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ialah tindakan sosial rasionalitas dari Max Weber. Hasil penelitian mengungkap bahwa motif dan tujuan mahasiswa dalam aktivitas nongkrong berbeda dan berdampak pada mahasiswa itu sendiri. Setiap tindakan mahasiswa berupa subjektif sehingga tidak bisa dipandang dari sudut manapun selain sudut pandang pelaku aktivitas nongkrong yakni mahasiswa. Lebih jauh ditemukan bahwa aktivitas nongkrong terdapat delapan informan terkategori dalam rasionalitas instrumental, sementara terdapat empat terkategori dalam rasionalitas instrumental dan rasionalitas tradisional, kemudian terdapat tiga terkategori sebagai rasionalitas afeksi. Ditemukan dampak nongkrong terhadap mahasiswa antara lain; (1) menambah relasi, (2) belajar bersosialisasi, (3) menambah pemikiran-pemikiran baru, (4) membentuk kepribadian, (5) semakin intim dalam berteman, (6) menghilangkan rasa bosan, dan (7) self healing. Kata kunci: nongkrong, mahasiswa, dan tindakan sosial rasionalitas.
RASIONALISASI KRAMA DESA ADAT DLOD TUKAD BATUBULAN MENETAP DI TANAH PEKARANGAN DESA Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memaparkan dan menganalisis rasionalisasi krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan di tengah kehidupan modern saat ini yang serba praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pisau bedah dalam menganalisis fenomena yang terjadi adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Hasil penelitian di lapangan mengungkapkan bahwa terdapat empat rasionalitas yang mendasari alasan krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan memilih menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan pada desa adat, yang terdiri atas rasionalitas nilai, rasionalitas instrumental, tindakan tradisional dan tindakan afektif. Lebih jauh, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang merupakan desa adat anyar di Bali tidak sepenuhnya menggunakan pengaturan otoritas tradisional dalam menjalankan pemerintahannya, terkhusus pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan modern saat ini. Kata kunci: Desa adat, rasionalisasi, tanah desa.