Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

FENOMENA NGELAGA PADA MASYARAKAT DESA ADAT PESABAN, KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM Juliarsana, I Gede Ari; Kamajaya, Gede; Krisna Aditya, I Gusti Ngurah Agung; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan tradisi yang dimiliki. Salah satu tradisi yang ada di masyarakat Bali yaitu tradisi ngayah. Namun seiring berjalannya waktu tradisi ngayah mulai mengalami pergeseran akibat perubahan mata pencaharian dari sektor agraris ke industri terutama industri pariwisata. Melalui perubahan ini, banyak masyarakat desa di Bali yang merantau ke pusat industri dan pariwisata yakni Denpasar dan Badung yang tentu mengakibatkan mereka terikat dengan jam kerja. Masyarakat yang merantau ini kemudian menghadapi persoalan yaitu membagi waktu antar pekerjaan dengan kewajiban mereka untuk ngayah piodalan di desa. Salah satu desa yang menghadapi persoalan ini yaktu Desa Adat Pesaban yang kemudian menerapakan kebijakan meli ayahan ini yang dikenal dengan istilah ngelaga. Namun pada perjalannya munculnya fenomena ngelaga ini pada akhirnya menilbulkan pro kontra di Tengah krama Desa Adat Pesaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksplanatif. Teori cultural lag William F. Ogburn digunakan sebagai pisau bedah untuk menganlisis terkait adanya pro dan kontra terhadap penerapan ngelaga di Desa Adat Pesaban. Bentuk pro krama yakni taat membayar iuran serta melungkan waktu ngayah fisik di waktu senggang sedangkan bentuk kontranya yaitu adanya pakrimik dan medaya. Munculnya pro kontra ini akibat kesenjangan penerimaan difusi kebudayaan antara generasi muda dan generasi tua. Disimpulkan bahwa ngelaga ini menjadi solusi bagi krama yang merantau yang menghadapi persoalan waktu. Disarankan agar pemerintah untuk mencari formulasi yang tepat untuk menghadapi persoalan ini di masa yang akan datang. Kata Kunci : Ngelaga, Desa Adat Pesaban, Piodalan, Krama, Cultural Lag
EMBEDEDDNESS OF SOCIO-ECONOMIC ACTIONS: SOUVENIR VENDORS AT SUKAWATI ARTS MARKET, INDONESIA Wintensari, Dewa Ayu Made; Ranteallo, Ikma Citra; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada keterlekatan tindakan sosial ekonomi pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati Gianyar. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis keterlekatan yang terjalin diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah Keterlekatan Tindakan Sosial Ekonomi oleh Mark Granovetter. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya hubungan keterlekatan yang terjalin diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati Gianyar. Keterlekatan yang terjadi di pasar ini masuk kedalam dua konsep sesuai dengan pemikiran Mark Granovetter yaitu (undersocialized) dan (oversocialized). Kedua konsep ini terjadi diantara pedagang souvenir khas Bali di Pasar Seni Sukawati akan tetapi lebih condong dalam konsep oversocialized yang dimana para pedagang masih memegang teguh norma adat istiadat yang berlaku seperti harus saling tolong menolong dengan sesama, adanya rasa toleransi dan empati yang tinggi sehingga keterlekatan yang terjalin diantara pedagang bersifat positif serta menumbuhkan rasa kaharmonisan dalam hubungan yang terjalin diantara mereka. Kata kunci: Granovetter, keterlekatan, tindakan sosial ekonomi, pedagang souvenir
Representasi Anarkisme Dalam Film Serial Money Heist Season 1 & 2 Marbun, Angelina Sellyn Manora; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the representation of anarchism presented in seasons 1 and 2 of the series Money Heist. The primary focus of this series is on acts of robbery with an anarchist twist. The approach used in this analysis refers to the framing analysis developed by Zhongdan Pan and Gerald M. Kosicki. The findings of this analysis indicate that Money Heist portrays various tenets of anarchism, particularly the postmodern perspective. Data extracted from various scenes in the Money Heist series reveal two central concepts in postmodern anarchism: the moral legitimacy challenged by the state and the role of media as a tool of control wielded by the state. From this research, it can be concluded that Money Heist conveys the message that anarchism is not solely about destructive actions but also serves as a form of resistance against injustice and the abuse of power perpetrated by the state and excessive authorities.
Strategi Bertahan Warung Madura di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat Tamim, Imron Hadi; Shansa, Dewi Aprilia; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk memaparkan dan menganalisis keberadaan warung Madura di Kelurahan Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat dalam membangun jaringan usahanya dan menciptakan strategi bertahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Penelitian ini dianalisis dengan teori jaringan sosial dari Mark Granovetter. Hasil studi mengungkapkan bahwa warung Madura di Kelurahan Pemecutan Denpasar Barat ada yang dikelola langsung oleh pemiliknya atau karyawan yang dipekerjakan pemiliknya. Meskipun memiliki usaha warung yang sama, sesama pengelola warung Madura tetap saling menghargai usaha yang dimiliki dengan saling membantu, bersaing secara sehat, dan bekerja sama untuk mendukung agar warung Madura bisa sukses serta bertahan dalam jangka panjang. Tantangan yang dihadapi oleh warung Madura dengan semakin maraknya kemunculan toko modern yang mudah untuk ditemukan telah menimbulkan persaingan. Namun para pengelola warung Madura telah memiliki strategi-strategi yang digunakan untuk mengembangkan dan mempertahankan usaha agar bisa lebih unggul dibandingkan toko modern atau warung lainnya. Selain itu, dalam mendukung keberlanjutan warung Madura, pengelola warung Madura telah menjalin hubungan yang baik dengan jaringan pengelola warung Madura lainnya, supplier, pemilik warung lokal, dan masyarakat setempat sebagai konsumen.
PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL AKTIVITAS NONGKRONG MAHASISWA DI RENON, BALI Amput, Albertus Gianino; Nugroho, Wahyu Budi; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji aktivitas nongkrong mahasiswa di Renon dalam perspektif tindakan sosial berserta implikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksplanatif. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ialah tindakan sosial rasionalitas dari Max Weber. Hasil penelitian mengungkap bahwa motif dan tujuan mahasiswa dalam aktivitas nongkrong berbeda dan berdampak pada mahasiswa itu sendiri. Setiap tindakan mahasiswa berupa subjektif sehingga tidak bisa dipandang dari sudut manapun selain sudut pandang pelaku aktivitas nongkrong yakni mahasiswa. Lebih jauh ditemukan bahwa aktivitas nongkrong terdapat delapan informan terkategori dalam rasionalitas instrumental, sementara terdapat empat terkategori dalam rasionalitas instrumental dan rasionalitas tradisional, kemudian terdapat tiga terkategori sebagai rasionalitas afeksi. Ditemukan dampak nongkrong terhadap mahasiswa antara lain; (1) menambah relasi, (2) belajar bersosialisasi, (3) menambah pemikiran-pemikiran baru, (4) membentuk kepribadian, (5) semakin intim dalam berteman, (6) menghilangkan rasa bosan, dan (7) self healing. Kata kunci: nongkrong, mahasiswa, dan tindakan sosial rasionalitas.
RASIONALISASI KRAMA DESA ADAT DLOD TUKAD BATUBULAN MENETAP DI TANAH PEKARANGAN DESA Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memaparkan dan menganalisis rasionalisasi krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan di tengah kehidupan modern saat ini yang serba praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pisau bedah dalam menganalisis fenomena yang terjadi adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Hasil penelitian di lapangan mengungkapkan bahwa terdapat empat rasionalitas yang mendasari alasan krama desa Adat Dlod Tukad Batubulan memilih menetap di tanah pekarangan desa dengan beban tanggung jawab ayahan pada desa adat, yang terdiri atas rasionalitas nilai, rasionalitas instrumental, tindakan tradisional dan tindakan afektif. Lebih jauh, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Desa Adat Dlod Tukad Batubulan yang merupakan desa adat anyar di Bali tidak sepenuhnya menggunakan pengaturan otoritas tradisional dalam menjalankan pemerintahannya, terkhusus pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan modern saat ini. Kata kunci: Desa adat, rasionalisasi, tanah desa.
JUDI DARING DALAM PERGAULAN SOSIAL REMAJA KOTA DENPASAR Saputra, Bagus Dwi; Tamim, Imron Hadi; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena judi daring di kalangan remaja di Kota Denpasar dengan fokus pada pengaruh pergaulan sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan adalah teori kognitif sosial oleh Albert Bandura sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja terlibat dalam aktivitas judi daring karena pengaruh pergaulan sosial dari teman sebaya. Meskipun demikian, alasan individu untuk terus bermain judi daring dapat bervariasi, yakni sebagai hiburan semata, mencari keuntungan finansial secara instan, atau untuk menguji kemampuan analisis mereka terhadap data pertandingan, terutama dalam konteks judi olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa pergaulan sosial memiliki peran penting dalam membentuk perilaku judi daring pada remaja di Kota Denpasar.
AKTIVITAS MEMANCING IKAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI WAKTU LUANG Pratama, Agus Elfa; Kamajaya, Gede; Nugroho, Wahyu Budi; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada fenomena aktivitas waktu luang yang dimanfaatkan masyarakat untuk memancing ikan di Taman Pancing, Denpasar dan juga Dermaga Kedonganan, Kuta. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis pemanfaatan waktu luang yang digunakan masyarakat untuk memancing beserta relasinya terhadap berbagai aspek kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksplanatif. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian adalah sosiologi waktu luang dari John Wilson. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa aktivitas memancing merupakan aktivitas waktu luang yang berkaitan dengan kesenangan dan ketenangan pribadi yang bersifat subjektif. Aktivitas memancing ikan yang dilakukan sebagai media rekreasi oleh masyarakat di waktu luang pada akhirnya memiliki relasi yang kuat terhadap beberapa aspek seperti pekerjaan, keluarga, siklus hidup dan stratifikasi sosial. Pekerjaan di sektor informal cenderung lebih leluasa beraktivitas memancing karena jam kerja yang tidak terlalu mengekang. Kemudian sesekali para pemancing mengajak anggota keluarga menghabiskan waktu luang bersama untuk melanggengkan aktivitas memancing. Perihal siklus hidup seseoarang berwaktu luang, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, karir masa depan dan juga semangat muda. Selanjutnya stratifikasi sosial dalam aktitivas memancing lebih kepada bagaimana cara memancing dan juga peralatan yang cenderung mahal, memancing dengan media perahu ke tengah laut akan berbeda dengan memancing sekadar di pinggiran. Biaya akan jauh lebih mahal memancing dengan sarana perahu, diikuti dengan peralatan yang mahal pula dibandingkan dengan peralatan untuk memancing di pinggiran.
Tradisi Mebuug-Buugan Desa Adat Kedonganan pada Era Globalisasi Febriyantari, Ni Kadek; Punia, I Nengah; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.125

Abstract

This research focuses on the mebuug-buugan tradition, a tradition of self purification which has deep spiritual and sociological meaning. This tradition is carried out once a year on the Ngembak Geni ceremony. The aim of this research is to explain and analyze the meaning of the mebuug-buugan tradition, as well as to understand the mebuug-buugan tradition in depth from the people who participate directly. This research uses a research method with a qualitative descriptive approach. The theory that is the tool of analysis in this research is Alfred Schutz's phenomenological theory. The results of this research suggest that the mebuug-buugan tradition is a religious ceremony that has deep meaning for the people of Kedonganan Traditional Village. In the era of globalization, the mebuug-buugan tradition has undergone several reconstructions, but the essence and original values ​​of this tradition are still maintained. Efforts to maintain the authenticity of traditions and adapt them to modern contexts are a challenge faced by various cultures throughout the world in the era of globalization. The mebuug-buugan tradition reflects the local wisdom of the Kedonganan Traditional Village community. This tradition is not only a means of entertainment, but also has deep spiritual and social meaning, depicting the solidarity and togetherness of village residents and maintaining balance between humans and nature. Abstrak Penelitian ini berfokus pada tradisi mebuug-buugan yakni sebuah tradisi penyucian diri yang memiliki makna spiritual dan sosiologis yang mendalam. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tepat pada hari raya ngembak geni. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan dan menganalisis mengenai makna dari tradisi mebuug-buugan, serta untuk memahami tradisi mebuug-buugan secara mendalam dari masyarakat yang berpartisipasi secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang menjadi pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Hasil dalam penelitian ini mengemukakan bahwa tradisi mebuug-buugan merupakan upacara keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Adat Kedonganan. Pada era globalisasi, tradisi mebuug-buugan telah mengalami beberapa rekonstruksi, namun esensi dan nilai-nilai asli dari tradisi ini tetap dipertahankan. Upaya untuk menjaga otentisitas tradisi menyesuaikan dengan konteks modern merupakan tantangan yang dihadapi oleh beragam budaya diseluruh dunia dalam era globalisasi. Tradisi mebuug- buugan mencerminkan kearifan lokal masyarakat Desa Adat Kedonganan, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam, menggambarkan solidaritas dan kebersamaan warga desa serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Kata Kunci : Mebuug-buugan, Fenomenologi, Nyepi, Makna Tradisi Mebuug- buugan
Pengaruh Perilaku Konsumtif Komunitas Penggemar NCT (NCTzen Bali) Terhadap Loyalitas Sebagai Penggemar Maheswari, Anak Agung Diah; Aditya, I Gst. Ngr. A. Krisna; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.133

Abstract

The K-Pop phenomenon makes it easy for fans to spend money to buy things related to their idols. K-pop fans easily spend money on their idols based on desire, pleasure, satisfaction, and to show their loyalty as fans. This behavior can be called consumptive behavior. This research aims to determine the influence of consumer behavior on loyalty among fans of the South Korean boygroup NCT. The sample in this research was 75 fans who were members of the NCTAZENBALI community. Data analysis techniques use Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test, Simple Linear Regression Test, T Test, and Coefficient of Determination. The results of the tcount test at a margin of error of 5% show a consumptive behavior of 21,452. This means that there is a significant positive relationship between consumer behavior and someone's loyalty as an NCT fan in Bali. The strength of the relationship formed is at a very strong level with an R of 0.929. Meanwhile, the regression equation model obtained is Y = -6.709 + 0.364X. The resulting coefficient of determination is 86.3%, which is the percentage contribution of variable X to variable Y. Meanwhile the other 13.7% is explained by other factors. Abstrak Fenomena K-Pop membuat penggemarnya mudah mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang berkaitan dengan idolanya. Penggemar K-pop dengan mudah mengeluarkan uang untuk idolanya didasari oleh keingan berlebih, kesenangan, memberikan kepuasan, dan demi menunjukkan loyalitas mereka sebagai penggemar. Perilaku inilah yang dapat disebut sebagai perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumtif terhadap loyalitas pada penggemar boygroup asal Korea Selatan NCT. Sampel pada penlitian ini adalah penggemar yang tergabung dalam komunitas NCTAZENBALI sebanyak 75 orang. Teknik analisis data menggunakan Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linier Sederhana, Uji T, dan Koefisien Determinasi. Hasil pengujian thitung pada margin error 5% menunjukkan perilaku konsumtif sebesar 21,452. Hal ini memiliki arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan positif antara perilaku konsumtif dan loyalitas seseorang sebagai penggemar NCT di Bali. Adapun kekuatan hubungan yang terbentuk adalah berada pada tingkatan yang sangat kuat dengan R sebesar 0,929. Sedangkan model persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -6,709 + 0,364X. Koefisien determinasi yang dihasilkan adalah sebesar 86,3% yang merupakan persentasi kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Sementara itu 13,7% lainnya dijelaskan oleh faktor lain. Kata Kunci: Penggemar K-pop, NCT, Loyalitas, Perilaku Konsumtif