Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengenalan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Menggunakan Media Game Virtual Kepada Siswa SMA Angkasa Pattimura Ambon Bahri, Samsul; Ramadhan, Aditya; Zulfiah, Zulfiah; Kololu, Micky; Aponno, Sanny Virginia; Elake, Alexander Yosep
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i1.200

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerentanan bencana tinggi, khususnya gempa bumi, memerlukan upaya mitigasi yang komprehensif. Fokus program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana kepada siswa SMA Angkasa Pattimura, Ambon menggunakan media game virtual. Dalam pelaksanaannya, program ini mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate) sebagai metode pengembangan. Tahap analisis melibatkan pemahaman terhadap peserta didik, tujuan instruksional, pengembangan instruksional, dan tujuan pembelajaran. Desain media virtual game menggunakan software articulate storyline 3 dengan komponen utama, seperti pendahuluan, materi, virtual game, dan kuis. Implementasi dilakukan di SMA Angkasa Ambon pada Oktober 2022, dengan evaluasi berupa hasil kuis dan wawancara. Hasil program menunjukkan bahwa media virtual game mitigasi bencana gempa bumi berhasil dikembangkan dengan baik dan dapat diakses melalui laptop atau smartphone. Penyampaian materi kepada siswa SMA Angkasa Pattimura Ambon berlangsung interaktif dan diikuti oleh 34 siswa. Evaluasi berdasarkan hasil kuis menunjukkan pemahaman yang memuaskan dari siswa terkait mitigasi bencana gempa bumi. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait mitigasi bencana gempa bumi. Program ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian saat terjadi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Studi Perbandingan Prediksi Panjang Garis Pantai di Teluk Ambon dalam Menggunakan OBIA (Object-Based Image Analysis) Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.10-17

Abstract

Teluk Ambon Dalam (TAD) merupakan salah satu bentang alam di Pulau Ambon. Garis pantainya dimulai dari Tanjung Martafons sampai Galala. Kedalaman maksimum Teluk Ambon Dalam kurang lebih 45 meter. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengaplikasikan penggunaan metode OBIA berbasis aturan (rule-based) melalui studi perbandingan prediksi panjang garis pantai di Teluk Ambon Dalam dengan cara melakukan pemisahan antara batas air dan daratan. Kajian perbandingan prediksi panjang garis pantai dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 multitemporal. Interpretasi visual dilakukan dengan menggunakan band merah pada citra. Nilai piksel pada band merah menjadi input dalam proses interperetasinya. Hasil yang diperoleh dari hasil interpretasi data citra menunjukkan bahwa panjang garis pantai pada tahun 2013, 2018 dan 2023 secara berturut-turut adalah 19,950 km, 19,620 km, dan 20,730 km. Hasil menunjukkan bahwa dari perbandingan prediksi panjang garis pantai mengalami perubahan yang tidak signifikan. Akhirnya, metode OBIA berbasis aturan dapat menjadi salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mendelineasi garis pantai yang diprediksi dapat mengalami perubahan berdasarkan hasil perbandingan yang diperoleh secara multitemporal.
Visualisasi Grafik Tiga Dimensi (3D) untuk Informasi pada Simulasi Topografi di Lingkungan Pura Siwa Stana Giri, Kota Ambon dengan Menggunakan Algoritma Berbasis Aturan Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 2 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.2.65-72

Abstract

Negeri Nusaniwe merupakan adalah satu desa yang berada di Kota Ambon yang daerahnya banyak ditemui perbukitan yang salah satunya berada tepat di atas lahan kawasan tempat ibadah yaitu Pura Siwa Stana Giri. Topografi di lokasi tersebut dapat dieksplorasi dengan cara survei topografi seperti pengambilan titik lokasi dari ketinggian tertentu dari dasar bukit menuju ke puncak bukit terutama dalam mengetahui bidang miring yang membentang di lereng bukit. Representasi data dapat disajikan dalam model grafik 3D untuk dapat berpikir secara spasial terutama dalam memahami peta dengan melihat objek dari berbagai sudut pandang. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan grafik 3D yang mensimulasikan topografi bukit yang berada di lingkungan Pura Siwa Stana Giri menggunakan algoritma berbasis aturan dari MATLAB. Alur kerja dimulai dari persiapan data (langkah dari konsep hingga visualisasi) hingga penyajian data untuk desain peta 3D. Saat membuat visualisasi 3D, tentunya sejumlah tantangan akan dihadapi khususnya terkait pemilihan sudut pandang. Algoritma dapat memvisualisasikan grafik 3D dengan cukup baik untuk menunjukkan bidang miring lereng bukit. Topografi permukaan bidang lereng dapat diprediksi berdasarkan modelnya melalui simulasi. Rancangan model topografi disajikan dalam bentuk grafik 3D yang kemudian divertifikasi hasil prediksinya. Hasil yang diperoleh, model topografi dapat digambarkan dengan menginput variabel nilai khususnya nilai ketinggian di lokasi bukit dan jarak kemiringan di lereng bukit. Masalah teknis visualisasi data 3D tentu dapat ditemui saat melakukan simulasi penggambaran topografi bidang miring pada lereng bukit.
Studi Perbandingan Prediksi Panjang Garis Pantai di Teluk Ambon dalam Menggunakan OBIA (Object-Based Image Analysis) Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 1 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.1.10-17

Abstract

Teluk Ambon Dalam (TAD) merupakan salah satu bentang alam di Pulau Ambon. Garis pantainya dimulai dari Tanjung Martafons sampai Galala. Kedalaman maksimum Teluk Ambon Dalam kurang lebih 45 meter. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengaplikasikan penggunaan metode OBIA berbasis aturan (rule-based) melalui studi perbandingan prediksi panjang garis pantai di Teluk Ambon Dalam dengan cara melakukan pemisahan antara batas air dan daratan. Kajian perbandingan prediksi panjang garis pantai dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 multitemporal. Interpretasi visual dilakukan dengan menggunakan band merah pada citra. Nilai piksel pada band merah menjadi input dalam proses interperetasinya. Hasil yang diperoleh dari hasil interpretasi data citra menunjukkan bahwa panjang garis pantai pada tahun 2013, 2018 dan 2023 secara berturut-turut adalah 19,950 km, 19,620 km, dan 20,730 km. Hasil menunjukkan bahwa dari perbandingan prediksi panjang garis pantai mengalami perubahan yang tidak signifikan. Akhirnya, metode OBIA berbasis aturan dapat menjadi salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mendelineasi garis pantai yang diprediksi dapat mengalami perubahan berdasarkan hasil perbandingan yang diperoleh secara multitemporal.
Visualisasi Grafik Tiga Dimensi (3D) untuk Informasi pada Simulasi Topografi di Lingkungan Pura Siwa Stana Giri, Kota Ambon dengan Menggunakan Algoritma Berbasis Aturan Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 1 No 2 (2023): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.1.2.65-72

Abstract

Negeri Nusaniwe merupakan adalah satu desa yang berada di Kota Ambon yang daerahnya banyak ditemui perbukitan yang salah satunya berada tepat di atas lahan kawasan tempat ibadah yaitu Pura Siwa Stana Giri. Topografi di lokasi tersebut dapat dieksplorasi dengan cara survei topografi seperti pengambilan titik lokasi dari ketinggian tertentu dari dasar bukit menuju ke puncak bukit terutama dalam mengetahui bidang miring yang membentang di lereng bukit. Representasi data dapat disajikan dalam model grafik 3D untuk dapat berpikir secara spasial terutama dalam memahami peta dengan melihat objek dari berbagai sudut pandang. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan grafik 3D yang mensimulasikan topografi bukit yang berada di lingkungan Pura Siwa Stana Giri menggunakan algoritma berbasis aturan dari MATLAB. Alur kerja dimulai dari persiapan data (langkah dari konsep hingga visualisasi) hingga penyajian data untuk desain peta 3D. Saat membuat visualisasi 3D, tentunya sejumlah tantangan akan dihadapi khususnya terkait pemilihan sudut pandang. Algoritma dapat memvisualisasikan grafik 3D dengan cukup baik untuk menunjukkan bidang miring lereng bukit. Topografi permukaan bidang lereng dapat diprediksi berdasarkan modelnya melalui simulasi. Rancangan model topografi disajikan dalam bentuk grafik 3D yang kemudian divertifikasi hasil prediksinya. Hasil yang diperoleh, model topografi dapat digambarkan dengan menginput variabel nilai khususnya nilai ketinggian di lokasi bukit dan jarak kemiringan di lereng bukit. Masalah teknis visualisasi data 3D tentu dapat ditemui saat melakukan simulasi penggambaran topografi bidang miring pada lereng bukit.
Ekstraksi Fitur Objek Tutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi (Studi Kasus : Daerah Desa Argomulyo, Yogyakarta) Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul
Tanah Goyang : Jurnal Geosains Vol 2 No 2 (2024): Tanah Goyang : Jurnal Geosains
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tanahgoyang.2.2.100-107

Abstract

Citra beresolusi tinggi merupakan generasi terbaru dalam teknologi penginderaan jauh yang menawarkan daya tarik lebih besar, memberikan peluang baru, dan memungkinkan pemetaan serta estimasi area tutupan lahan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan citra beresolusi menengah maupun rendah. Klasifikasi citra adalah sebuah proses yang digunakan untuk menghasilkan model peta tematik berdasarkan data citra satelit. Tema yang dihasilkan dapat mencakup berbagai kategori, seperti: lahan, vegetasi, dan air permukaan untuk gambaran umum wilayah pedesaan, hingga klasifikasi yang lebih spesifik. Ekstraksi fitur adalah suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh atribut atau karakteristik spesifik dari sebuah objek, di mana hasil dari proses ini akan dianalisis lebih lanjut pada tahap selanjutnya. Kajian ini memusatkan perhatian pada proses ekstraksi fitur dari dataset citra, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengklasifikasikan objek berdasarkan jenis tutupan lahannya. Kajian ekstraksi fitur dilakukan dengan menggunakan data citra satelit Pleiades. Interpretasi visual dilakukan dengan menggunakan komposit band merah, band hijau, band biru serta band NIR yang dipadukan dengan band pankromatik. Nilai piksel menjadi data input dalam proses interpretasinya. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi fitur efektif untuk mengklasifikasi tutupan lahan sesuai dengan kelas yang telah ditentukan.
Pelatihan Metode Geolistrik Untuk Mendukung Pembelajaran Teknik Eksplorasi Bawah Permukaan Kepada Siswa Kejuruan Geologi Pertambangan Jaya, Gede Wiratma; Zulfiah; Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul; Rusmin, Yusril Jibran Rusady; Patty, Kayra Faith Love; Rivenia, Felisia Miselva; Melsano F. Nurue; Batlolona, Yohanis Toni; Sukri, Muh. Riswan Anas
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12947

Abstract

The province of Maluku has a rich potential of natural resources, particulary for metallic mineral such as gold and copper. To map this potential, human resources with competence in exploration engineering are needed. In 2017, SMK PGRI Ambon opened a new major in geological mining to prepare human resource who are ready to contribute to managing the mineral resources in Maluku Province. However, due to the lack of competence in subsurface exploration techniques, the Community Service team has partnered with SMK PGRI Ambon to support the competence of geological mining students in the field of subsurface exploration technique. This community service program uses the Service Learning method, which consists of several stages: 1) coordination, 2) activity preparation, 3) theoretical training on geoelectric method, 4) practical sessions on the geoelectrical method, and 5) evaluation of training results. The community service program was attended by 31 geological mining students from grades X to XII. The theoretical training and practical sessions on the geoelectric method were conducted on August 19-20, 2025. For the training session, the community service team provided theoretical material on the geoelectric method. For the practical session, students were taught how to use geoelectric equipment. Subsequently, they were also given material on processing geoelectric data and interpreting subsurface layers. The evaluation results indicate that the theoretical training on the geoelectric method successfully improved knowledge competence, with the average knowledge score increasing from 43.23 to 62.58. This community service activity has directly contributed to assisting SMK PGRI Ambon in providing knowledge and skills to its geological mining students.
Identifikasi dan Prediksi Zona Rawan Bencana Banjir di Daerah Pesisir Kecamatan Teluk Ambon Baguala Aditya Ramadhan; Bahri, Samsul; Multi, Warni; Kotarumalos, Sitti Hafsa; Limehuwey, Resti
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.6559

Abstract

Ambon City, located in the Maluku Province, is experiencing rapid development. This rapid development has resulted in an increasing number of areas that should absorb water being covered by roads and buildings, leading to a decrease in water absorption into the ground and frequent flooding in several areas around the coast. This is due to the drastic increase in rainwater volume, which exceeds the capacity of drainage channels (culverts) and ultimately leads to flooding in rivers. Identifying flood-prone areas is crucial for estimating the potential impact of flooding. The results can be one of the flood mitigation efforts in the area. Geographic Information Systems (GIS) can be a solution for obtaining information on identifying and predicting flood-prone areas by creating, transforming, and analyzing field observation data into maps that show flood-prone areas. In this study, various factors and variables were collected and adjusted with specific considerations drawn from multiple references and reference materials to identify and predict flood vulnerability in the area. The analysis indicates that 5.98% of the coastal area in Teluk Ambon Baguala District has a very high vulnerability to flooding, while 58.89% of the coastal area is characterized by a high level of vulnerability to flooding.
IDENTIFIKASI POTENSI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DAERAH AMBON MALUKU Multi, Warni; Limehuwey, Resti; Patty, Philipus J; Kotarumalos, Sitti Hafsa; Ramadhan, Aditya; Sukri, M. Riswan Anas
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.351

Abstract

Identifikasi bidang gelincir telah dilakukan di Batu Koneng, Kota Ambon dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menginterpretasi lapisan batuan bawah permukaan di area penelitian melalui nilai resistivitas guna mengetahui adanya potensi bidang gelincir yang menyebabkan longsor. Data pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang 110 m yang pengolahan datanya menggunakan software Res2Dinv. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdeteksi litologi lempung dengan variasi nilai resistivitas 8,77-24,9 Ωm. Sedangkan lapisan lain diduga sebagai batu gamping dengan variasi nilai resistivitas 23,0-70,1 Ωm. Bidang gelincir diduga berupa lapisan lempung yang terdeteksi pada semua penampang lintasan, untuk penampang 1 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 6,76 m, untuk penampang 2 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 8 m. Sedangkan pada penampang 3 pada kedalaman 1,25 m hingga 11 m dan penampang 4 menjadi lapisan yang paling dalam yaitu 1,25 m hingga 24 m.
Analisis Kestabilan Lereng Sekitar Pura Siwa Stana Giri Ambon Dengan Metode Rock Mass Rating Zulfiah, Zulfiah; Bahri, Samsul; Jaya, Gede Wiratma; Ramadhan, Aditya; Kololu, Micky
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.6878

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi pada lereng perbukitan maupun pengunungan. Kota Ambon didominasi wilayah perbukitan sekitar 73%, sehingga termasuk wilayah yang rawan bencana longsor. Wilayah perbukitan yang menjadi perhatian pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah bukit yang berada di sekitaran Pura Siwa Stana Giri Ambon. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi massa batuan di sekitar Pura. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai akibat tingginya intensitas curah hujan. Kestabilan lereng merupakan suatu kondisi dimana lereng tersebut dalam keadaan yang mantap atau stabil terhadap suatu bentuk dan dimensi lereng. Kegiatan ini terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pengamatan dan pengukuran bidang-bidang diskontinuitas di lereng bukit sekita Pura dan pengolahan data di laboratorium. Pengambilan data lapangan menggunakan metode scanline. Metode pengolahan data yang digunakan dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan geologi dengan metode rock mass rating (RMR). Kegiatan ini memberikan informasi mengenai kondisi lereng perbukitan sekitar Pura. Berdasarkan hasil analisis, lereng tersebut termasuk dalam kelas III yang tergolong dalam klasifikasi massa batuan dengan tingkat sedang. Adapun nilai RMR adlah 52.