Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sekolah Tangguh Bencana : Edukasi Kebumian untuk Generasi Tangguh Limehuwey, Resti; Kotarumalos, Sitti Hafsa; Gultom, Rimawanto; Multi, Warni; Patty, Philipus Josepus; Ramadhan, Aditya; Bahri, Samsul
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.901

Abstract

Abstrack Sekolah Tangguh Bencana : Edukasi Kebumian untuk Generasi Tangguh
Penerapan Geolistrik dan Sistem Distribusi Air untuk Produksi Bata Berkelanjutan di Dusun Omputty, Kota Ambon Nggolaon, Delpina; Silahooy, Stevi; Aditya Ramadhan; Samsul Bahri; Zulfiah; Gede Wiratma Jaya
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.310

Abstract

Pengrajin batu bata di Dusun Omputty, Kota Ambon, menghadapi kendala keterbatasan air yang selama ini hanya bergantung pada tampungan air hujan. Kondisi ini menyebabkan produksi tidak stabil, khususnya pada musim kemarau. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi geolistrik dalam menentukan lokasi potensial sumber air tanah dan membangun sistem distribusi yang efisien guna mendukung produksi bata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah community development melalui sosialisasi, pelatihan, pengukuran geolistrik, pengeboran, pemasangan sistem distribusi, serta evaluasi. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan adanya akuifer potensial pada kedalaman ± 9 meter yang aman dari intrusi air laut. Pengeboran berhasil mendapatkan sumber air tanah yang stabil, kemudian dialirkan melalui pompa menuju profil tank berkapasitas 2.200 liter dan disalurkan ke kolam pencampuran. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana produksi kelompok pengrajin meningkat dari rata-rata 3.000 bata per minggu menjadi 4.250 bata per minggu (naik ±41,67%). Dengan tersedianya air yang stabil, proses produksi dapat berlangsung konsisten dan lebih efisien. Program ini memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha pengrajin bata di Dusun Omputty.
Pembuatan Peta Potensi Airtanah Di Dusun Batu Badiri Sebagai Upaya Menuju Ketahanan Air Gede Wiratma Jaya; Afifah Thohirah; Aditya Ramadhan; Samsul Bahri; Zulfiah; Delpina Nggolaon; Stevi Silahooy
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.515

Abstract

Dusun Batu Badiri merupakan salah satu Dusun dari Desa Hatu yang terletak di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan hasil survei lapangan, masyarakat Dusun Batu Badiri masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Ketika memasuki musim kemarau, sebagian masyarakat membeli air tangki agar pasokan air bisa terpenuhi. Penggunaan air digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan unit usaha batu bata yang ada di Dusun Batu Badiri. Berdasarkan masalah tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Geologi Universitas Pattimura melakukan pemetaan potensi airtanah menggunakan metode geolistrik di Dusun Batu Badiri. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengidentifikasi kedalaman airtanah berdasarkan pengukuran geolistrik dan membuat peta potensi airtanah di wilayah Dusun Batu Badiri. Tahapan kegiatan pengabdian terdiri dari 5 tahapan, yaitu 1) persiapan, 2) pengukuran geolistrik, 3) pengolahan data geolistrik, 4) pembuatan peta potensi airtanah, dan 5) sosialisasi. Untuk pengukuran geolistrik menggunakan konfigurasi elektroda Schlumberger di 14 titik lokasi yang sudah ditentukan. Hasil pengukuran geolistrik telah berhasil mengidentifikasi kedalaman airtanah pada rentang kedalaman 5-85 m. Peta potensi airtanah telah berhasil dibuat menggunakan software QGIS dengan menampilkan posisi lokasi pengambilan data geolistrik. Peta tersebut juga dilengkapi dengan titik koordinat dan data kedalaman airtanah. Adanya peta ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Hatu dan masyarakat di wilayah Dusun Batu Badiri dalam menentukan lokasi calon sumur bor yang potensial sebagai sumber air.
Implementasi Kuliah Lapangan Geofisika Sebagai Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat Untuk Identifikasi Manifestasi Sumber Panas Bumi di Daerah Tulehu Warni Multi; Phillipus J Patty; Resti Limehuwey; Sitti Hafsa Kotarumalos; Rimawanto Gultom; Aditya Ramadhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.1890

Abstract

With the advancement of technology in the earth sciences, the identification, investigation, and interpretation of subsurface conditions to identify natural resources beneath the surface has become easier. Geophysical technology is a powerful method to support this process. Using currently popular geophysical methods, this is not difficult to accomplish. The geomagnetic method, in particular, is a well-established geophysical method in the exploration world. This method is highly sensitive to vertical changes in the subsurface, making it highly suitable for application, particularly in geophysical fieldwork, to identify hot springs. It is hoped that students, the community service team, the community, and the Tulehu regional government will experience the positive impact of this program. As is known, the Tulehu region boasts abundant natural resources, yet they remain largely unexplored. Therefore, through the implementation of geophysical fieldwork as a community service activity, these manifestations can be properly investigated. In fact, with the application of geophysical applications, hot springs have been identified at several locations. This location has become iconic in education (geological-geophysical studies) and for tourism (geotourism) as a learning reference. In the future, the community service team hopes to continue developing other activities and innovations using a geophysical approach so that they can have a positive impact on various general audiences.