Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Evidence Of Law

TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK Oleh WARTAWAN MELALUI MEDIA SOSIAL Amalia, Rifda; Setyorini, Erny Herlin
Journal Evidence Of Law Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Evidence Of Law (Agustus)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v2i2.351

Abstract

Developments regarding technology and information are illustrated by the existence of internet media devices that can be controlled by electronic devices including computers. Technology has an important impact on the understanding of criminal acts, especially schools of criminology which emphasize the object factors in the form of humans, which are seen physically and psychologically. One of the crimes by abusing technological advances that are electronic and information is defamation of the good name of other parties on social media through electronic media devices. Freedom of opinion is seen in Article 28 (1) of the 1945 Constitution of the Unitary State of the Republic of Indonesia. However, there are also prohibitions to prevent defamation. The arrangement is contained in the Criminal Code (KUHP). There are also various laws providing regulations regarding acts of defamation of names. In addition to the lex generalis provisions in criminal law, there are also lex specialis provisions in non-criminal law, namely Law number 19 of 2016 concerning amendments to Law number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions, Law Number 40 of 1999 concerning the Press, and Law Number 32 of the year 2002 Regarding Broadcasting.
Pertanggung Jawaban Pidana Orang Tua yang Memperdagangkan Anak Kandungnya Sendiri Wahaning, Adelia Arya; Setyorini, Erny Herlin
Journal Evidence Of Law Vol. 3 No. 2 (2024): Journal Evidence Of Law (Agustus)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v3i2.399

Abstract

Anak-anak dianggap sebagai generasi penerus bangsa, memiliki peran penting dalam memajukan negara. Oleh karena itu, hak-hak anak perlu dilindungi agar masa depan mereka terjamin. Sayangnya, pelanggaran terhadap hak anak masih sering terjadi, termasuk dalam kasus pidana seperti perdagangan anak atau child trafficking, yang terkadang dilakukan oleh orang tua sendiri. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk pertanggungjawaban orang tua yang terlibat dalam perdagangan anak kandungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan undang-undang, konseptual, dan analisis kasus primer serta sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban orang tua yang terlibat dalam perdagangan anak mencakup pembayaran sanksi ganti rugi, denda, serta pidana penjara atau kurungan. Sanksi-sanksi ini telah diatur dalam berbagai ketentuan perundang-undangan di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum yang melibatkan orang tua dalam tindakan kejahatan terhadap anak, membuka ruang untuk pemikiran dan perbaikan kebijakan guna melindungi hak-hak anak lebih efektif di masa depan.