Gunawan Nusanto, Gunawan
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Model Rancangan Penambangan Pasir di Hulu Sungai Gunung Berapi dalam Rangka Normalisasi Fungsi Sungai yang Berwawasan Mitigasi Bencana dan Konservasi Sumberdaya Air Nusanto, Gunawan; Nurkhamim, N
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.331 KB)

Abstract

Deposit pasir dan batu hulu sungai di lereng gunung berapi merupakan “renewable resources”. Baik dalam rangka pemanfaatan ataupun normalisasi sungai , pada umumnya pola penambangannya pada musim kemarau sering tidak memperhatikan konservasi sumberdaya air, sedangkan pada musim hujan kurang memperhatikan ancaman bencana banjir lahar. Tujuan penelitian ini adalah merancang model penambangan yang berwawasan mitigasi bencana banjir dan konservasi sumberdaya air. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan merancang penambangan dengan sistim blok, membuat kolam konservasi air, membuat area evakuasi di jalan angkut tambang. Kasus di Sungai Senowo, Desa Krinjing, Dukun, Kecamatan Magelang, analisis kestabilan lereng dengan metode Bishop menunjukkan bahwa material soil yang bercampur pasir pada tebing sungai dalam kondisi stabil. Hal ini ditunjukkan dengan Faktor Keamanan (1,403 - 2,675). Mengingat sungai di daerah kajian bertebing tinggi maka, keberadaan analisis ini akan dugunakan sebagai dasar dalam perencanaan tebing area evakuasi dan jalan tambang. Area tambang hanya diijinkan di palung sungai. Blok tambang dirancang sekitar 150 meter dengan kolam konservasi. Jalan tambang atau jalan evakuasi dibuat 3 kali lebar truk, sedangkan dimensi area evakuasi adalah sebagai berikut; panjang : (lebar truk x n) + (1x n) meter dan lebar (1,5 x panjang truk). Lokasi area evakuasi dirancang pada ketinggian minimal 2 meter diatas tinggi muka air banjir. Pada lokasi penelitian, area evakuasi dirancang pada elevasi 814 m dpl pada area dekat checkdam hilir dan elevasi 868 m dpl untuk area dekat checkdam hulu.
PENDEKATAN KUANTITATIF DALAM PENENTUAN DEBIT AIR MINE INFLOW PADA TAMBANG TERBUKA Ardinanta, Desta Nugraha; Cahyadi, Tedy Agung; Rosadi, Peter Eka; Ratminah, Wawong Dwi; Nusanto, Gunawan; Septianto, Erwin
KURVATEK Vol 10 No 2 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i2.5789

Abstract

Luapan air ke tambang terbuka merupakan tantangan signifikan dalam operasi penambangan, karena berpotensi menyebabkan gangguan teknis dan peningkatan biaya. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperkirakan total aliran masuk tambang melalui dua pendekatan. Pertama, Metode Rasional digunakan untuk menghitung limpasan permukaan. Kedua, Hukum Darcy digunakan untuk memperkirakan rembesan air tanah. Data yang digunakan mencakup parameter seperti curah hujan maksimum, daerah tangkapan air, koefisien limpasan, konduktivitas hidrolik, gradien hidrolik, dan luas penampang akuifer. Analisis menghasilkan debit limpasan permukaan maksimum sebesar 0,81 m³/detik dan rembesan air tanah sebesar 0,16 m³/detik. Total debit yang diperkirakan ke lantai tambang adalah 0,778 m³/detik, sedangkan total potensi ke seluruh area tambang mencapai 0,97 m³/detik. Perkiraan ini dapat menjadi dasar untuk perencanaan sistem drainase tambang yang efektif yang mendukung keberlanjutan operasional.
Pengaruh Tegangan Elektroda terhadap Efisiensi Pemisahan Zircon Low Grade pada High Tension Roll Separator Mirahati, Riria Zendy; Mardhatila, Fitri Ayu; Putri, Frideni Yushandiana; Titisariwati, Indun; Wiyono, Bagus; Siwidiani, Indri Lesta; Nusanto, Gunawan
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i2.16393

Abstract

Zircon low grade merupakan salah satu mineral ikutan yang memiliki nilai ekonomis namun masih mengandung banyak pengotor, sehingga diperlukan proses pemisahan yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan perolehan mineral tersebut. Salah satu metode pemisahan yang umum digunakan adalah High Tension Roll Separator (HTRS) yang memanfaatkan perbedaan sifat kelistrikan material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan elektroda terhadap efisiensi pemisahan zircon low grade pada proses HTRS yang dinyatakan melalui nilai recovery. Percobaan dilakukan dengan variasi tegangan elektroda sebesar 16 kV, 18 kV, dan 20 kV, sementara kecepatan roll dijaga konstan pada 18 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tegangan elektroda cenderung menurunkan nilai recovery zircon. Pada tegangan 16 kV diperoleh recovery tertinggi sebesar 74,44%, sedangkan pada tegangan 18 kV dan 20 kV recovery masing-masing menurun menjadi 52,78% dan 45,02%. Penurunan recovery ini diduga disebabkan oleh meningkatnya gaya elektrostatik yang menyebabkan partikel zircon ikut tertarik bersama mineral pengotor sehingga efisiensi pemisahan menurun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tegangan elektroda berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pemisahan zircon low grade pada High Tension Roll Separator, dengan kondisi optimum pada tegangan 16 kV untuk kecepatan roll 18 Hz.