Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Progeam Merdeka Belajar Kampus Merdeka Oleh Pimpinan Universitas Paramadina (UPM) Handi Risza; Fatchiah Kertamuda; Retno Hendrowati; Johan Ramadhan Nurwardana; Diaz Ramadhani
Jurnal Manajemen dan Bisnis Madani Vol. 4 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/jmbm.v4i1.578

Abstract

Penelitian ini membahas tentang evaluasi pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh pimpinan Universitas Paramadina. Program MBKM merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempersiapkan mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Setelah dilakukan sosialisasi dan dilaksanakan selama satu semester, program MBKM perlu dilakukan evaluasi pelaksanaanya oleh pimpinan universitas. Pertama, pemahaman pimpinan universitas terhadap Program MBKM. Kedua, Kebijakan pimpinan universitas mempersiapkan pelaksanaan MBKM. Ketiga, pelaksanaan program MBKM. Keempat, manfaat program MBKM dan Kelima, faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan MBKM. Keberhasilan program MBKM akan sangat tergantung dari respon pimpinan universitas dalam mengetahui, mempersiapkan dan menjalankan kebijakan dengan tata kelola dan dukungan sumber daya yang baik. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan evaluasi program. Metode pengumpulan data menggunakan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan dengan mencatat informasi penting dan relevan berdasarkan urutan kejadian. Pimpinan universitas Paramadina sudah memahami program MBKM dan mempersiapkan kebijakan dan sumber daya pendukung untuk pelaksanaan program MBKM ditingkat universitas.
KETERBUKAAN DIRI DALAM INTERAKSI SOSIAL: STUDI PADA INDIVIDU USIA PRODUKTIF PENDERITA LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (LES) Johan Nurwardana; Fadli Rahman
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13 No 02 (2022)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v13i02.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keterbukaan diri dalam melakukan interaksi sosial pada individu usia produktif penderita penyakit autoimun Lupus Eritematosus Sistemik atau LES (Systemic Lupus Erythemathosus). Penyakit autoimun merupakan penyakit dimana antibodi yang secara fisiologis berfungsi melindungi tubuh dari serangan kuman penyakit justru tidak mengenali tubuh dan kemudian antibodi tersebut berbalik menyerang tubuh. Gejala penyakit Lupus pada umumnya kerontokan rambut, kelelahan yang sangat terasa, demam yang sering, serta perubahan warna jari tangan atau anggota tubuh lain menjadi pucat, dari ungu kebiruan ke kemerahan sebagai akibat dari penyempitan pembuluh darah. Penyakit LES juga berdampak pada kondisi psikologis yang pada umumnya berupa depresi, putus asa, rendah diri, dan merasa tidak akan sembuh. Kondisi tersebut terjadi karena penyakit LES terjadi tanpa ada gejala yang tetap dan hasil diagnosa tidak pasti sehingga sering disebut sebagai penyakit seribu wajah, dan terjadi dalam rentang waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, wawancara dilakukan pada subyek penderita LES serta dilengkapi wawancara pada informan yang merupakan significant others dari subyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek membutuhkan proses serta waktu yang cukup lama untuk menerima kenyataan bahwa LES sebagai penyakit autoimun pada waktu tersebut belum dipahami oleh masyarakat secara umum, sehingga terjadi penilaian yang tidak tepat dan insensitivitas secara psikologis terhadap kondisi subyek oleh lingkungan sosial terdekat. Setelah beberapa tahun, secara bertahap subyek mulai menerima kondisi yang ada dan lebih bisa melakukan interaksi secara terbuka dimulai dari lingkungan sosial terdekat yaitu keluarga. Keterbukaan diri dalam melakukan interaksi sosial lebih terkait dengan kondisi fisik, kondisi psikologis, reaksi emosi yang dominan, dan hal-hal lain yang merupakan substansi umum maupun substansi privat.
Hubungan Self-Esteem Dengan Schadenfreude Pada Suporter Klub-Klub Sepak Bola Liga Inggris di Indonesia Abdul Ro'uf; Johan Ramadhan Nurwardana
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14 No 01 (2023)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v14i01.614

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara self-esteem dengan schadenfreude pada suporter klub-klub sepak bola liga Inggris di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain non-eksperimental. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik accidental sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 139 orang dengan pembagian 40 orang untuk pilot study dan 99 orang untuk field study. Penelitian ini menggunakan alat ukur self-esteem yang diadaptasi dari alat ukur state self-esteem scale dan alat ukur schadenfreude yang diadaptasi dari schadenfreude scale yang dikembangkan oleh Crysel & Webster (2018). Data penelitian kemudian diolah dengan menggunakan teknik statistik Pearson Product-Moment Correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang negatif (r= -0,588) dan signifikan (0,000 (P<0,05)) antara self-esteem dan schadenfreude pada suporter klub-klub sepak bola liga Inggris di Indonesia.
SENSE OF COHERENCE MAHASISWA DI DKI JAKARTA Sofia Tri Putri; Saputra, Dinar; Nurwardana, johan Ramadhan; Wulandari, Devi; Maria, Madonna La; Lestari, Maya Gita
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v14i02.823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sense of Coherence (SOC) pada mahasiswa di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah mixed method yang mencakup metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah studi deskriptif dengan instrumen pengukuran Sense Of Coherence (SOC) Scale-13 yang diadaptasi dari Antonovsky. Sementara itu, metode kualitatif yang digunakan adalah wawancara.  Responden penelitian merupakan 183 mahasiswa yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Hasil pada penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa 49 responden memiliki sense of coherence yang rendah (26.8%), 88 responden memiliki sense of coherence sedang (48.1%), dan 46 responden memiliki sense of coherence yang tinggi (25.1%). Hasil dari penelitian kualitatif menjelaskan adanya beberapa faktor yang memengaruhi sense of coherence, yaitu dukungan rekan kuliah dan pihak di lingkungan universitas, kemampuan menjalin dan menjaga relasi dengan rekan kuliah, serta fleksibilitas dalam menghadapi perubahan situasi perkuliahan.
Pemikiran Abstrak Pada Mahasiswa Nurwardana, Johan; Ningsih, Elis Yulia
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 15 No 01 (2024)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v15i01.928

Abstract

Peneliti ingin mengetahui pola berpikir abstrak pada mahasiswa terkait dengan proses pembelajaran, dimana berpikir abstrak berkaitan erat dengan perencanaan jangka panjang yang memerlukan komponen rinci serta aspek konsekuensi dan evaluasi jika diperlukan. Kemampuan berpikir abstrak tergambar dari kemampuan seseorang dalam menilai dan bertindak tidak hanya secara fungsional, misalnya kursi tidak hanya dinilai sebagai tempat duduk, tetapi dalam suatu situasi, kursi juga dapat menjadi pijakan untuk memungut benda-benda tinggi. Proses pembelajaran adalah suatu proses dimana terdapat kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswa serta komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif berusia 18-25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 responden. Hasil penelitian melalui analisis tematik menunjukkan pemikiran abstrak dalam proses belajar ditunjukkan mahasiswa dengan idealisme mengenai kualitas mahasiswa, berpikir antisipatif mengenai manfaat belajar untuk masa depan mereka, serta memaknai proses belajar sebagai tahapan yang kompleks, bukan hanya sekedar mendengarkan ceramah, dan memahami sistem pendukung eksternal dalam menunjang hasil pembelajaran.
Hubungan Prokrastinasi, Budaya Ngaret dengan Agresivitas Berkendara di Wilayah Jabodetabek Melodius Yusuf Hekmatyar; Johan Ramadhan Nurwardana
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 6 No. 4 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i4.2895

Abstract

The increasing number of motor vehicles, which has led to a rise in traffic congestion and accidents on the roads, has become a common phenomenon in major cities in Indonesia. This research aims to investigate the relationship between procrastination, known as "the culture of being late," and aggressive driving in the Jabodetabek area. Procrastination, or the habit of delaying, has become a common phenomenon in Indonesian society and is often associated with aggressive behavior on the roads. This research uses the General Procrastination Scale (GPS) and the Aggressive Driving Scale to measure the levels of procrastination and aggressive driving among a sample of adult drivers aged 17-35 years. The analysis results indicate a significant positive relationship between procrastination and aggressive driving, particularly in the Jabodetabek area, with a correlation coefficient (r) of 0.833, where individuals with a high tendency to procrastinate tend to be more aggressive while driving. This finding provides insights into how procrastination behavior can contribute to risky driving behavior, highlighting the importance of time management and self-control in the context of road safety.
Pengaruh Stres Perjalanan dan Dukungan Atasan terhadap Stres Kerja Karyawan Perempuan di PT KMI Irene Putri Jauri; Johan Ramadhan Nurwardana
Journal Management SMC Vol 11 No 1 (2025): Jurnal administrasi perkantoran, kesekretarisan, Manajemen, Perhotelan, Pariwisa
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/lbs.v11i1.71

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara tingkat stres akibat perjalanan (stres komuter) dan tekanan kerja pada para karyawan perempuan di PT KMI, sebuah perusahaan ritel optik yang berlokasi di Jakarta. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sejauh mana dukungan dari atasan berperan dalam dinamika tersebut. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk memahami apakah stres perjalanan berkontribusi terhadap peningkatan stres di lingkungan kerja dan bagaimana dukungan atasan dapat meredakan dampak negatif tersebut.Dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan dengan teknik analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian terdiri dari 120 karyawan perempuan dengan rentang usia 18 hingga 56 tahun, yang setiap harinya menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer. Teknik pengambilan sampel purposif diterapkan untuk memilih 92 responden yang menunjukkan tingkat stres perjalanan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan atasan memiliki peran krusial dalam mengurangi stres kerja. Keunikan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap kombinasi efek dari stres perjalanan dan dukungan atasan pada karyawan perempuan di Indonesia, yang memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen stres di tempat kerja. Temuan dari studi ini memiliki implikasi penting terhadap pembuatan kebijakan organisasi, yang menekankan perlunya program pelatihan bagi para atasan dan peningkatan fasilitas transportasi untuk mengurangi stres perjalanan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
The Impact of Work Stress and Job Burnout on Turnover Intention among Indonesia-China Integrated Industrial Employees Yuliana, Lingga; Azmy, Ahmad; Nurwardana, Johan Ramadhan; Perkasa, Didin Hikmah; Alfian, Rendi; Aisah, Nur; Putra, Muhammad Farrel Risyawal
Journal of Applied Business Administration Vol 9 No 1 (2025): Journal of Applied Business Administration
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaba.v9i1.8108

Abstract

This research aims to analyze the impact of work stress and job burnout on Turnover Intention in companies located in the Indonesia-China Integrated Industrial Zone. A quantitative research method is used. Purposive sampling was a sampling technique involving 107 respondents. Data sources come from primary and secondary data. Primary data is distributed in the form of a questionnaire via Google Forms as an intermediary. Meanwhile, secondary data comes from internal case study companies. Closed statements were submitted in this study, and a Likert scale was used to indicate strongly disagree, disagree, agree, and strongly agree. Partial Least Square is a technique for data analysis using Smart PLS version 4.1.0.0 as a data processing tool. the first hypothesis indicates a relationship between work stress and turnover intention. Turnover intention and job burnout are unaffected by each other, as the second hypothesis demonstrates. Workers need to be able to handle a lot of work. This is due to work culture factors applied by Chinese migrant workers. Where workers are accustomed to uncertain work situations and work under pressure.
Pola Berpikir Abstrak pada Mahasiswa dalam Proses Akademik Ningsih, Elis; Johan Nurwardana; Elfandrian Putra; Fang Riyu
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 15 No 1 (2024): Perspektif Psikologi: Attachment, Spiritualitas, dan Pola Pikir
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v15i01.928

Abstract

Peneliti ingin mengetahui pola berpikir abstrak pada mahasiswa terkait dengan prosespembelajaran, dimana berpikir abstrak berkaitan erat dengan perencanaan jangka panjang yangmemerlukan komponen rinci serta aspek konsekuensi dan evaluasi jika diperlukan. Kemampuanberpikir abstrak tergambar dari kemampuan seseorang dalam menilai dan bertindak tidak hanyasecara fungsional, misalnya kursi tidak hanya dinilai sebagai tempat duduk, tetapi dalam suatusituasi, kursi juga dapat menjadi pijakan untuk memungut benda-benda tinggi. Prosespembelajaran adalah suatu proses dimana terdapat kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswaserta komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuanpembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif berusia 18-25 tahun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknikpengumpulan data melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 responden. Hasilpenelitian melalui analisis tematik menunjukkan pemikiran abstrak dalam proses belajarditunjukkan mahasiswa dengan idealisme mengenai kualitas mahasiswa, berpikir antisipatifmengenai manfaat belajar untuk masa depan mereka, serta memaknai proses belajar sebagaitahapan yang kompleks, bukan hanya sekedar mendengarkan ceramah, dan memahami sistempendukung eksternal dalam menunjang hasil pembelajaran.
Pengaruh Stres Perjalanan dan Dukungan Atasan terhadap Stres Kerja Karyawan Perempuan di PT KMI Irene Putri Jauri; Johan Ramadhan Nurwardana
Journal Management SMC Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/lbs.v11i1.71

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara tingkat stres akibat perjalanan (stres komuter) dan tekanan kerja pada para karyawan perempuan di PT KMI, sebuah perusahaan ritel optik yang berlokasi di Jakarta. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sejauh mana dukungan dari atasan berperan dalam dinamika tersebut. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk memahami apakah stres perjalanan berkontribusi terhadap peningkatan stres di lingkungan kerja dan bagaimana dukungan atasan dapat meredakan dampak negatif tersebut.Dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan dengan teknik analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian terdiri dari 120 karyawan perempuan dengan rentang usia 18 hingga 56 tahun, yang setiap harinya menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer. Teknik pengambilan sampel purposif diterapkan untuk memilih 92 responden yang menunjukkan tingkat stres perjalanan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan atasan memiliki peran krusial dalam mengurangi stres kerja. Keunikan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap kombinasi efek dari stres perjalanan dan dukungan atasan pada karyawan perempuan di Indonesia, yang memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen stres di tempat kerja. Temuan dari studi ini memiliki implikasi penting terhadap pembuatan kebijakan organisasi, yang menekankan perlunya program pelatihan bagi para atasan dan peningkatan fasilitas transportasi untuk mengurangi stres perjalanan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.