Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMANFAATAN POTENSI AIR TANAH BERUPA PERENCANAAN SISTEM TRANSMISI DAN DISTRIBUSI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DESA OHAEM Andreas Sinuhaji; Ika Fitri Krisnasiwi; Woro Sundari; Noni Banunaek; Yusuf Rumbino; Aisyah Ahmad; Adept Talan Titu; Matilda Metboki; Herry Kotta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ohaem memiliki 3 sumber mata air yang berpotensi memenuhi kebutuhan air warga desa. Permasalahan yang ada ialah sumber air jauh dari pemukiman penduduk dan membutuhkan waktu dan tenaga yang besar menuju sumber air. Untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa Ohaem sebagai perlu dilakukan Sistem Transmisi Dan Distribusi air dari sumbernya menjadi lebih dekat ke pemukiman penduduk dan fasilitas umum melalui bak penampungan air. Data yang di perlukan kualitas dan kuantitas air, letak sumber air dan pemukiman penduduk, rata – rata pemakaian air per hari. Data di analisis siecara komputerisasi untuk mengasilkan Peta jalur perpipaan. Peta perencanaan dapat dipakai dalam perancangan pendistribusian air unutk memenuhi kebutuhan air desa Ohaem.
DIAGENESIS DAN IDENTIFIKASI UMUR BATUGAMPING MERAH FORMASI MAUBISSE, DAERAH OINLASI TUNAN, DESA OINLASI, KECAMATAN KIE, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Herry Zadrak Kotta; Andreas Sinuhaji
Jurnal Teknologi Vol 16 No 2 (2022): Nopember 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian merupakan perbukitan terisolasi yang tersusun atas batugamping merah. Secara administrasi, daerah penelitian terletak di Oinlasi Tunan, Desa Oinlasi, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberadaan batugamping ini merupakan suatu fenomena yang khas dan menarik untuk dijadikan sebagai bahan penelitian. Perkembangan batugamping yang sangat sensitif terhadap perubahan keadaan geologi akan memberikan informasi yang sangat baik mengenai sejarah pembentukan batugamping, dimana penelitian ini membahas mengenai proses diagenesis yang terjadi pada batugamping Formasi Maubisse tersebut di atas. Litologi yang ditemukan berupa jenis Floatstone dan Foraminifera Rudstone. Metode yang digunakan berupa pengamatan lapangan, pengambilan sampel serta analisa laboratorium berupa analisis petrografi dan di poles untuk analisis petrologi secara megaskopis. Hasil penelitian dari dua sampel yang mewakili daerah penelitian diketahui proses diagenesis berupa: pemampatan, pengisian rongga/penyemenan, penggantian, rekristalisasi, pendolomitan, peretakan/pengkekaran, dan pelarutan. Rekaman proses pemampatan hampir terlihat pada seluruh sampel batuan, dicirikan dengan hubungan antar butiran (terutama fragmen foram: fosil fusulinida) yang terarah, cangkangnya pecah, beberapa terpola, saling menyentuh/bersinggungan. Berdasarkan kandungan fosil pada batugamping Formasi Maubisse yaitu Fusulina, merupakan fosil indeks batuan Karbon Akhir, oleh karena itu batugamping Formasi Maubisse di daerah penelitian berumur Karbon Akhir (286 – 230 juta tahun).
PENDAMPINGAN MASYARAKAT PENGUSAHA GERABAH DI OESU’U KELURAHANA TUATUKA KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Matilda Metboki; Yusuf Rumbino; Andreas Sinuhaji; Herry Z. Kotta; Margaretha M. Klau; Fransiskus Sese
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar masyarakat Oesu’u, Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang merupakan masyarakat kecil menengah dengan mata pencaharian sebagai pengusaha gerabah. Berdasarkan prasurvei yang dilakukan, pengarajin gerabah masih menghadapi bebeapa permasalahan yaitu saran/alat pembuat gerabah yang masih tergolong sangat sederhana dan juga produk yang dihasilkan tidak bervariasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam kegiatan pendampingan masyarakat ini diberikan sosialisasi mengenai mutu dan kualitas gerabah serta pelatihan mendesain gerabah dan pengadaan alat meja putar untuk menunjang proses pembuatan gerabah. Program pengabdian ini dilaksanakan dan berjalan ddengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, dan juga hasi sosialiasi dan pelatihan yang dilakukan terlihat bahwa masyarakat pengrajin gerabah memahami akan pentingnya peningkatan kualitas gerabah dengan menggunakan peralatan yang berkualitas dan desain gerabah yang kebih bervariasi dapat meningkatkab permintaan dan pendapatan.
POLA ALIRAN AIR TANAH SERTA PENENTUAN DAERAH RECHARGE DAN DISCHARGE PADA CEKUNGAN AIR TANAH BATUTUA KABUPATEN ROTE NDAO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Waitina, Firman Abu; Kotta, Herry Z.; Banunaek, Noni
Jurnal Teknologi Vol 17 No 2 (2023): Nopember 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air bersih bagi penduduk yang bermukim di daerah cekungan air tanah Batutua terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, disisi lain penyebaran air tanah tidak merata sehingga sering terjadi kegagalan dalam penggaalian dan pembooran air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran air tanah dan daerah recharge (imbuhan) dan discharge (lepasan) pada Cekungan Air Tanah Batutua Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode observasi dan metode analisis. Metode observasi meliputi pemetaan litologi permukaan, meliputi pengukuran muka air tanah pada sumur gali, sumur bor, mata air dan pengukuran geolistrik. Metode analisis meliputi pengolahan data yang dilakukan berdasarkan data primer dan data sekunder yang dianalisis untuk mengetahui pola aliran air tanah dan daerah recharge dan discharge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aliran air tanah mengalir dari daerah Lenguselu menuju ke arah utara (daerah Lidamanu), ke arah selatan (daerah Daleholu) dan ke arah Barat Laut (Daerah Tebole). Di daerah Busalangga dan Helebeik mengalir menuju ke arah selatan (daerah Kuli). Di daerah Sanggaoen mengalir menuju ke arah utara (daerah Oelunggu) dan (daerah Metina). Daerah recharge (imbuhan) di cekungan air tanah Batutua tersebar pada Desa Batutua, Kuli Aiseli, Suelain, Inaoe, Nggelodae, Daleholu, Lenguselu, Pilasue, Lidamanu, Maubesi, Oeleka, Oetutulu, Sanggaoen, Lekunik, Oematamboli, Kolobolon, Dodaek, Helebeik Kelurahan Busalangga dan Kelurahan Mokdale. Daerah discharge (lepasan) di Cekungan Air Tanah Batutua tersebar pada Desa Oematamboli, Kolobolon, Dodaek, dan Desa Helebeik.
STUDI PENDAHULUAN UNSUR TANAH JARANG PADA LEMPUNG BERSISIK MÈLANGE BOBONARO DI DESA OBEN, KECAMATAN NEKAMESE, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Kotta, Herry Zadrak; Mella, Welhelmus; Suwari; Banunnaek, Noni
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.72-76

Abstract

The location of the investigation area is in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province with coordinates 123° 40'40” E - 123° 41'20” E and 10° 16'0” S - 10° 16'40” S. The geology of the study area is generally occupied by mixed rocks dominated by a gray clay, blackish brown, reddish brown, with foreign chunks consisting of peridotite, sedimentary rock consisting of brown and reddish reddish limestone, silt, micaceous sandstones, metamorphic rock: chlorite schist, with quartzite veins. Of the five samples analyzed, namely four samples of soil matrix and one sample of Peridotite, the following results were obtained: six rare earth elements were contained in 4 samples of the soil matrix, namely Yttrium (Y): 3.63 – 68.75 ppm, Praseudymium (Pr): 7.38 – 38.38 ppm, Scandium (Sc): 4.83 – 4.93 ppm, Lanthanum (La): 21.48 – 91.03 ppm, Cerium (Ce): 32.48 – 184.85 ppm, and Neodymium (Nd): 9.4 – 57 ppm specifically for sample 1 also contains 3 rare earth elements, namely: Gadolinium (Gd): 3.48 ppm concentration the average is lower than its abundance in nature, Samarium Sm: 13.1 ppm, and Dysprosium: (Dy): 6.88 ppm. For rock samples only contain Praseudymium (Pr): 7.78 ppm and Cerium (Ce): 87.88 ppm.
SOSIALISASI “GOOD MINING PRACTICE” PENAMBANGAN SIRTU DI PT HUTAMA MITRA MANDIRI DAN PT CAHAYA BERLIAN JAYA ABADI DI PARITI KECAMATAN SULAMU, KABUPATEN KUPANG Sinuhaji, Andreas; Kotta, Herry Z.; Krisnasiwi, Ika Fitri; Sundari, Woro; Metboki, Matilda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan pasir dan batu di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu oleh PT Hutama Mitra Mandiri dan PT Cahaya Berlian Jaya Abadi menghadirkan tantangan terkait dengan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, dan produktivitas. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi solusi terhadap masalah utama dalam operasional penambangan, seperti penerapan kaidah penambangan yang baik, analisis produktivitas, serta pengelolaan K3 dan lingkungan pascatambang. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi Good Mining Practice (GMP) dan pemberian Alat Pelindung Diri (APD), kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesadaran karyawan akan pentingnya keselamatan, keberlanjutan, serta peningkatan produktivitas. Artikel ini menyarankan perlunya pelatihan berkala, sistem monitoring GMP, serta peningkatan keterlibatan komunitas dalam upaya keberlanjutan pertambangan.
SOSIALISASI GEOWISATA SPELEOLOGI DUSUN BONEN, DESA BAUMATA (DALAM MENDUKUNG DESA BINAAN FAKULTAS) Banunaek, Noni; Kotta, Herry Z.; Sinuhaji, Andreas; Ahmad, Aisyah; Rumbino, Yusuf
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu destinasi geowisata, Dusun Bonen, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, perlu dikembangkan, ditata dan dilestarikan. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber mata air yang keluar dari rongga dan gua karst dengan total debit rata-rata >150 ltr/dtk, yang keluar dari cekungan air tanah Karst Baumata. Mata air dan air tanah di daerah keluaran (discharge) perlu dijaga kuantitas dan kualitasnya, mengingat penurunan kuantitas air tanah dapat terjadi apabila fungsi daerah imbuhannya terganggu. Penurunan kualitas akibat pencemaran air tanah sangat mudah terjadi karena prinsip aliran air tanah daerah karst yang dapat berupa sungai bawah tanah. Keseimbangan dan saling ketergantungan antara pengembangan penataan potensi wisata dengan pelestarian sumber daya alam karst, hutan wisata perlu selalu terjaga. Disisi yang lain sebagai daerah yang dekat dengan ibu kota provinsi, perubahan lahan, pertumbuhan permukiman, dapat menyebabkan perubahan kawasan bentang alam karst dan potensi pencemaran air tanah. Maka dari itu, staf pengajar di Prodi Teknik Pertambangan mendukung kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dengan melakukan kegiatan Sosialisasi Geowisata Speleologi Dusun Bonen, Desa Baumata (dalam mendukung desa binaan fakultas). Kegiatan Sosialisasi ini juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan penelitian berupa pemetaan dan identifikasi jalur gua (speleologi), melakukan wawancara dengan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BKSDA NTT), tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Kemudian melakukan ceramah berupa sosialisasi bentang alam karst, peran hutan wisata dan Geowisata Speleologi.
SCALE UP INDUSTRI PARIWISATA MELALUI PEMBENTUKAN POKDARWIS DAN PEMBUATAN WEBSITE WISATA DI DESA RATENGGARO KECAMATAN KODI BANGEDO KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Kotta, Herry Zadrak; Eki, Adept Talan Titu; Rumbino, Yusuf
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumba Barat Daya memiliki keragaman.budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu potensi destinasi wisata terdapat di Kecamatan Kodi Bangedo itu Desa adat Rotenggaro. Desa ini dihuni 12 KK yang menempati Rumah Adat Rotenggaro yang berdiri sejak ratusan tahun lalu. Situs megalitikum yang nampak di Desa Rotenggaro adalah terdapatnya Batu Kubur tempat pemakaman para nenek moyang yang terus dipelihara oleh para keturunannya. Selain itu terdapat seni tenun, patung serta memiliki pemandanagn pantai yang menawan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berawal dari kerjasama antara Pemda Sumba Barat Daya khususnya Dinas Pariwisata dengan Universitas Nusa Cendana. Berdasarkan analisis situasi maka disepakati kegiatan yang akan dilaksanakan adalah mendampingi masyarakat dalam membentuk Pokdarwis dan pembuatan website wisata Desa Rotenggaro. Kegiatan diikuti oleh semua anggota keluarga di Desa Rotenggaro selama 3 hari. Antusias masyarakat tampak pada saat diskusi dan tanya jawab. Testimoni Ketua adat yang disampikan secara langsung adalah sangat puas dengan kegiatan pendampingan dari Tim Pengabdian Universitas Nusa Cendana. Luaran kegiatan ini berupa Buku Panduan Pembentukan Pokdarwis dan Modul Pembuatan Website wisata.