Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimalisasi Kelas Catin dalam Pencegahan Stunting dengan Model Think Pair Share Di KUA Medan Johor Dewi Sartika Hutabarat; Edisubroto Edisubroto; Cristoboy V Bakara; Grace Lumban Gaol; Devina Devina; Fahrunisa Fahrunisa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/j2r9hz29

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita diakibatkan kekurangan gizi kronis, yang menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan dengan usia anak. Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Tujuan Pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak bebas stunting melalui model Think Pair Share sebagai Pencegahan Stunting. Mitra Pengabdian adalah Kantor Urusan Agama Medan Johor Kota Medan. Metode Pengabdian ini meliputi Tahapan Persiapan, Edukasi yang Dilaksanakan dikelas Catin dengan berpikir mandiri berbagi pengetahuan tentang stunting sampai ketahap edukasi dengan durasi waktu 30 menit. Kegitan ini dilakukan dengan responden calon pengantin sebagai peserta. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa saat calon pengantin dilibatkan secara emosional, pemahaman mereka mengenai stunting meningkat akan secara signifikan. Lebih dari sekadar pengetahuan teknis, metode ini berhasil menumbuhkan kesadaran bahwa mencegah stunting adalah bentuk kasih sayang tertinggi bagi buah hati mereka kelak. Kesimpulannya, optimalisasi kelas catin dengan pendekatan yang dialogis dan partisipatif adalah kunci utama dalam mencetak generasi emas yang sehat.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Minat Penggunaan Alat Kontrasepsi AKDR Pada Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Helvetia Selli Kurnia Wulantari Tarigan; Dewi Sartika Hutabarat; Fahrunnisa Herawati; Juita Deli Ndruru; Heva Julietta Sinaga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61615

Abstract

Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektivitas tinggi (>99%). Meskipun aman, cakupan kepesertaan AKDR di wilayah kerja Puskesmas Helvetia masih tergolong rendah dibandingkan kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil. Namun, pemanfaatan AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS) masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Rendahnya penggunaan AKDR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor karakteristik individu, pengetahuan, sikap, dukungan pasangan(Suami). Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor (pengetahuan, usia, paritas, dan dukungan suami yang berhubungan dengan rendahnya minat penggunaan alat kontrasepsi AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Helvetia Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan sampel sebanyak 51 responden yang diambil menggunakan teknik sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji statistik Chi-Square (). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan () , usia ibu () , paritas () , dan dukungan suami (), pendidikan () dengan minat penggunaan AKDR pada pasangan usia subur di Puskesmas Helvetia. Fakta di lapangan mengindikasikan bahwa minimnya pengetahuan dan ketiadaan dukungan suami menjadi faktor dominan pemicu rendahnya minat akseptor. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, usia, paritas, pendidikan , dan dukungan suami dengan rendahnya minat penggunaan kontrasepsi AKDR. Disarankan bagi pihak Puskesmas Helvetia untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan, edukasi yang interaktif, serta melibatkan peran aktif suami dalam konseling Keluarga Berencana (KB).