Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Masbagik Timur, Lombok Timur, yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Kegiatan promosi pangan beragam, bergizi, seimbang dan fungsional (B2SF) sebelumnya telah dilakukan, namun untuk bisa menjaga pengetahuan masyarakat, maka perlu dilakukan kegiatan peningkatan pengetahuan secara berkala. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pangan B2SF dalam menurunkan risiko stunting. Metode kegiatan meliputi observasi awal, koordinasi dengan pemerintah desa, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi yang disertai pretest dan posttest, serta pemberian makanan tambahan (PMT) seperti susu, telur, dan camilan berbahan lokal (tepung mokaf, jagung, dan lebui). Kegiatan promosi dilakukan terhadap masyarakat usia produktif dengan mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memiliki pengetahuan baik mengenai stunting (86%), pentingnya ASI eksklusif (94%), dan ciri-ciri anak stunting (85%). Nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 9,43 dan 9,44 berturut-turut. Nilai signifikansi terkait perbedaan nilai pretest dan posttest menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan (p=0,802). Hal tersebut menandakan bahwa pengetahuan masyarakat sudah tinggi baik sebelum dan setelah kegiatan promosi dilakukan. Kesimpulannya, promosi pangan B2SF telah berhasil dilaksanakan di Desa Masbagik Timur. Selanjutnya, disarankan pembentukan kelompok belajar masyarakat melalui kader posyandu untuk memperkuat pemahaman dan penerapan pangan B2SF untuk mencegah stunting dapat terjaga secara berkelanjutan.