Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAMILY-BASED SOCIALIZATION OF THE UTILIZATION OF FAMILY MEDICINAL PLANTS TO PRESERVE COMMUNITY HEALTH IN TUNJANG UTARA HAMLET, PAOKMOTONG Fatmayanti, Baiq Risma; Ramadhan, Leny; Adawiyah, Ramdhani Qurro’tun; Sari, Rindang Wulan; Nurhidayati; Buana, Rizka; Daniyantara, Didik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v8i1.70861

Abstract

Introduction: Medicinal plants as an alternative herbal medicine source with many health benefits. However, the Tunjang Utara hamlet community's knowledge and skills in processing family medicinal plants as traditional medicine are still lacking. This study aims to conduct family-based socialization and to evaluate its effectiveness in improving community knowledge of the utilization of family medicinal plants for health maintenance. Methods: Current community services include three initial stages, which are pre-activities (observation and preparation); main activities (socialization by door-to-door method and herbal medicine plantation); and program evaluation. The target population was the community in Paokmotong village, with 47 participants as the sample. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk test, and a paired sample t-test to evaluate the effectiveness of the socialization program. The community in Tunjang Utara Hamlet is expected to actively utilize traditional medicinal plants and share this knowledge with other communities after the program. Results: At the observation stages, we found that Tunjang Utara’s communities did not know the benefit of family medicinal plants other than as additional cooking ingredients. The socialization was successfully carried out to give the information about the benefits of family medicinal plants. The results showed a significant increase in participants’ knowledge after the socialization program, with the mean score rising from 55.32 ± 8.14 (pretest) to 80.47 ± 7.26 (posttest), indicating a statistically significant difference (p < 0.001). Moreover, 10 medicinal plants were successfully planted at the Pokmotong village office. Conclusion: The socialization program effectively improved community knowledge of the use of family medicinal plants, as indicated by a significant increase in posttest scores relative to pretest scores. However, we suggest that the Paokmotong village government create a follow-up program to socialize the use of family medicinal plants in other hamlets in a sustainable manner. KEYWORDS community service; family medicinal plants; health; socialization; Tunjang Utara hamlet
Promosi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang danFungsional Untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting di Desa Masbagik Timur Baiq Risma Fatmayanti; Leny Ramadhan; Muhlisun Azim; Arief Rafsanjani; Yuyun Febriani; Jeli Marlita
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.836

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Masbagik Timur, Lombok Timur, yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Kegiatan promosi pangan beragam, bergizi, seimbang dan fungsional (B2SF) sebelumnya telah dilakukan, namun untuk bisa menjaga pengetahuan masyarakat, maka perlu dilakukan kegiatan peningkatan pengetahuan secara berkala. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pangan B2SF dalam menurunkan risiko stunting. Metode kegiatan meliputi observasi awal, koordinasi dengan pemerintah desa, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi yang disertai pretest dan posttest, serta pemberian makanan tambahan (PMT) seperti susu, telur, dan camilan berbahan lokal (tepung mokaf, jagung, dan lebui). Kegiatan promosi dilakukan terhadap masyarakat usia produktif dengan mayoritas pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah memiliki pengetahuan baik mengenai stunting (86%), pentingnya ASI eksklusif (94%), dan ciri-ciri anak stunting (85%). Nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 9,43 dan 9,44 berturut-turut. Nilai signifikansi terkait perbedaan nilai pretest dan posttest menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan (p=0,802). Hal tersebut menandakan bahwa pengetahuan masyarakat sudah tinggi baik sebelum dan setelah kegiatan promosi dilakukan. Kesimpulannya, promosi pangan B2SF telah berhasil dilaksanakan di Desa Masbagik Timur. Selanjutnya, disarankan pembentukan kelompok belajar masyarakat melalui kader posyandu untuk memperkuat pemahaman dan penerapan pangan B2SF untuk mencegah stunting dapat terjaga secara berkelanjutan.