Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Evaluasi Program Fit To Work Terhadap Upaya Peningkatan Produktivitas Kerja Operator Di PT Pelindo Terminal Petikemas Ula, Wahyu Khiarotul; Andi Sani; Nurul Hikmah B
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i1.2152

Abstract

Fit to work is a health check given to workers with the aim of determining the physical abilities of workers so that they are able to carry out their work properly. PT Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Terminal 2 has implemented a health check through a fit-to-work program that is carried out every day. This program requires all operators to undergo a health check before starting their shift, ensuring that they are fit and healthy to perform their duties. The study aimed to evaluate the fit-to-work program towards increasing operator work productivity at PT Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Terminal 2. The type of research used qualitative research with a descriptive approach. The informants of this study were Duty Planner, HSSE Staff, Health Officers and Operators at PT Pelindo Terminal Petikemas New Makassar Terminal 2. The selection of informants was carried out by applying data collection methods based on special considerations, such as the expertise of informants in the subjects studied or having the highest position in the relevant agency, so that it can help researchers gain deeper insight into the object or situation being studied. From the results of the study, it was obtained that health workers, health check facilities and infrastructure and worker health checks can minimize the risk of work accidents and can increase work productivity. It is expected that PT Pelindo will further improve and develop the knowledge of health workers regarding Occupational Health and Safety (K3) standards and regulations, evaluate the latest technology by reviewing and comparing various new technologies that can be applied in health examination facilities and efforts need to be made so that workers always follow the implementation of the fit to work program in order to minimize the risk of work accidents and increase work productivity.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Merkuri Pada Rambut Ibu Rumah Tangga Pengguna Krim Pemutih Kota Makassar Nur Tarisa Rahmadani; Alfina Baharuddin; Andi Sani
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v6i2.2164

Abstract

According to the statement of the Association of Indonesian Cosmetic Companies and Associations (PPA Cosmetics Indonesia), cosmetic users in Indonesia reach 126.8 million people. There was an increase from 2020 by 5.9%, and it is predicted that in 2023, it will continue to experience growth accompanied by the latest trends and types of products. In addition, the growth in Indonesian cosmetics industries reached 21.9%, namely 913 companies in 2022; in mid-2023, there were 1,010 companies. Of the total products of local cosmetic companies, the largest market segment is the personal care segment, with a market volume of USD3.18 billion in 2022, followed by skin care of USD2.05 billion, cosmetics of USD1.61 billion, and fragrances of USD39 million. This study is a cross-sectional study. The population in this study was 69 residents of Rappokalling Village, Makassar City. The sampling technique was purposive sampling, which means selecting research subjects based on special characteristics of the research objectives. Data analysis using Univariate and bivariate, There is a relationship between the frequency and duration of use of bleaching cream to mercury in hair in homemakers in appalling sub-district P = 0.000 ≤ α (0.05). Users complained about using bleaching cream, such as irritation, acne, and stinging. It is the responsibility of health workers from both health centers and the Makassar City Health Office to be more active in providing health services in the form of health education regarding the health impacts that will occur if mercury cream is used for a long period of time. This study highlights the crucial role of health professionals in addressing this issue. It is hoped that further researchers will expand research related to heavy metal mercury such as in blood, urine and so on.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Remaja Melalui Literasi Kesehatan Digital Di UPT SMAN 13 Maros Sartika Sartika; Sundari Sundari; Andi Sani
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): April : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i2.504

Abstract

Literasi kesehatan digital adalah kemampuan untuk mencari, menemukan, memahami, dan menilai informasi kesehatan yang berasal dari sumber elektronik, untuk kemudian mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Kaum remaja inilah yang menurut survei APJII tahun 2019-2020 merupakan kelompok penduduk dengan penetrasi internet terbesar di Indonesia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan kesehatan remaja melalui literasi kesehatan digital agar remaja tersebut bisa lebih kritis saat mengonsumsi informasi kesehatan digital, mampu memilah informasi kesehatan yang valid dan tidak.Kegiatan ini melibatkan 40 siswa SMAN 13 Maros. Metode pendekatan yang digunakan adala penyuluhan kesehatan remaja dan pelatihan sederhana verifikasi informasi.Hasil dari kegiatan penyuluhan didapatkan perubahan pengetahuan dan kemampuan siswa dari negative ke positif sebesar 30% melalui kuesioner pretest dan post test. Diharapkan pada pihak sekolah dapat meningkatkan literasi digital siswa dengan kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan kelompok atau organisasi remaja yang fokus pada literasi dan kesehatan remaja
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Amaliyah, Rizka; Sumiaty; Rezky Aulia Yusuf; Mansur Sididi; Andi Sani
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i2.711

Abstract

Stres kerja terjadi dari ketidaksesuaian antara tuntutan dengan tekanan serta ketidaksesuaian pengetahuan dan kemampuan. Tenaga kesehatan terutama perawat, mempunyai resiko yang sangat tinggi terkena stres, karena perawat memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan nyawa manusia. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan stres kerja yaitu faktor pekerjaan, faktor individu, faktor luar pekerjaan, dan faktor pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah “observational analytic” dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid. Sampel diperoleh dengan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 109 perawat. Pengolahan data menggunakan software SPSS dalam analisis univariat dan bivariat  dengan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor pekerjaan (tuntutan mental = 0.325, beban kerja = 0.984, konflik interpersonal = 0.733, kesempatan kerja = 0.202, dan shift kerja = 0.514), faktor luar pekerjaan (0.262), faktor individu (jenis kelamin = 1, umur = 0.690, status pernikahan = 0.350, dan masa kerja = 0.760), dan faktor pendukung (0.325).
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Tidak Aman Pekerja Operator Bongkar Muat Di PT. Pelindo Jihan Nabila; Andi Sani; Ella Andayanie
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i2.750

Abstract

Tindakan tidak aman (unsafe action) adalah perilaku atau tindakan manusia yang dapat memungkinkan terjadinya kecelakaan pada diri sendiri maupun orang lain pada saat bekerja, tindakan tidak aman dapat meningkatkan kemungkinan bahaya atau cedera hingga kematian bagi pekerja. Adapun data kecelakaan kerja yang di dapatkan dari PT Pelindo IV (Persero) Makassar New Port dalam pekerja bagian operator bongkar muat pada tahun 2021 bahwa terdapat 7 kasus  kecelakaan kerja yang telah terjadi. Hal ini disebabkan oleh pekerja yang tidak berperilaku K3 atau disebabkan karena tindakan serta kondisi lingkungan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action ) pada pekerja bagian operator bongkar muat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan desain cross sectional study dan pengambilan sampel total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator PT Pelindo IV (Persero) Makassar New Port, yaitu sebanyak 48 operator. Analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji kolerasi Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara masa kerja dengan tindakan tidak aman (p value = 0,001), ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan tidak aman (p value = 0,018), ada hubungan antara  kelelahan kerja dengan tindakan tidak aman (p value = 0,000), tidak ada hubungan antara pengawasan K3 dengan tindakan tidak aman (p value = 0,662), tidak ada hubungan antara penggunaan APD dengan tindakan tidak aman ( p value 0,739). Saran peneliti kepada perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui pelatihan, meningkatkan pengawasan di lapangan.
Hubungan Perilaku K3 Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Pengelasan di PT. IKI Makassar Rahmatunnazhifah; Andi Sani; Andi Mansur Sulolipu
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 5 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i5.858

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang merugikan terhadap manusia dan proses produksi, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologi, kemudian kecacatan permanen hingga kematian yang disebabkan oleh suatu proses pekerjaan. Pada PT. IKI yang paling tinggi mengalami fluktuasi terjadinya kejadian kecelakaan kerja yaitu terjadi pada pekerja pengelasan yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Hubungan Perilaku Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Dengan Kecelakaan Kerja Karyawan di PT. Industri kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar Tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja pengelasan (welding) di PT. IKI Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data didapatkan dari hasil observasi langsung, wawancara dan kuesioner. Metode analisis data dilakukan secara uji univariat dan uji bivariat dengan pengujian hipotesis penelitian yang digunakan adalah uji chi-square tingkat kepercayaan (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja yaitu nilai (p=0,000), ada hubungan antara sikap dengan kecelakaan kerja yaitu nilai (p=0,030) dan ada hubungan antara Tindakan dengan kecelakaan kerja yaitu nilai (p=0,002). Diharapkan PT. IKI melakukan pelatihan, safety talk kepada pekerja agar dapat meningkatkan pengetahuan pekerja pengelasan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan APD serta lebih meningkatkan pengawasan lagi kepada para pekerjanya serta memperhatikan penggunaan, ketersediaan, penyesuaian dan kenyamanan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurasi risiko terjadinya kecelakaan kerja.
Pengaruh Gaya Hidup Sehat Terhadap Produktivitas Pegawai di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Luwu Dwi Ajeng Mayzarah; Rezky Aulia Yusuf; Andi Sani; Ella Andayanie; Ikhram Hardi S
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i3.865

Abstract

Produktivitas kerja memiliki arti penting sebagai pandangan hidup dan sikap mental seluruh pegawai, dimana pegawai selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan, keadaan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Tidak kala pentingnya kesehatan pegawai seorang pegawai yang gaya hidup tidak sehat. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu pola hidup sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya hidup sehat dengan produktivitas kerja di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan rancangan cross-sectional study dengan jumlah sampel 76 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik berganda dengan software SPSS. Hasil analisis multivariat bahwa p = 0.000 < 0.05 dengan OR 33.800 artinya ada pengaruh antara aktivitas fisik terhadap produktivitas kerja, p = 0.000 < 0.05 dengan OR 14.780 artinya ada pengaruh perilaku sedentary terhadap produktivitas kerja dan p = 0.005 < 0.05 dengan OR 13.223 artinya ada pengaruh antara durasi waktu tidur terhadap produktivitas kerja di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Luwu tahun 2022. Kesimpulan gaya hidup sehat berupa aktivitas fisik, perilaku sedentary dan durasi waktu tidur memiliki pengaruh terhadap produktivitas pegawai. Saran diharapkan agar pegawai senantiasa memperbaiki gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengurangi perilaku sedentary dan memiliki waktu tidur yang cukup.
Faktor-Faktor Low Back Pain (LBP) Pada Buruh Pabrik Beras UD. Lanrisang Kabupaten Pinrang Habir, Amelia Hasby; Nurul Hikmah B; Andi Sani
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 5 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i5.1525

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh ergonomi yang tidak tepat.. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Low Back Pain (LBP). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di UD Lanrisang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu adalah total sampling sebanyak 60 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat, dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan Low Back Pain (LBP) dengan p-value 0.023 dan sikap kerja dengan Low Back Pain (LBP) dengan p-value 0.039, sedangkan status gizi tidak menunjukkan ada hubungan dengan Low Back Pain (LBP) dengan p-value 0.668, tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan Low Back Pain (LBP) dengan p-value 0.135 berdasarkan hasil uji chi-square.
Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja Dengan  Produktivitas Kerja Perawat Di RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng Guntur, Rahmatika; Andi Sani; Nurgahayu
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/dzy1dn56

Abstract

Nurses' work productivity is a key element in ensuring the quality of healthcare services. This study, conducted at Latemmamala Regional General Hospital, Soppeng Regency, aimed to analyze the relationship between the quality of work life and nurses' work productivity. The research method used was a quantitative approach with a cross-sectional design. A sample of 150 non-ASN nurses was selected using a stratified random sampling method. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed that work environment safety (p=0.001) and career development (p=0.000) had a significant relationship with nurses' work productivity. Meanwhile, compensation (p=0.290), welfare (p=0.552), and communication (p=0.008) variables did not show a significant relationship. It can be concluded that quality of work life, especially aspects of work safety and career development, influence nurses' work productivity. Therefore, hospital management is advised to increase efforts in these two aspects while still paying attention to other factors to create an optimal work environment. These recommendations provide clear guidance for the next steps in improving nurses' work productivity.
PEMBERDAYAAN PENDIDIK SEBAYA MELALUI MANAJEMEN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PUCAK KAB MAROS Hikmah Baharuddin, Nurul; Sani, Andi; Sididi, Mansur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3601-3606

Abstract

Remaja menjadi bentuk pendewasaan dimana peralihan dari masa anak-anak ke dewasa. Oleh karena itu, anak yang beranjak remaja dianggap berisiko untuk terkena berbagai masalah termasuk salah satunya mengenai kesehatan reproduksinya. salah satu permasalahan remaja adalah pernikahan dini yang banyak dilakukan oleh remaja. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di desa dengan memberikan edukasi mengenai manajemen kesehatan reproduksi remaja dan membentuk remaja sebagai konselator yang nantinya dapat memberikan ruang interaktif untuk remaja saling berbagi seputar masalah kesehatan yang dihadapi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros melalu tiga tahapan yaitu mengukur pemahaman pengetahuan melalui pre test kuesioner, intervensi berupa edukasi dan evaluasi peningkatan pengetahuan melalui post test kuesioner. Peserta yang hadir dalam program pengabdian masyarakat berjumlah 22 remaja. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi terjadi peningkatan setelah intervensi dilakukan dengan rata-rata tingkat pengetahuan di atas 90%. Informasi yang telah disampaikan dan direspon baik oleh remaja mendukung pengetahuan remaja dalam peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan hal ini juga turut berkontribusi terhadap terbentuknya pendidik sebaya sebagai konselator yang dapat saling berbagi pengetahuan terhadap teman sebayanya.