Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perancangan Fasade, Ruang Wudhu Dan Gharim, Serta Penataan Lanskap Kawasan Masjid Syifaunnas Dengan Pendekatan Arsitektur Masjid Nabawi Saspriatnadi, Morian; Hidayat, Wahyu; Kuswoyo, Indra; Suryani, Lisa; Al Huseini, Muhd. Arief
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 2 No. 4 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.2.4.185-191

Abstract

The mosque is a place of worship for Muslims. Masjid means place of prostration, also called musholla or langgar. In addition to places of worship, the mosque is also the center of the life of the Muslim community. The Prophet's Mosque is the first permanent mosque founded by the Prophet which functions to accomodate Islamic worship activities and the application of Islamic teachings. The Prophet's Mosque then became a model for the construction of subsequent mosques around the world. The Syifaunnas Mosque has been around for a long time so it is necessary to renew the mosque's facade according to the wishes of the local community to support the facilities and infrastructure of religious activities that are moving quite quickly such as education and mass activities. The management cooperates in service activities to realize the design document for the Syifaunnas mosque area. This activity uses qualitative descriptive by collecting data through observation and interviews. The activity approach is a bottom-up approach, namely by tracing user interests and desires. The result of this activity is to obtain a design document for the Syifaunnas mosque area by applying the architectural facade concept of the Prophet's mosque. In the design of the division based on zoning, namely the transition zone, mosque zone, and support zone. This document is useful for the Syifaunnas mosque development committee as a guide in the implementation of mosque construction.
Pendampingan Sumber Daya Manusia dalam Perencanaan dan Pengelolaan Desa Wisata di Desa Empat Balai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Helen, Nurrul; Firzal, Yohannes; Susilawaty, Mira Dharma; Al Husaini, Muhammad Arief; Dewi, Oriana Paramita; Annisa, Laili Dwi; Kuswoyo, Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 3 (2025): JPMII - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.821

Abstract

Pengembangan desa wisata memerlukan perencanaan terstruktur dan keterlibatan aktif masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi peningkatan kapasitas SDM Desa Empat Balai, Kabupaten Kampar, dalam merancang dan mengelola paket wisata berkelanjutan. Melalui penyampaian materi dan buku panduan, peserta yang terdiri dari perangkat desa dan pemangku kepentingan diberikan sebelas tahapan strategis penyusunan paket wisata, mulai dari identifikasi potensi hingga strategi pemasaran. Materi juga mencakup narasi lokal, perhitungan biaya, SOP, dan evaluasi pelayanan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan peserta dalam pengembangan desa wisata secara profesional dan terorganisir. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kemandirian masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis potensi lokal.
Perancangan Camping Ground Berbasis Edu-Ekowisata dengan Konsep “Alam Membentuk Budaya” di Dusun Kebuh Tengah, Desa Empat Balai Kuswoyo, Indra; Hidayati, Wahyu; Suryani, R Lisa; Dewi, Oriana Paramita; Siregar, Kharisma Moliona; Yati, Putri NUrlidya; Putri, Aarifah Nabila; Hadi, Ahsanul; Hartono, Hartono; Zulma, Najwa Amalia; Fahlevi, Reza; Amelya, Rizcy; Fatimah, Siti
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.7-17

Abstract

Sebagai salah satu komponen utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat berfungsi untuk menghubungkan teori akademis dengan praktik di lapangan. Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan implementasi konkret dari pengabdian ini, di mana mahasiswa menerapkan ilmu mereka untuk mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu inisiatif yang diusulkan dalam kerangka ini adalah pengembangan camping ground berbasis edu-ekowisata di Dusun Kebuh Tengah Desa Empat Balai, Provinsi Riau. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi alam dan budaya pada desa untuk menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan. Metode perancangan ini mencakup survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat setempat untuk menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Hasil perancangan mencakup master plan, site plan, animasi 3D, dan DED yang memperhatikan aspek fungsional, estetika, serta keberlanjutan, berupa penataan dan desain kawasan zona camping, fasilitas pendukung, dan aktivitas edukatif yang mendukung pemahaman tentang ekosistem lokal. Area camping ground di Dusun Kebuh Tengah dirancang dengan menerapkan konsep "Revitalizing the Riverside" yang kemudian ditransformasikan menjadi "Alam Membentuk Budaya", yang diharapkan dapat memperkuat identitas lokal dan memastikan bahwa kegiatan wisata yang berkembang tidak mengganggu keseimbangan ekosistem alam sekitar.
Application of Folding Architecture in the Design of Modern Music Center in Pekanbaru Farhah Duratul Adibah; Indra Kuswoyo; Morian Saspriatnadi; Nurrul Helen; Oriana Paramita Dewi; Laili Dwi Annisa
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern music activities in Pekanbaru has increased significantly; however, integrated facilities that accommodate music education, practice, production, and performances remain limited. This study aims to explore the application of the folding architecture approach in the design of a Modern Music Center in Pekanbaru. The design process employed the method proposed by Jones (1972), consisting of the stages of ideas, information and analysis, synthesis, evaluation, and optimization. Data were collected through site surveys, documentation, interviews, literature review, and precedent studies. The results indicate that the folding approach generates dynamic and expressive forms and spaces that correspond to the rhythmic and evolving nature of modern music. The Melody Beat concept was translated into architectural form through folded geometries that influenced spatial organization, façade expression, and users' spatial experience. In addition to creating a distinctive visual identity, this approach also has the potential to support spatial flexibility and acoustic quality within the building.
Ruang dan Identitas: Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular dalam Perancangan Pusat Kebudayaan Riau–Lingga di Kabupaten Lingga Avisalvizi; Muhammad Rijal; Indra Kuswoyo
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of Neo-Vernacular Architecture principles in the design of the Riau-Lingga Cultural Center as a strategy to reinforce local identity amid the tide of modernization and shifting cultural values. The main objective of this research is to formulate a design approach that can revive the values, elements, and characteristics of traditional architecture of the Riau-Lingga Sultanate in the form of contemporary buildings that are relevant to today's needs. The method used is Research by Design, which includes pre-design stages of cultural data collection, vernacular element analysis, functional studies, and site context; followed by design exploration through mass studies and spatial experiments; and concluded with design evaluation of its success in representing local identity. The research findings show that the application of Neo-Vernacular principles, such as the use of local materials, climate responsiveness, reinterpretation of traditional roof forms, spatial hierarchy, the concept of stage buildings, verandas, and contextual massing, is capable of translating the cultural values of the Riau-Lingga Malay into a modern architectural form that remains rooted in tradition. Contemporary building technology is also selectively integrated to enhance functionality and comfort without compromising local character. Furthermore, community involvement in the design process strengthens the building's social and cultural relevance. This study concludes that the Neo-Vernacular Architecture approach effectively bridges tradition and innovation, and has the potential to make the Riau-Lingga Cultural Center a symbol of cultural regeneration and a reinforcement of Malay identity in Lingga Regency.
Perancangan Masterplan Camping Ground dengan Pendekatan Eco Eduwisata di Dusun Pulau Empat, Desa Empat Balai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Morian Saspriatnadi; Indra Kuswoyo; Laili Dwi Annisa; Nurrul Helen; Muhammad Rijal; Ratna Amanati
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2: BATOBO: Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.3.2.55-72

Abstract

Pertumbuhan sektor pariwisata yang pesat mendorong integrasi antara rekreasi, edukasi, dan kelestarian lingkungan. Dusun Pulau Empat di Kabupaten Kampar, Riau, memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Kegiatan pengabdian yang merupakan bagian dari kegiatan kukerta MBKM ini bertujuan merancang masterplan Camping Ground pada lahan seluas ±3,8 hektare dengan konsep "Harmoni Bumi Budaya". Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan bottom-up yang berbasis pada analisis kebutuhan pengguna dan tapak. Perancangan mencakup zonasi area camping, fasilitas penunjang (musala, area makan, parkir, olahraga), serta penyelarasan elemen bangunan dengan orientasi lingkungan (matahari, angin, vegetasi) dan kearifan lokal. Hasil rancangan visual dalam bentuk paparan dan poster telah disosialisasikan kepada perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai pemangku kepentingan utama. Program ini berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengedukasi pentingnya pelestarian lingkungan dalam kerangka pariwisata berkelanjutan.