Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

- ANALISIS PERTUMBUHAN DAN HASIL 3 VARIETAS TOMAT (Solanum lycopersicum) AKIBAT PEMBERIAN VARIASI PUPUK DALAM SISTEM POLIBAG: AKIBAT PEMBERIAN VARIASI PUPUK DALAM SISTEM POLIBAG Elandika; Widata, Sri; Arnanto, Driska
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v9i2.20906

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the growth and yield of three tomato varieties (Solanum lycopersicum) under different fertilizer treatments in a polybag system. The research was conducted at P4S “Lestari Makmur”, Sedayu, Bantul, using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: three tomato varieties (Servo, Permata, Betavila) and three fertilizer combinations (NPK + quail manure, NPK + cow manure, NPK + goat manure). A total of nine treatment combinations were tested with three replications. Observed variables included plant height, number of branches, stem diameter, number of clusters, number of flowers, number of fruits, fruit weight per plant, and fruit yield per hectare. The results showed no significant interaction between varieties and fertilizer types on all observed variables. However, the variety factor significantly affected plant height, number of branches, stem diameter, number of clusters, number of fruits per plant, fruit weight per plant, and fruit yield per hectare, while the number of flowers was not significantly different. Betavila variety showed superior vegetative growth, while Servo variety produced higher generative performance. Fertilizer types significantly affected the number of branches and clusters, with the combination of NPK + quail manure giving the best results. It can be concluded that Servo variety is more productive in terms of yield, while Betavila excels in vegetative growth. The application of NPK combined with organic manure, particularly quail manure, is recommended to enhance tomato growth and yield in polybag systems.Keywords: Tomato (Solanum lycopersicum), varieties, organic fertilizer, NPK, polybag
PENGARUH FESES KAMBING DAN KONSENTRASI URIN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa L. ) DALAM POLIBAG Dominggo De Ornay, Marianno; Sunaryo, Yacobus; Arnanto, Driska
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v9i2.21012

Abstract

This research aims to determine the interaction between goat feces and goat urine concentration on the growth and yield of green mustard plants. The research was carried out in a yard located in Berbah, Seleman, Yogyakarta, Special Region of Yogyakarta. This research was conducted using the Complete Randomized Block Design (RAKL) method with two treatment factors. The first factor is goat feces and secant charcoal in the composition of the planting media consisting of three levels. The second factor is the goat urine concentration treatment, consisting of three levels. Data were analyzed using variance at the 5% level followed by using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The variables observed include plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, dry weight. The research results showed that the interaction between goat urine concentration and the composition of the planting medium had a significant effect on plant height, number of leaves, leaf width, leaf length, fresh weight and dry weight on the growth and yield of mustard greens. The planting media treatment showed significant differences in all variables of growth and yield of green mustard plants.
STUDI PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP VIABILITAS DAN VIGORITAS TANAMAN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) Arnanto, Driska; Darnawi, Darnawi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1127

Abstract

Penyediaan benih dalam jumlah besar membutuhkan stok benih di gudang penyimpanan. Penyimpanan benih legum termasuk biji kacang pendek di wilayah tropis lembab seperti Indonesia dihadapkan pada masalah daya simpan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menentukan jenis media penyimpanan kacang pedang menengah yang baik dalam jangka panjang. (2) Menentukan pengaruh jenis media penyimpanan benih terhadap viabilitas dan vigority benih swordbean. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan, yaitu perlakuan kontrol (benih baru), perlakuan benih disimpan dalam plastik, timah, kertas dan masih dalam polong. Setiap perawatan diulang lima kali. Benih yang digunakan adalah biji pedang yang disimpan selama dua tahun (2017-2019). Pengujian yang dilakukan adalah viabilitas benih dan vigor benih. Analisis data menggunakan analisis varian dengan tingkat 5 persen , jika ada perbedaan yang signifikan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan tingkat 5 persen . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan dalam bentuk polong dan paperbag dapat menjaga viabilitas dan vigority biji biji kacang pedang.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK PUYUH DAN VOLUME AIR TERHADAP SIFAT-SIFAT AGRONOMI PADA TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa) Widata, Sri; Arnanto, Driska; Pusasi, Saipul Anwar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3986

Abstract

The study aimed to determine the effect of quail organic fertilizer and water volume on agronomic properties in pakcoy (Brassica rape) plants. The experiment was carried out at the Asmadewa Green House, Faculty of Agriculture, Cleban, Annual, Umbulharjo District, Yogyakarta. Research location is abaut 114 meters above sea level. This study was compiled using a Complete Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor is the dose of quail manure (P) consisting of 3 level, 10 tons / ha (P1), 15 tons / ha (P2), 20 tons / ha (P3). The second factor is the volume of water (A) consisting of 3 level, 600 ml (40% KL) (A1), 750 ml (50% KL) (A2), 900 ml (60% KL) (A3). Volume of water irrigation was given in every 2 days for each different level. All treatment repeated by 3 times. Observation variables are : plant height, leaf length, number of leaves, leaf width, plant fresh weight, plant dry weight, stem diameter, root length, fresh weight of roots, dry weight of roots. Data was processed with Anova (Analysis of Variance) carried out advanced analysis using DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results showed that there was an interaction between the dose of 15 tons/ha of fertilizer and the volume of 900 ml (60% KL) of water on the number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, root fresh weight and root dry weight. Meanwhile, in the combination of 15 tons/ha and a volume of 600 ml (40% KL) of water, interactions occurred on plant height, leaf length, and leaf width. Whereas at a fertilizer dose of 20 tons/ha and a volume of 600 ml (40% KL) of application, there was an interaction only on the diameter of the stem, while at a volume of 750 ml (50% KL) of water there was an interaction on root length. Keywords : Mustard, Quail Fertilizer and Water Irigation, Growth Plant INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik puyuh dan volume air terhadap sifat - sifat agronomi pada tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa). Percobaan dilaksanakan di Green House Asmadewa Fakultas Pertanian, Cleban, Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta . Lokasi penelitian berada pada ketinggian 114 mdpl. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang puyuh (P) terdiri dari 3 aras yaitu: 10 ton/ha (P1), 15 ton/ha (P2), 20 ton/ha (P3). Faktor kedua adalah volume pemberian air (A) terdiri dari 3 aras yaitu: 600 ml (40% KL) (A1), 750 ml (50% KL) (A2), 900 ml (60% KL) (A3). Volume pemberian air dilakukan setiap 2 hari sekali. Diulang, sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, lebar daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, diameter batang, panjang akar, berat segar akar, dan berat kering akar. Data diolah dengan sidik ragam Anova (Analysis of Variance) dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis pupuk 15 ton/ha dan volume pemberian air 900 ml (60% KL) terhadap jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat segar akar dan berat kering akar. Sementara pada kombinasi 15 ton/ha dan volume pemberian air 600 ml (40% KL) terjadi interaksi pada tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun. Sedangkan pada dosis pupuk 20 ton/ha dan volume pemberian 600 ml (40% KL) terjadi interaksi hanya pada diameter batang, sementara pada volume pemberian air 750 ml (50% KL) terjadi interaksi pada panjang akar. Kata kunci : Sawi, Pupuk Puyuh dan Volume Air, Sifat Agronomi 
UJI TOLERANSI SALINITAS TERHADAP SEPULUH GENOTIP F1 TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Arnanto, Driska; Basuki, Nur; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 5 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan tanaman sayuran buah yang digemari masyarakat dan mempunyai nilai gizi tinggi. Semakin menyempitnya areal pertanian yang subur di Indonesia, mendorong petani untuk mengembangkan dan mendaya-gunakan lahan salin untuk menanam tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan toleransi dari sepuluh genotip F1 tomat pada tingkat salinitas yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2012 di Desa Jatikerto, Kabupaten Malang, Universitas Brawijaya.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 40 perlakuan kombinasi dan 3 kali ulangan. Faktor 1 ialah 10 genotip F1 Tomat: BTM 867 (V1), BTM 2645 (V2), BTM 1076 (V3), BTM 2064 (V4), BTM 9323 (V5), BTM 9358 (V6), BTM 9291 (V7), BTM 9294 (V8), TM 0001 (V9), dan TM 0002 (V10). Faktor 2 ialah perlakuan salinitas garam NaCl yaitu 0 mg/pol (K0), 750 mg/pol (K1), 1500 mg/pol (K2), dan 2250 mg/pol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan salinitas garam NaCl pada level yang berbeda dan interaksi antara pemberian garam NaCl dan 10 genotip F1 Tomat tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan 10 genotip F1 tomat. Namun pada level pertumbuhan menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tiap genotip F1 Tomat. Pada karakter BTM 1076, panen pertama dan kedua lebih tinggi dari BTM 9294 meskipun pada total panen BTM 9294 lebih tinggi dari BTM 1076. Kata kunci : Salinitas, NaCl, cekaman, genotip F1 tomat
Keberhasilan Persilangan Edamame dengan Tiga Varietas Kedelai (Glycine max) Serta Resiprokalnya Arnanto, Driska; Maryani, Yekti; Kusumawati, Dian Eka
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1279

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pertanian penghasil biji yang memiliki kandungan protein nabati tinggi sehingga layak untuk dikonsumsi setiap hari. Pemuliaan tanaman merupakan salah satu metode untuk meningkatkan produktivitas nasional kedelai salh satunya dengan persilangan intraspesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan persilangan Edamame dengan tiga varietas unggul serta resiprokalnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 hingga Februari 2023 di Greenhouse  Asrama Dewa Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Keberhasilan persilangan ini menggunakan metode persilangan set dialel lengkap. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada level nyata 5% untuk parameter umur  berbunga, jumlah biji per polong, dan keberhasilan persilangan dan diuji dengan jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test) pada level 5%. Hasil penelitian menunjukkan persilangan edamame dengan tiga varietas kedelai Wilis, Anjasmoro, dan Grobogan, tingkat keberhasilan persilangan yang paling tinggi pada varietas Wilis×Edamame (29,9%), sedangkan yang paling rendah adalah Grobogan×Edamame (26,7%). Parameter jumlah biji per polong menunjukkan paling banyak pada persilangan Edamame dengan Wilis (7,3 biji). Sedangkan pada persilangan resiprokalnya keberhasilan persilangan tertinggi dan jumlah biji per polong  ditunjukkan oleh persilangan Wilis dengan Edamame (52,3% dan 15 biji per polong). Berdasarkan hasil penelitian tersebut tingkat keberhasilan paling tinggi ditunjukkan oleh Edamame sebagai jantan dengan Wilis sebagai betina (52,3%).
Pengaruh Pola Tanam Tumpangsari Jagung (Zea mays) dengan 3 Varietas Padi (Oryza sativa) terhadap Hasil di Lahan Kering Gunungkidul Sunaryo, Yacobus; Zamroni, Zamroni; Kristamtini, Kristamtini; Laelita, Dwi Respati; Arnanto, Driska
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1570

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tanam monokultur dan tumpangsari terhadap hasil jagung dan tiga varietas padi di lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di Trenggono Kidul, Gunungkidul, pada bulan Maret-Agustus 2020 dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 3 ulangan. Perlakuan meliputi monokultur Nasa 29, monokultur Inpari 42, monokultur Inpari 43, monokultur Inpago 10, tumpang sari Nasa 29 dan Inpari 42, tumpang sari Nasa 29 dan Inpari 43, dan tumpang sari Nasa 29 dan Inpago 10. Variabel tanaman jagung meliputi: tinggi tanaman, bobot brangkasan basah, bobot brangkasan kering, bobot jagung dengan kelobot, panjang tongkol jagung, bobot jagung pipilan, bobot tongkol tanpa biji dan bobot 100 biji. Variabel pengamatan tanaman padi meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, bobot 100 butir gabah, dan bobot gabah per rumpun. Analysis of Variance (ANOVA) pada α= 5% digunakan dalam analisis data dan untuk mengetahui perbedaan di antara perlakuan menggunakan uji DMRT pada α= 5%. Hasil penelitian menunjukan jagung Nasa 29 secara tumpang sari dengan ketiga varietas padi (Inpari 42, Inpari 43 dan Inpago 10) tidak berbeda nyata dengan hasil jagung Nasa 29 secara monokultur. Hasil monokultur padi (Inpari 42, Inpari 43, dan Inpago 10) dibanding dengan hasil padi secara tumpang sari dengan jagung Nasa 29 menunjukkan beda nyata, dimana hasil monokultur lebih unggul daripada tumpang sari. Paket tumpang sari yang dapat memberikan hasil jagung maupun padi yang terbaik diperoleh pada tumpang sari jagung Nasa 29-Inpari 43 dengan nisbah kesetaraan lahan (NKL) 1,24 artinya penerapan pola tanam tumpang sari masih tergolong menguntungkan karena memiliki nisbah kesetaraan lahan (NKL) lebih besar dari satu.
Irrigation Deficit for Ciherang Rice Variety as a Benchmark for Developing Upland Rice Cultivation Systems Widata, Sri; Zamroni, Zamroni; Arnanto, Driska; Darnawi, Darnawi; Baharudin, Ahmad Ferry; Yunianta, Yunianta; Sudrajat, Ignatius Suprih
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2164-2170

Abstract

This study aims to evaluate the agronomic response of Ciherang rice plants during the vegetative and generative phases under deficit irigation conditions, as a benchmark for cultivation in dry land. This study used a factorial Completely Randomized Design with two factors. First, the level of water efficiency consisting of three levels, namely 300 ml, 600 ml, and 900 ml; second, the ratio of cattle manure and urea fertilizer also consisting of three levels, namely 80:20, 50:50, and 20:80. The observed variables include vegetative phase parameters, such as plant height, number of tillers, and dry weight of biomass, as well as generative phase parameters, such as percentage of filled grains and weight of filled grains per clump. The results showed that there was a significant interaction between water efficiency and fertilizer ratio during the generative phase, but no similar interaction was found during the vegetative phase. Furthermore, the combination of 600 ml water treatment with a 50:50 fertilizer ratio produced the highest percentage of filled grains and weight of filled grains. These results indicate that Ciherang rice can grow well under efficient water conditions, making it potentially suitable for cultivation in dry land.