Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK (0-5 TAHUN) DI POSYANDU WILAYAH PUSKESMAS CIKARANG Putri, Aulia Yasmin Mulyana; Hoerudin, Hoerudin; Padaallah, Ananda Patuh; Setianingsih, Triseu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44699

Abstract

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita menderita stunting. Pada tahun 2022, data melaporkan bahwa balita di Indonesia yang menderita stunting sebanyak 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Fokus dari studi ini untuk mengidentifikasi apakah antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang terdapat hubungan yang signifikan. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional diterapkan dalam studi ini untuk mengukur data. Teknik accidental sampling diterapkan untuk memperoleh sampel penelitian ini yang terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun dari populasi sebanyak 133 ibu dengan anak usia 0-5 tahun. Kuesioner merupakan instrumen yang digunakan guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Uji Chi square adalah pengujian yang diterapkan diterapkan untuk menganalisis data. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Maka dari itu, pengetahuan ibu memengaruhi perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun, dengan ibu berpengetahuan rendah 2,935 kali lebih berisiko memiliki perilaku pencegahan stunting kurang baik dibandingkan ibu berpengetahuan baik tentang stunting.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN TUGAS AKHIR DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN Juarsih, Juarsih; Salsabila, Jihan; Padaallah, Ananda Patuh; Kadang, Yulta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45261

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun eksternal mampu mempengaruhi tingkat stres, salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa, salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling sehingga terpilih sebanyak 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman sebagai sampel. Hasil penelitian menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa dengan nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir, berada pada kategori sedang dengan arah hubungan berbanding terbalik. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua agar mendapatkan dukungan sosial yang cukup.
Pendampingan Kader melalui Implementasi Tahapan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Desa Sukamantri Kadang, Yulta; Kadewi, Ami; Rahayu, Previarsi; Patuh, Ananda; Putri, Riska Subhianti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.461

Abstract

Salah satu fenomena serius dalam bidang kesehatan selama beberapa dekade yang tetap menjadi fokus perhatian utama dunia baik di negara maju maupun berkembang adalah Penyakit tidak menular (PTM). Metode yang digunakan adalah pendampingan kader oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, yaitu mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 32 orang (71.1%). Sedangkan hasil skrining adanya risiko kejadian PTM yang dibuktikan dengan hasil pengukuran IMT, 15 orang (33.3%) dengan IMT berlebih dan 6 orang (13.3%) dengan IMT obesitas, hasil pengukuran lingkar perut mayoritas responden memiliki lingkar perut berlebih, yaitu 35 orang (77.8%), hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hipertensi, yaitu 27 orang (60%) serta mengalami peningkatan gula darah yaitu 6 orang (13.3%). Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pendampingan kader PTM dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini faktor risiko PTM ini memberikan manfaat signifikan, baik itu untuk kader posbindu PTM maupun masyarakat sebagai peserta Posbindu PTM di desa Sukamantri, dimana terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PTM yang dibuktikan dengan kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan PTM dan melakukan skrining faktor risiko PTM penyakit tidak menular (PTM) serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang PTM sehingga dapat memperbaiki pola hidup lebih sehat
Perbedaan Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Sebelum Dan Sesudah Pemberian Totok Punggung Fuadiati, Lie Liana; Dianita, Eka Mei; Padaallah, Ananda Patuh
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20107

Abstract

ABSTRACT A problem that often arises from patients is blood sugar instability. Currently, in addition to pharmacological treatment (medical drugs), non-pharmacological therapy and alternative therapies are widely developed. Not to replace medical treatment, but used as a support for medical treatment. One of the non-pharmacological therapies is back acupressure. The purpose of this study was to determine the average random blood sugar in patients with type 2 diabetes mellitus before and after back acupressure and to determine whether there was a difference in random blood sugar in patients with type 2 diabetes mellitus before and after back acupressure. Experimental design research design, using one group pretest-posttest control group design. The sample in this study were 35 diabetes mellitus. The sampling technique used purposive sampling with inclusion and exclusion criteria determined by the researcher. The measuring instrument in this study used a glucometer which functions to measure blood sugar levels. Data analysis in this study used the Wilcoxon-test, because the data was not normally distributed. The results of this study were that the average blood sugar levels of respondents before the intervention were 234 mg/dL and the average blood sugar levels of respondents after the intervention were 223 mg/dL. The results of the statistical test analysis using the Wilcoxon pre-post blood sugar test for patients with diabetes mellitus obtained sig. (tailed) or a p value of 0.000 <α, which means that H1 is accepted or there is a difference in the average between before and after the intervention. Back acupressure helps improve blood circulation and stimulates organs that play a role in sugar metabolism, thereby helping to lower blood sugar levels. It can be concluded that there is a difference in blood sugar levels when patients with diabetes mellitus before and after back acupressure is given. Keywords: Random Blood Sugar Levels, Back Acupressure.  ABSTRAK Masalah yang seringkali muncul dari pasien adalah ketidakstabilan gula darah. Saat ini selain pengobatan farmakologis (obat-obatan medis), terapi non farmakologis dan terapi alternatif banyak dikembangkan. Bukan untuk menggantikan pengobatan medis, namun digunakan sebagai pendukung pengobatan medis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu totok punggung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi rerata gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian totok punggung dan mengetahui adakah perbedaan gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian totok punggung. Desain penelitian experimental design, menggunakan one group pretest-posttest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah 35 pasien diabetes mellitus. Teknik Sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan peneliti. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan glucometer yang berfungsi untuk mengukur kadar gula dalam darah. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Wilcoxon-test, dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah rerata kadar gula darah responden sebelum intervensi rata-rata 234 mg/dL dan rata-rata gula darah responden sesudah intervensi 223 mg/dL. Hasil analisis uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon pre-post gula darah pasien diabetes mellitus diperoleh sig.(tailed) atau nilai p sebesar 0,000< α, yang berarti H1 diterima atau ada perbedaan rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Totok punggung membantu meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang organ-organ yang berperan dalam metabolisme gula, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaann gula darah sewaktu pasien diabetes mellitus sebelum dan sesudah pemberian totok punggung. Kata Kunci: Kadar Gula Darah Sewaktu, Totok Punggung.
Aktivitas Fisik dan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien DM Tipe II Damanik, Raiyah Monita; Saragih, Norvita Mariyenta; Putri, Riska Subhianti; Padaallah, Ananda Patuh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.303

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun fungsi insulin. Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kestabilan glikemik, namun sebagian besar pasien masih menunjukkan tingkat aktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang pada 107 responden di RS H. Jakarta Timur. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ dan dikonversi ke MET-Minute/minggu, sedangkan kadar gula darah sewaktu diperoleh melalui pengukuran glukometer dan pencatatan rekam medis. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 43,0% responden memiliki aktivitas fisik rendah, 21,5% sedang, dan 35,5% tinggi. Pada distribusi gula darah, 43,0% termasuk kategori diabetes, 30,8% pre-diabetes, dan hanya 26,2% normal. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya aktivitas fisik berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah. Intervensi edukasi dan promosi kesehatan yang menekankan pentingnya olahraga sederhana, seperti berjalan kaki teratur, perlu diperkuat dalam manajemen DM Tipe II guna menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Gagal Ginjal dengan Hemodialisa Ruslima, Rosa; Masri, Nurul Anwar Anis Ika; Padaallah, Ananda Patuh; Rahayu, Previarsi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.317

Abstract

Latar belakang: Pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisa rentan mengalami kecemasan yang berdampak terhadap kualitas tidur, sehingga memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan kualitas hidup mereka. Kecemasan yang tidak terkelola dapat memperburuk gangguan tidur seperti insomnia dan meningkatkan risiko komplikasi metabolik.s.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien PGK di RS Harapan Bunda Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 91 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05).Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (80%), perempuan (54%), dan berpendidikan menengah (57%). Tingkat kecemasan terbanyak kategori berat (39%), diikuti sedang (34%) dan ringan (27%). Kualitas tidur buruk dialami 56% responden, sementara 44% melaporkan tidur baik. Uji Chi-Square (χ² = 42,933; df = 2; p = 0,000) menunjukkan hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien hemodialisa. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin buruk kualitas tidur pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya skrining rutin kecemasan, edukasi sleep hygiene, serta intervensi psikososial dan spiritual dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien
Pengaruh Reedukasi Prosedur Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Jantung Koroner Tresnawati, Maelinda; Nurhalimah, Nurhalimah; Sartika, Mila; Padaallah, Ananda Patuh
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21674

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di dunia dan termasuk dalam beban penyakit global (global burden of disease). Pasien PJK yang akan menjalani prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) seringkali mengalami kecemasan yang dapat memengaruhi keberhasilan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reedukasi prosedur tindakan PCI terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien PJK di ruang rawat inap RS XXX Cikarang periode Desember 2024 sampai Januari 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Populasi penelitian sebanyak 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan media leaflet. Analisis data dilakukan dengan Uji Wilcoxon. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 ($p 0,05$), yang berarti terdapat pengaruh signifikan reedukasi prosedur tindakan PCI terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien.Reedukasi mengenai prosedur PCI efektif menurunkan kecemasan pasien PJK sebelum tindakan. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi secara intensif sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan pre-operasi.