Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN TUGAS AKHIR DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN Juarsih, Juarsih; Salsabila, Jihan; Padaallah, Ananda Patuh; Kadang, Yulta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45261

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun eksternal mampu mempengaruhi tingkat stres, salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa, salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling sehingga terpilih sebanyak 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman sebagai sampel. Hasil penelitian menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa dengan nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir, berada pada kategori sedang dengan arah hubungan berbanding terbalik. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua agar mendapatkan dukungan sosial yang cukup.
Pendampingan Kader melalui Implementasi Tahapan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Desa Sukamantri Kadang, Yulta; Kadewi, Ami; Rahayu, Previarsi; Patuh, Ananda; Putri, Riska Subhianti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.461

Abstract

Salah satu fenomena serius dalam bidang kesehatan selama beberapa dekade yang tetap menjadi fokus perhatian utama dunia baik di negara maju maupun berkembang adalah Penyakit tidak menular (PTM). Metode yang digunakan adalah pendampingan kader oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, yaitu mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 32 orang (71.1%). Sedangkan hasil skrining adanya risiko kejadian PTM yang dibuktikan dengan hasil pengukuran IMT, 15 orang (33.3%) dengan IMT berlebih dan 6 orang (13.3%) dengan IMT obesitas, hasil pengukuran lingkar perut mayoritas responden memiliki lingkar perut berlebih, yaitu 35 orang (77.8%), hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hipertensi, yaitu 27 orang (60%) serta mengalami peningkatan gula darah yaitu 6 orang (13.3%). Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pendampingan kader PTM dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini faktor risiko PTM ini memberikan manfaat signifikan, baik itu untuk kader posbindu PTM maupun masyarakat sebagai peserta Posbindu PTM di desa Sukamantri, dimana terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PTM yang dibuktikan dengan kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan PTM dan melakukan skrining faktor risiko PTM penyakit tidak menular (PTM) serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang PTM sehingga dapat memperbaiki pola hidup lebih sehat
Kontrol Diri Berbasis Health Belief Model terhadap Perilaku Pencegahan Obesitas Remaja Patuh Padaallah, Ananda; Sufyanti Arief, Yuni; Ulfiana, Elida; Yusuf , Ah.
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 7 No. 2 (2024): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v7i2.720

Abstract

Abstrak Obesitas menjadi permasalahan pada kelompok usia remaja, karena berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, bahkan menimbulkan kematian. Penelitian bertujuan untuk mencegah obesitas dengan menspesifikasikan masalah, menetapkan tujuan, membuat komitmen,dan mengambil rencana untuk mencegah perilaku makan yang menyebabkan risiko obesitas. Desain penelitian menggunakan explanatory survey dengan desain cross sectional. Metode sampling menggunakan rule of thumb dengan besar populasi dan sampel 126 remaja berusia 15-19 tahun. Variabel independen penelitian adalah faktor sosiodemografi internal, faktor sosiodemografi eksternal, keyakinan individu, kontrol diri. Variabel dependen penelitian adalah perilaku pencegahan obesitas. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan faktor sosiodemografi internal terhadap keyakinan individu (t=4,321), terdapat pengaruh signifikan faktor sosiodemografi eksternal terhadap keyakinan individu (t=5,759), terdapat pengaruh signifikan keyakinan individu terhadap kontrol diri (t=88,758), terdapat pengaruh signifikan keyakinan individu terhadap pencegahan obesitas (t=3,943), terdapat pengaruh signifikan kontrol diri terhadap pencegahan obesitas (t=4,637). Faktor sosiodemografi internal dan eksternal mempengaruhi keyakinan individu dan mempengaruhi kontrol diri terhadap perilaku pencegahan obesitas. Peningkatan persepsi yang baik mengenai keyakinan individu dan kontrol diri diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap pecegahan obesitas. Kata kunci: obesitas, kontrol diri, remaja, perilaku pencegahan obesitas   Abstract Adolescent obesity is a concern since it can lead to health issues and sometimes even death. The study aims to prevent obesity with specifying the problem, set goals, make commitments, and take plans to prevent eating behaviors that cause obesity risk. The research design uses an explanatory survey with a cross sectional design. The sampling method uses the rule of thumb with a population and sample size of 126 adolescents aged 15-19 years. The independent variables were internal sociodemographic factors, external sociodemographic factors, individual beliefs, self-control. The dependent variable was obesity prevention behavior. Data were collected through questionnaires and analyzed using SEM PLS. The findings demonstrated that individual beliefs are significantly influenced by internal sociodemographic factors (t=4.321), significantly influenced by external sociodemographic factors (t=5.759), significantly influenced by individual beliefs on self-control (t=88.758), significantly influenced by individual beliefs on obesity prevention (t=3.943), and significantly influenced by self-control (t=4.637). Internal and external sociodemographic factors influence individual beliefs and influence self-control on obesity prevention behavior. Increasing good perceptions of individual beliefs and self-control is expected to have an influence on obesity prevention. Keywords: obesity, self-control, adolescence, obesity prevention behavior
The Relationship of Family Support in Compliance with Treatment in Diabetes Mellitus Patients at Sentra Medika Cibinong Hospital in 2024 Fany Koesmawaty; Elly, Elly; Ns. Ananda Patuh Padaallah; Aprilina Sartika
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 08 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, December (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by increased blood glucose levels, known as hyperglycemia due to impaired insulin secretion and insufficiency of insulin function itself and can result in death or disability, and have a significant impact on the quality of life of sufferers. This study aims to identify the characteristics of respondents and provide a demographic overview of the relationship between family support in compliance with treatment in Diabetes Mellitus patients at Sentra Medika Cibinong Hospital. This study uses a cross-sectional quantitative research method and emphasizes the time spent measuring or observing dependent and independent variable data one by one on 62 samples from 160 populations in October to November at Sentra Medika Cibinong Hospital. Based on the Kolmogorov-Smirnov data normality test and the research obtained asymp.sig (2-tailed) of 0.576 or > 0.05 meaning that the data is normally distributed and based on the statistical analysis of the chi-square test shows that P-Value = 0.005 (P <alpa 0.05), then Ha is accepted which means that there is a relationship between high family support and increased compliance with care at Sentra Medika Cibinong Hospital. From the results of this study, data analysis and discussion, the purpose of the study has been answered, namely there is a relationship between family support and compliance with care in diabetes mellitus patients at Sentra Medika Cibinong Hospital in 2024. The results of this study are expected to provide input for Sentra Medika Cibinong Hospital in an effort to provide promotion to diabetes mellitus patients regarding the importance of maintaining compliance in carrying out self-care activities.
Perbedaan Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Sebelum Dan Sesudah Pemberian Totok Punggung Lie Liana Fuadiati; Eka Mei Dianita; Ananda Patuh Padaallah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20107

Abstract

ABSTRACT A problem that often arises from patients is blood sugar instability. Currently, in addition to pharmacological treatment (medical drugs), non-pharmacological therapy and alternative therapies are widely developed. Not to replace medical treatment, but used as a support for medical treatment. One of the non-pharmacological therapies is back acupressure. The purpose of this study was to determine the average random blood sugar in patients with type 2 diabetes mellitus before and after back acupressure and to determine whether there was a difference in random blood sugar in patients with type 2 diabetes mellitus before and after back acupressure. Experimental design research design, using one group pretest-posttest control group design. The sample in this study were 35 diabetes mellitus. The sampling technique used purposive sampling with inclusion and exclusion criteria determined by the researcher. The measuring instrument in this study used a glucometer which functions to measure blood sugar levels. Data analysis in this study used the Wilcoxon-test, because the data was not normally distributed. The results of this study were that the average blood sugar levels of respondents before the intervention were 234 mg/dL and the average blood sugar levels of respondents after the intervention were 223 mg/dL. The results of the statistical test analysis using the Wilcoxon pre-post blood sugar test for patients with diabetes mellitus obtained sig. (tailed) or a p value of 0.000 α, which means that H1 is accepted or there is a difference in the average between before and after the intervention. Back acupressure helps improve blood circulation and stimulates organs that play a role in sugar metabolism, thereby helping to lower blood sugar levels. It can be concluded that there is a difference in blood sugar levels when patients with diabetes mellitus before and after back acupressure is given. Keywords: Random Blood Sugar Levels, Back Acupressure.  ABSTRAK Masalah yang seringkali muncul dari pasien adalah ketidakstabilan gula darah. Saat ini selain pengobatan farmakologis (obat-obatan medis), terapi non farmakologis dan terapi alternatif banyak dikembangkan. Bukan untuk menggantikan pengobatan medis, namun digunakan sebagai pendukung pengobatan medis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu totok punggung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi rerata gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian totok punggung dan mengetahui adakah perbedaan gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian totok punggung. Desain penelitian experimental design, menggunakan one group pretest-posttest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah 35 pasien diabetes mellitus. Teknik Sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan peneliti. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan glucometer yang berfungsi untuk mengukur kadar gula dalam darah. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Wilcoxon-test, dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah rerata kadar gula darah responden sebelum intervensi rata-rata 234 mg/dL dan rata-rata gula darah responden sesudah intervensi 223 mg/dL. Hasil analisis uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon pre-post gula darah pasien diabetes mellitus diperoleh sig.(tailed) atau nilai p sebesar 0,000 α, yang berarti H1 diterima atau ada perbedaan rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Totok punggung membantu meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang organ-organ yang berperan dalam metabolisme gula, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaann gula darah sewaktu pasien diabetes mellitus sebelum dan sesudah pemberian totok punggung. Kata Kunci: Kadar Gula Darah Sewaktu, Totok Punggung.
Inspiratory muscle training in intensive care unit patients: A Systematic review Nurul Imam; Taufan Citra Darmawan; Khalifatus Zuhriyah Alfianti; Welmince Paulina Nggorong; Ananda Patuh Padaallah
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v5i1.446

Abstract

Critical patients with ICU room treatment have high morbidity and mortality. Prolonged use of mechanical ventilation can result in a reduction in the strength of the respiratory muscles. The purpose of this review article is to explain the effectiveness of the implementation of IMT in Intensive Care Unit patients. The research design used the PRISMA guideline with a literature search strategy on the Scopus database (n=10), ProQuest (n=1), Web of Science (n=913), PubMed (n=291), and Google Scholar (n=800), with the keyword "Inspiratory Muscle Training OR IMT AND Intensive Care Unit OR ICU AND Breathing AND Ventilation". The selected articles used the Randomized Control Trial and Quasi-Experimental, Case, and Observational Cohort Study research designs. The year the source of the literature was taken is 2020-2024. The effectiveness of Inspiratory Muscle Training also depends on several factors, including the patient's specific health condition, the type of disease or injury, and the implementation and supervision of the exercise program. One of the benefits of IMT is increased respiratory muscle strength, reduced duration of mechanical ventilation, reduced risk of respiratory complications, and improved quality of life. Inspiratory Muscle Training (IMT) has shown effectiveness in various clinical contexts, including the ICU.