Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : Edu Geography

HUBUNGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA N 12 SEMARANG Prayogo, Doni; Aji, Ananto; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dan untuk mengetahui seberapa besar hubungan aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar geografi. Pengambilan data diperoleh dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam model kooperatif tergolong tinggi. Dikatakan tinggi karena mayoritas siswa bertanggung jawab pada tugas yang diberikan dan kerja sama antar siswa yang terjalin. Selain itu, hasil uji korelasi product moment menunjukkan bahwa hubungannya tinggi antara aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran siswa yang mempunyai aktivitas belajar dalam model pembelajaran kooperatif yang tinggi maka akan mendapatkan hasil belajar yang tinggi pula. Saran, pada aktivitas siswa yang masih tergolong rendah perlu adanya perbaikan, yaitu siswa terus berlatih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menerima pendapat siswa lainnya. This study aims to know how much the improvement of students learning activity using cooperative learning model and to know how much the correlation of learning activities in cooperative learning with learning outcomes geography. The data collection gained by the observation and documentation. The use of statistical analyses of the product moment correlation and descriptive statistical. The results of the study shows that students learning activity in cooperative model is in high category. It can be said because the majority of students are responsible for the task given and cooperation among students of being interwoven. In addition, the results of the product moment correlation showed that the impact high between the activity of student learning in the model of cooperative learning towards learning outcomes. Thus, in students learning activity who have learning activities in high cooperative, they will get learning outcomes which also high. The suggestion, in the students activity which is still relatively low need to be improved, that students need to practice to communicate using good and right Indonesian language, and accept the opinion from other students.
KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN KEMBANGSARI KECAMATAN SEMARANG TENGAH Martanto, Cahyo; Aji, Ananto; Parman, Satyanta
Edu Geography Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kelurahan Kembangsari. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 1.177 Kepala Keluarga. Sampel penelitian yang digunakan adalah quota sampling yaitu berjumlah 217 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran di Kelurahan Kembangsari dikelompokkan menjadi 4 parameter yaitu parameter sikap, parameter mobilisasi sumberdaya, parameter rencana tanggap darurat dan parameter sistem peringatan bencana. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran di Kelurahan Kembangsari diketahui 88% memiliki kesiapsiagaan sedang, 3% rendah dan 9% tinggi. Secara keseluruhan kesiapsiagaan Kelurahan Kembangsari masuk kategori sedang dengan nilai 36,75 atau 67,80%, besaran angka tersebut didapat dari perbedaan pola pikir masyarakat yang telah mendapatkan sosialisasi dengan yang belum pernah mendapatkan sosialisasi. Abstract ___________________________________________________________________ This research aims to analyze the level of disaster preparedness in the face of masarakat fires in the village Kembangsari. Design research using quantitative descriptive method. This research population totaled 1,177 Head family. Sample research used was quota sampling that is numbered 217 persons. Data collection method using question form, interview and documentation. Data analysis using descriptive percentage. The results showed that the communitys preparedness in dealing with fires in the village Kembangsari are grouped into four parameters, namely the parameters resource mobilization, the attitude, the emergency response plan parameters and parameters of disaster warning systems. The level of community preparedness in the face of disastrous fires in Kembangsari note 88% have a medium level preparedness, are low 3% and 9% high. Overall preparedness Neighborhood Kembangsari sign in the category medium-value 36.75 67.80%, or magnitude of the figures obtained from the difference in the mindset of the community who have been getting socializing with never getting the socialization.  
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Kepala Keluarga Terhadap Penyediaan Air Bersih, Sanitasi, Sampah Di Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Putri, Dwi Utami; Tjahjono, Heri; Aji, Ananto
Edu Geography Vol 5 No 3 (2017): Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of formal and non-formal education of the community, to know the magnitude of the expenditure of household allocated for the purposes of environmental management, to know the effect of educational levels and public income on environmental management in Boja Village. Researchers collected data using questionnaires, interviews, and documentation.  Data analysis technique used descriptive analysis percentage and multiple regression analysis.  The result of the research shows that the level of formal education of Boja Village is still low, while non formal education includes socialization/training related to environmental management has been followed by 49 household. A total of 88 head of household allocated their income for environmental management purposes from Rp 15.000-Rp 60.000. The variable of educational level and income level related to water supply, sanitation, garbage variable is 28,40%, so it is stated enough to have influence. The conclusion of this study is "there is a significant influence between the level of education and income on water supply, sanitation, garbage in Boja Village, Boja District, Kendal Regency”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan formal dan nonformal kepala keluarga, mengetahui besarnya pengeluaran kepala keluarga yang dialokasikan untuk keperluan pengelolaan lingkungan hidup, mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan kepala keluarga terhadap pengelolaan lingkungan hidup di Desa Boja. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal kepala keluarga Desa Boja masih rendah sedangkan pendidikan nonformal meliputi sosialisasi/pelatihan terkait pengelolaan lingkungan hidup pernah diikuti sebanyak 49 kepala keluarga. Sebanyak 88 kepala keluarga mengalokasikan pendapatannya untuk keperluan pengelolaan lingkungan hidup antara Rp 15.000 - Rp 60.000. Variabel tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan berpengaruh terhadap variabel penyediaan air bersih, sanitasi, sampah sebesar 28,40 %, sehingga dinyatakan cukup memiliki pengaruh. Simpulan dari penelitian ini adalah “ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap penyediaan air bersih, sanitasi, sampah di Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal”.
Pembelajaran Mitigasi Bencana Melalui Media Audio Visual Pada Kelas X di SMA Negeri 10 Semarang Rochmah, Aini Nur Khoirurrizqi; Sriyono, Sriyono; Aji, Ananto
Edu Geography Vol 6 No 1 (2018): Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audio visual media helps teachers in the learning process. The purpose of this study are to know the activity and analyze the learning outcomes of students of class X in learning disaster mitigation through audio visual media. This research is a quantitative descriptive research. The population are a class X student IPS of four classes, and sample are two classes. Sampling technique using purposive sampling. Data collection techniques are observation, documentation and test. Data analysis used descriptive percentage and inferential statistics. The results of research are; (1) student activity is good enough category with average control class percentage 40,88% and experiment class 47,82%, (2) student learning result increase with t value 13,46 whereas t-table value 0,678 at level error 5%, then the value (t arithmetic> t table) so that there are differences in learning outcomes between the control class and the experimental class. The conclusions in this study are good student learning activities and student learning outcomes are quite good. Suggestions put forward audio visual media as one of the alternative ways that teachers use to support the process of learning media based education as an effort to improve student activity and learning outcomes. Media audio visual membantu guru dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan menganalisis hasil belajar siswa kelas X dalam pembelajaran mitigasi bencana melalui media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi adalah siswa kelas X IPS berjumlah empat kelas, dan sampel sebanyak dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan deskriptif presentase dan statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu; (1) aktivitas siswa termasuk kategori cukup baik dengan rata-rata persentase kelas kontrol 40,88% dan kelas eksperimen 47,82%, (2) hasil belajar siswa meningkat dengan nilai t hitung 13,46 sedangkan nilai t-tabel 0,678 pada taraf kesalahan 5%, maka nilai (t hitung> t tabel) sehingga ada perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Simpulan dalam penelitian ini aktivitas belajar siswa cukup baik dan hasil belajar siswa tergolong baik. Saran yang diajukan media audio visual sebagai salah satu cara alternatif yang digunakan guru untuk menunjang proses pembelajaran berbasis media pendidikan sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Pelaksanaan Pendidikan Konservasi Untuk Pelestarian Hutan Mangrove Pada Kelompok Peduli Lingkungan Pantai Selatan (Kpl Pansela) Desa Ayah Tahun 201 Yuliani, Erlina; Liesnoor, Dewi; Aji, Ananto
Edu Geography Vol 6 No 1 (2018): Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The beginning of mangrove conservation program by KPL Pansela is stimulated by environmental damage, abrasion, reduced species of fish that can be caught, and the entrance of brackish water to the mainland. This study aims to determine the program, conservation education and efforts to preserve mangrove forests. This research use qualitative desciptive approach. The population of this study is member of KPL Pansela, samples taken by using total sampling technique, with 25 respondents as the samples. The results showed that: In terms of program implementation indicators, three of indicators in the implementation of mangrove conservation program has been implemented. The implementation of conservation education done by KPL Pansela from the aspect of; attitudes and behaviors in support category (60%); skills in capable category, participation in aktive category (80%). Efforts to conserve mangrove forests that have been carried out by KPL Pansela have been accordance with conservation principles Program konservasi mangrove oleh KPL Pansela dilatarbelakangi oleh terjadinya kerusakan lingkungan, abrasi, berkurangnya jenis ikan yang dapat ditangkap, serta masuknya air payau ke daratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program konservasi mangrove, pelaksanaan pendidikan konservasi dan upaya pelestaraian hutan mangrove oleh KPL Pansela. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan anggota KPL Pansela, sampel diambil dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan: Ditinjau dari indikator pelaksanaan program, pelaksanaan program konservasi mangrove sudah terlaksana. Pelaksanaan pendidikan konservasi pada KPL Pansela ditinjau dari aspek sikap dan perilaku dalam kategori mendukung (60%), keterampilan masuk dalam kategori mampu (72%), dan partisipasi dalam kategori aktif (80%). Upaya pelestarian hutan mangrove yang telah dilakukan oleh KPL Pansela telah sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi.
Pengaruh Pemanfaatan Sungai Banjir Kanal Barat Sebagai Sumber Belajar Geografi Kompetensi Dasar Pelestarian Lingkungan Hidup Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IS SMA Negeri 14 Semarang Tahun 2017 Santoso, Juan Andi; Aji, Ananto; Santoso, Apik Budi
Edu Geography Vol 6 No 2 (2018): Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to know and analyze the influence of the presence of learning Geography by making use of the River Channel Flood the West as the source of learning towards a learning outcomes, learning activities, and the attitude of caring environment students of Class XI IS ALSO KNOWN AS SMU 14. The population in this study i.e. students of Class XI IS SMAN 15 Semarang. The sample in this study i.e. students of Class XI IS 1 and IS 2. Engineering data collection using the test, the question form, and documentation. Data analysis techniques using independent samples t test test. The results showed that the learning of geography by leveraging Western Canal Flood River as a source of learning gives significant influence towards learning outcomes, learning activities, and the attitude of caring environment students of Class XI IS ALSO KNOWN AS SMU 14. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis adanya pengaruh pembelajaran Geografi dengan memanfaatkan sungai Banjir Kanal Barat sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar, aktivitas kegiatan pembelajaran, dan sikap peduli lingkungan siswa kelas XI IS SMAN 14 Semarang. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IS SMAN 15 Semarang. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI IS 1 dan IS 2. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji independent sampel t tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Geografi dengan memanfaatkan sungai Banjir Kanal Barat sebagai sumber belajar memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar, aktivitas kegiatan pembelajaran, dan sikap peduli lingkungan siswa kelas XI IS SMAN 14.
Fenomena Banjir Rob di Kota Semarang Sebagai Sumber Belajar Gultom, Hana Torba; Juhadi, Juhadi; Aji, Ananto
Edu Geography Vol 6 No 3 (2018): Vol 6 (3) 2018
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective is to find out the phenomenon, impacts, efforts of the community and thegovernment in dealing with tidal flooding in the city of Semarang, and organizing the material ofthe tidal flood phenomenon in the city of Semarang as a learning resource. The sample area wastaken using a purposive technique, namely the Genuk District, North Semarang, and Tugu. Thesample of the community and the school to test the feasibility of the non-textbook using purposivesampling technique. Data analysis techniques using qualitative descriptive. The results of this studyindicate (1) the total area of Semarang City is 37,370 ha while the total area of threat, vulnerability,capacity, and risk of rob flood is 5,000, 72 ha (2) The impact of rob on the worst built environmentalaspects is the environment becomes 100% dirty, social aspects of population namely material lossesas much as 100%, built environmental aspects that damage road networks and damage to privatevehicles as much as 100% (3) Government efforts to control rob are divided into 3 regions, namelyWest Semarang, Central Semarang, and East Semarang, while , community efforts to deal with robvary according to household economic conditions. Tujuan penelitian untuk mengetahui fenomena, dampak, upaya masyarakat danpemerintah dalam menghadapi banjir rob di Kota Semarang. Sampel wilayah diambilmenggunakan teknik purposive yaitu wilayah Kecamatan Genuk, Semarang Utara, danTugu. Sampel masyarakat dan sekolah untuk menguji kelayakan buku nonteksmenggunakan teknik sampling purposive. Teknik analisis data menggunakan deskriptifkualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Total luas wilayah Kota Semarang37.370 ha sedangkan total luas ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko banjir robyaitu 5.000, 72 ha (2) Dampak rob pada aspek lingkungan terbangun terparah yaitulingkungan menjadi kotor sebanyak 100%, aspek sosial kependudukan yaitu kerugianmaterial sebanyak 100%, aspek lingkungan terbangun yaitu merusak jaringan jalan danrusaknya kendaraan milik pribadi sebanyak 100% (3) Upaya pemerintah sebagai upayapengendalian rob dibagi menjadi 3 wilayah yaitu Wilayah Semarang Barat, SemarangTengah, dan Semarang Timur sedangkan, upaya masyarakat menghadapi rob beragamdisesuaikan keadaan perekonomian rumah tangga.
Implementasi Program Sekolah Siaga Bencana di Smp Negeri Padureso Kabupaten Kebumen Oktafiani, Ika Nur; Aji, Ananto
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30128

Abstract

Land slide disaster that happened several times in SMP NegeriPadureso and giving effect to the school building and make that school become the most potentially land slide disaster school in PaduresoSubdistrict. Purpose of this research is to measure student knowledge, analyze the implementation of preparedness disaster school, and analyze obstacle of that program in SMP Negeri Padureso. Sample interpretation technique that used is total sampling with amount of student on 8th and 9th grade is 103 that have been followed socialization and simulation of preparedness to face disaster in SSB program. Data interpretation technique that used is observation, interview, test, quesionery, and documentation. Data analysis technique that used is descriptive statistic with quantitative approach. The result of this research shows that : a) level of student knowledge is need to be increased in any indicator because its still low, b) result about analysis SSB program, c) the obstacle is internal obstacle about fund, school society awareness, and there is no SOP and curriculum of SBB. Bencana tanah longsor yang sering terjadi dan mengakibatkan beberapa kerusakan di lingkungan sekolah menjadikan SMP Negeri Padureso menjadi sekolah paling berpotensi terhadap bencana tanah longsor di Kecamatan Padureso. Tujuan penelitian ini mengukur pengetahuan siswa, menganalisis implementasi program sekolah siaga bencana, dan menganalisis kendala program sekolah siaga bencana di SMP Negeri Padureso. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah 103 siswa kelas VIII dan IX yang telah mengikuti sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam program SSB. Teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, test, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu: a) tingkat pengetahuan siswa perlu ditingkatan di beberapa indikator karena masih tergolong rendah, b) analisis implementasi program SSB, c) kendala yang dihadapi adalah kendala internal berupa dana, kesadaran warga sekolah, belum adanya SOP dan kurikulum SSB.
Analisis Preferensi Pemilihan “Kos-Kosan” Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Tahun 2018 Nuruliyah, Devti; Aji, ananto
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30139

Abstract

This reaseach aims to: (1) find out the factors that influence students in choosing boarding houses and the factor that become their main preferences. (2) measuring the level of student satisfaction with the boarding house which they occupied. These are factor analysis and descriptive analysis of percentage. Factor analysis is to answer the objective number 1 and descriptive analysis of percentage is to answer the objective number 2. The results showed that there are four main factors that influence students in choosing their boarding houses. These are environmental sanitation factor, price and facilities factor, safety factor, also accessibility and reference groups factor. The preference of students to choose boarding houses for environmental sanitation factors is the highest. It can be seen from the eigenvalue of environmental sanitation factors which has 2,964. This is the largest eigenvalue of the other factors. Meanwhile, the percentage of variability of variance has 29,641% and the amount of loading factor of three components are the largest. These are 0,915, 0,953 and 0,893 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih tempat kos dan faktor yang menjadi preferensi utamanya. (2) mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kos yang ditempatinya. Terdapat dua teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis faktor untuk menjawab tujuan 1, dan analisis deskriptif untuk menjawab tujuan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih tempat kosnya, yakni faktor sanitasi lingkungan, faktor harga dan fasilitas, faktor keamanan, serta faktor aksesibilitas dan kelompok referensi. Preferensi/kecenderungan mahasiswa dalam memilih kos terhadap faktor sanitasi lingkungan adalah yang tertinggi, hal ini dapat diketahui dari eigenvalue faktor sanitasi lingkungan yakni sebesar 2,964, yang mana merupakan eigenvalue terbesar daripada faktor-faktor yang lain, keragaman variannya sebesar 29,641 %, dan nilai loading factor ketiga komponen faktornya adalah yang terbesar yakni 0,915, 0,953, dan 0,893.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DALAM MENDUKUNG UNNES MEWUJUDKAN VISI BERWAWASAN KONSERVASI SERTA FAKTOR YANG MENYEBABKAN TINGGI RENDAHNYA PENGETAHUAN MAHASISWA Kusumaningrum, Niken; Aji, Ananto; Hardati, Puji
Edu Geography Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v8i1.38501

Abstract

Unnes memiliki visi berwawasan konservasi dan bereputasi internasional dijadikan sebagai pedoman untuk berpikir, besikap, dan bertindak bagi seluruh warganya. Tujuan penelitian: 1) Mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa dalam mendukung Unnes mewujudkan visi berwawasan konservasi; 2) Menganalisis faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkat pengetahuan mahasiswa. Populasi penelitian seluruh mahasiswa Unnes tahun ajaran 2015/2016 dari seluruh fakultas yang berjumlah 5.795 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan karakteristik mahasiswa tahun ajaran 2015/2016 pada masing-masing fakultas yang telah mengambil mata kuliah pendidikan konservasi dengan jumlah sampel 100 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket, observasi, dokumentasi dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian: 1) Pengetahuan mahasiswa tergolong tinggi (78%). 2) Faktor internal yang menyebabkan tinggi rendanya pengetahuan mahasiswa adalah pendidikan (mata kuliah pendidikan konservasi), sedangkan faktor eksternalnya lingkungan (lingkungan kampus).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aisyah Nur Sayidatun Nisa, Aisyah Nur Sayidatun Aji, Halim Sukma Ali Djamhuri Andi Irwan Benardi, Andi Irwan Andin Irsadi Apik Budi Santoso Ardhiansyah, Bayu Arief Rachmat, Arief Ariyani Indrayati Ashabul Kahfi, Ashabul Aulia, Anugrah Tunjung Azid Fathoni, Azid Baskoro Budiyono, Baskoro Budiati, Maghfira Anggita Cahyani, Anis Tsania Ceysara, Andrea Prasasti Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor, Dewi Doni Prayogo, Doni Erni Suharini Fahrudin Hanafi, Fahrudin Fatoni, Nurahmad Ferani Mulianingsih Gultom, Hana Torba Gultom, Hana Torba Harianto Harianto HARIYANTO HARIYANTO Heri Tjahjono Husodo, Sujiwo Jasmine, Farah Nadia Putri Juhadi Juhadi Kusuma, Muhammad Brilliant Cahya Lina Herlina Lucky Hikmatun Nazal Furqon Lutfian Nazar M. Rifky Abu Zamroh Martanto, Cahyo Martanto, Cahyo Marwanti, Ryan Muhamad Khasyir, Muhamad Nana Kariada Trimartuti Nasyith, Dzakiy Niken Kusumaningrum Nugroho, Adi Setyo Nugroho, Adi Setyo Nuruliyah, Devti Nuruliyah, Devti Oktafiani, Ika Nur Oktafiani, Ika Nur Pranata, Kukuh Aji Puji Hardati Putri Utami, Putri Putri, Dwi Utami Putri, Dwi Utami Rahma Hayati Rakhman Sofyan, Rakhman Riskiyanto, Riskiyanto Rizki Yulianto, Rizki Rochmah, Aini Nur Khoirurrizqi Rochmah, Aini Nur Khoirurrizqi RR. Ella Evrita Hestiandari Sanjoto, Tjaturrahono Budi Santoso, Juan Andi Santoso, Juan Andi Saptono Putro Satya Budi Nugraha Satyanta Parman Septiyani, Rani Dwi Shintasiwi, Fitri Amalia Sholeh , Muh Sriyanto Sriyanto Sriyono Sriyono Sulistiawan, Fani Suroso Suroso Tajuddin, Iqbal Tjaturahono Budi Sanjoto Utomo Aji, Muhammad Dwi Vina Nurul Husna Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahidah, Bella Zulfia Aisyatul Wahyu Setyaningsih Wasino Wasino Widawati, Dwi Yuliani, Erlina Yuliani, Erlina