Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Sorogan Alquran dan Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Motivasi Belajar Syatiri Ahmad
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 2, No 1 (2020): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In learning activities, there are a variety of methods that can be used by a teacher in the school, madrasa and Islamic boarding schools. Most of the methods used are still using the old or traditional methods, especially in the pesantren environment, to be a method that is maintained until now used by the cleric to give instruction to his students. This study aims to determine the effect of Qur'an Sorogan on student motivation, to determine the effect of teacher personality competencies on student motivation, and to determine the influence of Qur'an Sorogan and teacher personality competency together on student motivation. Sorogan method is a method of learning that is carried out individually, learning interaction, learning guidance, and supported by the activeness of students. The method in this research is descriptive analytic with quantitative approach. Data collection techniques used Questionnaire, observation, interview, linearity testing, hypothesis testing and data analysis techniques. The results of this study are as follows: (1) Sorogan Qur'an influences student motivation by 33% with low interpretation, (2) teacher's personal competence influences student motivation by 23% with low interpretation, (3) Sorogan The Qur'an and the teacher's personal competence together affect the learning motivation of students by 36% with low interpretation, while other factors that influence by 69.3%.Keywords: Sorogan Qur’an, Teacher personality competence, Learning motivation Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan oleh seorang guru baik dalam lingkungan sekolah, madrasah maupun pesantren sebagian besar metode yang digunakan masih menggunakan cara lama atau tradisional, terutama dalam lingkungan pesantren, menjadi metode yang dipertahankan sampai saat ini yang digunakan oleh ustadz untuk memberikan pengajaran kepada santrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pengaruh Sorogan Al-qur’an terhadap motivasi siswa, untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi siswa, dan untuk mengetahui pengaruh sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa. Metode sorogan merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara individual, interaksi pembelajaran, bimbingan pembelajaran, dan didukung keaktifan santri. Metode dalam penelitian ini adalah  deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket penelitian. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linieritas, uji multikolonieritas dan uji hipotesis. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas VIII A s/d VIII D yang berjumlah 130 siswa. Sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi (25 % x 130 siswa = 32 siswa). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Sorogan Al-qur’an berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 33% dengan interprestasi rendah, (2) kompetensi kepribadian guru  berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 23% dengan interprestasi rendah, (3) Sorogan Al-qur’an dan kompetensi kepribadian guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sebesar 36% dengan interprestasi rendah, Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi sebesar 69,3%.Kata Kunci: Sorogan Al-qur’an, Kompetensi kepribadian guru, Motivasi belajar
Konsepsi Kepemimpinan Pendidikan Dalam Islam Jonisar; Syatiri Ahmad; Tentri Septiyani; Asmawati; Dudi Suprihadi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.338

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji konsepsi kepemimpinan pendidikan dalam Islam. Dalam hal ini disimpulkan bahwa Kepemimpinan merupakan suatu proses kegiatan seseorang untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengkoordinasikan individu atau kelompok agar terwujud hubungan kerjasama dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin pendidikan (sekolah) harus memiliki beberapa keterampilan. Pertama, kemampuan mengorganisir dan membantu staf dalam merumuskan perbaikan program pembelajaran. Kedua, kemampuan memupuk kepercayaan diri guru dan staf. Ketiga, kemampuan membangun kerjasama dalam pengembangan program supervisi. Keempat, kemampuan mendorong partisipasi staf dalam usaha mencapai tujuan sekolah. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam sebuah organisasi atau kehidupan bermasyarakat, menjadi seorang pemimpin harus memiliki yang berketinggian dalam berkehidupan sehingga bisa dijadikan teladan oleh anggotanya. Dalam Islam sendiri disampaikan kepada Umat agar menjadi pemimpin yang sesuai dengan syariat yang ada pada ajaran agama Islam, yang selanjutnya menuju kepemimpinan Islami, yaitu kepemimpinan yang lebih mengarah pada tuntunan pendidikan agama Islam dengan prinsip-prinsip yang telah ada dalam Al-Quran dan keteladanan dari Rasulullah Saw.
Strategi Pengembangan Organisasi Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Cicalengka Tentri Septiyani; Nurainiyah; Syatiri Ahmad; Iim Wasliman; Supyan Sauri
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.490

Abstract

Pengembangan organisasi merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta, begitupun di Perguruan Tinggi Agama Islam Al-Falah Cicalengka. Hal ini karena mempunyai pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan pencapaian tujuan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan organisasi yang menyangkut perspektif keuangan, layanan, pembelajaran dan peningkatan. Balanced Scorcard (BSC) sebagai alternatif pengembangan organisasi di STAI Al-Falah Cicalengka yang merupakan perguruan tinggi swasta yang hendak mengoptimalkan layanan pendidikan dengan potensi sumber daya yang ada sesuai dengan Zaman sekarang, tuntutan lingkungan internal dan eksternal. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan organisasi Perguruan Tinggi di STAI Al-Falah Cicalengka., Untuk mengetahui penerapan visi, misi, dan strategi yang telah dilaksanakan oleh STAI Al-Falah Cicalengka dengan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif, data yang didapatkan lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel, dan bermakna, Hasil penelitian ini bahwa Pengembangan organisasi sangat penting dalam meningkatkan kemampuan organisasi di STAI Al-Falah Cicalengka dimulai dari penekanan pada hubungan antar individu, kelompok dan organisasi yang berkaitan dengan fungsional, struktural, teknikal serta personal. Pengembangan organisasi dikembangkan berlandaskan visi dan misi yang jelas, dan diikuti serta dilaksanakan oleh setiap individu yang terlibat dalam pengelolaan, yang akhirnya mutu perguruan tinggi STAI Al-Falah Cicalengka sesuai dengan harapan. Paradigma perkembangan pendidikan dan adanya regulasi banyak membawa dampak, masalah SDM yang menjadi hal yang krusial dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Mutu dosen dan keefektifan pegawai kependidikan menjadi hal yang utama untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi, juga dalam hal meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi karena mutu lulusan perguruan tinggi merupakan salah satu indikator untuk menilai kekuatan daya saing suatu perguruan tinggi.
Perencanaan Strategi Pendidikan Di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka Tentri Septiyani; Syatiri Ahmad; Nurainiyah; Ida Tejawiani
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.491

Abstract

Rencana strategi yang baik akan meningkatkan mutu pendidik yang baik pula. Akan tetapi perencanaan yang baik terkadang tidak diimbangi dengan pelaksanaan yang baik pula. Dengan adanya keseimbangan antara rencana yang dinginkan dalam mencapai tujuan pendidikan maka rencana strategi pendidikan perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan strategi pembelajaran pada SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka, untuk menjawab masalah penelitian di pada SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan pemasalahan dan fokus penelitian. Sumber data menggunakan primer dan sekunder, dimana data yang diperoleh peneliti secara langsung dan tidak langsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan pengujian keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber dan teknik penelitian. kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu perencanaan strategis di SMK Guna Dharma Nusantara sudah bagus karena meliputi perencanaan rencana strategis melalaui beberapa langkah perencanaan yaitu membentuk tim khusus sebagai pemprakarsa pembuatan renstra dari berbagai sumber daya yang mumpuni, membagi kelompok  dengan tugas masing-masing; mengidentifikasi dan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan sekolah tentang peningkatan mutu pendidik; menciptakan visi, misi, dan menganalisis SWOT dengan      mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, kekuatan, dan ancaman yang terdapat di SMK Guna Dharma Nusantara. Pada langkah ini isu strategis belum dianalisis sesuai dengan tingkat urgen; merumuskan strategi untuk mengelola isu dengan melakukan perumusan terhadap program dan kegiatan yang direncanakan untuk menangani isu strategis; serta mereview dan mengadopsi strategi yang telah ditetapkan dalam rencana strategis
Efektivitas Penjaminan Mutu Pendidikan Di SMK Guna Dharma Nusantara Suharyanto H.Soro; Sri Handayani; Syatiri Ahmad; Tentri Septiyani,; M Jalaluddin S
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.585

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Efektifitas Penjaminan Mutu Pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka. Adapun pokok masalahnya, yaitu bagaimana sistem penjaminan mutu pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka? Bagaimanakah implikasi penjaminan mutu pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka? Tujuan penelitian untuk mengetahui sistem penjaminan mutu pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka dan untuk mengetahui implikasi penjaminan mutu pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem penjaminan mutu pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka yaitu dengan cara menetapkan standar peserta didik, melakukan pengembangkan kurikulum dengan menambahkan mata pelajaran robotika bagi jurusan TEIN, bahasa Inggris, bahasa melakukan seleksi tenaga pendidik dengan ketat, penempatan tenaga pendidik sesuai latar belakang pendidikannya, memberikan kesempatan tenaga pendidik untuk mengembangkan kompetensinya melalui pelatihan internal, kegiatan MGMP, dan pelatihan dari Dinas Pendidikan, menyediakan sarana prasarana penunjang pembelajaran, melakukan progam pemeliharaan sarana prasarana, melakukan pengawasan mutu pembelajaran melalui rapat evaluasi, evaluasi berkala, dan pengawasan internal, dan melakukan pendekatan secara proaktif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sistem penjaminan mutu pendidikan di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka berimplikasi pada raihan prestasi sekolah, sekolah dapat melakukan evaluasi progam, sekolah dapat menyaring peserta didik dan tenaga pendidik, tata kelola sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar, dapat mewujudkan visi misi, dan tujuan sekolah secara efektif dan efisien, dan penjaminan mutu pendidikan menjadi panduan bagi seluruh komponen sekolah.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Proses Pembinaan Akhlak Siswa Di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka Syatiri Ahmad; M. Jalaluddin; Kadar Budiman; Tri Novia; Deti Rostini
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.667

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran kepemimpinan kepala sekolah dalam proses pembinaan akhlak siswa di SMK Guna Dharma Nusantara Cicalengka. Dalam lingkungan pembentukan akhlak diantaranya terdapat ruang interaksi orang per orang. Setiap pendidikan memerlukan relasi dengan setiap orag siswanya secara personal. Figur seorang pemimpin yang mampu memberikan teladan sangat diperlukan. Pada penelitian ini bertujuan untu mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam proses pembinaan akhlak siswa di SMK Guna Dharma Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa kepala sekolah dalam melakukan perannya dengan cara memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama dengan individu lainnya di sekolah. Diantaranya melibatkan semua tenaga kependidikan agar terlibat langsung dalam membina akhlak siswa. Kendala dalam pembinaan akhlak siswa di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ialah dari diri siswa itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal ialah dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat dimana siswa tersebut tinggal. Dalam mengatasi masalah proses pembinaan akhlak, kepala sekolah melakukan kerjasama antara semua pihak baik itu sekolah, guru, terutama orang tua siswa yang sangat berperan penting sekali dalam pembinaan akhlak anaknya.
Principal Leadership Style at Vocational High School (SMK) PGRI Selaawi Garut Deti Rostini; Tentri Septiyani; Syatiri Ahmad; Dudi Suprihadi; Nur Ainiyah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i3.723

Abstract

This study aims to describe the leadership style of school principals at the PGRI Selaawi Vocational High School (SMK), Garut Regency. This research uses a descriptive research design that uses research informants, namely deputy principals as key informants and principals, educators and education staff as supporting informants. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use interactive models, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was carried out using source and method triangulation techniques. The results of the study show that (1) the leadership style played by the principal with a leadership type that tends to be democratic. (2) The implementation of the principal's leadership includes: a planning process using good, orderly and open management. The organizing process is carried out with a good leadership style with the division of tasks between educators and education staff. The process carried out with a patterned leadership style strengthens cooperative relationships by always providing direction, coaching, formally and non-formally, both at meetings or personally. Supervision is carried out to give confidence to subordinates so that they do not continuously carry out supervision by going around the class, supervising the performance of educators and education staff. (3) Decision making is carried out by the principal with a leadership style by way of deliberation and discussion and involving educators, education staff and all existing stakeholders.