Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

INOVASI SABUN BERBAHAN MINYAK KELAPA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Siti Puji Lestariningsih; Endi Ramadhani; Destiana destiana; Siva Devi Azahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23173

Abstract

Abstrak: Potensi lokal dari unit desa merupakan modal pemberdayaan yang dapat memecahkan permasalahan kesenjangan. Pendapatan masyarakat Desa Peniti Besar sebagian besar dari perkebunan kelapa. Namun, belum ada produk olahan kelapa yang dapat menjadi alternatif produk unggulan desa. Minyak kelapa merupakan salah satu bahan sabun yang potensial sebagai produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengolah minyak kelapa menjadi sabun bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan dengan metode development community berjumlah 30 orang dari PKK dan pemerintah desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pendampingan praktek, dan evaluasi. Peserta dapat memproduksi sabun sesuai arahan resep dan tahapannya. Hasilnya berupa sabun padat tanpa pewarna. Peserta dapat mengenali hal penting yaitu takaran minyak, air, alkali, pencampuran bahan, dan masa curing. Produk sabun natural minyak kelapa menguntungan dengan laba Rp10.880,00 per batang. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Setelah pelatihan, pemahaman dan minat peserta meningkat 88,6% dan memerlukan pendampingan dalam pengemasan serta pemasaran.Abstract: Peniti Besar Village community income is mostly from coconut plantations. However, there is no processed coconut product that can be an alternative village superior product. Coconut oil is one of the potential soap ingredients as an economic value product. The purpose of the activity is to increase participants' understanding and skills to process coconut oil into valuable soap. The activity was carried out using the community development method, totaling 30 people. Activity stages include field surveys, socialization, practical assistance, and evaluation. Participants can produce soap according to the recipe directions and stages. Participants can recognize important things, namely the dose of oil, water, lye, mixing ingredients, and the curing period. Coconut oil natural soap products are profitable with a profit of IDR 10,880.00 per bar. Evaluation was conducted through questionnaires filled out before and after the training. After the training, participants' understanding and interest increased by 88.6% and required assistance in packaging and marketing.
ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI HUTAN BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN MENGGUNAKAN (NDVI) DI KECAMATAN ENTIKONG TAHUN 2013, 2017, 2023 Destiadi, Feniza; Riyono, Joko Nugroho; Lestariningsih, Siti Puji
JURNAL HUTAN LESTARI Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i4.85031

Abstract

AbstractEntikong is a sub-district in Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia and has 4 regional functions. Entikong is a border that has abundant natural resources, the Entikong forest itself is an asset that must be protected because it is prone to illegal activities such as illegal logging, illegal hunting, and other natural resource exploitation that can threaten and damage the forest order. Therefore, it is necessary to analyze the density of forest vegetation to measure the quality of forests in Entikong District by analyzing changes in vegetation density based on regional functions with a span of 5 years, namely 2013, 2017, 2023. The procedure carried out is the collection and processing of image data and data in the field so that an accuracy value of 93.75% is obtained, where the accuracy of the landsat 8 OLI/TIRS image is quite good in the analysis stage carried out and can present the actual vegetation density in the field. Keywords: Density of vegetation, Entikong Distric, NDVI AbstrakEntikong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia dan memiliki 4 fungsi kawasan. Entikong merupakan perbatasan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, hutan Entikong sendiri merupakan aset yang harus dijaga karena rawannya kegiatan "“ kegiatan ilegal seperti penebangan liar, pemburuan ilegal, serta ekploitasi sumber daya alam lainnya yang dapat mengancam dan merusak tatanan hutan. Maka perlunya analisis kerapatan vegetasi hutan untuk mengukur kualitas hutan yang ada di Kecamatan Entikong dengan menganalisis perubahan kerapatan vegetasi berdasarkan fungsi kawasan dengan rentang waktu 5 tahun yaitu tahun 2013, 2017, 2023. Prosedur yang dilakukan yaitu pengumpulan dan pengolahan data citra dan data dilapangan sehingga didapatkan nilai akurasi sebesar 93,75% yang dimana keakuratan citra landsat 8 OLI/TIRS cukup baik dalam tahapan analisis yang dilakukan dan dapat mempresentasikan kerapatan vegetasi yang sebenarnya dilapangan. Kata kunci: Kerapatan vegetasi, kecamatan Entikong, NDVI.