Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Think Outside The Box Jernih Wati Zai; Meilanta Rantina; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.181

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis tentang apa itu berpikir kreatif, apa saja kategorinya dan aspek dalam kemampuan berpikir kreatif menurut Hadi Ismanto dari channel youtube podcast Greatmind yang berjudul ”Kreatif Sejati: Think Outside The Box, Gimana caranya?”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seseorang dituntut untuk dapat memperoleh lebih dari satu jawaban terhadap suatu persoalan dan untuk itu maka diperlukan imajinasi. Adapun berpikir analitis adalah berpikir yang sebaliknya menggunakan suatu pendekatan logis menuju ke jawaban tunggal. Sebenarnya dalam menghadapi masalah kita membutuhkan kedua jenis berpikir tersebut, yaitu berpikir logis-analitis dan berpikir kreatif. Berpikir logis-analitis sering disebut dengan berpikir konvergen, karena cara berpikir ini cenderung menyempit dan menuju ke jawaban tunggal.Sementara itu berpikir kreatif sering disebut sebagai berpikir divergen, karena disini pikiran didorong untuk menyebar jauh dan meluas dalam mencari ide-ide baru.
Proses Pembentukan Karakter Seseorang Berdasarkan Lingkungan Kehidupan Marwiyatul Atfal; adilla cahya yuniar; Meilanta Rantina; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.193

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Erie Sudewo dari channel youtube TEDx Talks yang berjudul “membentuk karakter membangun bangsa”. Pada karya ilmiah ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan dan mencari referensi sumber lain yang dipandang relevan dan representatif. karakter merupakan topik penting dalam kehidupan sehari-hari, Secara umum, karakter dapat diartikan sebagai sekumpulan sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda kebaikan dan kedewasaan moral seseorang. Masing-masing tentunya memiliki karakter tersendiri. Karakter seseorang dibentuk melalui pembelajaran sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, karakter seseorang bukanlah bawaan sejak lahir,
Bahaya Positif Thinking? Adilla Cahya Yuniar; Marwiyatul Atfal; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.203

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja sisi negative Positive Thingking dari channel youtube podcast TEDx Talks yang berjudul “The Danger Of Positive Thinking”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil Studi ini menjelaskan bahwa Berfikir positif adalah hal yang luar biasa, tetapi itu bisa membawa kita ke dalam masalah besar jika kita terlalu berlebihan dalam berpositif thinking. Akan ada bahaya yang dapat timbul jika dalam setiap segi kehidupan kita, selalu dianggap baik-baik saja, atau selalu berpikir positif. Istilah bahaya selalu berpikir positif ini disebut dengan toxic positivity. Toxic positivity adalah sebuah frasa yang merujuk pada sebuah konsep untuk terus merasa dan berpikir positif. Dengan kata lain, kita hanya memfokuskan segala hal yang terjadi di dalam hidup kita pada hal-hal yang baik-baik saja dan menolak, menyangkal, atau membuang apa pun yang dapat memicu perasaan negatif. Secara sederhana, contoh toxic positivity adalah ketika kita sedang merasa sedih, marah, atau berkabung, dan sedang dalam usaha untuk bercerita kepada orang lain, tetapi malah mendapatkan ungkapan seperti, "Jangan sedih, semua pasti akan baik-baik saja."
Relasi dalam Kehidupan Sehari-hari Telaah Singkat Pemikiran Harits Aufaa Abyan Diana Septyawati; Putri Rizky Apriani; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif dari seorang mahasiswa Harits Aufaa Abyan dari channel Youtube TEDx Talks yang berjudul “networking”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menyimak video yang disampaikan oleh harits aufaa abyan. Hasil studi ini menjelaskan tentang pentingnya membangun dan memperluas hubungan dengan orang lain. Studi ini juga menyebutkan bahwa networking dalam kehidupan sehari-hari itu sangat penting, terutama dalam mengembangkan karir. Networking adalah suatu hal yang banyak digunakan di kalangan dunia kerja dalam memperluas relasi, dan umumnya dapat digunakan untuk mencari peluang kerja atau berbagi informasi. Networking juga dapat menentukan suatu keberhasilan seseorang untuk meraih kesuksesan dan dapat menambah informasi.
The Parable of The Mexican Fisherman: Ambang Batas Merasa Cukup Eka Septi Hartiyani; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.208

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Eka Septi Hartiyani dari channel youtube 1 Hari Sukses yang berjudul “The Parable of The Mexican Fisherman: Kapan Kamu Merasa Cukup?”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskrptif dengan mencatat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan tentang The Parable of The Mexican Fisherman adalah sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang nelayan dan seorang investor bank. Kisah ini mengajarkan kita untuk menemukan keseimbangan dalam hidup, menghargai apa yang kita miliki saat ini, dan meraih kebahagiaan dengan cara yang sederhana. Manusia tidak pernah merasa cukup, selalu ingin lebih dan lebih lagi. Mengejar prestasi, materi, jabatan, kesuksesan, hingga terkadang lupa mensyukuri atas apa yang sudah mereka miliki saat ini. Artikel ini mengingatkan kita bahwa jangan sampai kamu terlambat menyadari, jika hal-hal paling indah tidak akan pernah bisa dibeli dengan materi. Jangan berpikir uang dapat menyelesaikan segalanya demi uang. Hidup itu sederhana, hanya saja kita bersikeras membuatnya rumit.
Konsep Pendidikan: Kajian singkat menurut perspektif Anies Rasyid Baswedan Adelia Angelia Gultom; Nur Halimah; Meilanta Rantina; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.219

Abstract

The goal of this research is to find out the thoughts and perspectives of Anies Rasyid Baswedan from the SDIT AL MU'MIN TV YouTube channel entitled "The Concept of Education". In this study, the writer used a qualitative descriptive method that observed and recorded because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain that education is a process of habituation. This learning also states that education does not form but grows, which directly encourages changes in a person's abilities, both changes in the quality of cognitive, affective and psychomotor abilities. his life as a person, a professional worker, a citizen and a citizen and a creature of God. Learning begins with the event of organizing accessions in conveying the concept of education. Education is about the future in preparing and growing a new generation. This means that education is an effort to realize teaching and learning activities and the learning process actively to develop their potential.
Mengapa Seseorang Memilih Perilaku Nolep Annis Fitria; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.228

Abstract

Nolep adalah singkatan sekaligus plesetan dari istilah dalam Bahasa Inggris yaitu "no life".Menurut laman Detik Jabar, istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ansos (anti sosial yaitu enggan bersosialisasi), kurang bergaul, dan cenderung tidak memiliki kesibukan apa-apa. Sesuai dengan namanya, orang-orang dengan perilaku nolep biasanya lebih banyak menganggur di rumah dan jarang punya teman. Mereka biasanya sulit buat mendapat teman dan lebih suka sendirian. Biasanya, orang dengan karakter nolep ini lebih memilih untuk di rumah sambil nonton drama atau main game ketimbang harus keluar untuk bertemu dengan orang lain. Mereka umumnya menganggap keberadaan mereka itu tidak begitu penting dan lebih memilih untuk menyendiri. Berada dalam keramaian bisa membuat mereka risih dan tidak nyaman. Dalam era digital yang terus berkembang, kehidupan sosial telah mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena yang muncul adalah "nolep", singkatan dari "mengasingkan diri dari kehidupan sosial." Nolep merujuk pada gaya hidup di mana seseorang memilih untuk mengurangi atau bahkan menghindari interaksi sosial dalam lingkup offline maupun online. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang fenomena nolep, alasan seseorang memilih mengisolasi diri secara sosial, serta dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan hubungan interpersonal. Mengapa Seseorang Memilih Nolep.
Unity in Salinity: Bagaimana Hidup Tanpa Garam? Irna Marcelin Manurung; Masduki Asbari; Alfaroz Rizki Putra; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.235

Abstract

Abstrak - Rasa hal yang sering kali kita agung-agungkan atau kita sepelekan, tergantung bagaimana kita mengecap rasa itu. Sebagaimana kita ketahui, sebagai manusia kita mengenal 5 rasa dalam kehidupan yaitu pahit, asam, gurih, manis,dan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan mengenairasa asin yang terdapat pada garam, dan menyampaikan sebuah penelitian yang dapat menginformasikan jenis dan fungsi garam seperti yang dijelaskan oleh Lisa Virgiano dalam channel Youtube TEDx Jakarta yang berjudul “Unity In Salinity”. Pada peneletian ini peneliti memakai metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara simak catat karena sumber yang didapatkan dengan mendengarkan dan menyimak pada narasi lisan. Hasil peneltian ini menyampaikan fakta tentang bahwa terdapat garam yang ada didalam tubuh kita. Penelitian ini juga menyebutkan mengenai garam yang sudah ada dari 6000 tahun sebelum masehi dan menjadi salah satu bumbu dapur yang penting digunakan untuk memberikan cita rasa. Penelitian ini dilakukan berasal banyaknya jenis dan kegunaan garam sebagai pemberi rasa dalam kehidupan. Kata kunci: Bumbu dapur, Cita rasa, Garam. Abstract - Feelings are things that we often exalt or underestimate, depending on how we perceive that feeling. As we know, as humans we know 5 tastes in life, namely bitter, sour, savory, sweet and salty. This study aims to present salt in Indonesia, and provide research that can inform the types and functions of salt as explained by Lisa Virgiano on the TEDxJakarta Youtube channel entitled "Unity in Salinity". In this research, the researcher used a descriptive qualitative method which was carried out by listening to notes because the sources were obtained by listening and listening to oral narratives. The results of this study convey the fact that there is salt in our bodies. This study also mentions about salt that already exists from 6000 years BC and became one of the important kitchen spices used to give flavor. This research was conducted based on the many types and uses of salt as a flavor enhancer in life. Keywords: Salt, Seasoning, Taste.
Sastra Menjadi Pedoman Sehari-hari Telaah Singkat Karya Sastra Menurut Para Ahli Joswin Simaremare; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami isi dari perspektif Juhendri Chaniago dari Channel YouTube TEDx Talks yang berjudul “Reading Literature Makes Us Alive “. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Literature adalah sebuah karya sastra, dimana sastra disebut sebagai tulisan yang baik. Penelitian ini menjelaskan karya sastra dikutip dari sebuah kisah atau cerita dan pengalaman dalam suatu bentuk gambaran kehidupan, setelah itu ditulis menjadi sebuah ni. Penelitian ini juga tidak pernah luput dari penghayatan, dimana karya sastra yang bagus dan menarik Karya Sastra sering disebut sebuah karya kajian ilmiah, karena dirangkai dan diamati dari sebuah cerita dimasa lampau. Tanpa penghayatan karya sastra tidak seindah karya yang telah dirancang. Artinya dalam menulis suatu karya sastra harus benar-benar menghayati cerita yang telah terjadi untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal.
Total Transformation of Our Education 21st Century Dwi Fitriani; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.240

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang “Total Transformation of Our Education” dari channel Youtube Sabda P.S. Pada studi ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini adalah di era globalisasi memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk menjadi orang dan masyarakat yang berfungsi penuh, pendidikan harus didahulukan. Abad ke-21 akan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi masyarakat Indonesia, namun pendidikan kita sendiri masih belum bisa mengatasi tantangan tersebut. Jadi, kita perlu meninjau kembali dan memecah konsep pendidikan untuk memutuskan hal mana yang harus ditantang. Dalam ceramahnya, beliau akan berbicara tentang Total Transformation of Our Education untuk menghadapi tantangan abad ke-21 dan menata masa depan Indonesia yang cerah.