Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR ALJABAR MAHASISWA SEMESTER IV TAHUN AJARAN 2011 – 2012 IAIN SYEKH NURJATI CIREBON sihabudin sihabudin; Toheri Toheri
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.42

Abstract

Banyak ragam cara berpikir manusia, diantanya berpikir kreatif, kritis, inovatif, kompleks. Dalam matematika juga banyak ragam cara berpikir seperti, berpikir geometri (Geometry Thinking), berpikir aritmatika (Aritmatic Thinking), berpikir matematika (Matematichal Thinking). Didalamnya juga terdapat penalaran, berpikir induktif, deduktif , dan sebaganya. Berpikir aljabar (Algebraic Thinking) adalah salah satu cabang dari berpikir matematika. Berpikir aljabar sangatlah penting bagi kehidupan.Di Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati  Cirebon  Jurusan  Matematika,  berpikir  aljabar  erat  kaitannya  dengan  berbagai  mata  kuliah  mahasiwa matematika. Sejauh ini dalam   taraf mahasiswa pun masih rendah dalam berpikir aljabar diantaranya variabel, pernyataan, hubungan-hubungan aljabar (persamaan dan ketidaksamaan), analisis perubahan (graphing), pola, fungsi, serta pemodelan (pemecahan masalah).Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya: (1) keterampilan membuat pernyataan dan variabel serta pola dan fungsi, (2) keterampilan membuat hubungan-hubungan aljabar (persamaan dan ketidaksamaan), (3) keterampilan analisis perubahan (graphing), (4) keterampilan pemodelan (pemecahan masalah), serta (5) indikator- indikator yang paling dominan dan pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa.Dalam kaitannya dengan berfikir aljabar, sebagian besar mahasiswa sangat terbatas keterampilannya dalam menganalis masalah yang ada dalam soal matematika. Kemampuan mahasiswayang beragam ini tentu menghasilkan keterampilan berfikir yang bermacam-macam pula, tetapi sebagian besarnya ternyata merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal tersebut. Disamping itu, berfikir aljabar erat kaitannya dengan sejauh mana keterampilan berfikir mahasiswa dalam menyelasaikan masalah-masalah yang terdapat dalam soal-soal matematika. Teknik  pengumpulan data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  angket  dan  tes.  Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon semester VI yang tengah mempelajari mata kuliah MPM 1 dan 2. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Dari empat kelas yang ada, diperoleh kelas C  (30 mahasiswa) sebagai sampel penelitian  dan kelas A sebagai kelas untuk uji coba instrumen.Hasil perhitungan menunjukkan: (1)  Keterampilanmahasiswa ditinjau dari pernyataan, variabel, pola dan fungsi,  yaitu  sebesar  32,30%.  Sedangkan  jika  dilihat  dari  jawaban  angket  Keterampilanmahasiswa ditinjau  dari pernyataan, variabel, pola dan fungsi adalah sebesar 60,51%, (2) Keterampilanmahasiswa ditinjau dari hubungan- hubungan aljabar (persamaan dan ketidaksamaan), yaitu sebesar 49,60%. Sedangkan jika dilihat dari jawaban angket keterampilanmahasiswa ditinjau  dari  hubungan-hubungan  aljabar  (persamaan  dan  ketidaksamaan)  adalah  sebesar 68,77%, (3) Keterampilanmahasiswa ditinjau dari analisis perubahan (graphing), yaitu sebesar 76,60%. Sedangkan jika dilihat dari jawaban angket keterampilanmahasiswa ditinjau dari analisis perubahan (graphing) adalah sebesar 59,04%, (4) Keterampilanmahasiswa ditinjau dari pemodelan (pemecahan masalah) yaitu sebesar 23,50%. Sedangkan jika dilihat dari jawaban angket keterampilanmahasiswa ditinjau dari pemodelan (pemecahan masalah) adalah sebesar 58,77%, (5) terdapat indikator dominan yang dapat menggambarkan keterampilan berpikir aljabar mahasiswa yaitu sebesar 76% variabel indikator analisis perubahan (graphing) mampu menjelaskan komponen baru yang terbentuk. Kata Kunci : Algebraic Thinking 
PERBANDINGAN PENGGUNAAN ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE) DAN ASESMEN PENUGASAN TERHADAP KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT KELAS VII MTS. NEGERI CIREBON II Yeni Herlina; Toheri Toheri
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.61

Abstract

Evaluasi adalah suatu proses yang harus dilakukan secara sistematis untuk mencariinformasi mengenai gambaran kemampuan siswa untuk mengukur sejauhmana tujuan pembelajaran  sudah  tercapai.  Oleh  karena  itu,  pemilihan  jenis asesmen  atau  jenis penilaian harus menjadi satu fokus perhatian guru yang harus diperhatikan demi mencapai hasil evaluasi seperti yang diharapkan. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis evaluasi asesmen kinerja (Performance) Dan Asesmen Penugasan Terhadap Kemampuan Matematika Siswa.Asesmen Kinerja (Performance) merupakan asesmen terhadap aktivitas siswa dengan berbagai  macam  tugas  dan  situasi  untuk  menilai  kemampuan  siswa,  sedangkan asesmen penugasan merupakan asesmen yang dilakukan dengan menggunakan bukti- bukti    hasil    belajar    yang    diambil    selama    proses    pembelajaran,    secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik bertujuan mengukur sejauhmana kemampuan peserta didik dalam mengkonstruksi dan merefleksi suatu pekerjaan dan juga bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. Dari hasil penelitian diperoleh t hitung adalah -6.015 kemudian dibandingkan dengan t tabel sebesar -1,98729. Nilai –t hitung < -t tabel (-6.015 <-1,98729.) dan signifikansi (0,000<0,05) maka Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan pada perbandingan penggunaan   asesmen   kinerja   (performance)   dan   asesmen   Penugasan   terhadap kemampuan matematika siswa pada pokok bahasan garis dan sudut kelas VII MTs Negeri Cirebon II. Selain itu dapat dilihat melalui rata rata kemampuan siswa yang menggunakan   asesmen   kinerja   (performance)   adalah   68,0444   dan   rata   rata kemampuan matematika siswa yang menggunakan asesmen penugasan adalah 78,3481, artinya rata rata pada asesmen penugasan lebih besar dibanding rata rata siswa yang menggunakan asesmen kinerja (performance) dan dari kedua jenis asesmen ini didapat perbedaan pada kemampuan matematika siswa. Kata Kunci : Evaluasi, Asesmen, Kinerja, Penugasan, Kemampuan matematika
PENGARUH PENGGUNAAN SCRATCH TERHADAP KREATIVITAS BERFIKIR MATEMATIS (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII MTs Negeri Ketanggungan Kabupaten Brebes) nuraenahfisah nuraenahfisah; Toheri Toheri
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.65

Abstract

ABSTRAKSetiap pendidik menginginkan siswanya berfikir kreatif dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika.Berdasarkan observasi peneliti di MTs negeri Ketanggungan, kreatif berfikir kreatif matematis siswa kurang baik, karenamasih banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan masalah dan memberikan banyak jawaban serta menggunakanstrategi yang bersifat baru terhadap masalah bangun ruang datar.Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui seberapa baik penggunaan SCRATCH dalam pembelajaran matematikadan mengetahui seberapa baik kreativitas berfikir matematika siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan denganbangun ruang datar serta mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan SCRATCH terhadap kreativitas berfikirmatematika siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang datar.Scratch adalah bahasa pemprograman yang sifat pengoperasiannya bias menumbuh kembangkan kreativitasberfikir matematis. Dengan scratch siswa dapat menciptakan atau membuat produk/permainan matematika dan siswajuga dapat mengembangkan kelancaran berfikir logis dan kreatif. Semakin maksimal penggunaan Scratch dalampembelajaran matematika maka akan semakin meningkat pula kreativitas berfikir matematis siswa.Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII MTs NKetanggungan, sedangkan sampel VIII B (eksperimen) dan VIII D (control). Teknik pengumpulan data menggunakanangket dan tes. Setelah data diperoleh, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistik berupa ujiregresi dengan menggunakan SPSS 18.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Scratch termasuk kategori baik, hal ini ditunjukan dengan nilairata-rata dari data angket sebanyak 71,62. Kreativitas berfikir matematis siswa MTs Negeri Ketanggungan yangmenggunakan Scratch tergolong baik. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata 75,22. Penggunaan Scratch berpengaruhpositif terhadap kreativitas berfikir matematis. Hal ini ditunjukan dengan analisis regresi, yaitu = 48,767 + 0,369 dengan besarnya pengaruh yaitu 12,5%.Kata Kunci : Scratch dan kreativitas berfikir matematis
PENGARUH PENERAPAN PENILAIAN JENIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BE-LAJAR SISWA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN (Studi Eksperimen Siswa Kelas VIII MTs Negeri Kadugede) Toheri Toheri; iis siti nuraisyah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v1i1.276

Abstract

Perubahan model evaluasi tidak otomatis mengubah wajah pembelajaran yang di dalam kelas, tetapi paling tidak akansangat mempengaruhi suasana pem-belajaran. Sistem evaluasi merupakan komponen penting dalam proses belajarmengajar di kelas. Salah satu model evaluasi yang sedang berkembang dan efektif, memiliki banyak manfaat baik bagiguru maupun siswa adalah model penilaian jenis portofolio. Evaluasi yang dilakukan oleh guru kurang valid danreliable, as-pek yang dinilai oleh guru kurang lengkap, serta adminstrasi guru dalam bidang penilaian juga sering tidaklengkap. Model penilaian yang diharapakan mampu mengungkap dan menilai peserta didik lebih akurat dan lebihlengkap didasarkan pada bukti (dokumen) yang dipunyai oleh masing-masing siswa. Penilaian portofolio adalah suatu penilaian yang bertujuan mengukur se-jauh mana kemampuan siswa dalammengkontruksi dan merefleksi suatu peker-jaan atau tugas atau karya dengan mengoleksi atau mengumpulkan bahanbahanyang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dikontruksi oleh siswa, sehingga hasil kontruksi tersebut dapatdinilai dan dikomentari oleh guru dalam periode ter-tentu. Jadi penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan dalampenilaian ki-nerja siswa atau digunakan untuk menilai kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa melalui penilaian jenis portofolio, prestasi belajar siswaditinjau dari jenis kelamin dan pengaruh penerapan penilaian jenis portofolio pada pembalajaran matematika ter-hadapprestasi belajar ditinjau dari jenis kelamin. Pendekatan ini menggunaan pendekatan kuantitatif yaitu adakah pengaruh penerapan penilaian jenis portofolio padapembelajaran matematika terhadap pres-tasi belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin di MTs Negeri Kadugede. Adapunteknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, tes dan angket. Kemu-daian dianalisis dengan uji normalitas,uji homogenitas dan menggunakan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukan bahwa penilaian belajar menggunakanpenilaian jenis portofolio pada mata pelajaran matematika kelas VIII MTs Negeri Kedugede. Setelah di ujimenggunakan anova dua jalur ternyata memiliki perbe-daan prestasi belajar siswa antara portofolio dokumentasi,portofolio penampilan dan portofolio proses berdasarkan jenis kelamin karena memiliki nilai F hitung sebesar 0,963dengan signifikannya 0,385. Dalam uji multiple comparisons me-nunjukan portofolio penampilan perempuan yangpaling bagus dengan nilai mean 80,412 dengan nilai 75,850 sampai 84,974. Tidak terdapat perbedaan prestasi bela-jardilihat dari jenis kelamin karena Fhitung<Ftabel yaitu 1,98<3,96 maka hipotesis ditolak, terdapat perbedaan prestasibelajar berdasarkan jenis portofolio Fhi-tung>Ftabel yaitu 15,318>3,96 maka hipotesis diterima. Tidak terdapatpengaruh an-tara jenis portofolio dalam meningkatkan prestasi matematika ditinjau dari jenis kelamin yaituFhitung<Ftabel atau 0,963<3,96 maka hipotesis ditolak.Kata Kunci : Portofolio, system evaluasi
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA PEMBAHASAN DIMENSI TIGA Toheri Toheri; abdul azis
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.297

Abstract

Kegiatan belajar tidak terlepas dari adanya interaksi antara komponen-komponen di dalamnya, misalnya interaksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan lingkungan sekitarnya. Keberhasilan guru memberikan materi pelajaran dalam proses kegiatan belajar siswa sangat ditentukan oleh kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswa. Oleh karena itu diperlukan adanya perantara/media. Salah satu jenis media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media audio visual, Penggunaan media ini diharapkan memperlancar proses pembelajaran, sehingga dapat menghasilkan hasil belajar siswa yang baik dan lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji pengaruh penggunaan media audio visualterhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga.(2) mengkaji hasil belajar siswa yang menggunakan media audio visual pada pembahasandimensi tiga. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, observasi, angket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAAI Mertapada Kabupaten Cirebon yang berjumlah 118 siswa dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas XA yang diambil secara cluster sampling. Variabel penelitian adalah penggunaan media belajar audio visual dan hasil belajar siswa. Data hasil angket sebagai variabel X yaitu dan data hasil tes sebagai variabel Y. kemudian diujikan secara analisis regresi sederhana. Dari hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa nilai rata-rata hasil angket penggunaan media belajar audio visual siswa sebesar 69,00 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga sebesar62,20. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan = 0,05, diperoleh bahwa ada pengaruhpenggunaan media belajar audio visual terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga dengan koefisien determinasi sebesar 72,25%. Ini berarti besarnya informasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga yang menggunakan media belajar audio visual sebesar 72,25%, sedangkan sisanya 27,75% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci: media audio visual, hasil belajar.
ANALISIS PENGETAHUAN KONTEN PEDAGOGIK GURU MATEMATIKA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA (STUDI KASUS SMP PLUS YAKPI SUSUKAN) Mualifah Alifah; Toheri Toheri; Darwan Darwan
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v8i1.4580

Abstract

This study aims to determine the pedagogical  conten knowledge in the classroom VII SMP Plus YAKPI Susukan and the effect on student learning motivation. Pedagogical conten knowledge play a very important role in student learning motivation, especially in mathematics.This study used a mixed method and the sample cluster random sampling. Data collection was taken using tests, quwstionnaires, and interviews. The results of the deskriptive analysis for conten knowledge of mathematic teacher ware as 100%, The results of the deskriptive analysis for pedagogical knowledge of mathematic teacher ware as 43,91%. Researcher suggestions for teachers so that the learning runs effectiveely, the teacher is expected to pay attention to pedagogical knowledge and balance with the knowledge of mathematical content, not just conveying material in class but also must pay attention to mathods and techniques so that the learning process is more optimal.Keywords: Ability, Interest, Spirit,Teaching  Kowledge 
Rearrangement of The Song Suwe Ora Jamu Using Fibonacci Numbers and Golden Ratio Aliyatul Marzuqoh; Toheri Toheri; Indah Nursuprianah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v10i1.8064

Abstract

The rearrangement of the song suwe ora jamu uses the Fibonacci numbers and the golden ratio to facilitate the creation of music. The purpose of this study is to determine rearragement stages of the song suwe ora jamu using fibonacci numbers and golden ratio, to determine content of fibonacci numbers and golden ratio in the rearragement of the song suwe ora jamu, and to determine the difference in the beauty of the original song and rearrangement of the song suwe ora jamu uses fibonacci numbers and golden ratio. The method used in this research is mixed methods with a mixed-stage technique and a sequential exploratory strategy model. The results showed that: 1) 4 stages of rearrangement namely selecting the tone motif, determining the initial tone, determining the second tone using the initial tone or the previous tone as a reference, and determining the bar and its golden ratio, 2) analyzing the content of the Fibonacci numbers and the golden ration respectively are the song suwe ora jamu amounting to 32.1% and 61.804%, the first arrangement is 50% and 70.633% and the second arrangement are 46.2% and 98.887% and 3) the difference in the beauty of the original version of the song suwe ora jamu and the rear of the song suwe ora jamu using the Wilcoxon test is worth 0.000 <0.05, so it can be concluded that there is a difference in the beauty. 
Improving the Ability of Madrasah Aliyah Mathematics Teachers to Develop HOTS Questions through Training and Mentoring Toheri Toheri; Arif Muchyidin
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i1.386

Abstract

This study aims to enhance the ability of Madrasah Aliyah mathematics teachers to develop Higher-Order Thinking Skills (HOTS) questions through training and mentoring. This research employs a qualitative approach with a case study design involving 20 mathematics teachers. Data were collected through questionnaires, observations, and document analysis, then analyzed using thematic and descriptive statistics. The findings indicate that teachers' understanding of HOTS principles, reasoning levels, and question formulation steps after participating in the training significantly improved, with an average increase of 55–70% across key indicators. However, some teachers still struggled to integrate real-world contexts into the HOTS questions they developed. These findings highlight the importance of continuous professional development programs to strengthen teachers' competency in designing HOTS-based assessments. Further research is needed to explore the long-term impact of this training on student learning outcomes.
Analysis of TPMDK Abilities of Prospective Mathematics Teachers Based on Semester Level and Gender Toheri Toheri; Yandi Heryandi
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.1072

Abstract

This research aims to (1) describe the level of mastery of TPMK of prospective mathematics teachers; (2) examine the aspects of TPMK that prospective mathematics teachers dominate. (3) Analyze the differences in the ability of TPMK of prospective mathematics teachers based on semester and gender. This research uses a quantitative approach, with a survey method. The survey was conducted to collect data from respondents regarding the TPMDK (Technological-Pedagogical Mathematics Dimension Knowledge). The population is all prospective math teachers in Region III, Cirebon. The sample was a proportional random sample of prospective math teachers. The results showed that (1) TPMDK ability obtained an average of 2.983, which is included in the high category. Students of prospective mathematics teachers in Region III Cirebon have the knowledge and skills needed by mathematics teachers to integrate technology effectively into pedagogy and high mathematics content. (2) The ability of TPMDK when viewed from the knowledge dimension, in order from the highest is the Factual Dimension (3.09), Metacognitive dimension (3.00), Conceptual dimension (2.96), and procedural dimension (2.94). The tendency toward mastery of technological knowledge and its relation to other knowledge drives high ability in other areas. This is evident in the ability of Technological Factual Knowledge and Technological Conceptual Knowledge.