Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kelurahan Lalung Kecamatan Karanganyar Marizka Candra Kirana; Ikrima Rahmasari; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1160

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendaliannya adalah dengan menerapkan diet rendah garam, namun kepatuhan lansia dalam menjalankan diet tersebut masih rendah. Dukungan keluarga diduga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet rendah garam sehingga dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam pada bulan April–Mei 2026. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Cramer's V dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori cukup sebanyak 24 responden (43,6%), sedangkan mayoritas responden tidak patuh terhadap diet rendah garam sebanyak 32 responden (58,2%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,029 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi. Nilai Cramer's V sebesar 0,359 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah, dukungan keluarga tetap berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia dalam menjalankan diet rendah garam sebagai salah satu upaya pengendalian tekanan darah.
Hubungan Posisi Dan Lama Duduk Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Selama Kuliah Offline Pada Mahasiswa Prodi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta Gustama Khoiru Krisna Ardiyanto; Agung Widiastuti; Dwi Lestari Mukti Palupi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1207

Abstract

Latar belakang: Low Back Pain (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal atau nyeri yang terjadi di punggung bawah akibat aktivitas tubuh yang berlebihan atau postur tubuh yang kurang ergonomis. Hal ini sering dialami oleh mahasiswa akibat posisi duduk yang tidak tepat dan durasi duduk yang lama selama proses perkuliahan offline. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dan lama duduk dengan keluhan LBP selama perkuliahan offline pada mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 mahasiswa tingkat tiga yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Body Awareness of Postural Habits in Young People (Q-BAPHYP), kuesioner durasi duduk, dan The Pain and Distress Scale. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil: Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki posisi duduk sesuai (54,5%), durasi duduk < 90 menit (39,4%), dan mengalami keluhan LBP kategori sedang (45,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara posisi duduk dengan keluhan LBP (p = 0,000) serta antara lama duduk dengan keluhan LBP (p = 0,000). Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa posisi duduk yang tidak sesuai merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keluhan LBP dengan nilai Exp(B) sebesar 20,736 (p = 0,001). Kesimpulan: Posisi duduk ergonomis dan pengaturan durasi duduk saat perkuliahan sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa keperawatan. Kata kunci: Lama Duduk, Low Back Pain, Mahasiswa Keperawatan, Posisi Duduk
Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Pasien Praoperasi Fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Bagus Jagad Prakosa; Mursudarinah Mursudarinah; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1215

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada pasien Praoperasi fraktur. Kondisi kecemasan dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga berpotensi mengganggu kondisi fisik maupun psikologis pasien serta kesiapan dalam menghadapi operasi. Kualitas tidur yang buruk pada pasien Praoperasi dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 23 responden (45,1%), sedangkan kualitas tidur buruk dialami oleh 43 responden (84,3%). Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur dengan nilai p 0,000 (p 0,05) dan korelasi r 0,646, yang menunjukkan kekuatan hubungan kuat dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Praoperasi fraktur di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Hubungan Self-Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Dentha Aditiya; Agung Widiastuti; Musta'in
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1302

Abstract

Background: A patient's quality of life remains significantly influenced by their ability to perform self-care management, although hemodialysis therapy can help maintain their function. This self-care management includes adherence to fluid restrictions, dietary adjustments, taking medications as prescribed, and undergoing regular hemodialysis.Objective: This study aimed to determine the relationship between self-care management ability and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Methods: This quantitative study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. A total sampling technique was used to recruit 60 respondents. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The univariate analysis showed that most respondents had good self-care management ability (27 respondents; 45.0%), while the majority had a good quality of life (28 respondents; 56.7%). The results of the Spearman Rank test revealed a p-value of 0.000 and a correlation coefficient (r) of 0.603, indicating a statistically significant positive relationship between self-care management and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Conclusion: The better the self-care management ability of patients undergoing hemodialysis, the better their quality of
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Karangmalang Sragen Retsu Indah Kurnia Ningsih; Endrat Kartiko Utomo; Agung Widiastuti
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v4i3.6817

Abstract

Hypertension is a condition in which systolic blood pressure is ≥140 mmHg and diastolic blood pressure is ≥90 mmHg. Hypertension is often accompanied by anxiety, anxiety is an unpleasant emotion that can directly affect the psychological and physiological well-being of people with hypertension. Anxiety can disrupt a person’s sleep quality, such as difficulty falling asleep, waking up in the middle of the night, or feeling unrested after waking up. Anxiety can disrupt sleep quality through sympathetic nervous system activity and HPA axis (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) activity. This study aims to examine the relationship between anxiety levels and sleep quality in patients with hypertension at the Karangmalang Community Health Center in Sragen. A quantitative correlation method with a cross-sectional approach was used in this study. The sample consisted of 64 participants selected using accidental sampling. The research instruments used included the Zung Self-Rating Anxiety Scale questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire. Data analysis in this study utilized the Spearman rank test. The majority of respondents experienced mild anxiety (40 respondents, or 62.5%) and poor sleep quality (57 respondents, or 89.1%). The results of the statistical analysis indicate a significant association between anxiety levels and sleep quality in hypertensive patients at the Karangmalang Community Health Center in Sragen (p-value 0.032), with a Spearman correlation coefficient (r) = 0.269. There is an association between anxiety levels and sleep quality in hypertensive patients. Promotion and prevention efforts through education need to be enhanced regarding the importance of anxiety management and good sleep patterns in these patients.  
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN LALUNG KECAMATAN KARANGANYAR Marizka Candra Kirana; Ikrima Rahmasari; Agung Widiastuti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 14 No 3 (2026): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v14i3.869

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendaliannya adalah dengan menerapkan diet rendah garam, namun kepatuhan lansia dalam menjalankan diet tersebut masih rendah. Dukungan keluarga diduga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet rendah garam sehingga dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam pada bulan April–Mei 2026. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Cramer's V dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori cukup sebanyak 24 responden (43,6%), sedangkan mayoritas responden tidak patuh terhadap diet rendah garam sebanyak 32 responden (58,2%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,029 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi. Nilai Cramer's V sebesar 0,359 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah, dukungan keluarga tetap berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia dalam menjalankan diet rendah garam sebagai salah satu upaya pengendalian tekanan darah. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diet Rendah Garam, Hipertensi, Lansia.