Articles
Analisis Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus
Slamet Ari Wibowo;
N Nurhayani;
Mohammad Shoim Dasuki;
Anika Candrasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.165 KB)
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah atau hiperglikemia. Penyakit ini belum bisa disembuhkan, hal yang perlu dilakukan oleh pasien yaitu dengan mengontrol kadar gula darah agar terhindar dari komplikasi. Indikator terkontrolnya gula darah yaitu dengan melihat kadar HbA1c yang menggambarkan kondisi gula darah dalam waktu 2-3 bulan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan terhadap kadar HbA1c pasien diabetes melitus. Desain penelitian menggunakan metode literature review dan sampel penelitian didapatkan dari pencarian secara daring menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian terdapat 788 artikel yang ditemukan lalu diekslusi sesuai criteria restriksi, didapatkan 10 artikel penelitian yang direview. Dua artikel dengan metode RCT, enam artikel cross sectional, satu artikel quasi eksperimental, satu artikel deskriptif. Dalam penelitian menunjukkan adanya dampak positif dari dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan terhadap kadar HbA1c. Simpulan dukungan keluarga sangat penting dimasukkan dan diberikan dalam penatalaksanaan diabetes. Dukungan ini akan berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan sehingga kadar HbA1c akan terkontrol. Keluarga perlu menyadari pentingnya pemberian dukungan dan partisipasi aktif saat pasien menjalankan pengobatan.
HUBUNGAN POLA TIDUR DAN TINGKAT STRES DENGAN PRESTASI MAHASISWA FK UMS SELAMA PERKULIAHAN ONLINE
Syahanita Anindira Putri;
Burhannudin Ichsan;
Shoim Dasuki;
Tri Agustina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.039 KB)
Terganggunya pola tidur dapat merubah pola istirahat dan menyebabkan seseorang mengantuk di siang hari, keadaan ini dapat mengganggu proses pembelajaran terutama pada mahasiswa karena menyebabkan sulitnya berkonsentrasi. Stres yang berkelanjutan dapat menghambat konsentrasi dan daya ingat terutama pada masa perkuliahan online dimana mahasiswa dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola tidur dan tingkat stress dengan tingkat prestasi mahasiswa FK UMS selama perkuliahan online pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilaksanakan di tempat masing-masing mahasiswa karena masih dalam rangka kuliah daring sampai waktu ditentukan akibat terjadinya pandemi covid-19. Subjek penelitian adalah 61 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data pola tidur dengan menggunakan kuesioner PSQI, data tingkat stress menggunakan kuesioner DASS 42, data tingkat prestasi menggunakan nilai ujian blok neurologi mahasiswa semester 5 2020/2021 FK UMS. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi square antara pola tidur dengan tingkat prestasi didapatkan (p= 0,000), tingkat stress dengan tingkat prestasi didapatkan (p= 0,000) uji multivariat regresi logistic nilai OR pola tidur 17,288, dan nilai OR tingkat stres 18,660. Pola tidur dan tingkat stres berhubungan secara signifikan terhadap tingkat prestasi.
Hubungan Stres Dengan Dermatitis Seboroik: Studi Literatur
Elsy Febriyani Yunita Sari;
Mohammad Shoim Dasuki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.789 KB)
Dermatitis seboroik merupakan salah satu jenis kelainan kulit yang paling sering ditemukan pada lapisan papuloskuamosa dan bersifat kronik. Terjadinya dermatitis seboroik dikaitkan dengan tiga faktor penyebab utama yaitu, metabolisme mikroba (Malassezia), produksi sebum dan kerentanan individu terhadap suatu penyakit. Stres, kecemasan, dan depresi dapat meningkatkan produksi jumlah sebum. Untuk mengetahui hubungan antara stres (mencakup keecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Penelitian ini mengambil sumber database dari web Pubmed, Science Direct dan Google Schoolar. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode critical appraisal. Tidak ada limitasi batas waktu pencarian dan tempat penelitian ditujukan untuk semua negara dan ras. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, tidak semua artikel menyatakan adanya hubungan antara stres (mencakup kecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Dua artikel stres berhubungan signifikan, 9 artikel kecemasan (8 artikel berhubungan signifikan dan 1 artikel tidak signifikan), dan 8 artikel depresi (6 artikel berhubungan signifikan dan 2 artikel tidak siginifikan).
Parity And Hemoglobin Levels of Trimester 3 Pregnant Women as Risk Factors for Low Birth Weight
Isnan Aldisa;
Nining Lestari;
Tri Agustina;
Muhammad Shoim Dasuki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.359 KB)
Bayi BBLR berisiko lebih besar mengalami gangguan tumbuh kembang selama masa kanak-kanak. Tahun 2019 di Indonesia bayi baru lahir dilaporkan berat badannya sebanyak 111.827 bayi (3,4%) memiliki berat badan bayi rendah. Pada provinsi Jateng dengan rata rata prevalensi sebesar 6,1%. Pada penelitian sebelumnya menyatakan terdapat hubungan paritas dengan kejadian BBLR. Namun pada penelitian lain tidak didapat hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR. Pada Variabel lain didapat hubungan antara ibu hamil anemia dengan kejadian BBLR. Namun pada penelitian lain tidak memiliki hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 3 dengan kejadian berat badan lahir rendah. Jenis penelitian observasional dengan desain case control. Menggunakan data sekunder dengan pengambilan sampel secara purposive sampling masing-masing 62 sampel di puskesmas Kawunganten. Uji regresi logistik paritas dengan nilai p = 0,037, nilai OR paritas 2,148 dengan confidence interval (CI) 95% sebesar 1,048 – 4,764 dan Hb dengan nilai p = 0,03, nilai OR Hb 5,094 dengan confidence interval (CI) 95% sebesar 1,101 – 26,723. Terdapat hubungan antara paritas dan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 3 dengan kejadian berat badan lahir rendah.
Asi Tidak Eksklusif Dan Imunisasi Tidak Lengkap Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita
Afrinda Graharani Sandra;
Muhammad Shoim Dasuki;
Tri Agustina;
Nining Lestari
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/involusi.v11i2.242
Toddlers are the next generation of a nation so they need special attention. 155 million children under five in the world are stunted. In Indonesia, there are 3.9% short toddlers, 11.5% very short toddlers, 30.7% toddlers with non-exclusive breastfeeding, and 57.9% toddlers with incomplete immunizations. This study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and completeness of immunization with the incidence of stunting in toddlers. This study uses an observational research type with a case control design. Using secondary data by purposive sampling with a total sample of 140, consisting of 70 cases and 70 controls at the Karanganyar Public Health Center. Data were obtained from the toddler cohort and e-PPGBM (Community Based Nutrition Recording and Reporting Application). Data were analyzed using Chi Square test for breast milk variable p value <0.001 and immunization p value = 0.021. In the logistic regression test, non-exclusive breastfeeding was at risk of stunting with OR = 8.737 and p value <0.001. Incomplete immunization is at risk of stunting with OR = 7.320 and p value < 0.001.
Hubungan Pemberian ASI dan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan
Aulia Nur Rokhmah;
Burhanuddin Ichsan;
Tri Agustina;
Muhammad Shoim Dasuki
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/involusi.v11i2.243
The period of the first 1000 days of life is a very important period for the improvement of nutrition and growth and development of children. The 2018 Kebumen District Health Profile states that 8% of toddlers with malnutrition, 33.05% of toddlers who do not get exclusive breastfeeding, and mothers of toddlers with malnutrition are mostly 60% primary school education, 20% junior high school and 20% high school education. . To analyze the relationship between exclusive breastfeeding and mother's education with the nutritional status of children under five in the first 1000 days of life. This research is an analytic observational study with a case control design. The instrument used in this study is secondary data by taking samples using purposive sampling technique as many as 117 samples at the Petanahan Health Center. In the bivariate analysis of Chi Square test, it was found that the ASI variable showed p value = 0.000 with OR = 21.991 and mother's education showed p = 0.000 with OR = 6.279. There is a relationship between exclusive breastfeeding and mother's education with the nutritional status of toddlers in the first 1000 days of life.
Perbandingan Efektivitas Ferric Carboxymaltose Dengan Ferrous Sulfate Sebagai Terapi Pasien Anemia Defisiensi Besi Pada Wanita Hamil
Muhammad Nafi’ Rizqi Amanillah;
Muhammad Shoim Dasuki;
Sri Wahyu Basuki;
Supanji Raharja
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/involusi.v11i2.246
Background: Iron deficiency anemia is still a global problem, especially in pregnant women and causes maternal death due to bleeding. This is because the need for iron increases and the food supply decreases due to improper diet and nutritional patterns before pregnancy and during pregnancy. Iron supplements are an alternative in overcoming this problem, supplements are divided into two options, namely oral and parenteral. Objective: To compare the effectiveness of Ferric carboxymaltose with Ferrous sulfate as a treatment for iron deficiency anemia in pregnant women in terms of increased hemoglobin and ferritin levels. Method: Systematic Review, this research was sourced from online databases, namely: PubMed, Science direct, Garuda ristekbrin, Google scholar and Research gate with the keywords: ("iron deficiency anemia in pregnancy" OR "Anemia Pregnancy" OR "iron-deficient gravidas" ) AND ("Ferric carboxymaltose" OR "FCM" OR "iron dextri-maltose") AND ("Ferrous sulfate" OR "Ferrous Sulphate" OR "ammonium ferrous sulfate"). The data in this study were analyzed in a narrative manner with data extraction containing: name of journal, author, year, research design, sample and results with a search time limit of 2015-2020. Summary of results: this study found that Ferric carboxymaltose gave more improvement than Ferrous sulfate in terms of increasing hemoglobin and ferritin levels. Conclusion: The final result of this systematic review study is that Ferric carboxymaltose is more effective than Ferrous sulfate for the management of iron deficiency anemia in pregnant women in terms of increasing hemoglobin and ferritin levels.
ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan
Rafika Surya Putra Pratama;
Mohammad Shoim Dasuki;
Tri Agustina;
Siti Soekiswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.748
Introduction: Stunting is a nutritional problem that, until now, has been a concern and an issue that has not been able to be resolved. Exclusive breastfeeding is predicted to minimize the risk of stunting because exclusive breastfeeding contains immune components, antibodies and calcium, and nutrients needed by babies. Objective: To analyze the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: A literature review using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) for data extraction. The databases used include Google Scholar, Science direct, and Pubmed. And Sage Journals using the keywords (“Exclusive Breastfeeding” OR Breastfeeding OR “Breastfed”) AND (Stunting OR “Growth Disorder” OR “Stunted Growth”) AND Toddler. Results: Extraction obtained 16 articles were analyzed. Conclusion: Exclusive breastfeeding for toddlers 24-59 months can be a protective factor against stunting, while non-exclusive breastfeeding can be a risk factor for toddlers experiencing stunting
Analisis Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus
Wibowo, Slamet Ari;
Nurhayani, N;
Dasuki, Mohammad Shoim;
Candrasari, Anika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah atau hiperglikemia. Penyakit ini belum bisa disembuhkan, hal yang perlu dilakukan oleh pasien yaitu dengan mengontrol kadar gula darah agar terhindar dari komplikasi. Indikator terkontrolnya gula darah yaitu dengan melihat kadar HbA1c yang menggambarkan kondisi gula darah dalam waktu 2-3 bulan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan terhadap kadar HbA1c pasien diabetes melitus. Desain penelitian menggunakan metode literature review dan sampel penelitian didapatkan dari pencarian secara daring menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian terdapat 788 artikel yang ditemukan lalu diekslusi sesuai criteria restriksi, didapatkan 10 artikel penelitian yang direview. Dua artikel dengan metode RCT, enam artikel cross sectional, satu artikel quasi eksperimental, satu artikel deskriptif. Dalam penelitian menunjukkan adanya dampak positif dari dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan terhadap kadar HbA1c. Simpulan dukungan keluarga sangat penting dimasukkan dan diberikan dalam penatalaksanaan diabetes. Dukungan ini akan berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan sehingga kadar HbA1c akan terkontrol. Keluarga perlu menyadari pentingnya pemberian dukungan dan partisipasi aktif saat pasien menjalankan pengobatan.
Hubungan Stres Dengan Dermatitis Seboroik: Studi Literatur
Sari, Elsy Febriyani Yunita;
Dasuki, Mohammad Shoim
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dermatitis seboroik merupakan salah satu jenis kelainan kulit yang paling sering ditemukan pada lapisan papuloskuamosa dan bersifat kronik. Terjadinya dermatitis seboroik dikaitkan dengan tiga faktor penyebab utama yaitu, metabolisme mikroba (Malassezia), produksi sebum dan kerentanan individu terhadap suatu penyakit. Stres, kecemasan, dan depresi dapat meningkatkan produksi jumlah sebum. Untuk mengetahui hubungan antara stres (mencakup keecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Penelitian ini mengambil sumber database dari web Pubmed, Science Direct dan Google Schoolar. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode critical appraisal. Tidak ada limitasi batas waktu pencarian dan tempat penelitian ditujukan untuk semua negara dan ras. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, tidak semua artikel menyatakan adanya hubungan antara stres (mencakup kecemasan dan depresi) dengan kejadian dermatitis seboroik. Dua artikel stres berhubungan signifikan, 9 artikel kecemasan (8 artikel berhubungan signifikan dan 1 artikel tidak signifikan), dan 8 artikel depresi (6 artikel berhubungan signifikan dan 2 artikel tidak siginifikan).